I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Vijftig (Lima Puluh)



5 tahun kemudian.


Rangga p.o.v


"Gue udah cari lu selama 5 tahun dan gue gapernah sedikit pun nemuin jejak lu, Al" ucap Rangga.


"Datanglah kemari, Pak Rangga. Saya akan memberitahu anda lokasi Nona Alya" kata Bella di chat.


Rangga langsung pergi ke tempat Bella, alias rumah Alya yang di Menteng, Jakarta Pusat.


"Jadi, dimana Alya?" tanya Rangga.


"Ini adalah alamat kediaman keluarga Brechtje" kata Bella sambil memberikan kertas bertuliskan alamat kepada Rangga.


"Tapi kenapa....anda tiba - tiba mau memberitau saya?" tanya Rangga.


"Nyonya Helena yang meminta saya memberitau anda. Alasannya saya tidak tau. saat akan memasuki kediaman keluarga Brechtje, tunjukkan kartu ini. Jika tidak, anda tidak akan bisa masuk kesana" kata Bella sambil memberikan sebuah kartu akses untuk masuk ke kediaman keluarga Brechtje.


"Kalau begitu saya akan kesana sekarang" kata Rangga.


"Penerbangannya 16 jam, apa anda tidak istirahat dulu?" tanya Bella.


"Tidak perlu" jawab Rangga.


Rangga langsung pergi ke bandara dan membeli tiket ke Belanda.


"Akhirnya gue bisa nemuin lu, Al" ucap Rangga dalam hati.


Sesampainya di Belanda, Rangga sampai disana pukul 9 malam waktu Belanda.


"Excuse me, do you know this address? [(Bahasa Inggris) Permisi, apa anda tau alamat ini?]" tanya Rangga pada supir taksi sambil menunjukkan alamat yang diberikan Bella.


Rangga gabisa Bahasa Belanda, jadi dia pake Bahasa Inggris.


"Yes, I know. Of course I know, it is address of the residence of Brechtje family [(Bahasa Inggris) Ya, saya tau. Tentu saya tau, itu adalah alamat kediaman keluarga Brechtje]" jawab supir taksi.


"Can you take me there? [(Bahasa Inggris) Bisakah kamu mengantarku kesana?]" tanya Rangga.


"Let's go [(Bahasa Inggris) Ayo]" kata supir taksi.


Rangga masuk ke dalam taksi itu dan berangkat ke kediaman keluarga Brechtje.


"Jadi, keluarga Brechtje terkenal banget disini? Kenapa gue gak kepikiran tanya soal kediaman keluarga Brechtje ya dari dulu? Padahal gue cari Alya udah 5 tahun. Ternyata bener kata Nathan, gue emang bener - bener bego" batin Rangga.


Mereka telah sampai di gerbang kediaman keluarga Brechtje. Abaikan saja gambarnya yang memiliki langit siang walau sebenarnya di novel ini waktunya malam, liat aja gerbang dan pohon cemaranya uke 👌👌.



"Waarom ben je gekomen een nacht als deze? [(Bahasa Belanda) Kenapa anda datang kemari malam - malam seperti ini?]" tanya penjaga gerbang pada Rangga yang ada di dalam taksi.


Rangga tidak menjawab dan langsung menunjukkan kartu yang diberikan Bella tadi.


Melihat kartu itu, penjaga langsung membuka gerbang kediaman tersebut.


Rangga lalu turun dari taksi.


"Stap in en loop rechtdoor, sla dan rechtsaf naar het hoofdgebouw. En sla linksaf als je naaf het tweede gebouw wilt [(Bahasa Belanda) Masuk dan berjalan lurus saja, belok kanan untuk ke bangunan utama dan belok kiri untuk ke bangunan kedua]" jelas penjaga gerbang.


"I'm sorry. Can you speak in English? [(Bahasa Inggris) Maafkan saya. Bisakah anda berbicara Bahasa Inggris?]" tanya Rangga yang tidak mengerti apapun yang dikatakan oleh penjaga gerbang tadi.


"Ouh I'm sorry. Yes I can speak in English [(Bahasa Inggris) Ouh maafkan saya. Ya saya bisa berbicara Bahasa Inggris]" jawab penjaga gerbang.


"I just wanna know. Is Miss Alya there? [(Bahasa Inggris) Saya hanya ingin tau. Apakah Nona Alya ada disini?]" kata Rangga.


"Miss Alya? [(Bahasa Inggris) Nona Alya?]" tanya penjaga gerbang yang tampaknya tidak kenal dengan nama itu.


Karena di Eropa, Alya gak dipanggil Alya. Inget di eps 5. Di Eropa, Alya dikenal dengan nama Valencia Brechtje dan panggilannya Valen. Maka dari itu penjaga gerbang ini merasa asing dengan nama Alya.


Rangga lalu mencari foto Alya di hpnya dan menunjukkannya pada penjaga gerbang itu.


"Oouu, this is Miss Valen [(Bahasa Inggris) Oouu, ini adalah Nona Valen]" kata penjaga gerbang.


"Jadi nama Alya disini itu Valen" kata Rangga dalam hati.


"But she is not in here now [(Bahasa Inggris) Tapi dia tidak ada disini sekarang]" kata penjaga gerbang.


"Then? [(Bahasa Inggris) Lalu?]" tanya Rangga.


"Her mother was opening a gallery and she was joining her mother [(Bahasa Inggris) Ibunya membuka sebuah galeri dan dia ikut dengan ibunya]" jawab penjaga gerbang.


"Where is the gallery? [(Bahasa Inggris) Dimana galerinya?]" tanya Rangga.


"The name is Glimlach Gallery. Although the gallery is new, it is quite famous. So, you will found it on GPS [(Bahasa Inggris) Namanya adalah Galeri Glimlach. Meskipun galeri itu baru, tapi sudah cukup terkenal. Jadi, Anda bisa menemukannya di GPS]" jawab penjaga gerbang.


"Ah yes, thank you [(Bahasa Inggris) Ah ya, terima kasih]" jawab Rangga.


Setelah itu ia langsung mencari lokasi Galeri Glimlach yang kalau dalam Bahasa Indonesia artinya adalah Galeri Senyuman. Setelah menemukan lokasinya di GPS, ia langsung mencari taksi untuk pergi kesana.


Alya p.o.v


"Waarom heet deze galerij Galerij Glimlach, Mama? [(Bahasa Belanda) Kenapa galeri ini dinamain Galeri Senyuman, Mama?]" tanya Alya.


"Kamu akan tau kalo dia udah dateng" jawab Helena menggunakan Bahasa Indonesia.


"Dia siapa, Mam?" tanya Alya.


"Orang yang dengan hanya membayangkannya saja membuat kamu tersenyum, karena itu mama namain galeri ini Galeri Senyuman. Karena akan menjadi tempat bertemunya kamu dengan orang itu" jelas Helena pada putrinya.


Alya masih tidak mengerti.


Rangga p.o.v


Rangga telah sampai di Galeri Glimlach. Ia masuk dan dihentikan petugas keamanan, namun ia langsung menunjukkan kartu pemberian Bella. Lalu penjaga memperbolehkannya masuk.


"Hello, everyone. I will sing a song for you all. But sorry, I cannot singing with Dutch. So, I will singing with English [(Bahasa Inggris) Halo, semuanya. Saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk kalian semua. Tapi maaf, saya tidak bisa bernyanyi dengan Bahasa Belanda. Jadi, saya akan bernyanyi dengan Bahasa Inggris]" kata Rangga di microphone.


Alya p.o.v


Alya mendengar suara Rangga.


"Alya kayak kenal suara ini" ucap Alya.


"Kalo gitu ayo kita kedeket panggung. Mungkin aja orang ini adalah orang yang dibicarain Mama tadi" ajak Helena.


Mereka lalu mendekat ke panggung.


Dan sesuai dugaan, memang Rangga lah yang sedang ada di panggung dan mengucapkan kalimat tadi.


Rangga p.o.v


Rangga sangat senang melihat Alya benar - benar ada disana.



Instrumen mulai dibunyikan dan Rangga mulai bernyanyi.


When I'm walk down a road I don't know well


Saat kuberjalan di jalan yang tidak kukenal


And I'm full of scare and doubt


Dan aku sangat takut dan ragu


I think of you


Aku memikirkanmu


I think of you


Aku memikirkanmu


And when life shuts me down and there's no way to win


Dan ketika hidup menutupku dan tidak ada cara untuk menang


Sometimes I just wanna cry


Terkadang aku ingin menangis


I think of you


Aku memikirkanmu


I think of you


Aku memikirkanmu


When you called my name


Ketika kamu memanggil namaku


I can see the light guiding me home


Aku bisa melihat cahaya mengantarku pulang


Like the stars in the night


Seperti bintang di malam hari


I've already known


Aku sudah tahu


I've already known


Aku sudah tahu


I'm lost without your arms around me


Aku tersesat tanpa pelukanmu di sekitarku


I'm always by your side, my love


Aku selalu berada disisimu, cintaku


And this love's entirely for you


Dan cinta ini sepenuhnya untukmu


With you


From you


Darimu


I'm always by your side, my love


Aku selalu berada disisimu, cintaku


From now on my everything's for you


Mulai sekarang segalanya bagiku untukmu


With you


From you


Darimu


When I'm lost in my thoughts lying awake in the night


Saat aku kehilangan pikiranku ketika terbangun di malam hari


And I need to clear my head


Dan aku perlu menjernihkan pikiranku


I think of you


Aku memikirkanmu


I think of you


Aku memikirkanmu


Cause I worry too much all my fears amplify


Karena aku khawatir, semua ketakutanku bertambah


Sometimes I just wanna run


Terkadang aku hanya ingin berlari


I think of you


Aku memikirkanmu


I think of you


Aku memikirkanmu


When you called my name


Ketika kamu memanggil namaku


I can see the light guiding me home


Aku bisa melihat cahaya mengantarku pulang


Like the stars in the night


Seperti bintang di malam hari


I've already known


Aku sudah tahu


I've already known


Aku sudah tahu


I'm lost without your arms around me


Aku tersesat tanpa pelukanmu di sekitarku


I'm always by your side, my love


Aku selalu berada disisimu, cintaku


And this love's entirely for you


Dan cinta ini sepenuhnya untukmu


With you


From you


Darimu


I'm always by your side, my love


Aku selalu berada disisimu, cintaku


From now on my everything's for you


Mulai sekarang segalanya bagiku untukmu


With you


From you


Darimu


There's no one else


Tidak ada orang lain


I've got in this world


Yang kumiliki di dunia ini


How could I live without you


Bagaimana aku bisa hidup tanpamu


Until the sun cools down we will love


Sampai matahari mendingin kita akan mencintai


Noting can stop us, no one can hurt us


Tidak ada yang bisa menghentikan kita, tidak ada yang bisa menyakiti kita


I'll be forever in your arms


Aku akan selamanya di pelukanmu


I'm always by your side, my love


Aku selalu berada disisimu, cintaku


And this love's entirely for you


Dan cinta ini sepenuhnya untukmu


With you


From you


Darimu


I'm always by your side, my love


Aku selalu berada disisimu, cintaku


From now on my everything's for you


Mulai sekarang segalanya bagiku untukmu


With you


From you


Darimu


~ John Park - I'm Always By Your Side - Ost Vincenzo


.


.


.


.


.


Akhirnya mereka ketemu lagi setelah 5 tahun 🤗🤗.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.