
Alya p.o.v
"Sini tangan kamu!!!!" suruh wanita yang membawa Alya dengan kasar.
"Iii..iya tante" jawab Alya sambil mengulurkan tangannya dengan pasrah.
Wanita itu mengikat tangan dan kaki Alya menggunakan tali tambang dengan sangat erat.
"Diem disini, jangan kemana - mana. Tante beliin kamu jajan dulu" kata wanita itu dan pergi membeli beberapa makanan.
"Ya Tuhan. Kenapa aku harus diculik kayak gini?? Padahal tadi niatku baik, aku cuma pengen bantu tante itu tapi kenapa tante itu malah nyulik aku???" Alya berbicara dalam hati.
Beberapa menit kemudian, wanita tadi datang dan membawa belanjaan yang amat banyak. Ia lalu memberikan jajan sedikit pada Alya. "Ini, makan" katanya. Walau ia menculik Alya, ia tetap memberikan makanan pada Alya.
Sementara ayah dan ibu Alya dirumah sangat bingung akan keberadaan Alya. Mereka menunggu hingga malam tiba, namun Alya tidak kunjung datang dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Mereka memutuskan untuk melaporkannya ke polisi. Polisi melakukan pencarian selama 3 hari, tetapi tidak kunjung menemukan Alya.
Alya yang diculik dirumah kotor itu hanya bisa menerima keadannya sambil berdo'a.
"Aku udah gatahan lagi sama suamiku. Aku udah nyariin anak buat dia, tapi kenapa dia nggak kesini juga si???" kata wanita itu sambil memandangi ponselnya.
"Kayaknya, kalo aku mati dia baru bakal dateng" pikir wanita itu. Ia lalu mengambil tali tambang dan menalinya di atap. Ia menaiki kursi dan menggantung dirinya hingga kehabisan nafas lalu mati.
Alya yang berusia 9 tahun hanya bisa menutup matanya yang mengeluarkan air mata melihat seseorang bunuh diri dihadapannya.
Setelah wanita itu benar - benar meninggal, ia menggelesot - lesot untuk mencari gunting agar ikatannya bisa terlepas. Ia menemukan gunting dibawah kursi yang dinaiki wanita tadi.
Ia mengambilnya dengan segera dan menggunting semua tali yang mengikatnya lalu melarikan diri dari sana.
Setelah berjalan tanpa tau arah selama beberapa jam, ia sudah tidak kuat lagi dan pingsan di depan rumah orang.
Saat pemilik rumah keluar dan melihat Alya yang tergeletak di depan rumahnya, langsung membawa Alya kerumah sakit dan menghubungi polisi.
Alya pun bertemu dengan keluarganya. Ia menceritakan semua yang telah ia alami dan meminta agar ia ikut karate agar bisa melindungi dirinya.
Sementara polisi tetap mencari apa motif penculik untuk menculik Alya dan ternyata wanita itu menculik Alya karena ia kehilangan anaknya dan ditinggalkan oleh suaminya.
Dia menculik Alya karena mentalnya terganggu akan hal itu dan mengira kalau ia memiliki anak, entah darimana anak itu maka suaminya akan kembali padanya. Tetapi suaminya tetap tidak kembali dan ia bunuh diri.
Semenjak hari itu, Alya phobia dengan tali tambang karena wanita yang menculiknya menggunakan tali tambang untuk bunuh diri.
2 tahun kemudian Alya sudah mendapat sabuk ungu dan sudah mulai berlatih sendiri tanpa pelatih
Rafi melemparkan topinya bersamaan dengan teman - temannya yang lulus pada hari itu. Yaps, hari ini adalah hari kelulusan anak pintar yang akan mengambil spesialis kejiwaan, yaitu Rafi guyss.
Farrel p.o.v
"Apa??!!!" teriak Farrel.
"Belum puas sama istri papa yang pertama dan kedua, papa mau nikah lagi???!!!" bentaknya.
"Nak, jangan gitu. Walau bagaimanapun kamu gaboleh bentak papa kamu kayak gini" ibunya memberi nasihat sambil menepuk bahunya pelan - pelan agar ia tenang.
"Kamu itu masih kecil, gausah ikut campur urusan orang dewasa" kata ayahnya.
"Memang pa. Aku itu masih kecil. Tapi aku ngerti apa yang papa bakal lakuin dan juga akibatnya. Kalo papa tetep kayak gini, setelah lulus SD, aku mau tinggal di rumah kakek sama nenek di Belanda" ucap Farrel tidak main - main dan pergi ke kamarnya.
Maura p.o.v
"Nak, nilai kamu kok semakin lama semakin menurun sih. Kakak kamu aja ikut pertukaran pelajar di Singapura, masa kamu malah kayak gini sih" Trisna mengomeli Maura.
"Udahlah ma. Sekolah itu gapenting, yang penting aku bahagia" jawab Maura.
"Mama itu gapapa, tapi nanti kalo papa kamu marah gimana??" ucap ibunya khawatir.
"Ya gitu lah" jawab Maura seakan tidak peduli, padahal sebenarnya ia juga takut pada ayahnya.
.
.
.
.
.
Jadi, mereka berlima itu sudah kelas 5 teman - teman sementara Rafi, ia baru saja lulus sekolah kedokterannya dan akan mulai berkuliah spesialis kejiwaan. Setelah episode ini, 1 tahun telah berlalu dalam novel ini dan sebuah kejadian yang pastinya tidak diinginkan oleh semua keluarga terjadi dalam keluarga Alya. Kira - kira kejadian apa ya teman - teman 🤔.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.