
Hari berganti hari bulan pun berganti bulan, tidak terasa sudah tiga bulan Revan tinggal bersama mereka.
Keysa merasa sangat bahagia walaupun dia tidak pernah melahirkan Revan, tapi dia sangat menyayangi Revan seperti putra nya sendiri.
Keysa juga selalu mengajak Revan ke kantor, bahkan tidak jarang Keysa membawa pekerjaan nya ke rumah.
Keysa juga berencana akan berhenti kerja setelah menyelesaikan proyek yang sedang di tangani nya saat ini, dia hanya akan fokus untuk mengurus anak dan suaminya saja.
Pagi ini seperti biasa mereka pergi ke kantor dan tentu saja Keysa mengajak Revan, walau pun Revan mengatakan tidak apa - apa di tinggal sendiri di rumah tapi tetap saja Keysa masih merasa cemas.
Sesampainya di kantor Keysa dan Alif pun langsung masuk ke dalam ruangan nya masing - masing.
" Sayang kamu duduk di sini ya, ummi mau rapat dulu sebentar, nggak lama ko. Kalau Evan mau, Evan bisa main game di handphone ummi.. " kata Keysa sambil meyerahkan handphone miliknya.
" Tidak ummi Evan mau menggambar. Ummi pergi saja, Evan nggak apa - apa kok kan di depan ada tante Riri.. " jawab Revan sambil tersenyum
" Ya sudah kalau gitu ummi pergi dulu, kalau kamu mau apa - apa panggil aja tante Tiri ya, dan ingat jangan main jauh - jauh apa lagi sampai turun ke lantai bawah.. " pesan Keysa
" Siap ummi.. "
Keysa pun tersenyum lalu setelah itu dia pergi meninggalkan Revan, dia harus bertemu dengan pak Surya.
satu jam lebih sudah berlalu, akhirnya Keysa selesai juga meeting bersama pak Surya dia pun segera kembali ke ruangan nya.
Sesampainya di ruangan dia tidak melihat Revan di mana - mana, Keysa pun kembali ke depan dan menanyakan Revan kepada Riri.
" Ri, Evan kemana.. ? Kok dia tidak ada di ruangan saya... " tanya Keysa
" Oh mas Evan tadi ikut sama pak Alif bu, kata pak Alif biar mas Evan nunggu di ruangan nya saja.. " jelas Riri
"Ya sudah kalau gitu saya mau ke ruangan pak Alif dulu, kalau ada apa - apa kamu bisa langsung hubungi saya.."
Setelah mengatakan itu Keysa pun pergi, tidak lama dia sudah sampai di depan ruangan suaminya.
Keysa pun langsung masuk dan melihat putra nya sedang bermain sendiri sedangkan sang suami masih berbicara dengan seseorang melalui telepon.
Setelah menutup panggilan nya Alif dapat melihat Keysa yang sedang memperhatikannya.
Keysa melihat wajah Alif, dan dia yakin pasti terjadi sesuatu.
" Ada apa mas.. ? " tanya Keysa
"...."
Alif hanya diam saja, Keysa pun bangun dan berjalan ke arah Alif.
Setelah sampai di depan Alif, Keysa meraih tangan suaminya dan mengelusnya.
" Ada apa, kenapa mas diam saja.. ? " tanya Keysa lagi
" Sayang tadi kakek telepon katanya ayah kecelakaan dan sekarang di rawat di rumah sakit, kakek ingin kita datang ke Jakarta.. Mas belum ngambil keputusan karena mas tahu kamu masih sangat berat untuk bertemu sama ayah.. " kata Alif
Keysa pun terdiam sesaat, mungkin hubungan dengan ayahnya memang sudah membaik tapi entahlah Keysa masih enggan datang berkunjung atau hanya menanyakan kabar lewat telepon.
" Bagaimana sayang.. ? " tanya Alif lagi
" Ya sudah kita pergi kesana, kita akan melihat keadaan ayah.. " kata Keysa sambil tersenyum
Alif pun ikut tersenyum, Alif juga tidak lupa mengecup kening Keysa dia tahu istrinya ini tidak akan diam saja jika mendengar ayahnya sakit.
" Kapan kita berangkat.. ? " tanya Keysa
" Bagaimana kalau sekarang saja.. " usul Alif
" Ya sudah terserah mas saja, kalau gitu Key harus pergi ke ruangan Key sebentar untuk merapikan pekerjaan yang tersisa.. "
" Ya sudah nanti kamu tunggu saja disana mas yang akan keruangan kamu kalau mas sudah selesai disini.. " kata Alif
.
" Iya mas.. "
" Sayang kamu mau ikut ummi apa sama abi disini nak... ? " tanya Keysa sambil menatap putra nya
" Evan sama abi saja ummi.. " jawab Revan
" Baiklah kalau gitu ummi mau ke ruangan ummi dulu ya kamu jangan nakal.. "
" Siap ummi.. " kata Revan sambil tersenyum
Keysa pun kembali melanjutkan perjalanannya dan kembali ke ruangannya.
Keysa membereskan semua pekerjaan nya tidak lupa dia juga meminta Riri untuk datang ke ruangan nya.
Tok.. tok.. tok..
Terdengar suara ketukan dari depan pintu,
" Masuk... " kata Keysa tanpa melihat ke arah pintu
" Permisi ibu panggil saya.. ? " kata Riri setelah dia berada di depan Keysa
" Ri, untuk beberapa hari kedepan saya akan ke Jakarta kamu tolong urus semuanya disini dan untuk masalah proyek yang sedang berjalan kamu serahkan sama Anto untuk menanganinya dulu.. Pokoknya selama saya tidak ada pak Anto yang akan bertanggung jawab.. " jelas Keysa
" Iya bu saya mengerti, kalau boleh tahu ibu di Jakarta berapa hari ya.. ? " tanya Riri
Keysa pun menghentikan pekerjaan nya dan menatap Riri.
" Saya tidak tahu Ri, tapi saya berharap secepatnya bisa kesini lagi.. "
" Ya sudah kamu bisa kembali ke meja kamu lagi, dan untuk meeting hari ini kamu undur jadi besok dan minta pak Anto yang mewakili saya.. Kamu siap kan saja berkas - berkasnya lalu kasih ke beliau, biar bisa di pelajari terlebih dahulu.. "
" Iya bu, kalau gitu saya permisi dulu.. "
Riri pun kembali kemeja nya dan kini Keysa sendiri lagi.
Keysa memikirkan keadaan ayahnya, walau pun dia belum bisa menerima pernikahan ayahnya dengan wanita itu tapi biar bagaimana pun juga saat ini ayahnya sedang butuh Keysa.
" Bunda haruskah Key maafin wanita itu juga, rasanya Key masih belum sanggup berada di tengah - tengah mereka.. " kata Keysa sambil menatap foto sang bunda.
Cukup lama Keysa terdiam seperti ini sampai dia mendengar pintu ruangan nya terbuka dan terlihat anak dan suaminya masuk ke dalam.
" Sayang sudah siap, ayo kita harus segera pulang.. " ajak Alif
" Sudah, ayo.. "
Mereka pun mulai pergi meninggalkan area kantor, mereka akan mampir ke apartemen terlebih dahulu setelah itu baru mereka berangkat ke Jakarta.
Alif juga sengaja memakai supir agar dia bisa beristirahat di dalam mobil.
Sesampainya di apartemen Keysa langsung merapikan baju Revan dan memasukan nya kedalam tas kecil milik putranya itu.
Setelah selesai semua Jeysa pun berjalan ke arah kamarnya dan mulai merapikan baju miliknya dan juga Alif.
Alif mendekat dan memeluk Keysa dari belakang.
" Kalau kamu masih belum siap kita tidak usah kesana.. " kata Alif yang seolah - olah tahu jalan pikiran Keysa
Keysa pun tersenyum kepada Alif sambil menggelengkan kepalanya.
" Nungkin ini sudah waktunya Key berdamai dengan masa lalu, Key tidak mungkin selama nya hidup dalam bayang - bayang masa lalu kan.. " kata Keysa sambil menatap Alif
" Iya kamu benar sayang, jadi apa kita sudah siap.. ? " tanya Alif
" Sudah, kita bisa berangkat sekarang.. " jawab Keysa sambil menutup kopernya.
Alif pun membawa koper itu sambil menggengam tangan Keysa menuju ke bawah, sesampainya di bawah mereka melihat Revan yang sudah menunggu mereka di ruang keluarga.
Keysa pun mengulurkan tangan nya dan Revan dengan senang hati menyambutnya.
Hari itu mereka langsung pergi ke Jakarta, mereka berharap keadaan pak Arman baik - baik saja.