Iskantasya Prachika

Iskantasya Prachika
Mahasiswa Baru



Chika melewatkan masa orientasi karena gadis itu harus pulang kampung menjaga toko roti milik ibunya, menurut ibu kegiatan itu tidak ada manfaatnya, lebih baik membantunya menghasilkan uang. Akhirnya di hari pertama kuliah, Chika tidak kenal seorang pun.


Hari ini hari pertama kuliah Chika tapi tidak bagi mahasiswa lainnya, semester pertama sudah berjalan selama 2 minggu.


"kok baru masuk?"


"ada urusan bu, jadi baru masuk sekarang"


"apa lebih penting dari urusan presiden?"


"ehehe sepertinya hampir sama penting bu"


ya pentinglah, kalo gak jaga toko roti mana bisa kuliah disini, jangan jangan aku gak kuliah.


"sok sibuk, isi nama kamu di daftar absen"


Sebenarnya agak malas menulis di depan orang banyak begini, pasti pertanyaannya akan sama.


"kamu nulis tangan kiri? lalu cebok pake tangan mana?" bertanya sambil mengambil tisu.


malas mau jawab, kalau gak jawab gak cuma dosa juga pertaruhan nilaiku


"ya tangan kiri lah bu, masa kanan"


"nih penanya buat kamu aja"


Chika membatu, aku kan udah cuci tangan.


Jam pelajaran berganti dan Chika terus jadi bahan pembuka mata kuliah.


Aku tidak kenal seorangpun dan semua dosen memarahiku, aku pikir setelah kuliah adalah hari kebebasanku.


Kampus ini cukup besar, fasilitas lengkap. Sebenarnya kampus ini bukan tujuan Chika jurusan yang dia inginkan tidak ada di kampus ini, tapi mamanya memaksa. Dari pada harus menjaga toko roti sepanjang hari, tidak memiliki teman, dan melihat kakak menikmati hidup semaunya, kuliah di jurusan pilihan mama tentu lebih baik. Chika duduk sembarangan di tangga menunggu jam kuliah berikutnya.


"Permisi, apa kita 1 kelas? aku melihatmu tadi di marahi dosen"


Aku terkejut kala seorang gadis tinggi dan berparas China menyapaku. Kenapa harus ingat bagian di marahinya sih.


"Ah ya, aku juga melihatmu di pojokan tadi, oh ya aku Chika"


Namanya Tania, dia keturunan China, kulit putih dan tubuh tinggi 175 cm. Dia juga berasal dari luar kota. Sepertinya dia cukup populer untuk mahasiswa baru, semenjak aku berteman dengannya ada saja orang yang menyapa dan mengajak berkenalan. Hanya Tania, Chika hanya tempat menitip salam untuk Tania. Ya begitu lah, setiap hari Chika berteman dengan Tania, kuliah, belajar dan makan bersama.


"Tania, ayo main ke kosan ku, buat tugasnya disana saja adem bisa selonjoran"


Chika punya teman sekamar Evi. Bertubuh gempal dan senyum yang manis. Evi beda jurusan dengan Chika, sejauh ini Evi teman yang baik.


Evi menyambut Tania dengan baik dan lucu, dia orang yang mudah begaul. Evi libur hari ini, dia hanya di kosan mencuci pakaian karena celana dalamnya sudah kotor semua. Bahkan untuk hari ini dia membalikkan pakaian dalamnya karena tidak ada ganti. hahaha menjijikan. Di tengah asyik Evi jemur pakaian dalamnya yang memenuhi semua jemuran tiba tiba hujan deras.


"Chikaaaaa pinjamkan aku celana dalam, huwaaa"


Tania mulai mengeluarkan alat tempurnya. kalkulator, pena berwana, penggaris, buku besar. Yup Chika kuliah jurusan akuntansi, Chika yang SMA nya adalah anak IPA harus belajar dari awal apa itu akuntansi, dan dia berteman dengan Tania yang notabenenya juga anak IPA, maka jadilah kumpulan orang orang salah jurusan.


"kamu bisa yang ini Tan"


"hehe gak bisa Chik, baru mau belajar sama kamu"


"memangnya aku pipi?"


"lho aku juga, memangnya aku setan?"


"hahaha"


Tania orang yang menyenangkan, tapi karena tinggi Chika yang hanya 155cm Chika agak minder berdiri di sebelahnya, Tania juga cantik dan putih. Entah kenapa dia mau berteman dengan Chika yang tidak populer.


"udah punya pacar Tan?"


"gak ada yang mau aku terlalu tinggi"


"pfff ternyata tinggi juga susah nyari pasangan yaa"


"gak juga akunya aja yang pilih pilih males kalo dia lebih pendek, nanti di kira adik aku."


sok cantik ni orang tapi emang cantik sih untung baik


"Chika punya pacarkan? ganteng gak?"


Chika tidak jawab cuma senyum senyum saja, karena dia bingung mau jawab apa. Punya tapi terasa jomblo. Chika sedang renggang dengan pacarnya, belakangan pacarnya Juan sulit di hubungi, balas pesan juga sekenanya gak pernah lanjutin obrolan.


"nih udah selesai tugasnya, kenapa gak dari dulu ya aku ambil jurusan IPS aja"


"iya kamu bakat Chik, aku aja di tanya jurnal gak nyambung haha"


Tania agak lelet, gak apa apa lah pokoknya dia teman baik, dia juga rajin kuliah.


Lagi selonjoran ponsel Chika berdering telfon dari Rio teman SMA Chika.


"Apa? Kamu yakin?"