
DUA TAHUN KEMUDIAN
Tidak terasa pernikahan Alif dan Keysa sudah berjalan dua tahun tapi selama itu pula Keysa masih belum terlihat tanda - tanda kehamilan.
Bahkan bu Widya juga semakin membenci Keysa karena sampai saat ini masih belum bisa memberikan keturunan untuk Alif.
Setelah lulus kuliah Keysa bekerja di kantor Alif, itu pun atas permintaan Alif sendiri.
Sebenarnya Alif sengaja meminta Keysa untuk bekerja agar dia tidak selalu memikirkan soal anak.
Seperti biasa hari ini Keysa sedang berada di ruangan nya, tidak lama terdengar suara ketukan dari arah depan.
Tok.. tok.. tok...
" Nasuk.. " kata Keysa tanpa melihat kearah pintu
" Permisi bu, saya mau mengingatkan satu jam lagi kita ada meeting dengan pak Surya dari PT. Angkasa putra, kita akan meeting sambil makan siang di restoran yang tidak jauh dari sini.. " kata Riri mengingatkan
" Kamu siap kan saja berkasnya ya.. " kata Keysa sambil melihat Riri
" Baik bu, kalau begitu saya permisi dulu.. " setelah mengatakan itu Riri pun meninggalkan ruangan Keysa.
Keysa pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Dia baru ingat kalau hari ini ada rapat dengan PT. Angkasa putra, padahal tadi pagi dia sudah janji akan makan siang bersama Alif.
Kalau seperti ini dia harus membatalkan janjinya dengan Alif, Keysa pun segera merapikan berkas - berkasnya dan berjalan ke arah luar.
" Ri, saya mau ke ruangan pak Alif dulu. Kalau ada apa - apa kamu bisa langsung menghubungi saya.. " kata Keysa saat sudah sampai di depan meja Riri
" Baik bu.. " jawab Riri
Keysa pun melangkahkan kaki nya menuju ruangan Alif, sesampainya di sana Keysa langsung membuka pintu.
Alif pun melihat ke arah pintu dan terlihat Keysa sedang tersenyum kepada nya.
" Assalamualaikim mas.. " salam Keysa sambil berjalan masuk
" Waalaikumsalam, sayang tumben kamu kesini ada apa.. ? " tanya Alif heran
" Memang nya nggak boleh aku main keruangan suami ku sendiri.. " kata Keysa yang sudah berdiri di samping Alif
Alif pun menarik tangan Keysa sehingga dia kini duduk di pangkuan Alif, Keysa pun langsung mengalungkan tangan nya di leher Alif.
" Bukan gitu sayang, mas nggak larang kamu buat datang kesini, Mas cuma heran saja biasanya kamu kesini pasti cuma membahas soal pekerjaan dan pas mau makan siang aja. Sedangkan sekarang belum waktunya makan siang.. Apa ada yang mau kamu bicarakan.. ? " tanya Alif penasaran
" Hmmm, sebenarnya Key kesini mau batalin acara makan siang kita mas.. " kata Keysa pelan
" Kenapa apa kamu sakit.. ? " tanya Alif khawatir
" Key nggak apa - apa mas, cuma Key lupa kalau hari ini ada meeting dengan PT. Angkasa putra dan dia minta nya pas jam makan siang. Key nggak mungkin batalin gitu aja, kalau berhasil ini proyek besar nantinya mas.. " jelas Keysa
" Hmmm, ini nih resiko punya istri marketing handal, ada ikan besar nyamperin langsung mau ambil aja.. " kata Alif sambil melirik Keysa
" Ihh mas ini kan untuk perusahaan mas juga, kalau perusahaan mas maju kan mas sendiri yang senang, Key juga jadi ikut senang karena gaji Key naik berkali - kali lipat.. " kata Key sambil tersenyum
" Bisa aja ya.. " kata Alif sambil mencubit pipi Keysa
" Jadi gimana mas, nggak apa - apa kan kalau siang ini Key nggak makan siang bareng mas.. ? " tanya Keysa lagi
" Tentu sayang, semoga berhasil ya dan kamu mendapatkan proyek ini.. " kata Alif dan langsung di amini oleh Keysa.
Alif yang melihat Keysa langsung bertanya.
" Kamu kenapa sayang.. ? " tanya alif sambil menghentikan gerakan tangan nya.
" Tadi mamah Widya nelepon Key lagi.. " kata Keysa
" Apa yang mamah katakan.. ? " tanya Alif
Keysa berubah menjadi murung, dan itu terlihat oleh Alif.
" Apa mamah memintanya lagi.. ? " tanya Alif tepat sasaran
" Iya, tapi mamah Widya tidak salah, kita sudah dua tahun menikah tapi aku masih belum hamil juga. Segala cara kita sudah kita lakukan, tapi masih belum ada hasil nya. Jadi sekarang wajar kalau dia meminta Key mundur karena dari awal mamah kan memang tidak suka sama Key.. Malah tadi mamah minta Key untuk membujuk mas menikah lagi dengan pilihan mamah.. " kata Key yang langsung menyandarkan kepalanya di pundak Alif
" Sayang kamu jangan pikirkan apa yang di katakan mamah, anggap saja hanya angin yang masuk lewat kuping kanan dan keluar dari kuping kiri.. Allah mungkin masih belum percaya dengan kita, karena memiliki seorang anak itu mempunyai tanggung jawab yang besar...
... Mungkin di mata allah kita belum layak, kita harus lebih bersabar, berdoa dan terus berusaha. Mas percaya suatu saat nanti allah akan menitipkan seorang anak kepada kita.. " kata Alif sambil mengelus kepala Keysa
" Mas kalau sampai kita tidak bisa memiliki anak bagaimana.. ? Key tahu mas sangat menginginkan seorang anak dalam rumah tangga kita.. "
" Sayang kamu dengerin mas ya, walau pun kita tidak memiliki anak mas akan tetap berada di sisi kamu, kita bisa mengadopsi anak dari panti dan kita akan merawat nya bersama - sama. Mungkin itu memang jalan kita untuk mendapatkan seorang anak " kata Alif
Keysa melihat kearah Alif lalu tersenyum,
" Terima kasih karena mas selalu ada di sisi Key, mas mau menerima keadaan Key yang banyak kekurangan nya ini.. " kata Keysa dengan mata berkaca - kaca
" Sayang mas tidak pernah sedikit pun melihat kekurangan dari kamu, di mata mas kamu adalah wanita yang sangat sempurna. Mas sangat beruntung memiliki istri sebaik kamu, terima kasih karena kamu sudah memberikan mas kesempatan untuk menjadi laki - laki pertama yang menjadi sandaran kamu.. " kata Alif
Alif pun mengakhiri perkataan nya dengan sebuah kecupan di kening Keysa
Keysa pun langsung memeluk Alif dengan sangat kuat.
" Mas harus janji apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalkan Key, karena Key cuma punya mas di dunia ini.. " bisik Keysa
" Tentu sayang, mas tidak akan pernah meninggalkan kamu dengan alasan apa pun sekali pun kamu sendiri yang meminta mas pergi, mas akan tetap berada di sisi kamu sampai maut memisahkan kita.. " kata Alif
Saat mereka sedang berpelukan handphone Keysa berbunyi, Keysa pun melihat siapa yang sudah menghubunginya dan ternyata itu Riri.
" Iya Ri ada apa.. ? " tanya Keysa setelah sambungan nya terhubung
" ... "
" Ya sudah kamu siapkan saja berkas nya, sebentar lagi saya kesitu.. " kata Keysa
Setelah mengakhiri panggilan nya Keysa pun melihat ke arah Alif.
" Sudah waktunya pergi ya.. ? " tanya Alif dan langsung di angguki oleh Keysa
" Mas nanti jangan lupa makan siang ya, maaf hari ini Key nggak bisa nemenin mas makan.. " kata Keysa
" Iya nggak apa - apa, suruh pak Yanto hati - hati bawa mobilnya.. " kata Alif
" Iya mas, kalau gitu key pergi dulu ya, Assalamualaikum mas.. " kata Keysa dia pun langsung meraih tangan suami nya.
" Waalaikumsalam.. " jawab Alif sambil tersenyum
Setelah mencium tangan Alif Keysa pun berdiri dan mulai meninggalkan ruangan itu.