
Sebulan sudah semenjak kecelakaan itu kini Keysa juga sudah masuk kuliah lagi, begitu pun dengan Alif yang sudah mulai kembali bekerja.
Alif meminta Yuda untuk mengirim seseorang agar bisa mengawasi Keysa dari jarak jauh, dia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Keysa.
Karena orang yang berniat mencelakai Keysa masih juga belum tertangkap, bahkan orang suruhannya pun bungkam tanpa mau mengatakan apa - apa.
Setelah kelas selesai Keysa beserta kedua temannya pun pergi menuju kantin, mereka akan makan siang bersama sebelum mengikuti kelas berikutnya.
" Key gimana kamu sama Alif.. ? " tanya Fitri
" Ya gitu deh, nggak gimana - gimana.. " kata Keysa sambil memakan makanannya
" Udah isi belum Key.. ? " kini giliran Nia yang bertanya
Keysa tersedak gara - gara mendengar pertanyaan nia barusan, Fitri segera memberi Keysa minum.
Keysa pun segera mengambil minuman itu dan meminumnya.
" Pelan - pelan dong Key.. " kata Nia
" Hmmmm " jawab Keysa
" Key gimana kamu udah isi belum, secarakan kalian menikah udah berapa bulan gitu.. " tanya Nia kembali
" Gimana mau isi, ngelakuinnya aja belum pernah.. " batin Keysa
" Belum.. " jawab Keysa singkat
" Nggak kebayang ya gimana kalau kalian sampai punya anak, pasti itu anak lucu banget. Secara kan ya kamu cantik Alif juga ganteng, duh pasti anak kalian sangat tampan dan cantik.. Jadi nggak sabar pengen lihat.. " kata Nia sambil tersenyum
Keysa terdiam saat mendengar perkataan Nia barusan, Nia ada benarnya juga pasti anak mereka akan sangat tampan atau cantik.
Keysa pun mulai tersenyum membayangkan rupa anaknya bersama Alif dan itu tidak luput dari penglihatan Fitri.
" Kamu kenapa Key senyum - senyum sendiri, pasti lagi ngebayangin Alif yang lagi itu ya... " kata Fitri sambil menunjuk Keysa
" Apaan nggak - nggak, sembarangan kalau ngomong.. Aku senyum tuh karena dengar omongan Nia barusan yang soal rupa anak - anak aku nantinya. Bukan bayangin yang aneh - aneh.. " kata Keysa membela diri
Pada akhirnya mereka pun terus saja menggoda Keysa dengan mengajukan pertanyaan - pertanyaan yang sangat konyol.
《○》《○》《○》《○》《○》《○》
Setelah pulang dari kampus Keysa langsung menuju ke dapur dia ingin memasak makan malam untuk mereka berdua.
Sudah lama sekali Keysa tidak masuk ke dapur, itu karena Alif selalu melarangnya, Keysa akan memasak makanan kesukaan Alif.
Saat Keysa sedang memasak terdengar salam dari arah depan dan Keysa mengenal suara itu.
" Assalamualaikum.. " salam Alif sambil berjalan ke arah dapur
" Waalaikumsalam, mas sudah pulang.. ? " kata Keysa sambil tersenyum kearah Alif.
Keysa pun segera mencium tangan Alif, begitu pun Alif yang langsung mengecup kening Keysa.
" Masak apa yang.. ? " tanya Alif sambil melihat kearah kompor yang sedang menyala
" Makanan kesukaan mas.. " kata Keysa sambil memberikan segelas air ke tangan Alif
Alif langsung meminum air itu sampai habis dan kembali menyimpannya di meja yang tidak jauh dengan nya.
" Mas Key lagi masak.. " protes Keysa
" Mas tidak akan mengganggu hanya ingin seperti ini saja sebentar.. " jawab Alif
Keysa pun akhirnya mengalah dan lebih memilih meneruskan acara masak nya, dia tidak perduli dengan Alif yang terus saja mengganggu dirinya.
" Mas geli.. " kata Keysa sambil melihat Alif dengan sangat tajam
Sedangkan yang di lihat hanya cengengesan seolah - olah dia tidak bersalah.
" Mas sebaiknya mandi dulu gih, sebentar lagi maghrib.. " kata Keysa
" Ya sudah kalau gitu mas mau mandi dulu.. " kata Alif dia pun mulai melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Keysa sendiri
Setelah selesai masak Keysa pun segera menyusul Alif kedalam kamar dia ingin sholat berjamaah dengan suami tercinta.
《○》《○》《○》《○》《○》《○》
Hari minggu ini Keysa habis kan hanya diam diri di rumah saja, sejak kemarin dia terus - terusan memikirkan perkataan Nia yang membahas soal anak.
" Apa aku segitu jahatnya sama mas Alif, bahkan sampai sekarang aku belum pernah memberikan hak nya. Dia laki - laki dewasa pasti juga menginginkannya, ya allah maafin Keysa yang sudah berdosa, Keysa dengan sengaja membuat mas Alif tidak dapat mengambil haknya.. " batin Keysa
Saat yang bersamaan Alif turun dari ruang kerjanya dan melihat Keysa sedang melamun, Alif pun berjalan mendekat dan dia lihat wajah Keysa sangat murung.
" Sayang kamu kenapa.. ? " tanya Alif sambil duduk di samping Keysa
" Mas.. " kata Keysa sambil melihat Alif
" Kamu kenapa sayang, apa mas buat kesalahan hingga kamu seperti ini.. ? " tanya Alif penasaran
" Nggak mas nggak berbuat salah.. "
" Terus kenapa.. ? " tanya Alif yang sudah sangat penasaran tingkat dewa.
" Mas maafin Key ya, Key belum bisa jadi istri yang baik untuk mas Alif, Key.. " belum sempat Keysa menyelesaikan perkataannya Alif sudah menutup mulut Keysa dengan tangannya.
" Sayang kamu jangan ngomong seperti itu. Mas sangat bahagia bisa ada di sisi kamu, kamu adalah kebahagian mas. Jadi mas minta kamu jangan pernah bicara seperti itu lagi... Key, mas sayang sama kamu itu apa adanya. Jadi kamu tidak perlu berpikiran yang aneh - aneh lagi ok.. Nas sangat mencintai kamu karena allah dan mas janji cinta ini hanya untuk kamu seorang.. " kata Alif lalu mengecup kening Keysa
Keysa sangat terharu mendengar perkataan Alif barusan, tidak terasa air matanya juga mulai turun.
Keysa langsung masuk kedalam pelukan Alif, pelukan yang selalu dia rindukan.
" Key juga sangat mencintai mas Alif karena allah.. " kata Keysa dan sukses membuat alif terdiam untuk sesaat
Setelah kesadaran nya mulai terkumpul Alif pun tersenyum bahagia, ini kali kedua istrinya mengatakan kata cinta untuk dirinya.
Pertama saat Keysa kecelakaan waktu itu dan yang kedua saat ini, saat dimana Keysa sedang berada di dalam pelukannya.
" Kamu tahu hari ini mas sangat bahagia, akhirnya cinta mas terbalas juga.. " kata Alif sambil mempererat pelukannya
Alif pun mengangkat dagu Keysa sehingga kini mereka saling melihat satu sama lain, Alif pun mulai mengecup bibir Keysa yang lama kelamaan berubah menjadi sebuah *******.
Keysa pun tidak mau kalah dia juga membalas ******* Alif, kini tangan Alif pun tidak tinggal diam.
Tangan nya sudah masuk kedalam kaos milik Keysa dia juga sudah bermain di dalam sana.
Keysa yang tidak tahan pun mulai mendesah dan itu membuat Alif ingin berbuat lebih jauh lagi.