Iskantasya Prachika

Iskantasya Prachika
Kisah Masa Lalu



"Apa? Kamu yakin?"


"Iya tentu saja, karena aku juga menyapanya, tidak mungkin aku salah orang."


"Ya sudah, terimakasih akan ku tanyakan padanya". Chika menutup telfon dengan kesal. sepertinya ini karma untuknya karena mempermainkannya dulu, menyebalkan. Chika tidak habis pikir dengan kelakuan Juan. Juan hanya balas dendam ketika minta balikan lg. Memang hubungan yang sudah retak tidak bisa utuh lagi.


"Baiklah, jika itu yang kau mau"


Chika mengirim pesan pada Juan yang berisi "PUTUS". Juan tidak menanyakan apapun bahkan tidak membalas, tenang tenang saja dengan pesan singkat itu, tidak ada balasan, yang berarti dia setuju.


Apa aku juga gak di anggap ya. Haah aku jadi teringat bagaimana dia mempertahankanku waktu itu.


"Kita putus saja, aku tidak bisa terus terusan bersamamu tanpa bertemu begini, ini sangat aneh."


"Hei hari ini tepatnya 1 bulan kita pacaran dan kau memutuskan ku tanpa alasan begini? apa maksudmu? kau dimana? aku ke rumahmu."


"Jangan mencari ku kita sudah selesai jangan datang dan membuat hidup ku susah kau tahu aku hidup bagaimana."


"Aku mohon jangan begini Chika, aku sudah menuruti apapun yang kau mau bahkan yang tidak masul akal sekalipun"


Juan mengamuk dengan kata putus dari Chika. Chika merasa hubungan itu hanya cinta monyet masa SMA yang tidak penting dan dia juga tidak bisa membahagiakan Juan. Tapi takdir berkata lain, setelah putus Chika lah yang menyesal dan mengejar Juan kembali, Juan memang berbalik, tapi dengan maksud yang tidak baik.


Aku akan membalasmu, seperti yang kau lakukan padaku Chika, tidak tidak harus lebih buruk, karena aku sudah mengejarmu tanpa memperhatikan hidupku.


Jika bukan karena Ibunya, Chika bisa menikmati masa remajanya dengan baik. Ibu Chika tidak membiarkan Chika keluar rumah dengan alasan apapun selain sekolah, bahkan untuk berteman pun tidak. Kedatangan seorang teman pun akan mendapat sorotan mata elang dari ibu nya. Mengerikan. Teman saja dapat mata elang, bagaimana dengan pacar, bisa langsung ada acara pemakaman.


Chika harus membantu ibu nya berjualan. Menjaga toko roti milik ibu nya. Hanya sebagai kasir. Walaupun ibu sanggup membayar orang untuk melakukannya, nyatanya harus Chika yang bekeja sepulang sekolah menggantikannya, tidak peduli selelah apa Chika. Jika Chika sakit Ibu bahkan menghitung berapa hari Chika tidak membantunya dan mengeluh. Bagi ibu Chika harus membayar apapun yang di keluarkan ibu untuknya dan aturan itu hanya berlaku untuk Chika tidak untuk kedua saudaranya yang bebas. Chika berbeda tanpa tau alasannya.


Tidak ada kata bergantian dengan saudara Chika yang lain mereka bebas menikmati hidup mereka. Sakit pun Chika harus bekerja, di tambah lagi pekerjaan rumah yang di bebankan ke Chika. Entah apa alasan ibu memperlakukan Chika begitu, hanya ayah yang peduli pada Chika, tapi ayah tidak berdaya pada ibu yang memiliki penghasilan lebih besar.


Ketika masa SMA berganti masa kuliah, Chika harus merantau ke kota agar bisa kuliah. Ini seperti angin segar bagi Chika karena dia akan tinggal di kosan di kota jadi tidak perlu bekerja bahkan di hari libur. Chika sudah mempersiapkan apa saja yang akan di lakukannya dihari kebebasannya, termasuk mendapatkan hati Juan kembali.


Juan lelaki yang baik, walau hanya sebatas pacaran lewat chat dia tidak pernah keberatan asal itu Chika. Juan adalah adik kelas Chika, Juan mendekati Chika selama setahun dan putus setelah sebulan. Setelah Chika tamat, dia mendekati Juan lagi. Juan setuju tapi mereka LDR karena Chika harus kuliah di luar kota.


"Chika kok melamun?, nih aku udah selesai salin, makasih yaa, hebat lho kamu baru masuk udh bisa buat begini, aku kayaknya otaknya setengah kok gak ngerti ngerti yaa?"


"Tan, aku putus."


Ucapan Chika di sambut tawa oleh Tania


"Udah lah cowok banyak kok, si Doni kan ganteng, kamu gak suka?"


"Apaan, dia yang gak suka aku"


Kami tergelak bersamaan.


Doni, dia teman sekelas Chika, rambutnya gondrong tapi wajahnya ganteng. Dia baik pada Chika sejak Chika pertama kali masuk kuliah. Doni selalu duduk di sebelah Chika, katanya ingin membantu Chika yang ketinggalan pelsjaran. Tapi Doni menang baik ke semua orang kan? Dia kan ketua kelasnya.


Anehnya walau putus aku tidak merasa patah hati, cinta yang ku kejar memang bukan kebahagiaanku, sepertinya Juan bukanlah cinta pertamaku, hanya seseorang yang pernah suka padaku, dan aku hanya kasian karena dia sudah menungguku terlalu lama. Ya aku menerimanya itu malah membuatku menjadi jahat. Tapi dia juga gak benar benar cinta kan?? cinta kok dendam, dasar anak SMA. Sudahlah, kita sambut saja cinta yang baru. Aku siap.