
Alya p.o.v
Setelah selesai merawat pasien yang lain, Alya duduk di dekat brankar yang dipakai tidur oleh Rangga. Alya menggenggam tangan Rangga sambil menatap wajah Rangga.
"Gue khawatir banget dan ternyata lu cuma demam biasa. Gue sampe masuk kesini dengan ijin Direktur Gilang. Lu bener - bener..." ucap Alya.
"Ya tapi syukurlah cuma demam biasa" lanjutnya.
Malam telah tiba. Alya sangat mengantuk hingga ia tertidur dengan duduk di sebelah brankar yang dipakai tidur oleh Rangga dan kepalanya berada di dada Rangga.
Rangga p.o.v
Rangga terbangun dan melihat kepala Alya berada di dadanya. Ia tersenyum dan mengelus rambut Alya. Setelah itu Alya menggerakkan sedikit kepalanya namun tetap tertidur. Rangga langsung melepas tangannya dari rambut Alya, berjaga - jaga jika Alya terbangun tapi ternyata tidak. Setelah itu ia tersenyum lagi dan kembali tidur.
Keesokan harinya.
Hasil dari pasien yang diduga terkena MERS sudah keluar dan ternyata hasilnya adalah negatif.
Alya p.o.v
"Kalo negatif berati dia kenapa ya, Dok?" tanya suster pada Alya.
"Mmmm, coba tanya apa dia pernah makan ikan yang hidup di air tawar tapi masih mentah atau mungkin setengah matang. Karena kemungkinan juga bisa kalo mereka kena infeksi trematoda paragonimus" jawab Alya.
Infeksi trematoda paragonimus adalah infeksi cacing parasit yang biasanya terdapat pada hewan yang hidup di air tawar. Apabila hewan yang hidup di air tawar tidak dimasak sampai matang dan dimakan, maka cacing ini akan hidup dan menjadi parasit dalam tubuh manusia. Tetapi jika dimasak sampai matang, maka cacing akan mati dan hewan yang hidup di air tawar tersebut aman untuk dimakan.
"Baik, Dokter" jawab suster.
Dan ternyata setelah ditanya, memang benar mereka memakan ikan gurami setengah matang. Jadi, semua itu karena cacing parasit bukan MERS dan itu bukanlah wabah. Yeeee 👏👏👏.
Setelah itu Alya menghampiri Rangga sambil menyilangkan tangannya.
Rangga membuka sedikit matanya dan melihat Alya yang terlihat marah, lalu menutup matanya lagi.
"Bangun, lu pikir gue gatau kalo lu udah bangun" kata Alya dengan judes.
Rangga akhirnya membuka matanya dengan lebar.
"Bikin khawatir semua orang tau gasih lu. Lu bilang kalo 3 orang itu kena MERS, tapi ternyata mereka cuma kena infeksi cacing parasit dari ikan air tawar setengah mateng lu tau gak" kata Alya.
"Ya sekarang gue tau" kata Rangga dengan tidak berani menatap Alya.
"Awas kalo lu bikin gue khawatir lagi. Mana bentar lagi natal, gue pikir gue gabisa nikmatin hari natal karena gue justru masuk kesini karena takut lu kenapa - napa" kata Alya.
"Ya gue minta maaf, Al" kata Rangga.
"Jangan diulang lagi" kata Alya dan pergi.
Rangga p.o.v
"Tapi justru asik sih kalo lu khawatir sama gue, Al" batin Rangga.
Alya p.o.v
"Nona, anak yang anda inginkan sudah kudapatkan. Aku akan segera mengurus surat adopsinya" kata Bella di chat.
"Okay" jawab Alya di chat.
"Lalu aku sudah mengirim beberapa orang untuk menjaga pekerja rumah kakek anda yang tinggal di vila anda di Bandung, mereka aman untuk sekarang. Tapi anda harus tau bahwa beberapa dari mereka mengetahui rahasia kelam Tuan Muda Fahmi" kata Bella di chat.
"Yang terakhir adalah orang yang memata - matai anda selama ini, orang itu adalah teman anda sendiri yaitu Maura" lanjut Bella di chat.
"Kenapa Maura mata - matain gue??" Alya bertanya - tanya di benaknya.
"Makasi, Sekretaris. Sekarang urus aja surat adopsi anak itu dengan baik dan setelah itu antar ke rumah saya" Alya menjawab chat terakhir Bella.
Setelah itu Alya pergi ke ruang kerjanya dan duduk di bangkunya. Ia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.
"Pertama kalinya aku tidur tanpa mimpi buruk. Tapi kenapa bisa gitu ya??" pikir Alya.
Karena kemaren malemnya kan udah author jelasin kalo Alya tidur dengan duduk di samping brankar yang dipake Rangga tidur dan kepalanya Alya ada di dadanya Rangga. Dan sekarang ia bertanya - tanya, kenapa dia bisa gak mimpi buruk padahal setiap tidur dia selalu mimpi buruk kecuali kemaren malem. Bahkan. dia mimpi buruk itu udah dari SMA, pernah author tulis di eps 9.
Sebenernya mimpi buruknya Alya itu adalah bayang - bayang waktu dia lagi nyiksa atau bunuh orang. Jadi bukan mimpi yang diluar nalar atau mimpi dikejar maling, tapi itu bayang - bayangnya Alya waktu dia ngelakuin kekerasan ke orang.
Setelah itu Alya pulang ke rumahnya dan disambut oleh sekretarisnya bersama dengan seorang anak perempuan berusia 4 tahun.
"Haiii" kata Alya sambil berjongkok ke hadapan anak perempuan itu.
"Namaku Jessica Alicia Putri, panggilannya Alicia. Tapi kalo mau juga bisa panggil Cia" kata anak itu.
Alya tersenyum.
"Tante namanya Beatrix Alya Valencia, panggilannya Alya" kata Alya.
"Halo, Tante Alya" kata Cia sambil melambaikan tangannya.
"Iya tau. Tante Bella udah kasi tau tadi" jawab Cia.
"Anak pinter" kata Alya sambil menggendong Cia dan membawanya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Bella.
"Wahh. Anak siapa ini, Alya?" tanya Heri.
"Anak Alya, Pa" jawab Alya.
"Maksud kamu??" tanya Heri.
"Alya ngadopsi dia" jawab Alya.
"Oooo, kirain anak sembunyian kamu selama ini" kata Heri.
Alya tertawa.
Bella mendapat telepon dari orang yang mengawasi pekerja yang tinggal di vila Alya yang di Bandung. Bahwa vila itu telah diledakkan oleh seseorang dan semua orang yang tinggal disana tewas. Untungnya api tidak membesar dan membakar rumah lain disana, tapi tetap saja semua pekerja tewas karena itu bom yang meledak jadi gabisa ngehindar. Setelah mendapat kabar itu, Bella langsung memberitahu Alya.
"Apa??" kata Alya setelah tau berita itu.
"Kenapa, Alya?" tanya Heri.
"Aku titip Cia dulu ya, Pa. Alya ada urusan" jawab Alya.
"Iya oke. Papa sama Bi Asih akan jaga Cia dengan baik sekali" jawab Heri.
"Makasi, Pa" kata Alya.
Alya dan Bella segera pergi ke vila di Bandung yang diledakkan oleh *******.
"Sudah pasti Tuan Muda Fahmi adalah pelakunya, Nona" kata Bella sambil menyetir.
"Udah pasti dia, Sekretaris. Karena beberapa dari penjaga itu tau rahasianya, jadi dia udah pasti yang ngelakuin ini" kata Alya.
Tiba - tiba, Fahmi menelepon Alya.
"Jangan coba ngelakuin apapun atau korbannya justru akan makin banyak, Alya" kata Fahmi.
"Ganggu gue adalah hal yang seharusnya gak lu lakuin" kata Alya.
"Gue tau itu. Gue udah cari tau semua tentang lu, mafia keluarga Brechtje" kata Fahmi.
"Jadi lu udah tau. Syukurlah kalo gitu, gue gaperlu nutup - nutupin identitas gue dari lu lagi" kata Alya.
"Gue nelpon lu cuma mau bilang. Gausah sok suci, lu juga udah bunuh banyak orang" kata Fahmi.
"Gue gapernah sok suci karena emang gue juga udah bunuh banyak orang dan lu bakal jadi salah satu dari mereka" kata Alya.
"Kita liat aja. Gue yang jadi salah satu dari orang yang lu bunuh atau sebaliknya, lu yang jadi salah satu orang yang gue bunuh" kata Fahmi.
"Okay" kata Alya sambil senyum iblis.
3 jam kemudian Alya dan Bella sampai di vila yang di Bandung itu.
"Maura bahkan juga mengikuti kita kesini" bisik Bella
"Biarin aja, gapapa kok" kata Alya.
"Jadi, dia dibiarkan saja?" tanya Bella.
Alya mengangguk sambil melepas sabuk pengamannya.
"Aku mau liat - liat dulu ya, Sekretaris" kata Alya dan turun dari mobil itu.
Ia melihat - lihat dan menemukan sesuatu yang ganjal. Jenazahnya kelebihan 2 dan diduga 2 jenazah yang kelebihan itu adalah pelakunya. Tapi identifikasi dan penyelidikan sangat sulit dilakukan karena semua jenazah rusak total.
Setelah melihat - lihat cukup lama, Alya melihat mobil ibunya.
"Mobil Mama?" kata Alya saat melihat mobil itu.
.
.
.
.
.
Kenapa Helena tiba - tiba muncul?? Padahal sebelumnya dia sama sekali gaada jejak, sampai perusahaan aja diurus orang yang dibayar bukan dia sendiri. Dan munculnya juga di tempat kayak gini lagi. Kita liat eps selanjutnya aja ya....
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.