
" Tika nggak nyangka mas begitu baik mau menerima anak yang bukan darah daging mas sendiri.. Tika semakin kagum sama mas.. " kata Tika sambil tersenyum
Alif hanya tersenyum kearah Tika, mereka pun kembali terdiam.
Tidak lama mamah Widya datang dan mengajak mereka untuk makan malam, sesampainya mereka di meja makan Cantika langsung mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Alif.
" Nih mas.. " kata Cantika sambil memberikan sepiring nasi
" Terima kasih.. " kata Alif yang langsung mengambil piring dari tangan Cantika
" Kamu benar - benar wanita yang sangat baik,suami kamu yang dulu pasti akan menyesal karena telah melepaskan kamu sayang.. " kata mamah Widya sambil tersenyum
" Tante bisa saja, sini tan piring nya biar Tika ambilkan sekalian.. " kata Cantika sambil mengambil piring kosong milik mamah Widya.
Mereka bertiga pun mulai makan malam, sesekali Cantika akan melihat ke arah Alif sambil senyum - senyum sendiri.
Hal itu tidak luput dari perhatian mamah Widya, dia berharap Cantika bisa mengambil hati Alif.
" Bagaimana Lif makanan nya enak.. ? " tanya mamah Widya sambil melihat kearah Alif
" Masakan mamah selalu enak.. " jawab Alif sambil tersenyum
" Sebenarnya ini bukan masakan mamah, ini semua Cantika yang masak.. Coba kamu lihat dia sudah cantik, pintar masak, perhatian dan satu lagi dia juga sudah memiliki anak.. Jadi sudah di pastikan dia wanita yang sangat sempurna.. Mamah berharap kamu dan Cantika.. " belum sempat bu widya menyelesaikan pembicaraan nya Alif sudah terlebih dahulu memotong.
" Mah cukup, Alif kesini karena permintaan mamah untuk makan malam bersama bukan untuk membicarakan orang lain.. Lagian mamah juga tahu Alif sudah menikah.. " kata Alif sambil menghentikan makan malamnya.
Alif pun mulai berdiri dan melihat ke arah mamah Widya.
" Alif permisi pulang dulu mah, terima kasih sudah mengundang Alif kesini.. " kata Alif sambil mencium tangan mamahnya
" Tapi mamah belum selesai bicara Lif.. " kata mamah Widya
" Assalamualaikum.. " kata Alif tanpa menghiraukan perkataan mamahnya
" Waalaikumsalam.. " jawab mamah Widya dan Cantika bersamaan
Cantika hanya melihat kepergian Alif, setelah itu dia pun melihat mamah Widya yang terlihat sedih.
" Tante sabar ya, mas Alif pasti hanya butuh waktu untuk membuka dirinya lagi.. " kata Cantika sambil mengelus tangan mamah Widya
" Maafkan sikap Alif ya sayang, kamu mungkin benar dia hanya butuh waktu.. Tante harap kamu mau bersabar menghadapi dia.. "
" Iya tante Tika akan bersabar menunggu mas Alif, tidak mudah untuk bisa membuka hati kita lagi.. Apa lagi kalau hati kita sudah pernah di sakiti.. "
" Kamu memang anak yang baik, tante tidak salah pilih calon mantu. Tidak seperti istri Alif yang sekarang, yang hanya bisa membawa pengaruh buruk buat Alif.. Kamu lihatkan Alif tadi seperti apa sama tante padahal dulu sebelum menikah Alif sangat baik dan nurut.. Dia juga semakin tertutup setelah wanita itu membawa anaknya ketengah - tengah mereka, tante merasa Alif pasti sangat menderita.. " kata Widya sedih
" Tante yang sabar ya, kan sekarang ada Tika yang akan selalu ada buat tante.. " Cantika pun memeluk mamah Widya dengan sangat erat
" Terima kasih Tika, kamu memang menantu idaman.. "
《○》《○》《○》《○》《○》《○》
Dua hari sudah berlalu sejak Alif datang ke rumah kedua orang tuanya, dia tidak pernah mengatakan kalau di sana juga ada Cantika.
Dia takut Keysa salah paham, hari ini karena di kantor sedang banyak pekerjaan jadi Alif putuskan untuk berangkat pagi - pagi sekali.
Sedangkan Keysa setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya dia melihat jam dan berencana akan mengajak Revan untuk berjalan - jalan.
" Sayang kamu mau ikut ummi jalan - jalan nggak.. ? " tanya Keysa sambil mengelus rambut Revan
" Evan mau ummi, memangnya kita mau kemana.. ? " tanya Revan penasaran
" Iya ummi, kapan kita berangkatnya mi.. ? " tanya Tevan penasaran
" Kamu ganti baju dulu ya, setelah itu baru kita berangkat.. " jawab Keysa sambil tersenyum
" Baik ummi.. " Revan pun segera merapikan mainannya dan setelah itu bergegas pergi ke kamar untuk berganti baju.
Keysa juga melakukan hal yang sama dia segera pergi ke kamar dan berganti baju, setelah mereka siap Keysa pun segera mengajak Revan pergi.
Mereka meminta supir untuk menemani mereka, tidak butuh waktu lama untuk sampai ke sebuah mall.
Sesampainya di sana Keysa langsung membawa Revan ke tempat permainan, mereka bermain bersama.
Keysa senang karena melihat putra nya sangat bahagia.
" Rvan kita kesana dulu yu, ummi ingin melihat baju.. " ajak Keysa setelah cukup lama mereka berada di tempat permainan ini
" Iya ummi ayo, Evan juga sudah mulai capek.. " kata Tevan sambil mendekat kearah umminya
Keysa langsung menggengam tangan Revan dan membawanya berkeliling melihat - lihat baju dan juga yang lainnya.
Tidak lama tangan Keysa pun sudah penuh dengan belanjaan dia mengajak Revan untuk makan siang terlebih dahulu karena ini sudah waktunya.
Mereka akan makan di restoran yang ada di mall ini, mereka pun masuk dan segera mencari tempat duduk.
Keysa segera memesan makanan untuk mereka berdua.
" Gimana sayang apa kamu senang.. ? " tanya Keysa sambil melihat ke arah Revan
" Evan sangat senang ummi, tapi masih ada yang kurang.. " kata Revan sambil menunduk
" Apa sayang, apa kamu ingin membeli sesuatu bilang sama ummi insya allah ummi akan belikan.. " kata Keysa sambil menatap putranya
" Abi, andai abi bisa ikut pasti Evan akan sangat senang.. " kata Revan sedih karena akhir - akhir ini abinya sangat sibuk sehingga waktu untuk bersamanya juga berkurang
" Nanti kalau abi sudah nggak banyak kerjaan pasti bisa ikut sama kita, untuk sementara kita berdua saja dulu ya.. " kata Keysa sambil mengelus rambut Revan
" Iya ummi "
Tidak lama makanan mereka pun datang juga, mereka pun mulai makan Keysa tersenyum ketika melihat Revan makan dengan sangat lahap.
" Pelan - pelan sayang makannya.. " kata Keysa
Di saat yang bersamaan mamah Widya baru saja datang bersama Cantika, mamah Widya melihat Keysa sedang makan siang juga disini.
Mamah Eidya pun menghampiri Keysa,
" Ternyata kamu ada disini juga.. ? " kata mamah Widya ketus
Keysa melihat mamah mertuanya sudah berdiri di hadapannya bersama dengan seorang wanita.
Keysa pun berdiri dan mencium tangan mertuanya itu.
" Mamah makan disini juga.. ? " tanya Keysa sambil tersenyum
" Tadinya memang mau seperti itu tapi saya keburu nggak nafsu. pa lagi setelah lihat kamu dan anak yang nggak jelas asal usulnya ini.. " jawab mamah Widya ketus
" Mah Key mohon mamah jangan bilang seperti itu, Evan anak Key itu artinya dia juga cucu mamah.. " kata Keysa berusaha bersabar
" Maaf ya saya nggak sudi punya cucu kaya dia, oh iya saya lupa kenalin ini Cantika, dia ini calon istrinya Alif.. Dia jauh lebih sempurna di banding dengan kamu dan sebaiknya kamu segera pergi dari kehidupan Alif sebelum dia meninggalkan kamu, karena Alif juga suka dengan Cantika, "