KEYSA

KEYSA
80



" Kapan terakhir mbak dapat haid.. ?? "


Keysa pun memikirkannya terlebih dahulu.


" Kira - kira satu bulan lebih dok, seharusnya saya sudah datang bulan tapi seperti nya bulan ini terlambat.. " jelas Keysa.


Clara pun tersenyum,


" Sepertinya istri kamu ini sedang hamil, dari apa yang saya dengar itu tanda - tanda wanita hamil, tapi untuk memastikannya sebaiknya kita USG, biar lebih yakin.. " kata Clara.


Dia pun segera memeriksa Keysa.


" Nah lihat titik ini, ini adalah janin yang ada di rahim mbak Keysa, dan usianya baru 5 minggu jadi harus di jaga dengan ekstra ya.. " kata Clara sambil menunjuk layar komputer yang ada di hadapannya.


Alif dan Keysa pun merasa sangat bahagia, setelah hampir empat tahun menikah kini mereka dapat merasakan menjadi orang tua.


" Alhamdulilah mas, kamu dengar kan aku hamil.. " kata Keysa sambil menangis


" Iya sayang mas dengar, terima kasih sayang mas sangat bahagia.. " kata Alif yang langsung mengecup kening Keysa.


" Mbak Keysa harus menjaga pola makannya ya, jangan melakukan pekerjaan yang berat - berat dulu, di usahakan jangan dulu melakukan hubungan suami istri dan juga strees karena di usia ini janin masih sangat lemah.. Nanti setelah di rasa janin sudah kuat kalian baru bisa melakukan nya.


..Saya akan kasih vitamin dan juga obat untuk menghilangkan rasa mual nya, dan kamu Lif tolong jaga istri kamu. Keadaan nya sangat lemah dan saran saya sebagai sahabat kamu turuti apa saja keinginan istri kamu walau pun itu sangat tidak masuk akal.. " kata Clara sambil tersenyum.


Dia tahu sahabatnya ini baru pertama kali merasakan ini jadi harus di beri tahu dari sekarang.


" Apa makan mangga muda banyak dan minta di belikan mie ayam tengah malam itu termasuk permintaan ibu hamil.. ? " tanya Alif penasaran


" Ya dan itu masih wajar, aku saja dulu waktu hamil malah ngidam nya yang ektrim - ektrim.. Tapi alhamdulilah suami ku mau menurutinya kalau nggak anak kamu yang akan menanggung nya. " kata Clara yang berusaha menakuti Alif


" Serius kamu.. ? " tanya Alif tidak percaya


" Aku serius, mana berani aku bohong. Jadi kalau istri kamu berubah sikap atau pun kebiasaan nya kamu jangan heran itu bawaan bayi jadi kamu harus terima saja. Ya pokoknya nanti kamu akan merasakan sendiri bagaimana rasanya, kalau aku sih alhamdulilah sudah tiga kali merasakannya dan semuanya beda - beda.. " jelas Clara.


Setelah mengobrol banyak Alif dan Keysa pun akhirnya pamit pulang, mereka terlihat bahagia.


Setelah cukup lama menanti kehadiran si buah hati kini dia sudah hadir di dalam rahim Keysa.


Mereka tidak sabar ingin memberi tahukan kabar ini kepada Revan, karena dia juga sudah tidak sabar akan kehadiran sang adik.


Sesampainya di rumah, Revan langsung berlari menyambut kedua orang tuanya di depan.


" Assalamualaikum putra ummi yang ganteng.. " kata Keysa sambil tersenyum


" Waalaikumsalam ummi ku yang cantik.. " kata Revan membalas perkataan Keysa


Keysa dan Alif pun tersenyum.


" Ummi apa kata dokter, ummi tidak apa - apa kan.. ? " tanya Revan tidak sabar ingin mendengar kondisi ummi nya


Sungguh dia sangat khawatir ketika melihat ummi nya sakit seperti ini, dia sangat mencintai Alif dan Keysa mereka harta nya yang paling berharga di dunia ini.


" Sayang, ummi nya di bawa masuk dulu dong kan kasihan di luar panas.. " kata Alif sambil tersenyum.


" Iya bi.. " Revan pun menuntun Keysa masuk kedalam rumah dan setelah itu mereka duduk di ruang keluarga.


Keysa mengelus pipi putra nya dengan penuh rasa sayang, walau pun dia tidak lahir dari rahim nya tapi dia sangat mencintai anak ini sama seperti mencintai anak kandungnya sendiri.


" Ummi kata dokter apa, ummi sakit apa.. ? " tanya Revan tidak sabar ingin mengetahui keadaan ummi nya.


Keysa pun melihat ke arah Alif, mereka saling melempar senyuman lalu kembali menatap putra nya itu.


" Sayang abi dan ummi punya kabar bahagia buat kamu.. " kata Alif sambil mengelus rambut putra nya.


" Apa abi.. ? " tanya Revan


" Sayang sebentar lagi kamu akan punya adik, ummi saat ini sedang mengandung adik kamu.. " kata Alif sambil tersenyum melihat tingkah lucu Revan.


" Beneran mi.. ? " tanya Revan memastikan dan Keysa hanya tersenyum sambil menganggukan kepala nya.


" Akhirnya Evan punya adik juga... " kata Revan yang langsung memeluk tubuh Keysa.


Tidak lupa dia juga mengusap perut Keysa yang masih rata.


" Sayang kamu mau bantu abi kan.. ? "


" Bantu apa bi.. ? "


" Kamu jagain ummi dan calon adik kamu selama abi tidak ada di rumah, bagaimana apa kamu mau.. ?"


" Tentu Evan mau abi, Evan akan jagain ummi dan adik Evan.. " kata Revan sambil tersenyum.


" Pintar.. " Alif pun mengecup kening Revan dan memberikan pelukan yang sangat hangat bagi Revan.


Setelah selesai di peluk abi nya kini Revan lebih memilih memeluk tubuh ummi nya dan terus menciumi perut sang ummi tercinta.


" Dede baik - baik ya disana, jangan nakal kasihan ummi nanti. Kakak janji akan selalu jagain dede.. Kak Evan sayang dede.. " kata Revan di akhiri dengan sebuah kecupan di perut Keysa


Keysa tersenyum mendengar perkataan putra nya itu dia pun mengecup kening Revan berulang - ulang.


" Evan ayah mau bawa ummi ke kamar dulu ya, biar ummi bisa istirahat.. Kamu tunggu saja dulu disini nanti kita main bersama.. " kata Alif.


" Iya bi, ummi istirahat ya, biar cepat sembuh dan bisa main lagi sama Evan.. Evan sangat sayang sama ummi.. " kata Revan sambil memeluk Keysa


" Ummi juga sangat sayang kamu nak, ya sudah ummi mau ke kamar dulu ya kamu jangan nakal.. "


" Siaap ummi ku sayang.. "


Alif pun segera membawa Keysa masuk kedalam kamar, dia ingin istrinya itu bisa beristirahat.


Sesampai nya di dalam kamar Alif langsung merebahkan Keysa di atas tempat tidur, tidak lupa dia juga menyelimuti Keysa.


" Kamu istirahat ya.. " kata Alif sambil mengecup kening Keysa.


" Mas.. " panggil Keysa saat Alif sudah selesai mengecupnya.


" Ada apa sayang.. ?? "


" Apa kamu bahagia.. ? "


" Pertanyaan macam apa itu, tentu mas sangat bahagia. Kita sudah lama menantikan hari ini, akhirnya setelah cukup lama kita menunggu allah memberikan kita kebahagian tiada tara.. " kata Alif sambil mengelus pipi Keysa


" Terima kasih mas mau bersabar, aku sangat mencintai mas karena allah... "


" Mas yang seharusnya berterima kasih karena kamu sudah memberikan kebahagian yang begitu besar untuk mas.. Mas juga sangat mencintai kamu karena allah.. "


Keysa langsung memeluk Alif dengan sangat erat, dia juga tidak malu - malu untuk mengecup bibir Alif yang akhir - akhir ini terlihat sangat menggoda iman.


Alif hanya tersenyum mendapat perlakuan manis dari istri tercinta, sungguh kalau dia tidak ingat istrinya sedang hamil muda sudah dia makan dari tadi dan tidak akan dia lepaskan lagi.


Tapi untuk sekarang dia harus menahan nya dulu, dia harus berpuasa sampai kandungan istrinya kuat.