KEYSA

KEYSA
71



Tidak terasa sudah dua hari Keysa berada di Jakarta selama itu pula dia menginap di rumah kakek nya.


Hari ini Alif mengajak anak dan istrinya untuk mampir ke rumah kedua orang tuanya, Alif juga berharap setelah bertemu dengan mereka mamah nya mau membuka hati ya untuk menerima mereka.


Alif memarkirkan mobil di garasi rumah nya, di lihatnya rumah ini tidak ada yang berubah.


Keysa yang melihat Alif terdiam sambil mengusap tangan suaminya itu.


" Ayo kita masuk.. " ajak Alif sambil tersenyum kearah Keysa


Mereka pun keluar dari mobil, Alif menggendong Revan dan tangan satunya menggenggam tangan Keysa dengan sangat erat.


Setelah sampai pintu Alif pun menekan bel, tidak lama pintu terbuka.


Alif dapat melihat wanita paruh baya membuka pintu rumahnya.


" Assalamualaikum mbok.. " salam Alif


" Waalaikumsalam, eh den Alif si mbok kira siapa, ayo den silahkan masuk.. " kata mbok Mina


Alif dan Keysa pun masuk kedalam rumah.


"Mbok mamah sama papah ada..? " tanya Alif


" Ada den, lagi di kamar nanti si mbok panggilkan.. " jawab mbok Mina


Setelah mengatakan itu mbok Mina pun pamit ke belakang dulu dan setelah itu dia kembali lagi dengan membawa minuman serta cemilan.


" Silahkan den di minum, si mbok mau panggil nyonya dulu sebentar.. "


" Iya mbok terima kasih.. " jawab Alif sambil tersenyum


Cukup lama Alif menunggu kedua orang tuanya datang, setelah 15 menit menunggu akhirnya mereka datang juga.


Alif pun langsung berdiri dan mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian di susul Keysa dan Revan.


" Mamah sama papah apa kabar.. ? " tanya Alif setelah mereka duduk kembali


" Seperti yang kamu lihat kami baik - baik saja.. " kata papah Alex


" Dia siapa Lif.. ? " tanya papah Alex lagi


" Oh ini Revan pah, dia anak Alif sama Keysa.. " jelas Alif sambil mengelus rambut Revan


"Anak.. ? Memang istri kamu ini bisa hamil dan seingat mamah kalian menikah baru tiga tahun, kenapa anak kalian sebesar ini.. " tanya mamah sambil menatap Revan dengan tajam.


" Mah kita punya anak tidak harus yang lahir dari rahim istri kita kan, bisa juga dengan cara adopsi atau yang lainnya dan Revan ini anak kami.. Kami suah adopsi Revan beberapa bulan yang lalu.. " jelas Alif


" Hanya anak adopsi, Lif mamah kan dari dulu sudah bilang ceraikan wanita ini dan menikah lagi dengan wanita pilihan mamah.. Mamah yakin dia bisa kasih kamu keturunan tidak seperti dia.. " kata bu Widya sambil menatap Keysa


Keysa hanya bisa menundukan kepalanya, jujur saja hatinya sangat sakit. Dia tahu ibu mertuanya itu tidak suka dengan dirinya di tambah lagi dia belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga ini.


Alif yang melihat perubahan Keysa semakin mengeratkan genggamannya, berharap itu bisa memberi kekuatan untuk sang istri tercinta.


" Cukup mah, Alif sudah berapa kali bilang ke mamah, kalau sampai kapan pun juga Alif tidak akan menikah lagi. Alif hanya akan menikah dan mencintai satu wanita yaitu Keysa dan sepertinya Alif salah telah datang kemari.. Tadinya Alif berharap mamah sudah berubah, tapi nyatanya Alif salah lagi.. " kata aAif yang merasa sangat kecewa akan sikap mamah nya.


" Sudah - sudah, kenapa kalian ini setiap bertemu selalu saja berdebat.. Alif bawa anak dan istri mu istirahat di kamar kalian pasti lelah. Kamu bisa pakai kamar sebelah kamu untuk kamar anak mu itu.. " kata papah Alex yang dari tadi hanya diam saja


" Nggak usah pah sebaiknya kami pergi saja.. " tolak Alif yang masih kesal dengan sikap mamahnya


Alif melihat kearah Keysa yang sedang melihat kearah nya juga, akhirnya Alif pun setuju menginap di rumah kedua orang tuanya setelah mendapat persetujuan dari Keysa sebelumnya.


" Ya sudah Alif akan menginap, tapi hanya malam ini saja.. " kata Alif


" Iya tidak apa - apaY kamu istirahat saja dulu di kamar ya.. " kata papah


" Ya sudah kalau gitu kami ke kamar dulu.. " kata Alif


Mereka pun berjalan menuju kamar Alif, Keysa melihat semua isi rumah ini tidak ada yang berubah sejak terakhir dia tinggalkan.


Setelah mengantarkan Revan ke kamarnya kini Alif membawa Keysa ke kamar pribadinya.


Setelah sampai di kamar Alif langsung mengunci pintu.


" Kamar ini tidak ada yang berubah sedikit pun ya mas.. " kata Keysa


" Kamu benar semua barang - barang disini tidak ada yang berubah, seperti cinta mas sama kamu tidak pernah berubah bahkan semakin besar.. " kata Alif sambil memeluk Keysa dari belakang


" Sayang maaf kan mamah ya, mas tidak tahu kenapa mamah seperti itu sama kamu, kamu jangan masukin kehati omongan mamah.. Kamu anggap saja angin.. "


" Mas mungkin perkataan mamah ada benarnya juga, aku bukan istri dan menantu idaman.. Bahkan aku tidak bisa memberikan kamu keturunan.. " kata Keysa yang mulai ingat lagi dengan kekurangan nya.


" Sayang kita sudah sering membahas ini, kamu sendiri kan yang pernah bilang sama mas kalau kita tidak harus memiliki anak yang lahir dari rahim kamu.. Bahkan dengan kehadiran Revan hidup kita semakin berwarna.. " kata Alif mencoba memberi pengertian kepada istrinya.


Dia tidak ingin Keysa kembali memintanya menikah lagi demi mendapatkan seorang anak.


Keysa membalikan tubuhnya sehingga kini mereka saling berhadapan.


" Maaf kalau aku belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk kamu mas.. " kata Keysa


" Kamu wanita sempurna yang di kirim allah untuk mas.. Mas sangat beruntung bisa memiliki kamu, mas sangat mencintai kamu karena allah.. "


" Key juga sangat beruntung memiliki suami seperti mas, dan Key juga sangat mencintai mas karena allah.. "


Alif pun langsung memeluk keysa dengan sangat erat, dan setelah itu dia pun mulai ******* bibir Keysa dengan sangat lembut.


Keysa pun membalas ******* Alif dan mengalungkan tangan nya di leher Alif, lama kelamaan ******* mereka pun semakin dalam.


" Sayang mas sangat menginginkan kamu.. " kata Alif dengan mata yang sudah mulai sayu


Keysa sadar sudah satu bulan lebih suami nya berpuasa, tapi apa harus sore ini juga mereka melakukan nya apa lagi ini di rumah mertuanya.


" Apa tidak bisa nanti di rumah mas.. " kata Keysa sambil menatap Alif


" Mas sudah lama puasa masa kamu tega mau nambah lagi.. " kata Alif yang sudah membuka kerudung Keysa


Keysa pun tersenyum, Alif benar dia tidak tega membuat suaminya berpuasa lagi, lagi pula dia juga sangat merindukan sentuhan suaminya itu.


" Tentu saja key tidak akan membuat mas berpuasa lagi. Jamah Key sepuas hati mas, masuki Key sedalam apa pun yang mas bisa.. Sore ini Key milik mas, Key juga sangat merindukan sentuhan mas.. " kata Keysa dengan di akhiri sebuah kecupan di rahang Alif


Alif yang mendengar kata - kata manis dari wanita yang sangat di cintanya pun langsung tersenyum.


Akhirnya setelah sebulan lebih berpuasa dia bisa berbuka juga, dia akan memberikan kenikmatan di setiap sentuhan yang akan dia berikan untuk istrinya itu.


Dan sore itu mereka memadu kasih menyatukan cinta mereka dalam sebuah hubungan yang sangat memabukkan.


Alif berharap di setiap usaha nya akan membuahkan hasil, sore itu mereka merasa dunia ini hanya milik mereka berdua sedang yang lain nya anggap saja ngontrak.