I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Tweeëntwintig (Dua Puluh Dua)



Rangga p.o.v


"Papa pergi dulu ya" pamit ayahnya.


"Iya, Pa. Hati - hati" jawab Rangga sambil mencium tangan ayahnya.


Ibunya datang sambil membawa koper ayahnya.


"Ini, Pa. Kopernya" ucap ibunya sambil memberikan koper itu.


"Makasih, Mama" kata ayahnya.


Ibunya lalu mencium tangan ayahnya dan ayahnya mencium kening ibunya.


"Hati - hati ya, Pa" ucap ibunya.


"Iyyaa. Belajar yang rajin ya, Rangga" kata ayahnya.


Rangga mengangguk.


Setelah itu ayahnya masuk ke taksi yang telah dipesan dan pergi ke Kalimantan. Ayahnya kan tentara.


Malam harinya, malam ini adalah pesta ultah Alex.


Kembali author post foto Hotel Eclipse.




"Gue gak salah liat nih? Lu dateng kesini? Gak biasanya lu ikut acara - acara kek gini" ucap Randy.


"Gue punya alesan dateng kesini" jawab Rangga.


"Hhh, pasti karena Alya" kata Randy.


Rangga tidak menjawab.


"Selamat malam, teman - temanku" ucap Alex dari atas panggung.


Semuanya menghadap Alex.


"Silakan lanjutkan bersenang - senang. Selamat menikmati" ucap Alex dan turun menghampiri Alya.


Alya p.o.v



"Kamu cantik malam ini. Mau dansa?" kata Alex.


"Boleh" jawab Alya.


Mereka berdua pun berdansa. Alex memegang pinggang Alya.


Rangga yang melihatnya hanya meremas gelas minuman yang ia pegang sambil menggertakkan giginya.


Saat minum, Alex menambahkan sesuatu ke minuman Alya. Itu adalah obat tidur berdosis tinggi. Alex keknya punya rencana jahat buat Alya. Wahh, belum tau siapa Alya dia.


Setelah Alya meminum minuman itu, beberapa menit kemudian ia merasa sedikit mengantuk dan Alex menawarinya untuk membooking salah satu kamar hotel untuk tidur sebentar.


Mereka lalu pergi ke kamar yang dibooking itu dan tanpa mereka sadari, Rangga mengikuti mereka. Rangga menyadari bahwa Alex merencanakan sesuatu.


Saat sudah masuk ke kamar tersebut sebenarnya Alya menyuruh Alex pergi, namun Alex justru hanya berpura - pura pergi dan kembali lagi ke Alya yang terlelap.


Ia tiba - tiba melepas jasnya dan menindih Alya.


Alya lalu membuka matanya, tetapi pengelihatannya tidak jelas dan kepalanya pusing. Ya efek dari obat tidur yang dikasih Alex tadi.


"Alex, kamu mau ngapain?" ucap Alya dengan suara lirih karena ia lemas.


"Karena lu udah nendang gue waktu itu, lu harus gue kasih balesan. Malem ini kita seneng - seneng, yaa" jawab Alex.


Inget di eps 7, waktu Alya pertama kali masuk ke SMA Pelita Bangsa. Alya kan nyelametin Maura dan pada saat itu ada salah satu anak yang ditendang sama Alya. Nah, Alex inilah orangnya.


"Maksud kamu??" tanya Alya masih lemas.


Alex lalu menarik baju Alya yang bagian lengan hingga robek.


"Alex!! Kurang ajar kamu" kata Alya sambil mendorong Alex hingga Alex terjatuh dari kasur.


Alex bangkit lagi dan masih mencoba untuk melecehkan Alya.


"Alex, lepasinnn" kata Alya semakin lemas dan hampir tidak sadarkan diri.


Rangga yang ada didepan kamar tersebut bertanya - tanya, kenapa Alex nggak keluar - keluar?? Apa jangan jangan??


Ia lalu mendobrak pintu tersebut dan melihat Alex yang berada di atas Alya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Alex!!! Kurang ajar banget ya lu jadi cowo!!" teriak Rangga dengan sangat marah.


Ia lalu menarik kerah baju Alex dan meninju pipinya sekeras mungkin hingga Alex lebam.


Setelah itu ia segera melepas jasnya dan memakaikannya ke Alya, karena bajunya Alya di robek si Alex.


"Awas lu. Gue gabakal nglepasin lu" ancam Rangga ke Alex sambil menggendong Alya dengan gaya bridal.


.


.


.


.


.


Hampir aja Alya jadi gak suci. Untung ada Rangga, Huhhh.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.