
" Apa kamu benar - benar sayang sama dia..? "
" Tentu, dari pertama kali Key ketemu sama dia, entah kenapa Key langsung jatuh cinta dengan anak itu. Padahal mas tahu sendiri kan Key sering datang ke panti tapi tidak ada satu orang pun anak yang membuat Key sehangat ini.. " jawab Keysa
" Apa kamu sudah siap untuk menjadi seorang ibu, kalau suatu hari nanti kita mengadopsi dia, apa kamu bisa mendidik dan menyayanginya seperti anak kamu sendiri.. ? "
" Key sangat yakin mas, Key pasti bisa menjadi ibu untuk Revan. Mas kan tahu sendiri sudah lama Key berharap bisa hamil dan melahirkan buah hati kita, tapi sepertinya allah berkehendak lain dengan mengirim Revan ke tengah - tengah kita. Insya allah Key akan merawat, mendidik dan juga menyayangi Revan sepenuh hati Key.. "
Alif pun tersenyum mendengar jawaban Keysa
" Jadi hasilnya bagaimana mas... ? " tanya Keysa lagi yang sudah sangat penasaran
" Kalau menurut Yuda, Revan dari kecil sudah tinggal bersama preman itu bersama anak - anak jalanan yang lain nya. Orang - orang di sana juga tidak mengetahui asal usul Revan sebenarnya dan nama Revan sendiri pemberian seorang ibu pemilik warung yang tinggal di dekat situ..
.. Ketika preman membawa nya, anak itu belum bisa bicara, jadi pemilik warung itu memangil Revan, yang kebetulan nama anaknya yang sudah meninggal..
Dan semenjak itu Revan tinggal bersama Barong, kita bisa mengurus surat - surat untuk mengadosi dia. Itu pun kalau kamu mau.. " kata Alif panjang kali lebar
Keysa yang sejak tadi mendengarkan perkataan suaminya merasa sedih sekaligus terharu, sedih karena dia bisa merasakan bagaimana menjadi Revan yang di usianya masih kecil harus bekerja dan terharu karena sebentar lagi dia bisa memiliki Revan seutuhnya.
" Key mau mas, terima kasih ini hadiah yang paling berharga bagi Key.. Tapi apa mas tidak keberatan kalau kita mengadopsi Revan.. ? " tanya Keysa
Alif pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Jujur saja mas juga sangat berharap bisa memiliki Revan, entah kenapa sejak pertama kali bertemu dengan anak itu rasanya sangat berbeda. seperti ada magnet yang menarik mas untuk lebih dekat lagi dengan anak itu dan ketika mas memeluknya terasa sangat nyaman dan hangat.. " jelas Alif
" Jadi kapan kita bisa urus semuanya.. " kata Keysa sudah tidak sabar lagi
" Kamu tenang saja semuanya sedang di urus oleh Yuda jadi kita tinggal tunggu saja hasilnya.. "
" Terima kasih, mas selalu bisa membuat Key bahagia.. Key sangat mencintai mas karena allah dan Key tidak ingin kehilangan mas walau hanya sesaat.. " kata Keysa sambil memeluk Alif
" Dama - sama sayang, mas juga bahagia kalau kamu bahagia, karena kebahagian kamu berarti kebahagian mas juga dan sebaliknya kesedihan kamu maka itu kesedihan untuk mas juga.. Mas juga sangat mencintai kamu karena allah, mas tidak akan pernah pergi meninggalkan kamu walau sedetik pun kecuali ajal yang memisahkan kita.. Mas harap kita bisa bersama - sama sampai maut memisahkan aamiin.. " Alif pun mengakhiri perkataan nya dengan mengecup kening Keysa dengan penuh perasaan
Sedangkan Keysa hanya bisa menutup mata merasakan sentuhan suami tercinta, air matanya nya juga ikut turun.
Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagian, Keysa sangat bersyukur mendapat suami sebaik Alif.
Mungkin kalau tidak ada Alif dia tidak tahu akan menjadi seperti apa kedepannya, yang dia tahu sekarang seluruh hidup dan hatinya sudah milik Alif seorang.
Dia akan membawa cinta ini sampai maut memisahkan mereka, hanya akan ada satu nama di hatinya sampai kapan pun juga.
Dan nama itu adalah Alif sang penguasa hati.
《○》《○》《○》《○》《○》《○》
Setelah selesai bersih - bersih Keysa pun turun ke bawah, dia akan memasak untuk makan siang mereka bertiga.
Saat Keysa sedang memasak, Alif datang dan membantu Keysa di dapur.
" Mas duduk saja biar Key yang masak.. " kata Keysa
Keysa melihat Alif dan langsung tersenyum,
" Terima kasih ya allah karena engkau sudah mengirimkan mas Alif dalam hidup ku, hamba sangat bahagia berada di sisinya.. " batin Keysa
Alif melihat ke arah Keysa yang masih saja menatap dirinya
" Sayang mas tahu mas sangat tampan, tapi setidak nya perhatikan tangan kamu nanti ke potong.. " kata Alif memperingatkan
Keysa pun tersadar dan melihat tangan nya yang hampir terkena pisau.
" Iya maaf mas.. " kata Keysa sambil tersenyum
" Apa kamu belum puas sayang, kalau kamu masih menginginkannya mas mau ko kalau harus mandi lagi.. " kata Alif sekena nya dan langsung mendapat lemparan dari Keysa
Di saat yang bersamaan Revan turun dan melihat Alif dan Keysa yang sedang bercanda, Revan pun tersenyum melihat tingkah mereka.
Keysa yang melihat kedatangan Revan pun tersenyum dan memangilnya.
" Van, kamu sudah bangun sayang.. ? Bagaimana tidur nya nyenyak.. ? " kata Keysa sambil tersenyum
" Sudah tante, tante terima kasih ya sudah ijinkan Evan tinggal di sini.. " kata Revan sambil menatap Alif dan Keysa secara bergantian
" Sama - sama sayang, tante juga seneng ko kalau Evan mau tinggal disini. Oh iya, Evan duduk dulu di situ ya, sebentar lagi masakannya mateng. Kita bisa makan siang bersama.. " kata Keysa
" Iya tante.. "
Tepat jam 12 lewat masakan Keysa pun siap, Alif dan Revan yang sedari tadi duduk manis di kursi pun tersenyum melihat makanan terakhir di simpan di atas meja.
" Sebaiknya kita sholat dulu ya mas baru makan siang, lagian ini sudah waktu sholat juga.. " kata Keysa dan langsung di angguki oleh Alif
" Evan mau ikut sholat sama om dan tante.. ? " tanya Alif
" Memang nya boleh om.. ? " tanya Revan ragu
" Tentu saja boleh sayang, Evan sudah hapal bacaan sholatnya.. ? " kini Keysa yang berbicara
"Sudah tante, bu Siti selalu ngajarin Evan ngaji dan juga beberapa hapalan surat pendek kalau bang Barong belum pulang.. " jawab Revan
" Ya sudah mulai sekarang Evan akan belajar sama tante atau om ya.. " kata Keysa sambil mengelus rambut Revan dengan penuh sayang
" Iya tante, Evan sayang sama tante dan om.. " kata Revan yang langsung memeluk Keysa dan Alif secara bergantian
Setelah selesai berpelukan mereka bertiga pun masuk ke kamar Alif, mereka wudhu secara bergantian, Revan dan Alif yang terlebih dahulu masuk ke kamar mandi sedangkan Keysa menyiapkan perlengkapan sholat untuk mereka bertiga.
Setelah Alif keluar barulah Keysa yang masuk ke dalan kamar mandi, siang ini mereka bertiga sholat berjamaah.
Keysa sampai menitikan air mata karena bahagia akhirnya dia bisa merasakan kebahagian seutuhnya setelah kehadiran Revan.
Dia berjanji akan merawat rLRevan dengan sangat baik, walau pun kelak dia memiliki anak sendiri dia akan tetap mengangap Revan sebagai anak pertamanya.