
Sesampainya di Jakarta mereka langsung pergi ke rumah sakit, dan disinilah mereka sekarang.
Berada di dalam ruangan pak Arman, Keysa tadi sempat tidak ingin masuk karena ada bu Sintia di dalam tapi karena kakek terus menyuruh masuk akhirnya mau tidak mau dia pun masuk juga.
" Terima kasih ya sayang kamu sudah mau datang kesini.." kata pak Arman sambil tersenyum melihat putri bungsunya dari pernikahan terdahulu.
" Sama - sama yah, ayah cepat sembuh ya biar bisa main sama cucu ayah.. " kata Keysa sambil mengelus rambut Revan yang sejak tadi berdiri di sampingnya
" Cucu.. ? " tanya pak Arman tidak mengerti
" Iya cucu, kami sudah mengadopsi Revan.. " kata Keysa menjelaskan
Pak Arman pun tersenyum lalu mengusap pipi Revan dengan sangat lembut.
" Kakek tidak menyangka kalau sekarang sudah jadi kakek buyut, padahal usia kakek masih muda.. " kata pak Broto sambil tersenyum
" Malah terlalu muda ke.. " sindir Keysa
Semua orang yang ada di ruangan ini pun ikut tertawa mendengar jawaban Keysa.
" Sayang, ayah bisa bicara serius sama kamu dan ayah harap kamu mau mengabulkan permintaan ayah nantinya.. " kata pak Arman yang sudah mulai serius
" Ada apa yah.. ? " tanya Keysa penasaran
" Sebelumnya ayah mau minta maaf sama kamu, di masa lalu ayah sudah banyak berdosa sama kamu, ayah sudah menelantarkan kamu begitu saja.. Ayah tahu mungkin ayah tidak pantas kamu maaf kan, tapi ayah berharap kamu tidak membenci ayah untuk semua kesalahan ayah waktu itu..
... Mungkin seharusnya ayah tidak meminta banyak sama kamu, tapi hanya kamu yang bisa melakukannya.." pak Arman pun menjeda perkataannya dan menatap Keysa dalam - dalam.
" Ayah ingin kamu dan Alif mengurus semua pekerjaan ayah, ayah akan menyerahkan semua perusahaan ayah ke kamu dan Alif, ayah sudah tua, sudah waktunya beristirahat..
..Key, ayah mohon kamu mau menerima ini semua, pengacara ayah sudah mengurus semuanya. Ayah sudah berniat memberikan perusahaan itu untuk kamu.. " kata pak Arman
Keysa terdiam dan melihat ke arah Alif lalu kembali melihat ayahnya.
" Yah jujur Keysa nggak percaya ayah ngasih ini semua untuk Key, tapi Key tidak bisa terima.. Key sudah berniat mengundurkan diri dari kantor mas Alif dan Key hanya akan fokus ke Revan dan mas Alif saja dan Key takut tidak bisa menjalankan perusahaan ayah dengan semestinya.. " kata Keysa
" Sayang ayah yakin kamu bisa, kamu tidak perlu datang ke kantor setiap hari. kamu hanya perlu memantaunya saja dari rumah, biarkan orang - orang ayah yang menjalankan nya dan kalau Alif mau dia bisa datang sesekali ke kantor untuk melihat langsung cara kerja mereka seperti apa.. Ayah mohon Key kamu bersedia menerima pemberian ayah yang tidak sebanding dengan penderitaan kamu dulu.. " kata pak Arman berusaha membujuk Keysa
Saat Keysa akan membuka suara Alif langsung menyentuh pundak Keysa dan menggelengkan kepalanya.
" Yah, biar Alif sama Keysa pikirkan dulu. Soalnya ini keputusan yang sangat besar, kalau kami pindah ke Jakarta otomatis pekerjaan yang di bandung juga harus di pikirkan.. " kata Alif
" Pasti kami akan pikirkan, sebaiknya ayah sekarang istirahat dulu biar cepat sembuh dan berkumpul lagi bersama kami.. " kata Alif sambil tersenyum.
" Yang di katakan mas Alif benar yah.. Ayah harus banyak istirahat, kalau gitu Key sama mas Alif mau keluar dulu, nanti Key kesini lagi.. " tambah Keysa
" Iya sayang, " pak Arman pun tersenyum kepada anak dan menantunya.
Setelah mengatakan itu mereka pun meninggalkan pak Arman bersama bu Sintia, sedangkan Keysa dan yang lainnya lebih memilih ke kantin rumah sakit.
" Maksud kamu apa mas, kenapa kamu mau menyerahkan perusahaan kepada Keysa, kamu lupa kalau bukan hanya Keysa anak kamu. Tapi masih ada Aditya putra kita.. " kata bu Sintia tidak terima
" Apa salah kalau aku memberikan perusahana itu kepada Keysa dia anak aku, dan kamu jangan lupa aku sudah menelantarkan dia dulu dan kamu juga harus ingat kamu ikut andil juga.. Aku sudah tahu semuanya, uang yang setiap bulan aku kasih untuk Keysa tidak pernah kamu berikan kan.. Bahkan jika aku meminta pak Naman yang memberikannya kamu selalu mengambilnya lagi.. " kata pak Arman tepat sasaran
Bu Sintia tidak percaya bahwa suaminya itu sudah tahu semuanya.
" Kalau iya memang kenapa.. ? Aku nggak suka kamu memberikan uang kepada mantan istri kamu itu dengan alasan untuk Keysa.. Kamu sudah janji sama aku kalau kamu akan menelantarkan istri kamu tanpa uang pemberian kamu sedikit pun setelah kalian berpisah.. Tapi kamu malah ingin membiayai Keysa.. " kata bu Sintia tanpa merasa bersalah
" Mah, apa yang kurang selama ini. Aku sudah ikutin apa mau kamu, aku menceraikan Mira dan mengusirnya dari rumah, aku juga mengambil semua uang dan barang berharga miliknya, begitu pun dengan Keysa dan selama itu pula aku tidak pernah bertemu dengan mereka lagi dan sekarang apa salah kalau aku memberikan perusahaan ke tangan putri ku sendiri.. Aku hanya ingin menebus kesalahan ku yang dulu.. " kata pak Arman panjang kali lebar
" Jelas salah, seharusnya perusahaan itu milik Aditya,dia anak laki - laki satu - satunya di keluarga kita jadi dia yang lebih berhak.." kata Sintia kekeh
" Cukup, selama ini aku sudah bersabar dengan sikap egois kamu.. Asal kamu tahu, aku sudah mengetahui semuanya.. Aditya bukan darah daging ku. Aku tidak tahu dia anak siapa, tapi aku menerima dan menyayanginya seperti anak ku sendiri, jadi dia tidak berhak untuk memiliki perusahaan.. " jelas pak Arman
Kata - kata pak Arman sukses membuat bu Sintia terdiam, dia tidak menyangka ternyata suaminya ini sudah tahu semuanya.
" Dari mana kamu tahu tentang semua ini.. ? " tanya bu Sintia penasaran
" Kamu tidak perlu tahu dari mana aku mendapat informasi ini, aku juga tahu kamu yang menghasut Bella sehingga membenci ibu dan adiknya sendiri.. Kalau aku tidak ingat Aditya, sudah lama sekali aku menceraikan kamu.. " jawab pak Arman tegas
Bu Sintia menatap pak Arman dalam - dalam, kenapa semuanya bisa seperti ini.
Harta yang selama ini dia incar malah akan di berikan kepada Keysa bukan putra nya, padahal dia menyangka semua harta Arman akan jatuh kepada Aditya.
" Mas aku mohon kamu pertimbangkan lagi, Nanti apa yang di pikirkan Adit kalau kamu memberikan perusahaan itu kepada Keysa.. Adit sudah mengagap kamu seperti ayahnya sendiri.. Aku tahu aku salah karena sudah membohongi mu, tapi ini semua aku lakukan karena aku sangat mencintai kamu.. " kata bu Sintia yang masih berusaha membujuk pak Arman
" Aditya masih berusia 9 tahun jadi dia bisa mengerti, sudah aku ingin istirahat jadi aku minta kamu keluar dari ruangan ini.. " kata pak Arman yang langsung memejamkan matanya
Bu Sintia merasa sangat kesal dengan sikap pak Arman kepadanya, dia pun segera meninggalkan pak Arman sendiri.