KEYSA

KEYSA
32



Hari ini Keysa pulang lebih cepat dari biasanya, dia pun segera pergi ke swalayan terdekat.


Dia ingin memasak makanan kesukaan Alif, setelah selesai berbelanja Keysa pun segera pulang.


Sesampainya di rumah Keysa langsung masuk ke dapur dan mulai membereskan belanjaan nya.


Dia melihat jam di tangannya, karena masih jam 2 siang akhirnya Keysa memutuskan untuk belajar sebentar setelah itu baru dia akan memasak.


Tepat jam 6 sore Alif sudah pulang dari kantor, dia pun langsung masuk ke dalam sambil mengucap salam.


" Assalamualaikum... "


" Waalaikumsalam.. " jawab Keysa dari arah dapur


Keysa pun segera menghampiri Alif dan mencium tangan suaminya itu, setelah itu dia mengambil jas yang sedang di pegang Alif dan menyimpannya di sofa.


Tidak lama Keysa pun pergi ke dapur lagi karena dia sedang memasak makan malam untuk mereka berdua.


Alif yang melihat Keysa sedang sibuk di dapur langsung menghampirinya,


" Masak apa yang.. ? " tanya Alif sambil melihat ke arah dapur


" Masak ayam kecap, mas mandi dulu gih sebentar lagi maghrib.. " kata Keysa sambil memberikan segelas air putih kepada Alif


Alif pun segera meminum air itu sampai habis dan segera menyimpan gelas kosong di meja.


" Wah mas jadi laper ini.. " kata Alif sambil mencium wangi masakan Keysa


" Nandi dulu mas.. " perintah Keysa


" Iya - iya mas mandi.. " kata Alif, sebelum pergi ke kamarnya Alif mengecup kepala Keysa yang tertutup kerudung.


Keysa pun hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kelakuan Alif, entah kenapa Keysa semakin suka dengan semua perhatian Alif untuknya.


Setelah selesai masak Keysa pun segera menyusul Alif, dia ingin shalat berjamaah dengan suaminya itu.


Sesampai nya di kamar Keysa melihat Alif juga baru saja keluar dari kamar mandi, Keysa pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.


《○》《○》《○》 《○》《○》《○》


Pagi - pagi sekali Alif harus pergi meninggalkan Keysa, dia harus tiba di Jakarta sebelum jam makan siang, karena dia harus menghadiri rapat yang sangat penting.


Keysa mengantar Alif sampai di depan pintu


" Banti kalau sudah sampai mas kabarin Key ya.. " kata Keysa sambil memberikan tas yang di pegang nya kepada Alif


" Pasti mas kabarin, kamu juga disini hati - hati ya. Kalau ada apa - apa langsung telepon mas saja.. " kata Alif sambil memandang Keysa


" Iya mas, Key akan hati - hati ko.. " jawab Keysa sambil tersenyum


" Ya sudah kalau gitu mas berangkat dulu ya.. Assalamualaikum.. " salam Alif


" Waalaikumsalam " jawab Keysa sambil mencium tangan Alif.


Sebelum Alif benar - benar pergi dia menyempatkan diri memeluk Keysa dengan sangat erat dan di akhiri dengan sebuah kecupan hangat di kening Keysa, setelah puas berpelukan mereka pun saling melempar senyum dan akhirnya Alif harus pergi meninggalkan Keysa sendiri.


Keysa terus saja melihat kepergian suaminya sampai tubuh Alif sudah tidak terlihat lagi, barulah dia masuk lagi ke dalam.


Keysa melihat jam yang masih pukul enam pagi, Keysa pun memutuskan untuk bersih - bersih rumah sebelum dia berangkat ke kampus.


《○》《○》《○》《○》《○》《○》《○》


Alif langsung di hadapkan dengan banyaknya pekerjaan yang sudah lama dia tinggalkan, Alif terus saja memeriksa berkas - berkas yang sudah menggunung di hadapannya.


Memang ini salahnya sendiri seharusnya dia pergi hanya enam bulan saja tapi ini sudah lebih dari enam bulan dan dia pun juga jarang pulang ke Jakarta.


Jalau ada hal yang penting dan mendesak baru dia akan pulang, bahkan setelah menikah dia sama sekali belum pernah pulang.


Tepat jam lima sore Alif pun segera pulang ke rumah kedua orang tuanya dia sangat merindukan mereka.


Tidak butuh waktu lama bagi Alif untuk sampai di rumah itu, Alif pun segera memarkirkan mobilnya di garasi dan setelah itu dia segera melangkahkan kaki nya.


Dia berharap orang tuanya nanti mau mendengarkan penjelasannya dan mau menerima Keysa sebagai istrinya.


Alif pun segera mengetuk pintu rumahnya, tidak lama pintu terbuka dan Alif dapat melihat wanita paruh baya yang sedang melihatnya juga.


" Naaf aden cari siapa.. ? " kata wanita itu


" Apa mamah sama papah ada di rumah.. ? " tanya Alif


" Papah mamah.. ? " tanya wanita itu sambil berpikir


" Iya papah sama mamah.. " kata Alif mengulang perkataan nya


" Oh walah ini den alif ya.. ? Maaf ya si mbok nggak tahu. Tuan sama nyonya ada sedang di kamar, monggo den masuk.. " kata wanita itu sambil tersenyum


" Terima kasih.. " kata Alif yang langsung masuk ke dalam rumah nya.


Dia melihat ke sekeliling rumahnya dan tidak ada yang berubah setelah beberapa bulan dia tinggalkan.


" Sebentar ya den si mbok panggilkan dulu tuan sama nyonya.. " kata wanita paruh baya itu sambil berlalu ke kamar bu Widya dan pak Alex


Alif pun duduk di ruang keluarga dia mulai membuka jas yang dia pakai, tidak lama Alif mendengar suara dari arah belakangnya, suara yang sangat dia kenal.


" Baru ingat pulang kamu Lif.. ? " kata mamah dari arah belakang Alif


Alif pun segera melihat kebelakang dan dia dapat melihat kedua orang tuanya sedang berjalan kearahnya. Alif pun segera bangun dan menghampiri mereka.


" Mah.. Pah.. " panggil Alif sambil menyalami keduanya secara bergantian


" Baru inggat jalan pulang kamu hah.. " kata mamah sambil menatap tajam Alif


" Iya maaf mah, Alif lagi banyak pekerjaan disana jadi baru bisa datang kesini.. " kata Alif menjelaskan


Mereka pun mulai berjalan ke arah ruang keluarga dan duduk disana.


" Oh iya mamah sama papah apa kabar.. ? " tanya Alif


" Ya seperti yang kamu lihat kami baik - baik saja.. " jawab papah


" Kamu akan tinggal lagi disini kan Lif. Ini sudah lebih dari enam bulan loh.. " kata mamah langsung


" Alif disini cuma dua hari mah, setelah pekerjaan Alif selesai, Alif balik lagi ke Bandung.... " kata Alif


" Kamu bilang waktu itu cuma enam bulan kenapa sekarang harus balik lagi kesana.. ? " tanya mamah heran


" Apa perusahaan yang di Bandung sedang bermasalah Kif.. ? " kini papah juga ikut bertanya


" Enggak pah perusahaan disana malah sedang bagus - bagusnya.. " jawab Alif sambil menatap kedua orang tuanya, di dalam hatinya dia sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan yang sejujurnya tentang statusnya yang sekarang.