KEYSA

KEYSA
15



Setelah acara makan malam selesai Keysa ijin pulang terlebih dahulu, dia tidak ingin berlama - lama berada dekat dengan ayahnya.


" Bu maaf, apa ada pekerjaan lain... ? kalau tidak ada saya mau pamit pulang dulu kasihan bunda nunggu di rumah.. " ijin Keysa


" Ah iya Key, kamu pulang saja terima kasih ya sudah membantu saya malam ini.. gimana kalau kamu pulangnya di antar Alif saja lagian ini kan sudah malam nggak baik cewek pulang malam sendirian.. " kata bu Widya


" Nggak usah bu terima kasih saya sudah biasa pulang malam bahkan lebih malam dari ini.. " Keysa pun tersenyum setelah itu dia segera berpamitan kepada bu Widya dan suaminya.


Keysa sempat melihat ke arah ayah dan kakak nya yang sedang memperhatikan dia, tapi Keysa tidak mau ambil pusing dia bersikap cuek seolah - olah tidak mengenal mereka.


" Assalamualaikum.. " salam Keysa sambil berlalu


" Waalaikumsalam.. " jawab semua orang serempak


Baru saja Jeysa mau mengambil sepeda dia mendengar ada seseorang yang memanggilnya sehingga dia pun melihat ke arah belakang.


" Keysa tunggu "


" Ada apa kak.. ? "


" Kakak cuma mau ingetin sama loe jangan pernah deketin Alif.. Alif itu milik kakak dan makan malam ini adalah awal untuk hubungan kami loe ngerti itu.. " kata Bella sambil menunjuk Keysa


" Aku nggak perduli sama mas Alif silahkan saja kalau kakak mau dia, oh iya kak aku minta sama kakak tolong sesekali jenguk bunda.. Biar bagaimana pun juga bunda orang yang sudah melahirkan dan membesarkan kita.. apa kakak tidak merindukan bunda sama sekali.. " pinta Keysa


" Masalah bunda lihat saja nanti, dan inget loe harus jauhi Alif.. Karena Alif nggak akan mandang loe yang kaya gini.. " kata Bella lalu meninggalkan Keysa sendiri


Keysa pun mulai berjalan menjauh tapi dia langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggilnya lagi dan ternyata itu Alif.


" Iya mas ada apa.. ? " tanya Keysa heran


" Ini kata mamah bawa buat bu Mira dan kamu makan di rumah.. " kata Alif sambil memberikan bungkusan yang di pegang nya


" Terima kasih mas.. " Keysa pun langsung mengambil bungkusan itu dan memasukannya di keranjang sepeda


" Oh iya mas bisa minta tolong, tadi saya lupa memberi tahu bu Widya kalau besok saya tidak bisa bekerja lagi disini soalnya besok sudah mulai sekolah dan pulangnya harus langsung ke cafe.. Insyaallah kalau besok bunda sudah sehat bunda kembali bekerja.. " kata Keysa tanpa mau melihat Alif


" Ya udah nanti di sampein ke mamah " jawab Alif ketus


" Terima kasih mas, kalau gitu saya permisi dulu.. " Keysa pun langsung pergi meninggalkan Alif sendiri


" Apa Keysa anak nya pak Arman.. ? tapi kalau iya kenapa dia harus kerja keras seperti itu bersama ibunya dan sepertinya Bella juga tidak suka dengan Keysa, ada apa dengan mereka sebenarnya.. " kata Alif yang terus memikirkan Keysa


《○》 《○》 《○》 《○》 《○》


Tidak terasa sudah satu bulan lamanya Keysa tidak bekerja lagi di rumah bu Widya, semua pekerjaan nya sudah di ambil alih lagi oleh bunda.


Sedangkan Alif sendiri merasa ada yang kurang dalam hidupnya selama sebulan ini, jujur saja dia sangat merindukan kehadiran Keysa.


Alif pun memutuskan untuk pergi ke cafe milik Jihan sepulang dari kantor, cukup lama Alif berada di sana tapi dia sama sekali tidak melihat Keysa.


Ada rasa kecewa di hatinya, karena penasaran dia pun mulai bertanya kepada sahabatnya Jihan.


" Han, kok gue dari tadi nggak lihat Keysa kemana tuh anak.. ? " tanya Alif


" oh Keysa nggak masuk udah dua hari ini, katanya sih dia mau ujian, jadi minta ijin buat libur kerja dulu selama ujian.. " jelas Kihan


" Sampai kapan.. ?? " tanya Alif yang penasaran


" Kayanya sebulanan ini lah dia minta ijin nya, lagian katanya dia mau mempersiapkan diri buat kuliah juga. Dia lagi ngejar beasiswa jadi harus belajar sungguh - sungguh, katanya cuma yang lulusan terbaik yang dapet beasiswa itu.. Jadi ya dia ingin fokus dulu buat itu.. " jelas Jihan


" Dan loe ijinin gitu aja.. ? " tanya Alif


" Ya kenapa gue nggak ijinin kan dia minta ijin dulu sama gue lagian gue udah kenal Keysa lama sejak dia baru kelas 11, jadi gue tahu kalau dia itu serius dengan ucapannya... Dia sudah gue anggap kaya adek gue sendiri, jujur aja gue salut sama dia di usia dia yang masih muda dia mau bekerja keras untuk membiayai sekolahnya sendiri tanpa meminta kepada orang tuanya..


... Gue aja yang sudah punya usaha sendiri terkadang masih suka minta sama orang tua gue.. Gue juga sering mengeluh, tapi Keysa dia tidak pernah mengeluh dengan keadaan nya sekarang.. " kata Jihan lagi


" Memang seberapa sulitnya sih hidup dia saat ini.. ? " tanya Alif penasaran


" Mungkin untuk sekarang dia tidak terlalu kesulitan tapi awal - awal gue kenal dia itu adalah masa - masa sulitnya. Ya gue sih denger cerita ini dari saudara gue yang kebetulan sahabat nya Keysa, jadi dia itu sebenarnya anak orang kaya, dari kecil dia biasa hidup serba berkecukupan bahkan lebih tapi suatu hari dia lebih memilih tinggal bersama bundanya di sebuah kontarakan..


.... Dia harud rela melepas semua kemewahannya demi wanita yang sudah melahirkan nya dan yang gue denger bokapnya nggak pernah biayain sekolahnya sampai dia terancam di keluarkan kalau nggak bayar secepatnya, di saat yang bersamaan ibunya juga harus masuk rumah sakit.. Sebelum gue denger cerita ini gue sempet nolak buat memperkerjakan dia disini,


..... Tapi setelah gue di jelasin semuannya gue merasa kasihan sama dia, kalau gue nggak terima dia kerja dia akan putus sekolah dan impiannya akan ikut putus juga dan akhirnya sampai sekarang dia kerja sama gue.. "


Alif yang mendengarkan cerita Jihan diam - diam merasa sangat bangga dengan Keysa dia lebih memilih hidup kekurangan asal selalu bersama orang yang di sayang.


Padahal bisa saja Keysa memilih tinggal di rumah ayahnya mungkin sekarang dia masih bisa hidup enak, tapi Keysa tidak melakukannya sama sekali.