I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Achtenveertig (Empat Puluh Delapan)



Alya p.o.v


Keesokan harinya di rumah peninggalan kakeknya Alya.


Kepolisian pergi ke bangunan barat tempat tinggal Irawati, untuk menangkapnya karena telah menutupi semua perbuatan melanggar hukum yang telah dilakukan oleh Fahmi. Namun saat akan dibawa ke kejaksaan, Irawati justru memberontak dan tidak mau dibawa.


"Bolehkah saya masuk kedalam?" tanya Alya yang ada di depan bangunan itu meminta ijin kepada polisi untuk masuk.


"Silakan, Bu" jawab polisi itu.


Setelah Alya masuk ke dalam, ia mengambil vas bunga kecil berisi air dan bunga mawar. Alya mengeluarkan bunganya dan menyiramkan airnya ke wajah Irawati.


Irawati sangat kaget dan akan menampar Alya. Tetapi Alya menarik rambutnya terlebih dahulu sehingga ia tidak jadi menampar Alya dan berusaha melepaskan rambutnya yang ditarik oleh Alya.


"Hentikan semuanya dan ikutlah dengan polisi, Ibu tiri. Atau hukuman anda justru akan bertambah. Atau mungkin anda ingin aku yang menghukum anda?" ucap Alya.


Setelah itu ia melepaskan rambut Irawati.


"Dasar jala*g gatau diri!!!" teriak Irawati sambil berlari ke arah Alya seperti akan melakukan sesuatu kepadanya, namun ia terpeleset dan jatuh.


"Uppss" ucap Alya sambil menutup mulutnya melihat Irawati terjatuh tepat di bawah kakinya.


"Aku akan menerima permintaan maaf anda. Anda tidak perlu berlutut seperti ini" kata Alya.


"Dan juga, bukannya yang jala*g gatau diri itu justru anda?" tanya Alya sambil mengambil satu vas bunga kecil lainnya dan membuang bunganya.


"Anda menghancurkan keluargaku dengan cara yang sangat pengecut. Anda harus menerima hukuman anda" lanjut Alya sambil menuangkan air dari vas bunga kecil yang ia buang bunganya tadi ke kepala Irawati yang ada di bawahnya.


"Dit is straf, voor het durven verstoren van mijn comfort [(Bahasa Belanda) Inilah hukuman, karena berani mengganggu ketenanganku]" lanjut Alya.


"Bedeb*h kamu, Alya!!" teriak Irawati.


Polisi langsung memegang kedua lengan Irawati dan membawanya masuk ke dalam mobil polisi.


"Vaarwel, teef [(Bahasa Belanda) Selamat tinggal, jala*g]" ucap Alya sambil melambaikan tangannya.


Irawati pergi ke kejaksaan bersama polisi.


Setelah kejadian itu berakhir, Alya pergi ke Rumah Sakit Dirgantara.


"Gue ngucapin makasiiiihhhh banyak bangettt sama luu" ucap Farrel.


"Iya sama - sama, jadi Rangga dimana?" tanya Alya.


"Emang lu tau gue ngomong makasi karena apa?" tanya Farrel.


"Karena lu gajadi nikah sama Luna kan?" tanya Alya.


"Hehehehehe iya" jawab Farrel.


"Gue juga makasihh bangett, lu udah mau ngoperasi Rangga. Jadi, sekarang dia dimana?" kata Alya.


"Udah 12 jam lebih setelah operasi dan dia belum sadar juga. Tapi karena dia udah ngrespon rasa sakit, gue pindahin dia ke kamar rawat inap. Dan sesuai perintah lu, gue taruh dia di kamar VIP yang jumlahnya cuma 4 kamar itu" jelas Farrel.


"Lu bilang pelurunya gasampe ke lambung kan? Terus kenapa dia belum sadar, padahal udah 12 jam lebih" kata Alya.


"Gue juga gatau. Btw tambahin kamar VIPnya lah, masa cuma 4 kamar" kata Farrel.


"Itu dibuat cuma 4 kamar karena biar banyak yang pengen dan harganya mahal banget. Lagian fasilitas kek gitu di rumah sakit ini gak semua orang bisa ngrasain" jelas Alya.


"Yaudah Rangga di kamar VIP nomor berapa?" tanya Alya.


"Nomor 02" jawab Farrel.


Alya langsung berlari menuju kamar VIP nomor 02.


Farrel p.o.v


"Gue udah tau lu bakal langsung lari ke kamarnya. Artinya lu suka sama dia. Dan karena lu suka sama dia, gue bakal lepasin lu. Moga lu bahagia, Al" ucap Farrel sambil menatap Alya yang berlari begitu saja meninggalkannya untuk menengok Rangga.


Alya p.o.v


Saat sampai di kamar VIP nomor 02, ia langsung masuk dan ada Nathan disana.


"Gue gak beritau ortunya Rangga soal ini, takut kalo mereka khawatir. Jadi gue yang nunggu dia disini. Apa wajar, kalo pelurunya gakena lambung tapi dia belum sadar sampe sekarang?" kata Nathan yang melihat Alya masuk.


"Dia juga gak demam. Sebenernya kenapa ya kok belum sadar" ucap Alya.


Rangga p.o.v


"Apa lu bener - bener sekhawatir itu sama gue, Al?" tanya Rangga di dalam hati.


Sebenernya Rangga cuma pura - pura belum sadar.


Alya p.o.v


"Gue mau ngomong sama lu. Kita keluar aja ya" kata Alya pada Nathan.


"Oke" jawab Nathan.


Mereka berdua lalu keluar.


Rangga p.o.v


"Mau ngomong apaan sih lu, sampe gue ditinggal?" batin Rangga yang masih pura - pura belum sadar.


Alya p.o.v


"Semua udah selesai sekarang. Waktunya lu buat ngambil alih Unicorn Group sesuai perjanjian kita waktu SMA" kata Alya.


"Oke, gue siap" jawab Nathan.


"Gue juga bakal pergi dari sini" ucap Alya.


"Kemana? Dan kenapa?" tanya Nathan.


"Yang pasti ke Belanda. Dan untuk kenapanya adalah karena gue ngerasa kalo gue di deket Rangga, Rangga gaakan bahagia. Contohnya kemarin dia ketembak gara - gara nglindungin gue" jawab Alya.


"Tapi gaharus ke Belanda kan, Al. Lu masih tetep bisa disini dan ngejauhin Rangga" kata Nathan.


"Gabisa. Kalo gue tetep disini, gue gaakan bisa ngejauh dari Rangga. Gue harus ke Belanda supaya dia aman" kata Alya.


"Lu bilang gini, tapi Rangga belum tentu setuju" kata Nathan.


"Gue gapeduli pendapat dia" kata Alya.


"Al, Rangga suka sama lu. Dia cinta sama lu. Lu tempat berpulangnya Rangga, tempat Rangga dapet kenyamanan. Gue yakin lu juga ngerasain hal yang sama ke dia" ucap Nathan.


"Nggak, gue gak ngerasain hal yang sama ke dia" kata Alya dengan tegas menyangkal perasannya kepada Rangga.


"Gue masuk dulu, mau cek keadaannya Rangga. Lu ke tempat Andra, bilang ke dia soal gue mau ke Belanda" lanjut Alya.


"Al" panggil Nathan.


"Keputusan gue udah bulat, Nat. Jadi, tolong jangan coba ngehentiin gue lagi" kata Alya.


"Oke kalo itu mau lu, gue turuti. Semoga lu gak nyesel" kata Nathan dan pergi ke kamar Andra sesuai permintaan Alya.


Lalu Alya masuk ke kamar Rangga.


Rangga p.o.v


"Akhirnya lu masuk lagi" ucap Rangga dalam hati.


Dia masih pura - pura belum sadar nih para readers.


.


.


.


.


.


Nantikan eps selanjutnya yaa.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.