KEYSA

KEYSA
82



Setelah mendengar keadaan Keysa dari Clara, Alif pun langsung masuk dan melihat keadaan nya.


Revan langsung berlari kedalam pelukan ummi sambil menangis sesegukan.


Sungguh dia sangat takut kehilangan wanita yang sangat berarti dalam hidupnya, ummi nya ini adalah lentera di hatinya.


" Ummi maafin Evan yang tidak bisa menjaga ummi dan dede bayi.. " kata Revan di tengah - tengah isak tangisnya


" Ini bukan salah kamu sayang ummi saja yang terlalu lemah.. " kata Keysa sambil sesekali mengecup kening putranya


Tidak lama asisten Alif datang dengan membawa perlengkapan mereka berdua, Alif pun meminta nya untuk mengajak Revan makan malam terlebih dahulu.


" Evan kamu makan sama tante Rini dulu ya, biar ummi abi yang jaga.. " kata Alif sambil mengusap rambut putra nya


" Iya bi, ummi Evan mau makan dulu ya. ummi juga harus makan jangan sakit lagi Evan sangat khawatir.. "


"Tentu sayang, makan yang banyak ya.. " kata Keysa sambil tersenyum.


Setelah kepergian Revan hanya ada kesunyian di ruangan ini, Keysa pun masih berfikir apa benar suaminya menganggap Revan sebagai anak selingkuhan nya.


" Sayang, kenapa kamu sampai seperti tadi. Kamu tahu kalau terjadi sesuatu dengan kalian berdua mas tidak bisa memaafkan diri mas sendiri.. " kata Alif setelah cukup lama terdiam.


" Mas.. Hiks.. hiks.. " kata Keysa yang langsung menangis sesegukan ketika mengingat perkataan Cantika tadi sore.


" Ada apa sayang, kamu kenapa, apa ada yang sakit.. ?? " tanya Alif khawatir


" Mas aku minta kamu percaya sama aku, Revan bukan anak selingkuhan aku dan anak ini juga anak kamu.. Aku berani sumpah mas aku tidak pernah berselingkuh bahkan tidak ada niatan untuk menduakan atau menyakiti kamu.. " kata Keysa di tengah - tengah isak tangisnya


" Sayang yang bilang ini bukan anak aku siapa, mas yakin ini anak mas. Anak yang sejak lama kita harapkan dan untuk Revan mas juga sudah tahu latar belakangnya karena kan kamu tahu sendiri dari awal mas sudah menyelidikinya. Kenapa juga mas harus menuduh kamu selingkuh.. " kata Alif yang tidak mengerti


" Tadi Cantika bilang mas sangat tersiksa dengan kehamilan aku, mas juga mau mengakui anak ini karena terpaksa.. "


" Astagfirullah.. Sayang nggak ada sedikit pun perasaan itu di hati mas, mas bahkan sangat bahagia ketika mengetahui kamu hamil. Jadi mas harap kamu jangan berfikir macam - macam, apa lagi mendengar omongan yang tidak penting seperti itu.. " kata Alif sambil mengecup kening Keysa.


" Mas percaya sama kamu dari dulu, sekarang dan sampai nanti. Cantika hanya ingin membuat kamu berfikir buruk tentang mas, dia ingin mengambil kesempatan dari sana. Jadi mas harap kamu jangan mendengarkan apa kata Cantika, dengarkan saja kata hati kamu. Mas sangat mencintai kamu karena allah dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun juga.. "


Keysa sangat terharu dengan perkataan Alif, dia pun langsung memeluk Alif dengan sangat erat.


" Ummi juga sangat mencintai abi karena allah, jangan pernah tinggalkan ummi dengan alasan apa pun kecuali maut yang memisahkan kita. Maaf ummi sudah salah sangka sama abi tadi.. " kata Keysa yang di akhiri dengan sebuah kecupan manis di bibir Alif sebagai tanda permintaan maafnya.


" Tidak perlu meminta maaf karena ummi tidak pernah salah di mata abi, ummi adalah wanita sempurna yang dikirim oleh allah untuk menemani sisa hidup abi.. " Alif pun kembali mengecup bibir Keysa


Sungguh dalam hati Keysa merasa sangat bersalah karena sempat meragukan suaminya ini.


《○》《○》《○》《○》《○》


Setelah menyuapi Keysa, Alif meminta ijin untuk keluar sebentar, sedangkan Keysa di temani oleh pak Broto.


Alif pergi ke sebuah taman, dia duduk di salah satu bangku sambil sesekali melihat ke arah jam.


Tidak lama datang seorang wanita menghampirinya, Alif pun langsung berdiri dan melihat kearah wanita itu.


" Maaf ya mas saya telat.. " kata Cantika sambil tersenyum kearah Alif


" Nggak apa - apa saya juga baru sampai.." jawab Alif dingin


" Mas kenapa minta ketemuan disini.. ? " tanya Cantika heran, pasalnya untuk pertama kalinya Alif menghubungi dirinya dan minta ketemuan.


" Saya tidak akan berbasa basi sama kamu, saya minta kamu datang kesini cuma ingin menanyakan sesuatu.. " kata Alif dengan wajah dingin nya


" Mas mau nanya apa.. ? "


" Kenapa kamu kemarin mengatakan kalau saya sangat tersiksa dengan kehamilan Keysa, tahu apa kamu tentang kami dan kenapa juga kamu mengatakan kalau saya menganggap Revan adalah anak selingkuhan istri saya.. ? Apa kamu tahu akibat perkataan kamu kemarin, kami hampir saja kehilangan calon anak kami yang sudah lama kami dambakan.. "


Cantika terdiam setelah mendengar perkataan Alif, dia tidak menyangka perkataan nya bisa berakibat fatal.


" Mas saya minta maaf, saya benar - benar tidak bermaksud demikian dan soal perkataan saya kemarin itu karena saya sayang sama mas, saya dengar istri mas sudah mengkhianati mas berulang - ulang jadi saya merasa kasihan dengan mas yag harus menahan rasa sakit.


... Saya tahu bagaimana rasanya di khianati oleh pasangan kita, karena saya juga sudah pernah merasakannya. Makanya saya mencoba mengatakannya kepada mbak Keysa, berharap mbak Keysa mengerti dan mau berubah.. " kata Cantika panjang kali lebar


" Saya tidak menyangka wanita pintar seperti kamu yang selalu di banggakan oleh mamah ternyata hanya bisa percaya dengan fitnah. Seharusnya kamu berfikir, masa iya saya di sakiti berulang - ulang tapi saya diam saja..? saya tidak akan mempermasalahkan hal ini ke jalur hukum, tapi saya minta sama kamu jauhi keluarga saya.


... Jangan pernah menemui saya atau pun keluarga saya lagi, kamu wanita yang baik, kamu juga sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya di khianati, kamu pantas bahagia dan itu bukan dengan saya.


.. Saya sudah memiliki istri dan anak, kami juga selama ini hidup bahagia, jadi saya harap kamu jangan merusak kebahagian kami karena ego kamu itu. " setelah mengatakan itu Alif pun pergi meninggalkan Cantika seorang diri.


Hati nya sangat marah, ternyata dalang semua ini tidak lain adalah mamah nya sendiri.


Sedangkan Cantika yang mendengar kata - kata Alif barusan merasa sangat malu dan dia seperti di tampar oleh tangan yang tak kasat mata.


Apa iya selama ini dia salah menduga, apa iya bu Widya hanya memfitnah menantunya saja.


Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Cantika saat ini, sungguh dia sangat malu kepada Alif karena sudah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya.


Dia sudah di butakan oleh perasaan cinta nya terhadap laki - laki itu, sampai - sampai dia tidak bisa memakai akal sehatnya.