
Alya p.o.v
Kediaman Keluarga Besar Hanung Kusuma atau Kakek Alya
Ini baru gerbangnya.
Setelah itu mobilnya masuk dan sampailah di depan rumahnya.
Ini baru rumahnya. Eitss ini cuma depannya aja ya. Sebenernya belakangnya masih panjangggg lagi. Ada kolam renang, lapangan basket, lapangan sepak bola, lapangan golf dan bioskop pribadi.
Ini bagian belakangnya, masih panjang lagiii yang lapangan - lapangan itu masih belakang lagi.
Ini kolam renang indoornya.
Ini lapangan basketnya. Kalo lapangan sepak bola itu ya lapangan gitu ya kek lapangan rumput gitu, lapangan golfnya juga.
Ini tempat bowlingnya.
Ini kek tempat main gitu ya, ya intinya gitulah ruangannya.
Lalu ini ada bioskop pribadinya.
Namanya juga rumahnya sultan, ya kek gini fasilitasnya.
Okeyy selesai kita berkeliling rumah kakeknya Alya mari kita kembali ke topik, cekidot.
Setelah mobil yang dinaiki Alya sampai di depan rumah kakeknya, pelayan langsung membukakan pintu mobil itu dan Alya keluar.
Setelah keluar dari mobil, ia langsung berjalan ke ruang makan.
"Nona Alya telah datang" ucap salah satu pelayan.
Kedua ibu tirinya berdiri. Kakak dan adik tirinya ikut berdiri karena ibu mereka berdiri. Mereka berdiri untuk menyambut Alya.
"Astaga. Mengapa anda - anda semua bersikap sopan kepada tamu yang tidak diinginkan?" tanya Alya menggunakan bahasa formal dan duduk di kursinya.
Semuanya hanya diam dan ikut duduk setelah Alya menduduki kursinya.
"Tuan Heri Kusuma telah datang" kata salah satu pelayan saat ayah Alya datang.
Semuanya berdiri kecuali Alya.
"Mau apa kamu disini, Alya?" tanya ayahnya tampak tidak senang dengan kedatangan Alya.
"Aku diundang kakek. Something wrong? [(Bahasa Inggris) Ada masalah?]" jawab Alya tanpa menatap ayahnya sedikit pun.
Ayahnya tertawa bermaksud mengejek.
Alya akhirnya menatap ayahnya.
"Lagian aku kan yang paling berhak disini. Aku itu anak kandung papa yang sah secara hukum karena mama gapernah nyeraiin papa. Sekarang aku tau kenapa mama waktu itu bilang cuma pisah gak cerai" kata Alya.
"Asal kamu tau ya Alya. Kalo papa ngeluarin kata talak 3, berati papa sama mama kamu itu udah cerai" kata Heri.
"Maaf pa, apa papa gabisa toleransi dikit aja. Papa lupa kalo agamaku sama mama itu Katolik" jawab Alya yang masih berusaha sopan dengan papanya mengingat itu adalah kediaman kakeknya.
Heri akan mengucapkan suatu kalimat namun tidak jadi karena ayahnya datang.
"Tuan besar Hanung Kusuma telah datang" kata pelayan saat kakeknya Alya datang.
Semua berdiri dan memberi salam pada kakek Alya.
"Lagi ngomongin apa?" tanya Hanung.
"Bukan apa - apa, kakek" jawab Alya.
"Oh, Alya. Senang sekali kamu ada disini lagi" ucap Hanung sangat senang melihat kehadiran Alya, cucu kesayangannya.
"Iya, kek. Aku juga seneng bisa kesini lagi" jawab Alya.
"Ya sudah, ayo semua duduk" ajak Hanung.
"Sebenernya kita mau bicarain apa, kek?" tanya Alya.
"Kita mau bicarain tentang perusahaan" kata kakek Alya.
Semuanya menoleh karena ini merupakan moment yang ditunggu - tunggu. Untuk menentukan siapakah pewaris perusahaan selanjutnya nanti.
"Kakek sudah memutuskan untuk memberikannya ke kamu setelah kamu dewasa nanti" lanjut kakek Alya.
Semuanya menjadi sangat kesal pada Alya.
"Kalo kamu gamau, kamu bisa cari pengganti sendiri dan orang itu haruslah orang yang kamu percaya. Karena nanti untuk status pemimpin perusahaan tetaplah kamu hanya saja kamu tidak turun tangan langsung untuk mengurus perusahaan, mengerti semuanya?" jelas Hanung panjang lebar, semuanya tampak tidak senang karena Alya akan menjadi pewaris kedua melewati ayahnya.
"Baik, kakek" jawab Alya.
"Ayah. Kenapa langsung ke Alya tanpa ke aku? Dan aku kan punya 2 anak laki - laki yang lebih siap mengurus perusahaan daripada Alya" tanya Heri, ayahnya Alya.
"Pikirin. Apa orang kayak kamu itu pantas jadi pimpinan Unicorn Group?" Hanung mengatakan kalimat pedas pada anaknya.
"Lalu anak laki - laki? Jaman sekarang sudah banyak wanita yang memimpin perusahaan gausah berpikiran kuno kamu. Lagian anak laki - laki kamu itu anak tiri bukan kandung, ayah mau orang yang mewarisi harta ayah itu adalah darah daging ayah sendiri dan terdaftar secara sah dimata hukum" tegas Hanung.
"Tapi kan aku..." Heri akan menjawab tapi dipotong.
"Lagian kamu kan udah ayah kasih perusahaan gadget. Kamu bisa gunakan itu untuk kamu hidup bersama keluarga kamu yang gajelas itu dan Unicorn Group akan menjadi milik Alya. Untung kamu itu anak tunggalnya ayah. Kalo nggak, udah putus hubungan kita dari dulu" kata Hanung.
"Yaudah, gausah bahas itu lagi dan ayo semuanya makan" kata Alya menghangatkan suasana.
"Oh iya, Alya. Kamu rencananya mau sekolah di SMA mana? Kan kamu pindah kesini untuk selamanya. Bilang makasih sama mama kamu karena udah besarin kamu dengan sangat baik lalu jadi pewaris kakek" kata Hanung.
"Tapi boleh nggak, kek? Kalo aku gak tinggal di rumah ini?" tanya Alya.
"Boleh, kamu mau tinggal dimana?" Hanung mengizinkan cucunya tinggal berpisah dengannya.
"Kalo di Menteng, Jakarta Pusat? Gimana, kek?" jawab Alya.
"Kayaknya kamu emang suka perkotaan ya. Ya nanti kakek suruh Jack ngurus semua ya" jawab Hanung.
"Makasih kakek" kata Alya.
"Tapi kakek sarankan untuk SMA, kamu satu sekolah sama Nathan ya? Di SMA Pelita Bangsa" kata Hanung
"Nathan?" tanya Alya.
"Iya, Nathan anaknya kakak mama kamu. Kan dia tinggal di Indonesia sejak kecil. Yang dulu main sama kamu waktu SD" jawab Hanung.
"Oh dia. Iya deh, kek. Gapapa kok" jawab Alya.
"Kalo gitu kamu pasti belum kenal sama orang disini kan?" tanya Hanung pada Alya.
"Iya, kek" jawab Alya.
"Kalau begitu, semuanya berdiri dan perkenalkan diri masing - masing pada Alya" suruh kakeknya.
"Nama Irawati, panggilan Ira. Istri kedua Pak Heri Kusuma" Ira memperkenalkan diri.
"Nama Nur Azizah, panggilan Azizah. Istri ketiga Pak Heri Kusuma" Azizah memperkenalkan dirinya.
"Nama Fahmi Darma, panggilan Fahmi. Anak pertama Bu Ira dengan suami yang dulu. Lalu ini adalah istriku Fira Hasna, panggilan Fira" dilanjutkan oleh Fahmi.
"Nama Dito Anggara, panggilan Dito. Anak kedua Bu Ira dengan suami yang dulu" kemudian Dito.
"My name is Azzefa Natasyaluna Aquilla, you can call me Luna. I'm daughter of mother Azizah with her first husband [(Bahasa Inggris) Namaku Azzefa Natasyaluna Aquilla, kamu bisa memanggilku Luna. Aku putri dari mama Azizah dengan suami yang dulu]" Luna memperkenalkan dirinya dengan Bahasa Inggris.
Alya tertawa kecil.
"Why you speak in English? [(Bahasa Inggris) Kenapa kamu berbicara Bahasa Inggris?]" tanya Alya.
"Just want [(Bahasa Inggris) Hanya ingin]" jawab Luna dan kembali duduk.
Alya tertawa kecil lagi.
"Ok, as long as you're happy [(Bahasa Inggris) Oke, asalkan kamu bahagia]" kata Alya.
"Istri kedua dan ketiga, pasti nikah siri ya?" tanya Alya.
"Kenapa, pa? Aku kan cuma tanya" jawab Alya.
"Betul itu Heri, Alya kan cuma tanya" kata Hanung
"Iya Alya, mereka berdua hanya nikah siri dengan papamu dan sudah menandatangani kontrak bahwa hanya ada 1 nyonya dirumah di keluarga ini, yaitu mama kamu. Namun anak - anaknya terdaftar di kartu keluarga kita sebagai anak adopsi" jawab Hanung pada Alya.
Alya menahan tawanya. Karena saudara - saudara tirinya terdaftar di kartu keluarga sebagai anak adopsi.
Semuanya hanya menatapnya dan kakeknya justru tersenyum karena senang mengetahui kalau Alya tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tidak memedulikan siapa pun seperti keinginannya.
Acara makan - makan pun selesai. Semua anggota keluarga kembali melakukan kesibukkannya masing - masing. Alya memilih untuk berenang di kolam renang indoor rumah tersebut.
Saat ia asyik berenang, datanglah Jack menghampirinya.
"Nona kecil perlu sekretaris, nggak?" tanya Jack pada Alya.
"Boleh, aku suka sama orang yang namanya Bella di departemen pengembangan" jawab Alya sudah memilih orang untuk menjadi sekretarisnya.
"Bagaimana nona bisa kenal sama orang itu?" tanya Jack.
"Mmmm. Waktu aku masih SD, Kak Bella pernah dateng ke rumah dan ngajak aku main. Makanya aku pilih dia, kalo dia masi kerja di perusahaan sih. Kalo nggak ya terserah mau dikasih siapa yang penting orangnya seru kek Kak Bella" jawab Alya.
"Orangnya masih kerja di perusahaan kok. Nanti aku urus ya" jawab Jack.
"Terus aku mau tanya" kata Alya.
"Hmm, silakan nona" jawab Jack.
"Sejak kapan di rumah ini ada ikan arwana besar? Bukannya kakek itu gapernah ya melihara hewan dirumah ini" tanya Alya.
"Ooooo ituu. ikan itu namanya Paloma" jawab Jack.
"Paloma? Paloma Picasso? Desainer?" tanya Alya.
"Namanya Paloma Picasso, dinamai seperti itu karena Nyonya Azizah sangat menyukai desainer Paloma Picasso. Ia adalah peliharaan kesayangan Nyonya Azizah, dia disini sejak 2 tahun yang lalu" jawab Jack.
"Ouu" kata Alya.
Rangga p.o.v
"Katanya hari ini bakal ada 2 cewe cantik yang pindah ke sekolah kita nih, men. Yang satu dari Bandung, yang satunya lagi dari Belanda. Lu gamau ambil stand buat godain mereka??" ucap Randy sahabat Rangga.
"Gak ah, males gue sama cewe" jawab Rangga.
Alya p.o.v
Bel masuk berbunyi semuanya langsung masuk ke kelas. Alya berjalan bersama wali kelasnya menuju kelas yang akan ditempatinya, yaitu kelas 11 MIA 1.
"Baik, anak - anak ini adalah siswa baru pindahan dari Belanda. Perlakukan dengan baik yaa" ucap Ibu Guru wali kelas.
"Silakan perkenalkan diri kamu" Ibu Guru kemudian menyuruh Alya memperkenalkan dirinya pada teman - teman.
"Baik bu" jawab Alya.
"Hai temen - temen. Namaku Beatrix Alya Valencia, panggil aja Alya" kata Alya.
"Haloo Alyaaa" kata Randy.
"Alya, kamu bisa duduk di bangku yang itu" suruh wali kelas sambil menunjuk bangku yang kosong.
Alya mengangguk dan menduduki bangku itu.
Teman sebangkunya mengajaknya berbicara.
"Lu cantik banget sih. Di sekolah lama pasti famous, ya?" tanyanya.
"Ehe, nggak juga" jawab Alya dengan canggung.
"Btw, nama lu siapa?" tanya Alya.
"Kenalin gue Tiara" jawab Tiara menjabat tangan Alya.
"Oh iya. Mulai sekarang kita temenan ya" jawab Alya.
"Okee" jawab Tiara.
"Nama cowo yang itu, siapa si?" tanya Alya sambil menunjuk Rangga.
"Oh itu. Itu namanya Rangga" jawab Tiara.
Alya mengangguk - angguk.
"Kenapa?" tanya Tiara.
"Nggak, Nggapapa" jawab Alya.
"Dia itu musuhnya Nathan, mereka berdua sama - sama punya genk di sekolah ini" kata Tiara
"Nathan?" Alya kaget karena Nathan adalah sepupunya.
"Iya Nathan. Anak kelas 11 MIA 2. Dulu waktu masi kelas 10, mereka sahabatan tapi gatau kenapa sekarang mereka jadi musuhan" Tiara bercerita.
"Disini ada genk ternyata" kata Alya.
"Iya, genk cowonya Rangga sama Nathan terus kalo genk cewenya cuma 1. Genknya Maura, anak kelas 11 MIA 4" jawab Tiara.
"Kakak kelas 12 aja ampe takut ama mereka" lanjutnya.
"Tapi berati ketua genknya pinter - pinter donk ya, buktinya mereka bisa masuk jurusan Ipa (maksudnya tu kan disitu dites masuk ke kelas yang mana dan biasanya yang masuk ke jurusan Ipa itu anak - anaknya pinter - pinter gitu)" ucap Alya.
"Mmmm, nggak juga. Kalo Rangga sama Nathan sih emang pinter. Tapi kalo Maura nggak sama sekali. Dia bisa masuk sekolah favorit ini dan masuk kelas MIA 4 karena mamanya tu guru disini" jawab Tiara.
"Oooo gitu" jawab Alya.
Maura p.o.v
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Tiba - tiba genknya Nathan menyerang Maura dan Maura tidak membalas karena ia ingin tampil sebagai wanita feminin di depan Nathan, dia menyukai Nathan.
"Ahh, mulai lagi" ucap Tiara melihat kejadian itu.
"Itu kenapa si? Kok, digituin?" tanya Alya.
"Biasa, Maura itu suka sama Nathan terus Nathan gasuka sama dia dan dia kek ngejar - ngejar Nathan gitu" jawab Tiara.
Alya menguncir rambutnya.
"Eh eh, kenapa lu nguncir rambut?" tanya Tiara.
"I don't like seeing weak people get hurt by strong people [(Bahasa Inggris) Aku tidak suka melihat orang lemah disakiti oleh orang kuat]" jawab Alya dan maju untuk menyelamatkan Maura.
"Eh tapii, Maura tu bukan orang lemah. Yah, udah kesana deh dia. Emang dia bisa ngelawan mereka?" ucap Tiara.
Alya melakukan tendangan tinggi dan menendang pipi salah satu orang yang memukuli Maura.
"Huh, untung gue pake rangkepan" kata Alya.
"Siapa si lu? Berani ngelawan kita" kata teman orang yang ditendang oleh Alya.
"Eh udah - udah" kata Nathan yang baru datang memerintahkan genknya berhenti karena mengetahui kalau Alya adalah sepupunya.
"Lu tu ya, boleh punya genk tapi jangan kek gini. Ini namanya penindasan" kata Alya sambil mengacungkan telunjuk ke wajah Nathan.
"Eh, Al. Lu salah paham. Gue ganyuruh mereka. Mereka yang bertindak sendiri" jelas Nathan.
"Yaudah kalo gitu lu urus tu genk lu" jawab Alya.
Alya mengulurkan tangannya untuk membantu Maura berdiri. Maura meraih tangan itu dan berdiri. Namun, Maura tidak mengucapkan sepatah kata apapun dan hanya diam karena tidak menyangka kalau ia akan ditolong oleh Alya.
Setelah menolong Maura, Alya langsung pergi tanpa berkata apapun lagi padahal Maura ingin berkenalan dengannya.
.
.
.
.
.
Pertemuan yang tidak terduga ya genks. Kok ketemuannya karena pertengkaran sii. Udahlah nurut ama pengarangnya aja. Yaudah stay read ya guyss.
Author juga mau bilang nih. Kenapa papanya Alya dan papanya Farrel itu menikahi orang tanpa menyeraikan istri pertamanya dengan nikah siri? Padahal di Indonesia, asalkan istri lainnya setuju maka seorang laki - laki bisa menikah lebih dari satu kali. Itu karena agama mamanya Alya itu Katolik jadi gaboleh menikah lebih dari satu kalo gak cerai dan gak berlaku hukum talak - talak itu, pokoknya kalau cerai kedua pasangan itu harus setuju sementara diantara papa dan mamanya Alya ada yang tidak setuju untuk bercerai, yaitu mamanya Alya. Mamanya Alya tidak mau menyeraikan papanya Alya. Begitupula papanya Farrel, dia juga beragama Katolik. Tapi kalo papa dan mamanya Farrel itu beda cerita, papanya Farrel yang gamau menyeraikan istrinya dan pengennya itu punya istri banyak gitu lho. Dan mamanya Farrel itu gamau kalo anaknya jadi anak seorang janda.
Dan satu lagi, disini author gak bermaksud untuk rasis, merendahkan atau lain - lain. Mohon maaf apabila ada pernyataan tentang agama yang menyinggung perasaan para readers 🙏🏻🙏🏻. Karena sebenarnya author tidak bermaksud seperti itu.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.