
Setelah cukup lama Alif dan pak Broto menunggu akhirnya dokter yang memeriksa Keysa keluar juga.
Alif segera menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan istrinya.
" Dokter bagaimana keadaan istri saya.. ? " tanya Alif
" Pasien mengalami pendarahan yang sangat serius dan kini keadaannya sangat keritis. Kami sedang berusaha mencari darah untuk pasien, kalau mas mau, mas juga bisa tolong mencarikan nya.. " jelas dokter wanita itu
" Baik dokter saya akan mencari darah itu untuk istri saya.. " kata Alif
Setelah mengatakan itu dokter pun segera meninggalkan Alif dan pak Broto.
" Harus cari kemana sekarang.. ? " guman Alif
" Kakek tahu siapa yang bisa mendonorkan darahnya untuk Keysa.. " kata pak Broto
" Siapa kek.. ?? " tanya Alif penasaran
" Ayahnya Keysa, karena hanya Arman yang sama golongan darahnya dengan Keysa.. " jelas pak Broto
" Tapi kek apa pak Arman mau.. ? " tanya Alif ragu.
" Dia harus mau, sebentar kakek akan menghubunginya terlebih dahulu... " kata kakek dan langsung pergi meninggalkan Alif.
Setelah kepergian kakek Alif terus melihat ke arah pintu, dia terus berdoa untuk kesembuhan istrinya.
Dia pun segera menghubungi Yuda sang asisten.
" Hallo, tolong kamu cari tahu siapa yang sudah menabrak Keysa pagi ini. saya ingin orang itu menerima akibatnya.. " kata Alif tegas
Orang itu harus menerima balasannya, Alif tidak akan diam saja kalau menyangkut tentang istrinya.
Tidak lama kakek pun sudah kembali.
" Kita harus bersyukur Arman sedang ada di bandung dan sekarang dia sedang dalam perjalanan kesini.. " kata kakek memberi tahu Alif
Alif hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, dia terus berdoa agar istri nya baik - baik saja dan bisa bertahan melewati ini semua.
Setelah setengah jam berlalu pak Arman pun datang, dia langsung menemui dokter dan memberikan darahnya untuk anak bungsunya itu.
Alif hanya melihat sekilas ayah mertuanya, dia tidak mood menyapa atau pun berbasa basi dengan nya.
Pikiran nya sekarang sedang kalut, istrinya sedang berjuang di dalam sana seorang diri.
Andaikan saja bisa, dia rela menggantikan istrinya. Biar dia yang merasakan sakit asal jangan istrinya itu.
Kakek menepuk pundak Alif berusaha memberikan ketenangan untuk cucu menantunya itu.
" Keysa pasti akan baik - baik saja, dia anak yang kuat.. " kata kakek sambil tersenyum
《○》《○》《○》《○》《○》《○》《○》
Setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter keluar juga.
" Dokter bagaimana keadaan istri saya.. ? " tanya Alif
" Pasien masih belum sadar kan diri kita berdoa saja agar malam ini pasien bisa melewati masa keritis nya.. " jelas dokter itu
" Apa saya sudah bisa menemuinya dokter.. ? " tanya Alif
" Untuk sementara ini pasien belum bisa di jenguk, nanti setelah dia di pindahkan ke ruang perawatan baru mas bisa melihat pasien. Kalau gitu saya permisi dulu.. " dokter itu pun pergi meninggalkan ketiga pria yang sedang berada di hadapannya.
" Mas mohon kamu bertahan sayang.. " kata Alif sambil melihat ke arah pintu
" Kakek saya mau ke mushola dulu kalau ada apa - apa tolong kabari saya.. " pinta Alif
" Tentu pergilah.. " jawab kakek sambil menepuk pundak Alif.
Alif pun pergi ke mushola di akan sholat dan mendoakan kesembuhan istrinya disana.
Kakek melihat seorang suster berlari dari dalam ruangan Keysa, tidak lama dia sudah kembali lagi bersama seorang dokter.
Kakek dan pak Arman tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam sana, tapi mereka berharap Keysa baik - baik saja.
Tidak lama Alif pun sudah kembali, dia dapat melihat kekhawatiran di wajah kedua laki - laki di hadapannya.
Alif pun segera menghampiri kakek dan segera bertanya.
" Ini ada apa kek.. ? " tanya Alif penasaran
" Entahlah kakek tadi melihat suster keluar dari dalam sana sambil berlari tidak lama kakek juga melihat suster itu masuk lagi kedalam bersama dengan dokter yang tadi memeriksa Keysa. Kita berdoa saja agar Keysa tidak kenapa - napa.. " kata kakek menjelaskan
Alif pun terdiam mendengar jawaban dari kakek, sungguh dia merasa sangat tidak berguna menjadi seorang suami.
Bahkan untuk menjaga istrinya saja dia tidak sanggup, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Keysa dia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.
Tidak lama dokter pun keluar, Alif dan yang lain nya segera menghampiri dokter itu.
" Dokter apa yang terjadi dengan istri saya.. ? " tanya Alif
" Istri bapak tadi mengalami kejang - kejang dan kami juga sempat kehilangan dia untuk beberapa saat, tapi allah berkehendak lain, di saat kami sudah putus asa, pasien kembali bernapas lagi dan sekarang keadaan nya sudah sangat stabil walau pun pasien masih belum melewati masa keritis nya..
... semoga saja pasien hari ini bisa melewatinya sehingga besok sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan... " jelas Dokter itu panjang kali lebar
Alif tidak percaya Keysa sempat meninggalkannya walau hanya sebentar.
Dia berdoa semoga istrinya dapat melewati ini semua, seelah mendengar penjelasan doktet Alif pun duduk dan mulai mengeluarkan handphone nya.
Dia akan mengaji untuk kesembuhan sang istri tercinta, dia tidak akan berhenti berdoa sampai istrinya di nyatakan baik - baik saja oleh dokter.