
Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian hari itu, hubungan Keysa dan ayahnya pun semakin baik.
Tapi Keysa masih belum bisa memanggil Sintia dengan panggilan mamah, dia masih memangil Sintia dengan panggilan tante.
Dan itu tidak jadi masalah bagi Sintia atau pun pak Arman, yang terpenting Keysa sudah bisa menerima kehadiran Sintia sekarang.
Kehidupan rumah tangga Keysa juga semakin harmonis, seperti hari ini Alif dan Keysa menghabiskan waktu libur mereka di rumah.
Keadaan Keysa juga sekarang sudah jauh lebih baik, luka yang di dapat nya sewaktu Bella menculik dirinya pun sudah menghilang.
Siang ini Keysa akan memasak makanan sederhana untuk mereka berdua.
Keysa pun segera beranjak dari ruang TV dan saat Keysa akan melangkah Alif menahan tangannya.
" Kamu mau kemana sayang.. ? " tanya Alif
" Aku mau kedapur mas, mau masak buat makan siang nanti.. " jawab Keysa sambil melihat Alif
" Ok, kalau gitu mas bantu.. " jawab Alif sambil berdiri
" Nggak perlu mas di sini saja.. " tolak Keysa
" Mas tidak mau di bantah, pokonya mas mau bantu kamu di dapur.. " kata Alif yang sudah berjalan kearah dapur
Keysa pun akhirnya mengalah dan membiarkan Alif membantunya.
Sesampainya di dapur Keysa langsung mengeluarkan sayuran yang ada di kulkas.
" Apa yang bisa mas bantu.. ? " tanya Alif
" Mas bisa bantu bersihkan ini.. " kata Keysa sambil menyerahkan ikan mas ketangan Alif
" Bersihin ini.. ? " tanya alif
" Kenapa apa mas tidak bisa.. ? " tanya balik Keysa
" Eits, jangan salah kamu lihat ya.. " kata Alif lalu pergi ke arah wastafel dan mulai membersihkannya.
Keysa dapat melhat tangan Alif sangat terampil, dia seolah - olah sering melakukannya.
Keysa pun segera memotong kangkung, hari ini dia berencana untuk memasak tumis kangkung, goreng tempe, ikan mas bumbu kuning, sambal dan juga Keysa akan menyediakan lalapan untuk pelengkap.
Setelah memotong sayur Keysa pun segera menghaluskan bumbu - bumbu sedangkan Alif kini sedang menggoreng tempe.
Setelah satu jam lebih berada di dapur kini Keysa dan Alif merasa sangat puas, mereka sudah menyelesaikan masakan mereka sebelum masuk waktu sholat.
Keysa pun segera mencuci peralatan masak yang sudah di pakainya barusan dan tentunya di bantu oleh Alif.
Setelah semua selesai, mereka memutuskan untuk masuk kedalam kamar karena sebentar lagi waktu sholat.
Setelah sholat berjamaah, Keysa pun segera merapikan kembali perlengkapan sholat mereka.
Sedangkan Alif hanya melihat Keysa.
Keysa melihat Alif yang masih saja melihat kearahnya, dia pun menghampiri Alif dan melingkarkan tangan nya di leher Alif.
" Karena kamu sangat cantik.. " jawab Alif yang ikut - ikutan merangkul pinggang Keysa dengan sangat erat
" Gombal.. " kata Keysa sambil tersenyum
" Mas serius sayang, kamu sangat cantik sampai mas tidak bisa berpaling dari kamu.. " Alif pun mendudukan Keysa di pangkuannya dan tanpa malu - malu dia langsung ******* bibir Keysa dengan sangat lembut.
Keysa pun membalas ******* Alif, dan lama kelamaan ******* itu pun semakin menuntut.
Tangan Alif juga tidak mau tinggal diam, tangan nya terus saja menjelajahi tubuh istri nya itu.
" Sayang mas pengen.. " bisik Alif di telinga Keysa
" Nanti ya mas, sekarang Key sangat lapar. Apa bisa kita makan dulu.. " kata Keysa sambil melihat Alif.
Alif pun akhirnya menghentikan perbuatannya dan langsung menggendong Keysa, Keysa yang kaget karena Alif tiba - tiba menggendongnya langsung melingkarkan tangan nya di leher Alif.
" Mas turunkan Key, Key bisa jalan sendiri.. " kata Keysa
" Sayang diam, kamu jangan banyak gerak nanti kita terjatuh.. " kata Alif dan sukses membuat Keysa terdiam
Setelah sampai di ruang makan Alif pun mendudukan Keysa di kursi dan dia pun duduk di samping Keysa.
Mereka berdua pun mulai makan, walau pun menunya sangat sederhana tapi mereka sangat menikmatinya.
Apalagi makanan ini di masak dengan cinta.
Setelah selesai makan Alif pun segera berjalan kearah ruang keluarga sedangkan Keysa mencuci piring kotor.
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya Keysa pun meyusul Alif ke ruang keluarga, dia duduk di samping Alif yang sedang menonton acara bola.
Alif melirik Keysa dan langsung menarik tubuh Keysa kedalam dekapannya.
Alif pun tidak lupa mengecup puncak kepala Keysa, Keysa merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan Alif.
Tidak lama terdengar bunyi bel dari arah luar, Alif dan Keysa pun saling memandang.
" Kamu masuk saja ke kamar biar mas yang buka pintu.. " kata Alif
Keysa pun segera berdiri dan pergi menuju kamarnya sedangkan Alif pergi menbuka pintu.
Setelah Alif membuka pintu terlihat Yuda sedang berdiri disana sambil tersenyum
" Mau apa loe kesini.. ? " tanya Alif ketus
" Sabar, gue kesini bawa pesenan loe kemarin, laporan perusahaan yang di Jakarta.. " kata Yuda sambil menyerahkan sebuah map coklat ketangan Alif
" Loe kan bisa kasih lewat email aja.. " kata Alif masih ketus
" Ya gue sekalian aja mampir tadi abis beli makan di dekat sini.. " kata Yuda beralasan
Akhirnya Alif pun mengajak Yuda keruang kerjanya mereka akan membahas soal laporan Yuda barusan.