I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Negen (Sembilan)



Rangga p.o.v



Rangga terbayang - bayang dengan Alya saat Alya melakukan tendangan tinggi.


"Tu anak sabuk apa ya kira - kira??" pikir Rangga.


"Nakk, sayangg" panggil ibunya.


Rangga tidak menyahut karena memikirkan Alya.


"Ranggaaa" ibunya terus memanggil sambil berjalan menuju kamarnya.



Ibunya mendekati Rangga yang tidak berkedip sedari tadi.


"Nggaa, Ranggaa" kata ibunya.


Akhirnya ibunya menepuk tangan dan Rangga baru sadar.


"Ehh, astagfirullah. Ya Allah. Ya Rahman. Ya Rahim" kata Rangga kaget sambil mengelus dadanya yang berdebar kencang.


"Kamu itu mikirin apa sii??" tanya ibunya.


"Mikirin perempuan yang bisa tendangan tinggi maa" jawab Rangga.


"Perempuan??" tanya ibunya.


"Hmm, dia tu pindahan dari Belanda" jawab Rangga.


"Belanda?" tanya ibunya.


"Iyaa, btw kenapa mama kesini?" tanya Rangga.


"Itu mama minta tolong buat gantiin gas. Gasnya abis" jawab ibunya.


"Siap mama cantiqq" jawab Rangga dan bergegas ke dapur.


"Baru kali ini dia ngomongin perempuan" batin ibunya dan mengikuti Rangga.


Alya p.o.v


Puasnya Alya setelah mengalahkan Jack.


Intercom berbunyi.


"Siapa?" tanya Alya di intercom.


"Ini gue, Maura" jawab Maura.


"Oh ok, masuk" jawab Alya dan menekan tombol buka pagar.


Maura p.o.v


"Eeh, kok kebuka sendiri" kata Tessa.


"Sa Sa, kudet banget si lu. Kan emang gini. Gapernah liat drakor sii" ucap Maura dan masuk.


Alya p.o.v


"Ayo duduk sini" kata Alya pada Maura dan Tessa.


"Gue kesini mau ngucapin terima kasih sekaligus pengen kenal lu lebih deket lagi" ucap Maura.


"Oh gitu, iya sama - sama. Tapi kenapa sih kok lu pura - pura lemah?" tanya Alya.


"Kok lu tau kalo tadi gue cuman pura - pura lemah?" tanya Maura.


Tiara sangat ketakutan kalau sampai Alya mengatakan pada Maura bahwa ialah yang memberitahu Alya tentang Maura.


"Kalo orang yang gabisa bela diri terus dipukulin sampe kayak gitu yang ada tu orang pingsan, tapi lu engga apalagi lu cewe. Cuman lebam kan?" jawab Alya.


"Hehehe, iyaa" jawab Maura.


Tiara menghela nafas lega karena Alya tidak memberitahu Maura.


"Are you okay? Tiara? [(Bahasa Inggris) Kamu baik - baik aja? Tiara?]" tanya Alya yang mendengar helaan nafas Tiara


"Hah? Engga kok engga pa pa. Gue ke kamar mandi ya" jawab Tiara mencari alasan.


"Tadi lu bilang mau kenal gue lebih deket kan?" tanya Alya pada Maura.


"Iya. Bolehkan?" jawab Maura.


"Should not [(Bahasa Inggris) Gaboleh]" jawab Alya.


"Whyy?? [(Bahasa Inggris) Kenapa??]" tanya Tessa.


"Karena kalian anggota genk gaje yang ada disekolah" jawab Alya.


"Lu udah tau banyak ya ternyata tentang sekolah kita. Tapi lu salah, gue sama Tessa baru aja keluar dari genk kemarin malem. Makanya waktu gue dipukulin tadi gaada genk kita yang nolongin" jelas Maura.


"Tapi kenapa keluar?" tanya Alya.


"Jadi, gue dulu sebenernya ketua genk itu. Terus gue bilang sama semua anggota kalo gue suka sama Nathan dan tadi malem semua anak - anak genk gue ngajak gue ketemuan. Eh tau - taunya mereka malah ngajak berantem. Tau kenapa?" jawab Maura.


"Nggak, kan lu yang cerita" jawab Alya.


"Because [(Bahasa Inggris) Karena] Nia juga suka sama Nathan. Dia itu anggota biasa di genk gue, cuman dia yang paling tajir. Makanya anak - anak belain dia" kata Maura.


"Dia tu anak paling tajir di sekolah kita. Tapi itu dulu, sekarang posisinya sebagai anak terkaya di SMA Pelita Bangsa sudah tergantikan oleh Alya" kata Tessa.


"Me? [(Bahasa Inggris) Aku?]" tanya Alya.


Maura dan Tessa mengangguk - angguk.


Alya menarik napas dalam - dalam dan mengeluarkannya.


"Raaaa, Tiaaaraaaaaa" panggil Alya.


Jadi dia tarik napas buat teriak manggil Tiara genks.


"Lama banget si tu anak, ngapain aja ya" kata Maura.


"Dia tu takut sama lu" jawab Alya.


"Serius?" tanya Maura.


Maura lalu berdiri dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Raa, udah ayuk gabung sama kita. Cerita - cerita. Gausah takut sama gue, gue bukan anggota genk itu lagi kok" kata Maura.


"Lu gabakal marah kan?" tanya Tiara.


"Nggak, udah ayuk sini keluar" jawab Maura.


"Kalo lu tunjukkin dengan perlahan, nanti kalo dia kerasa juga bakal bales cinta lu" kata Alya lalu meminum jeruk peras buatannya.


Maura, Tessa dan Tiara hanya menatap Alya.


"Kenapa?" tanya Alya.


"Nggak gitu" kata Maura.


"Iya gue ngerti kok, kalian berdua pasti aus kan" kata Alya.


"Aku saja yang menyiapkan minum untuk Nona Maura dan Nona Tessa. Dan satu lagi Nona, asisten rumah tangga dan supir akan datang besok" kata Jack.


"Oke, makasih yaa" Alya menjawab begini, namun ia mengikuti Jack untuk membuat minuman.



"Kenapa Nona ikut kesini?" tanya Jack.


"Gini Sekretaris Jack" kata Alya.


"Mmm" jawab Jack sambil mendekatkan diri ke Alya.


"Sebenernya aku gasuka kalo dirumah itu ada orang lain yang terus disini, contohnya ART" kata Alya.


"Lalu? Mau bagaimana?" tanya Jack.


"ART sama tukang kebun aja, supirnya gausah. Dan mereka dateng setiap hari Minggu aja jam 9 sampe jam 4 sore. Tugasnya cuma bersih - bersih rumah dan satu lagi, mereka bersihin rumah beserta taman, kolam renang dan semua yang ada dirumah ini kecuali kamar aku" jelas Alya.


"Baik, Nona. Aku mengerti" jawab Jack.


Jack sambil buat minuman ya tu ges.


"Tapi apa anda sama seperti saat di Belanda dulu?" tanya Jack.


"Hm? Maksudnya?" tanya Alya yang akan pergi dari dapur.


"Yaa, maksudnya seperti ini. Dulu saat di Belanda bukankah semenjak kelas 8 SMP, rutinitas anda setiap Minggu adalah...." Jack tidak melanjutkan kalimatnya karena Alya memberi tanda untuk tidak boleh dilanjutkan.


Lalu Alya mengangguk. "Iya, aku mau ngelakuin rutinitas yang sama di hari Minggu kayak di Belanda" katanya dan pergi.


Jadi rutinitas Alya selama di Belanda sejak ia kelas 8 SMP pada hari Minggu adalah berkuda, memanah, menembak dan panjat tebing. Kadang kalo dia pengen, dia juga basket. Dan kadang - kadang lagi, dia itu punya kebiasaan kalo lagi benci sama orang dia bakal lampiasin amarahnya itu ke karate. Jadi intinya, kalo dia lagi marah atau suasana hatinya gaenak gitu dia justru latian karate buat lampiasin amarahnya. Oh ya ditambah lagi dia itu kan Katolik, jadi setiap Minggu dia juga pergi ke gereja.


Setelah Alya berada di ruang tamu.


"Maksud gue tadi itu, kenapa tadi lu tiba - tiba bilang soal cinta?" tanya Maura.


"Because you like Nathan [(Bahasa Inggris) Karena kamu suka Nathan]. Jadi kalo lu suka sama dia, tunjukkin pelan - pelan jangan terlalu dikejar atau sampe pura - pura jadi anak feminin kayak tadi" jawab Alya.


Setelah mengobrol cukup lama hingga matahari hampir terbenam, teman - teman Alya akhirnya pulang.


Alya merasa sangat bosan dirumah sendirian karena Jack pun juga meninggalkannya. Sekedar memberitahu bahwa Alya itu memang memiliki kepribadian yang aneh, dia suka suasana sepi tapi gasuka bosan. Kira - kira gimana ya jelasinnya 🤔🤔.



Hingga pukul 2 pagi.


"Goh, het is 2 uur's ochtends en mijn ogen willen nog steeds niet slapen [(Bahasa Belanda) Astaga, ini jam 2 pagi dan mataku masih belum mau tidur]" ucap Alya.


"Doe wat doet, zodat nee verveelt? [(Bahasa Belanda) Lakuin apa ya, biar gabosen?]" katanya.


"Zwemmen ah [(Bahasa Belanda) Berenang ah]" ucapnya dan berganti baju renang lalu berenang di kolam renang pribadi di rumahnya.



1 jam kemudian ia selesai berenang dan segera berganti baju tidur lagi.




"Hahh, nu kan ik slapen [(Bahasa Belanda) Hahh, sekarang baru bisa tidur]" katanya sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Pukul 6 pagi.


Alya bermimpi buruk dan nafasnya tidak karuan ditambah keringat membasahi seluruh tubuhnya. Ia lalu membuka matanya dan memeriksa jam di Hpnya yang ada disampingnya dengan tubuh masih terbaring. Dan langsung bangun begitu mengetahui ini sudah pukul 6.


Ia lalu memencet remote agar gorden jendela kamarnya terbuka. Auto gityu ceritanya tu gorden. Ia berdiri di depan jendelanya sambil melihat pemandangan diluar.


Setelah itu ia mandi dan bersiap - siap untuk pergi ke sekolah. Saat ia turun ke lantai pertama, ia disambut sekretarisnya.


"Selamat pagi, Nona Alya" ucap Bella.


"Morningg [(Bahasa Inggris) Pagii]" jawab Alya sambil tersenyum dan menuangkan segelas air dan meminumnya.


Dia lalu melambaikan tangannya untuk memberi isyarat pada sekretaris barunya agar mengatakan agendanya hari ini.


"Baik, Nona" jawab Bella yang mengerti isyarat dari Alya.


"Untuk agenda hari ini setelah pulang sekolah nanti, Nona akan pergi ke makam Nyonya Besar dan ke desainer untuk pengukuran pakaian berkabung karena besok kamis akan ada acara peringatan 6 tahun kematian Nyonya Besar. Dan yang terakhir saat malam nanti kakek anda ingin memperkenalkan anda pada semua kenalannya. Oleh karena itu Pak Hanung menggelar pesta di Hotel Eclipse" kata Bella.


Alya menaruh gelasnya.


"Peringatan 6 tahun kematian nenek besok lusa?" tanya Alya.


"Iya nona" jawab Bella.


"Terus, Hotel Eclipse itu dimana?" tanya Alya.


"Itu di Kemayoran, Jakarta Pusat" jawab Bella.


"Ouu" kata Alya sambil mengangguk - angguk.


"Tapi kenapa di hotel itu? Pestanya?" tanya Alya.


"Kenapa gak di perusahaan aja atau di gedung kakek?" tanya Alya.


"Mungkin anda belum tahu bahwa hotel tersebut sekarang sudah menjadi milik Unicorn Group, akuisisinya dilakukan 1 tahun lalu" jawab Bella.


"Setelah ini tolong beri tau aku semua tentang Unicorn Group, secara detail. Termasuk karyawan yang suka ngupil" suruh Alya.


"Baik, Nona" jawab Bella sambil mengangguk dan sedikit menahan tawa. Karena Alya sampe minta dikasi tau karyawan yang suka ngupil tadi itu lhoo.


"Tolong beritahu juga siapa aja tamu yang hadir di pesta nanti" tambah Alya.


"Baik, aku akan menanyakannya pada Pak Jack dan mengirimkan datanya pada anda, Nona" jawab Bella.


"Yaudah kalo gitu aku berangkat dulu ya, nanti waktu pestanya tolong jemput ya sekretaris" pamit Alya sambil mengambil roti panggang dan memakannya sambil memakai sepatu lalu mengambil kunci mobilnya dan berangkat.


"Hati - hati, Nona" ucap Bella.


Setiap pagi, sekretarisnya Alya alias Bella itu pergi ke rumahnya Alya buat memberitahukan agendanya Alya pada hari itu. Lalu, setelah itu Alya pergi ke sekolah dan kalo hari Minggu maka rutinitas Alya tadi udah aku bilangin kan??


Dan selama Alya masih di sekolah atau melakukan rutinitasnya pada hari Minggu, Bella akan ada di gedung utama Unicorn Group dan kalau Alya selesai maka Bella akan menjemputnya kecuali Alya pas berangkat sendiri ya Alya pulang sendiri. Dan setelah pulang, Alya akan melakukan agenda yang telah dijadwalkan oleh sekretarisnya tadi.


.


.


.


.


.


Okelah 😉.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.