I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Vijfenveertig (Empat Puluh Lima)



Alya p.o.v


Alya mengelilingi tempat itu sambil memanggil - manggil ibunya. Setelah mengelilingi tempat itu, akhirnya ia menemukan ibunya.


"Mama?" panggilnya.


"Kenapa....Mama disini??" tanya Alya.


"Mama tau apa yang kamu alami jadi gausah cerita apa - apa. Tunjukkin cara kerja kita, cara kerja mafia keluarga Brechtje" kata Helena.


Alya mengangguk.


"Baik, Mama" jawab Alya.


"Mama liat ada yang ngikutin kamu kesini" kata Helena.


"Itu sekretarisnya Alya, Ma. Namanya Bella" jawab Alya.


"Jadi kamu yang suruh dia cari tau keberadaan Mama tapi ternyata tetep gaketemu?" tanya Helena.


"Iya. Maaf, Ma. Alya mata - matain Mama, tapi ternyata gadapet apa - apa" jawab Alya.


"Makanya jangan mata - matain Mama. Mama muncul kalo Mama mau dan kalo Mama gamuncul jangan harap nemuin Mama" kata Helena.


"Iya. Maaf, Ma" kata Alya.


"Tapi ada orang lain yang ngikutin kamu lho. Dan orang itu keliatan banget kalo lagi matan- matain kamu" kata Helena.


"Alya udah tau soal itu, Mam. Itu temennya Alya, namanya Maura. Keknya dia penasaran sama Alya, jadi Alya biarin aja" jawab Alya.


"Okay kalo gitu. Mama percaya kamu bisa urus semua itu sendiri" kata Helena.


Helena memakai kacamata hitamnya dan pergi dari tempat itu dengan mobilnya.


"Bukannya itu..... Nyonya Helena??" tanya Bella.


"Iya, itu Mama" bisik Alya secara tiba - tiba di telinga Bella.


"Astaga" kata Bella sambil memegang telinganya.


"Nona mengagetkanku saja" kata Bella.


"Mama masih keren kek dulu" kata Alya.


Maura p.o.v


"Jadi tadi mamanya Alya. Gak heran, keren banget" kata Maura yang diam - diam memata - matai Alya.


Padahal Alya sudah tau kalau Maura mengikutinya selama ini, tapi Maura tidak tahu kalau Alya sudah tahu.


Alya p.o.v


"Kita balik aja yuk" ajak Alya pada sekretarisnya.


Kita sekarang menceritakan Fahmi dulu yan Latarnya di rumah peninggalan Hanung.


"Kenapa lu beritau dia?" tanya Fahmi pada Fira.


"Gue gaakan beritau Alya tentang semuanya kalo lu gabunuh bokap gue" jawab Fira.


Fahmi smirk sambil mengeluarkan pisau yang ia sembunyikan dibalik bajunya.


Fira seketika takut dan jantungnya berdegup kencang.


"Apa sekarang.....adalah giliranku??" pikir Fira.


Fahmi mendekat ke arah Fira sementara Fira terus melangkah mundur untuk menghindari Fahmi. Hingga akhirnya Fira sudah tidak bisa mundur lagi karena sudah mepet tembok.


Fahmi berekspresi sangat menakutkan seperti benar - benar nafsu untuk membunuh Fira saat itu juga.


Setelah Fahmi benar - benar sudah dekat dengan Fira, ia langsung mengangkat pisau yang dibawanya itu tinggi - tinggi seperti akan menghunjam tubuh Fira dengan itu. Namun ternyata ia tidak menusuk Fira dan menusukkan pisau yang diangkatnya itu ke tembok. Setelah itu ia menarik Fira dengan kasar dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Sesuadah berada di dalam kamar, ia langsung membanting Fira ke tempat tidur.


"Kenapa lu ngkakuin itu??!!!" teriak Fahmi.


"Sedikit lagi. Satu langkah lagi. Gue udah bisa ngehabisin Alya. Tapi lu ngehancurin semuanya" kata Fahmi.


"Lu tanya kenapa gue pengen ngrebut itu?? Itu bukan karena kekayaannya yang banyak, tapi karena nyokap gue pernah ditolak mentah - mentah buat kerja di Unicorn Group" kata Fahmi.


"Dan gak hanya itu, nyokap gue juga nerima makian dan cacian yang harusnya gak dia dapetin. Itu semua karena si bangka tua Hanung Kusuma yang udah mati itu" lanjutnya.


"Lalu mulai dari hari dimana Mama gue diperlakuin kek gitu, gue bersumpah buat miliki Unicorn Group dan ngehancurin keluarga Hanung Kusuma" katanya lagi.


"Apa gue salah ngelakuin ini kalo alasannya kek gitu?? Bayangin lu di posisi gue, apa lu gabakal ngelakuin hal yang sama??" tanya Fahmi.


"Tapi walaupun lu mau bales dendam, lu harusnya gak ngelakuin itu sampe sejauh ini" kata Fira.


"Gue ngelakuin apapun buat sampe ke tujuan gue, gapeduli itu apa" jawab Fahmi.


"Tapi apa lu gak kasian sama orang - orang gabersalah yang udah lu bunuh??" tanya Fira.


"Kasian?? Apa itu kasian?? Di dunia ini, lu gabakal bisa idup kalo lu punya rasa kasian. Kenapa??!! Karena itu prinsip dunia ini" jawab Fahmi.


"Asal lu tau. Walaupun gue gak beritau Alya, bokapnya Alya juga bakal beritau dia. Pak Heri juga tau semua rahasia lu kan" kata Fira.


"Kalo itu urusan gue. Gue gapapa soal Alya tau tentang semua itu. Yang buat gue jadi marah adalah lu yang berkhianat" kata Fahmi.


Fira diam mendengar itu.


"Gue gapapa lu khianatin gue, asalkan lu pergi dari rumah gue dan jangan pernah minta harta gue lagi. Tapi lu justru bungkam dan gak ngomong apa - apa sama gue, itu yang buat gue marah" kata Fahmi.


"Gue akui, gue udah bunuh bokap lu. Tapi gue juga minta ijin sama lu kan. Dan lu bilang gapapa, lu gapeduli sama dia asalkan lu masih jadi istri gue" lanjut Fahmi.


"Tapi apa??? Lu khianatin gue. Gue tulus cinta sama lu, tapi selama ini lu pernah cinta sama gue?? Lu cuma mau harta gue dan setelah gue udah gabisa digunain lagi, lu ngedeketin Alya. Lu emang munafik" kata Fahmi.


"Gue juga tulus cinta sama lu" kata Fira.


"Are you kidding me? [(Bahasa Inggris) Kamu bercanda sama aku?]" kata Fahmi.


"Kita berhubungan badan aja gapernah dan itu gara apa?? Gara - gara lu gamau. Gue juga gapernah nuntut itu karena gue cinta sama lu. Gue bener - bener tulus sama lu, tapi lu gapernah ngertiin gue dan sibuk ngehabisin uang gue" lanjut Fahmi.


Fira kehabisan kata - kata.


"Gaada yang pengen lu omongin lagi kan?" tanya Fahmi.


Fira menelan ludahnya.


"Kalo gitu gue bunuh lu sekarang juga. Gausah khawatir, gue bakal kasi tau adek lu. Gue juga bakal bunuh lu dengan cepet supaya rasa sakit yang lu terima yang terlalu banyak" kata Fahmi.


"Makasi lu udah bantu gue dan jadi istri gue serta udah buat gue ngerasain yang namanya jatuh cinta walau akhirnya lu khianatin gue kek gini" kata Fahmi sambil menodongkan pistol yang diambilnya dari laci dekat tempat tidur.


Fira memejamkan matanya.


"Dorr" akhirnya Fahmi benar - benar menembak kepala Fira.


Fira langsung mati ditempat.


Fahmi meneteskan air matanya. Ia tidak percaya ia telah membunuh orang yang ia cintai. Tapi setelah itu, ia langsung memberitau Tiara, adik dari Fira. Fahmi memberitahu Tiara tanpa memberitahukan kejelekan Fira yang sebenarnya.


Tiara yang tahu bahwa kakaknya telah dibunuh Fahmi, langsung pergi ke rumah Alya. Namun Alya belum ada disana, jadi dia bercakap - cakap dengan Heri dan Cia.


Kembali ke Alya yang masih ada di tol Cipularang.


"Apa anda tidak terganggu dengan Maura yang mengikuti anda terus seperti ini?" tanya Bella.


"Terganggu sih. Tapi dia pasti akan ada fungsinya suatu saat nanti" jawab Alya.


Bella mengangguk - angguk.


.


.


.


.


.


Kok dari sini, author jadi punya rasa iba ya ke si Fahmi πŸ₯ΊπŸ₯Ί.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.