
Setelah merasa tenang Keysa dan Alif pun segera keluar dari ruangan itu mereka menuju kamar sang bunda, disana juga masih ada bu Sri dan juga yuda tapi kali ini Keysa melihat Sam juga sudah datang, sementara pak Broto sedang mengurus kepulangan jenazah menantunya itu.
Sam langsung menghampiri Keysa
" Key kamu yang sabar ya, bunda pasti sudah bahagia disana.. " kata Sam sambil melihat Keysa yang masih dalam pelukan Alif
" Iya terima kasih ya Sam.. " kata Keysa mencoba tersenyum
Tidak lama pak Broto sudah kembali lagi dan melihat Keysa yang sudah sadar, dia pun merentangkan kedua tangan nya.
Keysa yang mengerti itu pun langsung lari kedalam pelukan sang kakek.
" Kamu yang sabar ya sayang, masih ada kakek yang akan selalu menemani kamu.. " kata pak Broto sambil mengelus kepala Keysa
" Iya kek, terima kasih karena kakek selalu ada buat Key dan bunda.. " kata Keysa yang mencoba menahan air matanya.
Tepat jam dua siang sang bunda pun di makamkan, banyak yang datang ke pemakaman.
Para pelayat itu datang untuk mengantarkan bu Mira ke tempat terakhirnya, setelah acara pemakaman selesai mereka pun mulai pergi meninggalkan tempat itu satu persatu.
Dan kini tinggal keluarga inti serta kerabat dekat saja yang masih betah disana, Keysa duduk di depan makam sang bunda dan memegang batu nisannya.
Hatinya sangat sakit ketika mengingat kenyataan pahit ini, kini dia sudah tidak memiliki bunda lagi yang selalu ada untuk nya.
Alif yang melihat Keysa kembali menangis pun ikut berjongkok dan memeluk tubuh Keysa dengan sangat erat.
Dia berharap pelukannya bisa memberikan kekuatan bagi sang istri, Keysa yang merasakan sebuah pelukan melihat ke arah Alif.
seolah - olah matanya berbicara ' tolong biarkan aku menangis kali ini saja ' Alif yang mengerti tatapan Keysa pun mengagukan kepalanya sambil mengecup puncak kepala Keysa.
Dan apa yang mereka lakukan itu tidak luput dari perhatian Sam, Sam yang tidak tahu tentang pernikahan Keysa dan Alif merasa tidak terima wanita nya di perlakukan seperti itu.
Ya Sam sebenarnya sangat mencintai Keysa dari pertama kali mereka bertemu lagi di Bandung, tapi Sam tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan perasaan nya itu.
Dia takut kalau nanti dia menyatakan perasaan nya malah dia akan kehilangan Keysa untuk selamanya, makanya dia lebih memilih untuk memendam perasaan nya itu.
Karena yang Sam tahu Keysa sangat tidak suka bersentuhan dengan sembarangan laki - laki.
Sam pun berjalan ke arah Alif dan menepuk pundak Alif dengan sangat kasar, Alif yang merasa ada yang menepuk pundaknya segera melihat orang itu.
Alif yang mengerti langsung melepaskan pelukannya dari Keysa dan mengikuti Sam yang berjalan menjauh dari makam bu Mira.
Keysa yang melihat Alif dan Sam pergi menjauh merasa sangat heran, dia pun terus melihat ke arah mereka berdua.
Setelah di rasa sudah cukup jauh barulah Sam berbalik dan menatap Alif dengan sangat tajam.
" Kenapa loe natap gue kaya gitu.. ? " tanya Alif tidak mengerti
" Koe jangan pernah ambil kesempatan dalam kesempitan, loe pikir Keysa cewek gampangan yang bisa loe peluk kaya gitu.. " kata Sam setengah berteriak
" Maksud loe apa gue nggak ngerti.. ? " kata Alif yang masih tidak mengerti arah pembicaran Sam barusan
" Loe masih belum ngerti juga, ok gue bakalan jelasin.. loe jangan pernah sentuh apa lagi peluk Keysa seperti tadi, loe harus tahu batasan loe.. " tunjuk Sam
Belum sempat Alif menjawab Keysa sudah lebih dulu mengatakan sesuatu yang membuat Sam bungkam.
" Mas Alif nggak salah Sam, dia berhak atas aku, karena aku sekarang tanggung jawabnya.. bunda juga sudah menitipkan aku sama mas Alif.. " belum sempat Keysa melanjutkan perkataannya Sam keburu memotongnya
" Walau pun bunda yang menitipkan kamu sama dia, bukan berarti dia bisa peluk dan cium kamu seenaknya gitu. Kamu ini seorang wanita dan kamu harusnya tahu batasan kamu.. " kata Sam
" Kenapa memangnya kalau gue peluk Keysa toh dia sudah halal buat gue.. " kata - kata Alif sukses membuat Sam terdiam
Dia masih mencerna perkataan Alif barusan, Sam pun melihat ke arah Keysa seolah dia meminta jawaban tentang perkataan Alif barusan.
Keysa pun mengagukan kepalanya sebagai jawaban.
" Yang mas Alif katakan itu benar Sam, kami sudah menikah sesaat sebelum bunda pergi dan kakek sendiri yang menjadi wali untuk ku... " jelas Keysa
" Jadi sekarang nggak masalah kan kalau gue peluk dia di depan loe atau pun orang lain.. " kata Alif sambil merangkul Keysa dan membawanya pergi.
Dia akan membawa Keysa pulang ke kontrakan Keysa untuk membereskan semua barang - barang Keysa yang nantinya akan di pakai setelah itu dia akan mengajak Keysa untuk tinggal di apartemennya.
Mulai sekarang Keysa adalah tanggung jawabnya jadi dia akan berusaha membuat Keysa selalu bahagia berada di sisinya.
Walaupun pernikahan ini terkesan mendadak tapi itu membuat Alif merasa bahagia, tugas nya sekarang hanya tinggal meyakinkan keluarga nya dan semoga mereka merestui pernikahan mereka berdua.