
Seminggu lebih Revan di rawat di rumah sakit dan selama itu pula Keysa merawat dan menemaninya.
Bahkan dia membawa semua pekerjaan nya ke rumah sakit.
Pagi ini Revan sudah di perbolehkan pulang, Keysa senang akhirnya Revan bisa tinggal di apartemennya.
Setelah semua urusan selesai Alif dan Keysa segera membawa Revan pulang, tidak butuh waktu lama bagi mereka sampai di apartemen, Keysa menggengam tangan Revan dengan sangat erat.
Sedangkan Alif membawa tas yang berisi baju Revan yang beberapa hari lalu sempat Keysa beli.
" Assalamualaikum.. " salam mereka bersamaan saat memasuki rumah.
" Nah sayang ini rumah tante, dan mulai sekarang kamu bisa tinggal disini bersama kami.. " kata Keysa sambil berjongkok dan mengelus rambut lebat Revan
" Rumahnya bagus sekali tante Evan suka, terima kasih tante.. " kata Revan sambil tersenyum dan langsung memeluk Keysa
Keysa pun membalas pelukan Revan tidak kalah erat nya, Alif yang melihat itu pun ikut tersenyum.
Mungkin benar yang di katakan Keysa, Revan adalah anak yang di kirim oleh allah untuk mereka.
Keysa pun melepaskan pelukan mereka dan menatap Revan.
" Nah sekarang rLRevan istirahat dulu ya, mari tante ajak Revan lihat kamar.. " mereka bertiga pun berjalan menuju kamar Revan yang sebelum nya adalah ruang kerja Alif.
Selama Revan di rumah sakit Alif dan Keysa merapikan ruangan ini.
" Nah sayang ini kamar kamu, mungkin belum rapi tapi kita masih bisa membereskannya dan mengecat ulang kamar ini dengan warna kesukaan kamu.. " kata Keysa setalah mereka sampai di kamar itu.
" Rak buku ini biarkan saja dulu disini, om dan tante nanti akan memindahkan nya kamu tidak apa - apa kan.. ? " kini giliran Alif yang membuka suara
" Nggak apa - apa om, terima kasih om dan tante ijinin Revan tinggal di sini.. " kata Revan sambil memeluk keduanya
Keysa pun tersenyum sambil membalas pelukan Revan sedangkan Alif mengelus rambutnya.
" Ya sudah sebaiknya Revan sekarang istirahat biar cepat sembuh, tante sama om mau ke kamar dulu dan kalau ada apa - apa kamu panggil saja kami. Kamar tante ada di samping kamar kamu.. " kata Keysa dan langsung di angguki oleh Revan
Mereka pun meninggalkan Revan sendiri di kamar sedangkan Keysa dan Alif masuk ke dalam kamar mereka.
Alif langsung mengunci pintu kamar dan setelah itu memeluk Keysa dengan sangat erat.
Dia sangat merindukan wanitanya, selama seminggu mereka berada di rumah sakit dan membuat Alif tidak bisa bebas memeluk atau pun menjamah tubuh Keysa.
" Mas.. " kata Keysa sambil menatap tajam Alif yang sudah sangat jahil
" Apa.. ? " tanya Alif dengan polosnya
" Mas tanganya jangan iseng, ini masih pagi.. " kata Keysa sambil menahan tangan Alif yang sudah berada di bawah sana.
" Apa salahnya iseng dengan istri sendiri, lagian mas sedang menginginkan nya. Apa kamu tega membiarkan mas puasa lagi, kamu ingat mas sudah puasa dua minggu.. " kata Alif dan langsung ******* bibir Keysa
Ada benarnya juga perkataan suaminya itu, Alif sudah puasa selama dua minggu wajar jika dia meminta jatahnya sekarang, tapi apa harus sekarang juga.
" Mas nanti malam saja ya, nanti malam mas boleh melakukan nya sepuas hati mas. Kalau sekarang kan masih siang tidak enak dengan Revan.. " kata Keysa di sela - sela lumatannya
Alif pun menghentikan perbuatan nya dan menatap Keysa.
" Sayang jadi kamu nolak mas nih, lagian kan kita akan melakukan nya hanya sebentar saja. Mumpung Revan lagi tidur dan dia juga tidak akan mendengar apa - apa karena kamar ini sudah kedap suara.. " kata Alif
Sedangkan yang di tanya hanya senyum -senyum sendiri
Keysa yang mengerti pun hanya bisa geleng - geleng kepala.
" Jadi bagaimana apa mas bisa mengambil hak mas sekarang.. ? " tanya Alif
Keysa pun mengalungkan tangan nya di leher Alif dan tersenyum.
" Baiklah tapi hanya sebentar dan satu kali main. Key nggak mau Revan mendengar atau melihat kita sedang melakukan nya.. " jelas Keysa
" Tentu, jadi mari kita mulai.. " Alif pun langsung membuka kerudung Keysa dan langsung ******* bibir nya.
Pagi ini Alif bisa berbuka puasa setelah dua minggu dia harus menahan hasratnya, dia tidak akan melepaskan Keysa begitu saja.
Sementara itu di kamar Revan, sepeninggal Keysa dan Alif, Tevan tidak bisa tidur dia melihat seluruh isi kamar nya yang masih penuh dengan buku - buku yang berjajar dengan rapi di rak.
" Terima kasih ya allah, sudah mengirim om Alif dan tante Keysa dalam hidup Evan.. Evan janji akan mendengar dan patuh kepada mereka, Evan akan mengangap mereka seperti orang tua Evan sendiri.. " kata Revan
" Pelukan tante Keysa sangat nyaman, apa seperti itu ya pelukan ibunya Evan, ya allah Rvan ingin orang tua seperti om Alif dan tante Keysa.. Rvan nggak mau kembali lagi ke tempat om Barong, Evan takut di pukul lagi om Barong.. " bisiknya, Rvan pun mulai menangis ketika ingat om Barong memperlakukan nya sangat kejam
Setiap hari dia akan mendapat pukulan dari laki - laki itu, apa lagi kalau setorannya hanya sedikit.
Barong tidak segan - segan memukuli Revan, bahkan dia sering menahan lapar karena Barong tidak memberi nya makan selama seharian sedangkan hasil kerja keras nya di ambil semua oleh Barong.
Bahkan untuk membeli minuman saja dia tidak bisa, kalau dia haus dia akan mencari kamar mandi umum untuk meminum air keran atau meminta kepada pemilik warung yang berada dekat dengan nya.
Bahkan tidak jarang dia juga sering mencari makanan sisa di dalam tempat sampah untuk mengganjal perut kecilnya yang terasa lapar.
Dia tidak tahu siapa orang tuanya dan dimana mereka, yang dia tahu hanya om Barong yang selalu ada untuknya.
Revan pun tersenyum sambil melihat ke arah foto Keysa dan Alif yang terpasang di dinding kamar.
Dia pun berjalan mendekat,
" Evan harap om dan tante orang yang di kirim allah untuk menjadi orang tua Evan.. " kata Revan
Dia pun memutuskan kembali naik ke tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
Sedangkan di kamar Alif setelah keduanya melakukan kegiatan panas, kini mereka sedang berpelukan sambil mengobrol ringan.
" Mas.. " panggil Keysa sambil tangan nya terus saja bermain di dada Alif
" Hmmm.. " Alif terus saja mengelus rambut panjang Keysa dan sesekali mengecupnya.
" Apa mas sudah mendapatkan hasil tentang Revan.. ? " tanya Keysa sambil menatap Alif
Alif mengecup bibir Keysa sebentar setelah itu baru dia menjawab.
" Sudah.. " jawab Alif singkat
" Lalu bagaimana, apa Revan masih punya orang tua.. ? " tanya Keysa mulai penasaran
" Sebelum mas jawab mas mau bertanya dulu sama kamu.. "
" Tanya apa mas.. ? "