
Rangga p.o.v
"Temen - temen, nanti pada waktu pulang sekolah jangan pulang dulu ya. Kita rapatin siapa yang mewakili kelas kita di kegiatan porseni minggu depan" kata Rangga. ketua kelas 11 MIA 1 pada semua teman sekelasnya.
"Okee" jawab semua siswa kelas 11 MIA 1.
Bel pulang telah berbunyi.
"Jadi temen - temen, nanti di porseni bakalan ada berbagai olahraga dan pentas seni. Nanti per ekskul akan mewakilkan anggota terbaiknya untuk tampil. Dan ada juga lomba yang diadakan perkelas dan ada pentas yang harus disiapkan perkelas juga" jelas Rangga menurut informasi yang didapatkannya.
"Jadi nanti kita milih perwakilan kelas yang mewakili kelas kita buat ikut lomba antar kelas sama pentas itu?" tanya Randy.
"Betul" jawab Rangga.
"Lombanya apa aja sama ketentuannya?" tanya Panji.
"Nah itu, gue lupa" jawab Rangga sambil cengengesan.
"Gak biasanya lu kek gini" kata Randy.
"Ya maaf, ntar gue cari info di kelas lain deh atau gue tanyain ke guru sama osis lagi" kata Rangga.
"Gue tau kok, nih gue catet semua info waktu kita rapat osis kemaren" kata Alya.
"Bu waketos emang mantepp" kata Panji.
"Makasih, tapi itu emang udah tugasnya kok" kata Alya.
"Jadi, lomba perkelasnya itu ada lomba basket putra sama lomba basket putri dan ada lomba renang putra sama putri juga. 2 lomba itu lomba wajib. Nanti ada juga penampilan dari ekskul olahraga yang ada disekolah kita ini, seperti sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, panahan dan masih banyak lagi. Gue yakin kalian taulah walau gak disebutin" kata Alya.
"Ketentuannya?" tanya Randy.
"Ketentuan untuk lomba basket putra itu adalaahh setiap tim terdiri dari 10 anggota, 5 anggota tetap dan 5 anggota cadangan begitupula yang putri. Nanti akan ada 2 wasit dari osis. Lalu nanti semua pemainnya wajib hadir disana 10 menit sebelum pertandingan, biasanya 30 menit kan ya tapi ini diganti. Terus babaknya ada 4, setiap babak itu 10 menit dan ada istirahatnya 10 menit juga setiap babak. Kalau misalkan skornya sama dengan lawan, nanti akan main lagi 2 babak tapi istirahatnya cuma 2 menit. Untuk ketentuan wajib basket, kalian pasti udah tau kan? Kayak, kita gaboleh bawa bola tanpa mendribling sampe lebih dari 3 langkah?" jelas Alya.
"Tauu" jawab semuanya
"Dan ada aturan tambahan, nanti pada waktu main gaboleh pake anting, kalung, gelang, cincin, jam tangan dan intinya aksesioris perhiasan" kata Alya.
"Anting juga gaboleh?" tanya Fara kaget.
Alya menggelengkan kepalanya.
"Kalo ketentuan renang, pasti tau semua kan?" tanya Alya.
"Nanti itu putra sama putri battle atau pisah? Terus gaya yang dipake?" tanya Mira.
"Nggak, putra sama putra terus putri sama putri Gaya yang dipake bebas alias terserah yang penting dari garis start sampe garis start lagi, harus tetep pake gaya itu dan satu lagi alat yang boleh dipake cuma 1 yaitu kacamata renang" jawab Alya.
"Oke udah clear masalah yang olahraga kan, sekarang kita beralih ke seninya alias pentasnya" kata Alya.
"Di pentas itu, kita bebas mau menampilkan apa yang penting gak rasis dan gak mengandung unsur sara" kata Alya.
"Waktunya minimal 3 menit dan maksimal 12 menit" lanjut Alya.
"Terus lomba tambahannya ada lomba balap karung, lompat tali, holahop, tarik tambang dan masih banyak lagi. Tapi kita boleh gaikut lomba, karena kalo yang itu yang wajib cuma kelas 10 aja. Kita boleh ikut tapi gak wajib gitu lho intinya" jelas Alya.
"Sekarang, kita pilih anak yang akan mewakili kelas kita" kata Rangga.
"Jadi, kelas kita ada 32 anak. 15 cowo sama 17 cewe. Siapa yang dengan sukarela mewakili?" kata Rangga.
"Gue basket" jawab Fara.
"Gue renang" kata Tiara.
"Gue juga renang" kata Randy.
"Kalo gitu gue basket" kata Rangga.
Semuanya sudah hampir lengkap, namun tim basket putri kekurangan 1 orang dan belum ada orang yang mewakili untuk pentas.
"Yaudah kalo gaada lagi yang mau ikut tim basket putri, gue aja gapapa" kata Alya.
"Al, lu kan ketua pelaksana kesenian nanti. Lagian ini yang kurang pemain utama lho bukan cadangan" kata Rangga.
"Gapapa, gue kuat kok" kata Alya.
"Terus pentasnya?" tanya Tiara.
"Gue sih bisa, tapi ya cuma nyanyi. Paling - paling sambil bawa gitar gitu doank" kata Alya menawarkan diri.
"Kok lu semua sih, Al" protes Rangga karena khawatir Alya akan kecapean.
"It's okay, Rangga [(Bahasa Inggris) Nggak apa - apa, Rangga]. Daripada gaada dan kita juga gamungkin maksa salah satu dari mereka buat ikut, kan?" jawab Alya.
"Yaudah deh iya, tapi lu harus latian sama gue basketnya. Karena gue mau liat kemampuan lu" kata Rangga.
Alya p.o.v
Alya hanya menyeringai.
Pada sore hari.
Para tim basket putri berlatih di lapangan basket sebelah utara sekolah dengan bertanding melawan tim kelas lain.
Sementara di sebelah selatan sekolah, tim basket putra juga melakukan hal yang sama seperti tim basket putri.
Setelah selesai berlatih, semuanya pun pulang kecuali Alya. Karena sesuai dengan perintah Rangga, ia harus menunjukkan kemampuannya kepada Rangga.
Alya masih duduk dan minum air yang dibawanya. Kemudian ia mendengar suara langkah kaki dan menebak kalau itu adalah Rangga. Ia langsung mengambil bola basket dan kembali berlatih. Ia berpura - pura tidak bisa basket di hadapan Rangga dengan terus sengaja melempar bola supaya tidak masuk ke ring.
Rangga p.o.v
"Masak lu gabisa masuk terus sih" kata Rangga.
"Sini bolanya" katanya sambil mengambil bola ditangan Alya dan maju kedepan Alya.
"Lu perhatiin ya" katanya sambil bersiap melempar bola.
Alya p.o.v
Sementara Alya dibelakang Rangga justru cengengesan karena Rangga tertipu, tapi Rangga tidak mengetahuinya.
Rangga p.o.v
Ia melempar bola basketnya dan berhasil masuk ke ring dan berlari mengambil bola itu lagi.
"Nih, lu coba" katanya sambil memberikan bola basket ke Alya.
Alya p.o.v
Alya mengambil bola basket yang diberikan Rangga dan kembali mengerjai Rangga dengan sengaja memelesetkan lemparannya agar tidak masuk ke ring.
"Gue gabisaa" kata Alya.
Rangga p.o.v
"Gitu kok mengajukan diri, kan gue udah bilang" kata Rangga sambil mengambil bola basket.
"Apalagi sekarang ini semuanya juga gaada yang bisa, yaudah deh gue ajarin lu aja" lanjutnya.
"Nih pegang bolanya" ia memberikan bolanya ke Alya.
Ia lalu menaruh kepalanya di bahu Alya tapi tidak sampai menempel. (Semoga kalian ngerti maksud author).
"Fokus ke ring itu dan lempar" katanya sambil mengayunkan tangan Alya supaya bola basketnya terlempar.
Dannn bola basketnya berhasil masuk ke ring.
Ia melepas tangannya yang memegang tangan Alya.
"Sorry ya, kalo gue pegang - pegang lu. Tapi emang gitu caranya ngajarin basket" katanya.
Alya p.o.v
"Gapapa, kayak gitu biasa bagi gue. Kalo di Belanda malah lebih" jawab Alya.
"Tapi kok gue ngerasa aneh ya" kata Rangga.
"Kenapa?" tanya Alya.
Rangga mengukur tinggi Alya dengan mengira - ngira menggunakan tangannya.
"Kayaknya tinggi lu itu 170 lebih, coba" katanya sambil mendekatkan diri ke Alya dan mengukur tinggi Alya dengan mengepaskannya ke badannya. (Sekali lagi kalo gabisa bayangin pasrah aja yaa).
"Iya, 170 lebih. Buktinya lu sealis gue dan gue itu 182, berati lu 172 kan?" kata Rangga.
"Ya emang tinggi gue itu 172. Emang kenapa?" tanya Alya.
"Ya masa, lu gabisa basket padahal lu tinggi gitu lho" jawab Rangga.
Rangga sudah mulai curiga pada Alya.
"Ya kan, tinggi gaselalu dari basket kali" Alya ngeles.
Rangga mengangguk - angguk.
"Yaudah gue latian lagi ya" kata Alya.
"Gue minum dulu ya" ucap Rangga.
Alya mengangguk dan berlatih lagi.
Rangga p.o.v
"Masa dia gabisa basket? Padahal tingginya itu 172 lho" batinnya sambil melihat Alya berlatih.
Ia terus melihati Alya dan menyadari kalau ketidakbisaan Alya di basket itu terlihat dibuat - buat.
"Dasar Alya, baru tau gue kalo lu ternyata jahil juga" katanya dalam hati sambil memikirkan cara untuk membalas kejahilan Alya.
"Oke, liat aja apa yang bakal gue lakuin ke lu" katanya sudah mendapat ide untuk membalas kejahilan Alya.
Ia mengendap - endap berjalan ke arah Alya dan tiba - tiba mengangkat Alya ke bahunya.
Alya p.o.v
"Eh eh eh, Ranggaa. Lu kenapa sihhh" kata Alya ketakutan di atas bahu Rangga.
"Salah sendiri lu nipu gue" jawab Rangga.
"What do you mean? [(Bahasa Inggris) Maksudmu?]" kata Alya sambil berpegangan ke kepala Rangga.
"Lu sebenernya bisa basket kan?" jawab Rangga.
"Iya deh iya, gue bisa. Maafin gue. Turunin gue sekarang" kata Alya ketakutan.
Alya takut kalau ia terjatuh.
"Not that easy [(Bahasa Inggris) Tidak semudah itu]" jawab Rangga.
Ia lalu memegang kaki Alya erat - erat.
"What would you do? [(Bahasa Inggris) Apa yang mau kamu lakukan?]" tanya Alya.
"Pegangan yang kuat" suruh Rangga.
"Why? [(Bahasa Inggris) Kenapa?]" tanya Alya.
Rangga tiba - tiba berlari dan memutari lapangan.
"Ranggaaaa, Pleaseee. Gue bener - bener minta maaf sama lu. Turunin gue turunin guee" kata Alya sambil memejamkan matanya dengan tangan yang memegang sangat erat samping kanan dan samping kiri kepala Rangga.
Rangga p.o.v
Ia berjongkok.
"Lu gamau turun?" katanya sambil tersenyum.
Alya membuka matanya dan bergegas turun dari bahu Rangga.
"Makanya jangan ngerjain gue" katanya sambil menatap Alya yang cemberut.
Alya p.o.v
Ia cemberut.
"Ya masa lu harus gituin gue sih" kata Alya.
"Ya deh, sorry" kata Rangga sambil mengelus kepala Alya.
Alya masih cemberut.
"Terus nanti pada waktu pensinya, lu mau ngapain rencananya?" tanya Rangga.
"Maybe, sing a song [(Bahasa Inggris) Mungkin, nyanyi sebuah lagu]" jawab Alya.
"Lagu apa?" tanya Rangga.
Mereka berdua sambil berjalan ke tempat duduk di dekat lapangan basket.
"Lagu yang gue buat sendiri" jawab Alya.
"Buat sendiri?" tanya Rangga.
Alya mengangguk.
"Makasih banget lu udah mau ngewakili kelas kita" ucap Rangga.
"No problem [(Bahasa Inggris) Gamasalah]" jawab Alya.
.
.
.
.
.
Wahh, Rangga udah ngambil beberapa langkah nih buat deketin Alya. Kira - kira mereka gimana ya nantinya??
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.