
Keysa melihat Alif tidak percaya, Alif yang melihat Keysa sedang melihat kearahnya pun tersenyum.
" Kamu jangan khawatir aku tidak main - main dengan perkataan ku barusan kita akan menikah sekarang juga di hadapan ibu kamu, mungkin ini permintaan terakhir ibu mu dan soal ayah kamu, nanti kita bisa pikirkan lagi.. " jelas Alif dia seperti tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Keysa
Tidak lama Yuda pun datang dengan seorang laki - laki paruh baya, dan juga seorang laki - laki yang sudah sangat berumur.
Keysa sangat mengenal laki - laki itu, beliau adalah pak Broto yang tidak lain kakek Keysa sendiri, memang setelah Keysa dan ibunya tinggal di Bandung kakek nya itu sering datang sekedar menjenguk mereka.
Sebelumnya kakek Keysa ini tinggal di Bali, tapi sekarang karena dia merasa sangat kasihan dengan cucu dan menantunya itu dia memutuskan untuk tinggal di Bandung.
Dengan alasan agar bisa dekat dengan mereka berdua, pak Broto juga sangat menyayangkan sikap anak laki - laki nya itu, yang sudah menelantarkan anak nya sendiri.
Dan tadi di saat Yuda sedang menuju kesini secara bersamaan pak Broto juga sedang berjalan ke arah ruangan ini, sehingga mereka terlihat datang secara bersamaan.
Setelah menjelaskan semuanya kepada pak Broto akhirnya dia pun bersedia menjadi wali nikah untuk cucunya itu, dia berharap setelah Keysa menikah cucunya itu bisa hidup bahagia.
Dan saat itu pula mereka melangsungkan pernikahan dengan mas kawin surat ar - rahma dan sebuah cincin yang pernah Alif berikan kepada Keysa ketika melamar nya di bukit waktu itu.
Bu Sri, Yuda, dan beberapa orang dokter menjadi saksi pernikahan mereka berdua.
Sebelum acara akad di mulai Keysa melihat ke arah bundanya dan dia pun menggenggam tangan bunda dengan sangat erat.
Acara ijab kabul pun di mulai, Keysa terus saja menatap bunda nya dia tidak percaya harus melangsungkan pernikahan dengan cara seperti ini.
Acara pun berjalan dengan sangat lancar, Alif mengucapkan ijab kabul hanya dengan satu tarikan nafas saja.
Setelah acara ijab kabul selesai Alif segera membaca surat ar-rahman, suara Alif sangat merdu ketika melantunkan ayat itu.
Keysa sampai menitikan air mata karena terharu, setelah selesai kini Alif mulai memasangkan sebuah cincin di jari manis Keysa.
Keysa pun mencium tangan Alif, dia berharap ini adalah awal untuk kehidupannya.
Setelah acara ijab kabul selesai Keysa dan Alif pun segera menghampiri bunda yang sejak tadi melihat mereka.
" Dekarang kalian sudah menikah dan resmi menjadi suami istri bunda harap kamu bisa menjaga Keysa dan dapat membahagiakan nya.. bunda titip Keysa sama kamu jangan pernah buat dia terluka dan menangis.. " kata bunda sambil memegang tangan Alif
" Tentu aku akan berusaha untuk membuat Keysa bahagia.. " kata Alif
" Keysa sayang, kamu sekarang sudah sah menjadi istrinya Alif, kamu harus berbakti sama suami mu, layani dia dengan penuh rasa sayang, mulai sekarang kamu harus hidup bahagia bersama dengan Alif.. kamu harus janji untuk tidak menangis dan bersedih kalau bunda sudah pergi.. " kata bunda sambil menarik tangan jeysa dan menyatukannya dengan tangan Alif
" Iya bunda Keysa janji tidak akan bersedih lagi.. " jawab Keysa sambil tersenyum
Tidak lama pegangan tangan bunda pun melemah dan Keysa dapat merasakannya.
Keysa terus melihat kearah bundanya yang sudah tidak sadar kan diri saat dia tersadar dia pun mulai menangis histeris, sedangkan Alif sudah memanggil dokter.
Alif yang melihat Jeysa seperti itu langsung memeluknya dengan sangat erat dia berharap pelukannya itu bisa memberikan sedikit kekuatan untuk Jeysa.
" Bagaimana keadaan menantu saya dokter.. ? " tanya pak Broto
" Maafkan saya pak, kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi tuhan berkata lain, tuhan lebih sayang dengan bu Nira.. Kami turut berduka cita ya pak semoga keluarga yang di tinggalkan dapat tabah menghadapi ujian ini.. " kata dokter panjang kali lebar
Keysa yang mendengar perkataan dokter merasa tidak percaya, dia pun langsung melepaskan pelukan Alif dan segera berlari memeluk ibunya.
Dia terus menangis dan memangil ibunya tanpa henti sampai dia merasa kepalanya sangat berat dan bayangan nya juga sangat gelap.
Pada akhirnya Keysa ambruk di atas tubuh bunda nya, Alif yang melihat Keysa tidak sadarkan diri langsung membawanya ke salah satu ruangan dan dia pun segera menidurkan Keysa disana.
Sudah satu jam lamanya Keysa tidak sadarkan diri, Alif merasa sangat takut kehilangan Keysa.
Sejak tadi dia terus berada di sisi Keysa tanpa mau meninggalkannya, alif menggenggam tangan Keysa sambil terus berdoa.
Tidak lama Keysa pun sadar dia melihat sekelilingnya dan matanya terhenti ketika melihat laki - laki yang kini telah sah menjadi suaminya itu.
Alif tersenyum ketika melihat Keysa sudah sadar.
" Kamu sudah sadar, apa yang sakit, apa perlu aku panggil dokter.. ? " tanya Alif khawatir
Keysa langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban ingatannya pun kembali mengingat tentang bunda nya yang sudah tiada.
" Mas bunda.. hiks... hiks.. " kata Keysa tidak dapat menyelesaikan perkataan nya
Alif pun langsung memeluk Keysa dengan sangat erat, sesekali dia mencium puncak kepala Keysa yang tertutup kerudung.
" Kamu harus sabar, bunda sekarang sudah tenang disana. Kamu harus ingat pesan bunda, kamu tidak boleh bersedih dan menangisi kepergian bunda, kamu sudah janji itu.. " kata Alif mengingat kan
Keysa pun melihat ke arah Alif dan untuk sesaat mata mereka bertemu, ini kali pertama mereka berada di jarak yang sedekat ini.
Keysa pun mulai menghapus air matanya dengan kasar.
" Kamu benar mas aku sudah janji sama bunda tidak akan menangis dan juga bersedih kalau bunda tidak ada.. " kata Keysa yang kembali memeluk tubuh Alif.
" Tidak masalah kamu bisa menangis sepuas nya sekarang, tapi setelah kita keluar dari ruangan ini aku tidak mau melihat air mata kamu ini.. " kata Alif sambil mengecup kening lalu kedua mata Keysa
Keysa hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan dia pun kembali menangis di pelukan Alif, dia ingin menangis sepuasnya.
" Keluarkan saja jangan kamu pendam, aku juga bisa merasakan kehilangan yang kamu rasakan saat ini, aku akan selalu ada buat kamu.. " kata Alif sambil mengelus punggung Keysa
Keysa pun tidak menjawab perkataan Alif dia malah semakin mengeratkan pelukannya dan mencari ketenangan di dalam sana.