I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Vijfendertig (Tiga Puluh Lima)



Alya p.o.v


Alya kembali ke ruangannya setelah melakukan hal itu pada Elsa dan ayahnya. Ternyata Rangga dan Maura masih berada di ruangannya sejak tadi.


"Gue udah tau siapa yang ngelakuin semua itu" kata Alya tentang artikel Maura.


"Siapa?" tanya Maura.


"Tapi lu Gaboleh emosi sama orang ini. Dan gue udah ngurus semuanya kok. Dalam waktu beberapa jam, artikel itu bakal lenyap tanpa jejak" kata Alya.


"Gue udah tau kalo lu tadi bukan liat pasien tapi ngurus orang yang udah nglakuin itu" kata Rangga di benaknya.


"Oke, gue gabakal emosi sama dia kok. Yang penting berita itu udah ilang, gue udah lega" kata Maura.


"Orang itu adalah Elsa" kata Alya.


"Elsa?" tanya Maura.


"Iya, Elsa" jawab Alya.


Maura p.o.v


Ponsel Maura berbunyi, Suster Lila meneleponnya.


"Bentar ya" kata Maura pada Alya dan Rangga karena ia akan mengangkat telepon.


Alya dan Rangga mengangguk.


"Halo. Ada apa, Sus?" tanya Maura setelah mengangkat telepon itu.


"Kumohon segeralah ke IGD, Dokter" kata Suster Lila.


"Baik saya segera kesana" kata Maura dan mematikan teleponnya.


"Gue ke IGD dulu ya" pamit Maura pada Rangga dan Alya.


"Oke, selamat mengatasi pasien darurat" jawab Rangga.


Di IGD



"Ada apa, Suster Lila? Kenapa Suster memanggil saya?" tanya Maura pada Suster Lila.


Suster Lila menunjuk ketua gangster yang sedang terluka disaat itu, Dokter Firza hampir dipukul oleh anak buah ketua gangster karena tidak becus memeriksa bosnya.


Maura langsung berjalan kesana dan menahan tangan orang yang akan memukul dokter residennya.


"Lu siapa?" tanya orang itu.


"Lu galiat gue pake jas dokter? Ya berati gue dokter disini lah" jawab Maura.


Orang tersebut menarik tangannya yang dipegang oleh Maura.


"Kalo gitu cepet periksa ketua kita" suruh orang itu.


Maura akan mengeluarkan senternya dan memeriksa ketua gangster.


"Gue gamau diperiksa dokter cewe, maunya cowo. Panggilin yang cowo aja" ucap ketua gangster.


"Dokter bedah saraf yang cowo lagi gak jaga" kata Maura.


"Dokter, kalau memang ketua ingin diperiksa oleh dokter cowo ya panggilkan dokter cowonya. Telfon dia kesini" kata anak buah ketua gangster sambil merangkul Maura.


Maura lalu smirk karena ada pasien yang sudah sekarat tapi gamau diperiksa sama dia. Setelah itu ia langsung menarik lengan orang yang merangkulnya dan membanting orang tersebut. Setelah itu ia menyelipkan poninya dan menguncir rambutnya.


"Gue periksa ketua kalian dan silakan menunggu di luar" kata Maura.


Salah satu anak buah ketua gangster menarik jas dokternya. Ia lalu memegang tangan itu dan memutarnya ke belakang lalu menendang pantat orang itu.


Lalu ada lagi yang mencoba melukainya menggunakan kursi roda dan Maura menendang kursi roda itu hingga melayang mengenai 3 gangster yang ingin menyerangnya.


Setelah itu tidak ada gangster yang ingin melukainya.


"Mohon maaf bila saya melukai kalian, karena tugas saya adalah menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi semua pasien yang ada disini. Akan saya obati yang terluka dan sekali lagi, saya minta untuk gangster yang tidak terluka dimohon untuk menunggu di luar rumah sakit karena kalian berpotensi menimbulkan keributan disini dan menganggu kenyamanan pasien lain. Terima kasih" kata Maura.


Tiba - tiba ketua gangster kejang dan tidak sadarkan diri. Maura langsung menghampirinya.


"Kalau begitu, kami menitipkan ketua kami pada anda, Dokter. Tolong rawat dia dengan baik" kata salah satu gangster sambil berdiri dan memegangi badannya yang terasa sakit karena dihajar Maura tadi.


"Kenapa gak dari tadi aja sih kek gitu" kesal Maura.


Para suster, dokter dan pasien yang ada disana melihat Maura melakukan aksi tadi sambil membuka mulut karena daebakk.


Para gangster yang berbuat onar tadi, lalu pergi keluar dan meninggalkan ketuanya.


"Baik, Dokter" jawab Dokter Firza dan segera melakukan perintah Maura.


Tiba - tiba Rafi berada disana.


Rafi p.o.v


Ia memegang pergelangan tangan Maura dan Maura menoleh padanya.


"Ada perlu? Profesor?" tanya Maura.


"Soal artikel itu..." kata Rafi.


"Alya bilang artikel itu akan hilang beberapa jam lagi. Jadi, Profesor tidak perlu khawatir" kata Maura dan pergi mengikuti dokter residennya.


"Heoll daebakk" ucap Suster Diva.


"Keknya dokter terdaebak di rumah sakit ini itu Dokter Alya sama Dokter Maura. Ya kan, Suster Rani?" lanjut Suster Diva.


"Gatau, saya sibuk ngurus pasien" jawab Suster Rani.


"Hhhhhh" kata Suster Diva.


"Kok hhhhh, tugas kita kan emang ngurus pasien" kata Suster Rani.


"Iyaiya" ucap Suster Rani.


Maura p.o.v


Maura mencoba menjauh dari Rafi. Ia tau kalau Elsa melakukan itu karena Elsa suka dengan Rafi sementara Rafi menyukainya.


Dokter Firza melihat hasil CT scan dan MRI di komputer.


"Menurut kamu dia kenapa?" tanya Maura.


"Sejak kapan Dokter ada disini?" tanya Dokter Firza.


"Sejak tadi. Jadi menurut kamu dia kenapa? Menurut hasil CT scan dan MRInya" kata Maura.


"Sepertinya dia mengalami pendarahan extradural, Dokter" jawab Dokter Firza.


Perdarahan extradural adalah kondisi saat darah mengumpul di area epidural, yaitu area di antara tulang tengkorak dan lapisan duramater. Duramater adalah membran atau lapisan terluar dari mening (selaput otak dan tulang belakang) yang menyelimuti dan melindungi otak dan tulang belakang.


"Pinter, siapin ruang operasi sekarang" kata Maura.


"Kita akan operasi darurat, Dokter?" tanya Dokter Firza.


"Iya" jawab Maura.


"Baik. Saya akan menyiapkan ruangannya, Dokter" ucap Dokter Firza dan pergi menyiapkan ruang operasi.


Rafi p.o.v


Ia masuk ke ruangan dimana Maura berada, yaitu ruangan untuk melihat hasil CT scan dan MRI.


"Maura" panggil Rafi.


"Iya, ada apa?" tanya Maura.


"Kamu berusaha menjauh dari saya?" tanya Rafi.


"Iya, saya berusaha menjauh dari Profesor" jawab Maura dan beranjak pergi.


Maura mengira dengan menjawab begitu maka Rafi akan menjauh darinya juga dan Elsa tidak akan mengganggunya lagi.


"Kenapa?" tanya Rafi sebelum Maura membuka pintu ruangan itu.


"Saya harus melakukan operasi darurat. Jadi, saya permisi dulu" jawab Maura.


Maura enggan mengatakan kalau itu adalah karena perbuatan Elsa dan penyebabnya adalah karena Elsa iri dengan Maura yang disukai oleh Rafi.


.


.


.


.


.


Eps selanjutnya.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.