KEYSA

KEYSA
73



Tidak terasa enam bulan sudah berlalu, Keysa dan Alif juga sudah pindah ke Jakarta, mereka membeli sebuah rumah yang berada di kawasan elit.


Semenjak pindah ke Jakarta Keysa juga sudah berhenti bekerja, dia ingin fokus mengurus anak dan suaminya.


Seperti pagi ini Keysa sedang membuat sarapan untuk kedua pria nya, di rumah ini mereka memang memperkerjakan asisten rumah tangga tapi tetap saja yang memasak Keysa.


Setelah selesai membuat sarapan dia pun segera pergi ke kamar putra nya, ketika Keysa membuka pintu Revan baru saja selesai mandi.


" Assalamualaikum sayang.. " kata Keysa sambil masuk ke kamar putra nya


" Waalaikumsalam ummi.. " jawab Revan sambil tersenyum


" Ummi kira kamu belum bangun " kata Keysa sambil memakaikan baju ke tubuh mungil Revan


" Evan kan tadi habis sholat subuh nggak tidur lagi, jadi bisa mandi pagi - pagi.. " kata Revan


" Tumben, biasa nya kan Evan selalu tidur lagi kalau sudah sholat.. ? " tanya Keysa heran


" Tadi Evan ngulang hapalan yang di berikan pak ustadz mi.. " jawab Revan


" Ummi bangga sama kamu, dalam waktu singkat kamu sudah bisa menghafal beberapa surat.. " kata Keysa sambil mengelus rambut putra nya


" Evan ingin jadi hafizh ummi, biar ummi sama abi bangga sama Evan.. "


Keysa pun langung memeluk tubuh Revan dengan sangat erat.


" Ummi dan abi sudah bangga sama kamu, ummi bahagia allah mengirim kamu ke tengah - tengah kami dan menjadi pelita untuk keluarga kecil kita.. " kata Jeysa lalu dia pun mengecup kening putranya cukup lama.


Tidak jauh dari mereka Alif sedang memperhatikan, dia pun tersenyum melihat kedekatan ibu dan anak itu.


" Abi.. " panggil Revan yang melihat Alif


" Mas.. " kata Ieysa sambil berdiri dan melihat kearah Alif


" Abi sangat beruntung memiliki kalian dalam kehidupan ini, kalian adalah penyemangat abi.. " kata Alif sambil memeluk kedua malaikatnya.


Setelah mereka puas berpelukan Keysa pun mengajak kedua pria nya untuk sarapan.


" Sudah - sudah, sebaiknya sekarang kita sarapan ummi tadi sudah bikin nasi goreng kesukaan Abi dan Evan.. " kata Keysa sambil tersenyum


" Horeee makan nasi goreng.. " teriak Evan


Alif dan Keysa pun hanya tersenyum melihat tingkah putra nya itu, Alif kembali merangkul Keysa dan mengecup keningnya sebentar.


《○》《○》《○》《○》《○》《○》《○》


Alif kini sudah berada di kantor jam juga sudah menunjukan pukul empat sore, saat Alif sedang fokus dengan pekerjaan nya tiba - tiba handphone nya berbunyi.


Alif melihat siapa yang menghubunginya.


" Mamah.. ?" kata Alif sambil melihat nama yang tertera di layar handphonenya


Alif pun segera menerima panggilan itu.


" Assalamualaikum mah.. " kata Alif setelah panggilan nya sudah tersambung


" .... "


" Alif hari ini nggak banyak kerjaan mah, ada apa.. ? "


" .... "


" Sama Keysa.. ? "


".... "


" Hmmm, ya sudah nanti Alif mampir kesana sepulang kerja.. "


" ... "


" Iya Alif pasti datang, sudah dulu ya mah Alif masih banyak kerjaan.. "


" .... "


" Waalaikumsalam.. "


Setelah mematikan teleponnya Alif pun terdiam dia masih memikirkan tentang permintaan mamahnya itu.


Dia pun langsung menghubungi Keysa untuk memberi tahunya kalau hari ini akan pulang terlambat.


Cukup lama Alif menunggu panggilan nya tersambung, setelah lima menit baru Keysa menerima panggilan Alif.


" Assalamualaikum mas.. " kata Keysa sambil tersenyum kearah Alif


" Waalaikumsalam, kamu dari mana sayang.. Ko mas telepon dari tadi nggak di angkat.. ? "


" Aku baru selesai mandi, ada apa mas telepon.. ? " tanya Keysa heran


" Tadi mamah telepon mas, dan minta mas pulang malam ini kerumah. Mamah ingin mas makan malam di rumah, sekalian ada yang ingin di bicarakan.. " kata Alif


" Ya sudah mas kesana saja, lagian kan memang mas sudah lama sekali nggak pulang.. Mungkin mamah sangat merindukan mas.. " kata Keysa sambil tersenyum


" Kamu nggak apa - apa kalau malam ini mas tidak makan di rumah sama kalian.. ? "


" Iya mas nggak apa - apa, cuma hari ini saja kan kami makan malam tanpa mas dan biasanya kalau mas ke luar kota juga kami makan hanya berdua.. " kata Keysa


" Ya sudah nanti sepulang kerja mas langsung ke rumah mamah, dan mas usahain akan pulang cepat.. "


" Iya.. Ya sudah kalau gitu Key mau ganti baju dulu ya.. "


" Iya sayang, mas sangat mencintai kamu karena allah.. Ya sudah mas matiin teleponnya ya, Assalamualaikum.. "


" Iya key juga sangat mencintai mas karena allah.. Waalaikumsalam "


Setelah telepon nya mati Alif masih tersenyum,


" Mas janji akan selalu membuat kamu dan Revan bahagia kalian adalah harta abi yang sangat berharga.. " kata Alif sambil melihat foto anak dan istrinya


Sepulang dari kantor Alif langsung menuju kerumah kedua orang tuanya, sesampainya dia disana dia melihat ada mobil yang sama sekali tidak di kenal nya terparkir di parkiran rumah nya.


Alif pun turun dari mobil dan melihat mobil itu sekilas, dia tidak ingin ambil pusing dia pun segera melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum.. " salam Alif saat memasuki rumah kedua orang tuanya


" Nah itu Alif datang.. " kata mamah Widya sambil tersenyum


" Waalaikumsalam, akhirnya kamu dateng juga.. Mamah kira kamu nggak mau kesini.. " kata mamah Widya sambil tersenyum


" Mamah nih apaan sih, kalau mamah yang minta pasti Alif datang lah.. " kata Alif sambil mencium tangan mamah nya


Alif juga melihat ada wanita seumuran dengan nya sedang duduk di samping mamahnya, dia seperti kenal wanita itu tapi Alif lupa.


Alif pun segera duduk di sofa sambil membuka jas dan dasi nya.


" Sayang kenalin ini Cantika, kamu masih ingatkan sama Cantika.. ? " kata wLWidya memperkenalkan wanita yang ada di sampingnya


Alif pun mengingat - ingat, tidak lama dia tersenyum


" Iya Alif ingat mah.. "


" Sekarang kamu jauh lebih dewasa ya, aku sampai nggak kenal.. " kata Alif sambil melihat Cantika


" Sayang kamu tahu nggak Tika ini sudah berpisah dengan suaminya satu tahun yang lalu dan dia juga sudah memiliki anak dan menurut mamah Tika wanita yang sempurna.." puji mamah Widya


" Tante bisa saja, Tika hanya wanita biasa ko, mas Alif juga mana mungkin mau kenal sama Tika apa lagi ketika mas Alif tahu Tika sudah punya anak.. " kata Cantika sambil melihat Alif


" Dia pasti mau sama kamu iya kan Lif.. ? " kata mamah Widya sambil melihat Alif


" Masa mau kenal sama orang aja harus lihat statusnya dulu.. " kata Alif sambil tersenyum


" Tuh kan sayang apa yag tante bilang Alif pasti mau ko.. Oh iya Lif kamu temani dulu Tika sebentar ya, mamah mau cek di dapur si mbok sudah selesai apa belum.. " kata mamah Widya yang langsung berdiri dan meninggalkan mereka berdua


" Mas Alif pekerjaan nya apa.. ? " tanya Cantika


" Hanya pegawai kantoran, kebetulan mas kerja di bidang properti.. Kamu sendiri kerja atau bagaimana..? "


" Tika juga kerja di perusahaan swasta, kalau Tika nggak kerja anak sama ibu Tika mau makan apa.. ? " jawab Cantika


" Ih iya anak kamu umur berapa tahun.. ? "


" Anak Tika baru berusia 3 tahun, dia lagi lucu - lucunya mas.. Mas, Tika sudah dengar cerita nya dari tante, pasti mas sangat sulit menerima dan membesarkan anak yang bukan darah daging kita.. Tika saja bercerai dengan suami karena dia sudah menghamili wanita lain.. Karena Tika nggak ingin di madu akhirnya Tika lebih memilih mundur... "


" Mas sama sekali tidak merasa keberatan mengurus anak yang bukan darah daging mas sendiri, lagian mas sangat menyayangi dia seperti anak mas sendiri.. "