
Alya p.o.v
Masih inget kalo di eps 9, kakeknya Alya akan mengadakan pesta di Hotel Eclipse pada waktu malam dan malam harinya adalah sekarang para readers. Jadi, pestanya adalah sekarang.
"Silakan masuk, Nona" kata Bella sambil membukakan pintu mobil.
Alya masuk ke dalam mobil sedan hitam itu.
Sesampainya di tempat pesta alias Hotel Eclipse
Alya langsung disambut oleh para reporter karena berita bahwa ia yang akan menggantikan Hanung memimpin Unicorn Group sudah tersebar luas.
Ia berjalan dengan dilindungi para bodyguard agar tidak ada wartawan yang menyakitinya.
Outfitnya
Aula pestanya
"Para hadirin sekalian" kata Hanung.
Semua tamu langsung menengok ke arah panggung.
"Aku ucapkan terima kasih dan selamat malam bagi kalian yang telah hadir disini malam ini" kata Hanung dengan senyum gembira.
"Pada hari ini, malam ini. Aku mengundang kalian semua ke pesta ini, karena ingin memperkenalkan cucuku yang juga merupakan ahli warisku nanti" lanjutnya.
"Ini adalah Alya, cucuku tercinta. Aku akan memberikan perusahaan dan semua asetku pada Alya setelah aku meninggal nanti dan apabila cucu tercintaku ini terlibat kecelakaan atau suatu kendala dan tidak bisa menjadi ahli warisku maka perusahaan dan asetku akan kuberikan kepada yang membutuhkan" kata Hanung dengan sangat lega karena telah mengumumkan pengumuman itu kepada orang - orang dan media, dengan begitu semua akan tau bahwa Alya yang akan mewarisi semua hartanya.
Semua hadirin yang ada disana bertepuk tangan kecuali Heri, kedua ibu tiri Alya dan anak - anaknya. Namun Dito, anak kedua dari istri kedua Heri justru ikut bertepuk tangan padahal keluarganya tidak. Ibu dan kakaknya lalu meliriknya dengan tatapan setan, intinya gitu.
"Sepertinya kamu kehilangan kesempatan sekarang" ucap Fira sambil meminum wine yang ada di depannya.
"Maksudmu?" tanya Fahmi akan ucapan istrinya.
"Alya udah ngambil semuanya, darling" jawab Fira.
"Jadi? Bukannya tinggal aku ambil balik?" kata Fahmi sambil tersenyum namun hatinya sangat kesal.
"Kalo kamu bisa" kata Fira sambil mengangguk - angguk.
"Aku pasti bisa, sweetie" jawab Fahmi sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi dan melepas 1 kancing paling atas hemnya dan melonggarkan dasinya.
Bisa dilihat ya man teman dari sini. Kalau Dito itu baik dan polos lalu Fira itu baik tapi kita gatau 🤷🤷.
"Ah dan satu lagi, untuk putraku. Aku sudah memberikan 1 perusahaan untukmu kan? Dan sebuah rumah. Untuk Unicorn Group dan lainnya, biarkan itu menjadi milik Alya" tambah Hanung sambil tertawa.
"Alya, ada yang pengen kamu bilangin ke mereka?" tanya Hanung pada Alya yang ada dibelakangnya.
Alya mengangguk. Kakeknya pun mempersilakan dia untuk maju ke depan mic.
"Aku hanya ingin mengucapkan. Mohon kerja samanya apabila aku sudah menjadi pemimpin Unicorn Group nantinya, supaya perusahaan kita tercinta ini bisa tetap terus menduduki posisi sebagai perusahaan terbaik di Indonesia sekaligus perusahaan terbaik ke 7 di dunia. Bahkan semoga perusahaan ini bisa lebih maju lagi" kata Alya di mic.
Semua bertepuk tangan lagi kecuali yang tadi itu lho yaa.
"Sudah?" tanya kakeknya.
"Iya, kek. Eh bentar, masih ada lagi" jawab Alya dan mengurungkan niatnya karena masih ada yang ingin ia katakan.
"Iya gapapa, bilang aja apa yang pengen kamu sampein ke mereka" kata kakeknya.
"Degene die aan het eind lacht, is de winaar [(Bahasa Belanda) Orang yang tertawa di akhir, adalah pemenangnya]" kata Alya.
Para hadirin kebingungan dengan kalimat yang diucapkan Alya karena kan Alya ngomongnya pake Bahasa Belanda.
Fahmi yang mengerti artinya hanya tertawa kecil.
"Artinya?" tanya Hanung pada Alya.
Alya tersenyum.
"Orang yang tertawa di akhir, adalah pemenangnya" jawab Alya.
Semuanya bertepuk tangan.
"Terima kasih semuanya" kata Alya dan undur diri dari sana.
"Ternyata dia tau artinya. Hmm, dia gak sebodoh yang gue kira" batin Alya dengan ekspresi dingin.
Alya itu bilang gitu tentang ekspresi kakak tirinya alias Fahmi yang ngerti Bahasa Belanda tadi lho.
Keesokan harinya.
"Kenapa ibu manggil saya?" tanya Alya pada gurunya.
"Kamu tau kan kalo wakil ketua osis kita mengundurkan diri?" tanya Bu Vivi.
"Iya tau bu, tapi apa hubungannya dengan saya?" tanya Alya.
"Jadi nanti akan diadakan pemilu osis disekolah ini karena hal itu. Walau seharusnya memang sekretaris 1 yang menggantikan tapi kalau bisa diadakan pemilu kenapa tidak? Lagipula sepertinya kamu yang paling cocok jadi wakil ketua osis di sekolah ini" jawab Bu Vivi.
"Saya, Bu?" tanya Alya.
"Iya, nilai kamu tinggi - tinggi dan prestasi kamu juga banyak" jawab Bu Vivi.
"Tapi nanti calonnya siapa saja bu, selain saya?" tanya Alya.
"Ada sekretaris 1 osis yaitu Rahma dari kelas 11 IIS 1, sekretaris 2 osis Jasmin dari kelas 11 Babu 1 lalu ada Nia dari kelas 11 IIS 7. Gimana mau gak?" jawab Bu Vivi.
"Apa Nia ini itu Nia yang dimaksud sama Maura, ya?" pikir Alya.
"Alya? Gimana? Kamu bersedia atau tidak?" tanya Bu Vivi.
"Tapi ketua osisnya siapa, Bu?" tanya Alya.
"Ketua osisnya Dimas, kelas 11 IIS 2" jawab Bu Vivi.
"Emmmm. Kalo Bu Vivi jadi saya, Bu Vivi mau gak?" tanya Alya.
"Kalo Bu Vivi jadi kamu, Bu Vivi mau" jawab Bu Vivi.
"Yaudah bu kalo gitu saya mau" jawab Alya.
"Oke, pemilihannya besok lusa. Kamu bisa kan menyiapkan visi misinya dalam waktu itu?" kata Bu Vivi.
"Bisa, Bu" ucap Alya dengan yakin.
"Yaudah kalo gitu kamu boleh kembali ke kelas kamu. Semangat, Alya" ucap Bu Vivi sambil mengepalkan tangannya memberi semangat pada Alya.
Alya tersenyum dan tidak yakin kalau ia bisa memenangkan pemilihan ini, tapi ia ingin mencobanya karena Bu Vivi begitu yakin dengannya.
Keesokan lusanya alias Hari Senin.
"Baiklah anak - anak, seperti yang sudah diumumkan di hari sebelumnya bahwa hari ini sekolah kita akan mengadakan pemilihan wakil ketua osis dikarenakan wakil ketua osis kita telah mengundurkan diri" ucap pembina upacara.
"Entah itu nomor 1, yaitu sekretaris 1 osis kita Rahma dari kelas 11 IIS 1" kata pembina upacara.
Semua pendukung Rahma bersorak.
"Atau calon nomor 2, yaitu sekretaris 2 osis kita Jasmin dari kelas 11 Babu 1" lanjut pembina upacara.
Pendukung Jasmin bersorak seperti pendukung Rahma tadi.
"Lalu ada calon nomor 3, yaitu Nia dari kelas 11 IIS 7" lanjutnya lagi.
Pendukung Nia bersorak namun tidak sekeras suara pendukung - pendukung dari calon nomor sebelumnya.
"Kok cuma segitu si pendukung gue??" kesal Nia.
"Princess, tenang aja deh. Kita pasti bakal menang kok" kata Hera.
"Kemudian yang terakhir, ada calon nomor 4, yaitu teman baru kita dari Belanda. Alya kelas 11 MIA 1" kata pembina upacara melanjutkan yang tadi.
Pendukung Alya bersorak. Pendukungnya adalah yang paling banyak diantara calon lainnya.
"Siapa si tu? Berani - beraninya dia bersaing sama gue??" kata Nia merasa sangat kesal pada Alya.
"Tau tuh, belum tau dia siapa kita" kata Hera.
Pemilihan wakil ketua osis telah dilakukan.
"Tes tes" kata Dimas dari ruang osis menggunakan mic.
"Permisi, saya Dimas selaku ketua osis SMA Pelita Bangsa. Ingin mengumumkan hasil dari pemilihan wakil ketua osis hari ini. Dan yang menjadi wakil ketua osis kita adalah Beatrix Alya Valencia dari kelas 11 MIA 1" lanjutnya.
"Al, lu menang" kata Tiara dengan senyum senang.
"Puji Tuhan, Haleluya" kata Alya sambil menyentuh dahi, dada, dada kiri dan dada kanannya.
Yang orang Kristen itu lho ges tau kan ye tapi ni Alya orang Katolik.
"Anak - anak, kita beri tepuk tangan buat Alya karena telah memenangkan pemilu wakil ketua osis" kata guru yang mengajar kelas Alya.
Siswa kelas 11 MIA 1 pun bertepuk tangan dengan senang untuk Alya.
Sementara di kelas 11 IIS 7, Nia sangat kesal karena yang menang bukan dia.
"Kebetulan bapak dapat pesan untuk ke ruang guru, kalian jangan ramai dan kerjakan tugasnya ya" pamit guru itu dan pergi ke ruang guru.
"Ya, Pak" jawab murid kelas 11 MIA 1.
"Kalau begitu saya umumkan juga, nanti pada waktu pulang sekolah dimohon semua pengurus osis untuk berkumpul di aula beserta dengan wakil ketua osis baru juga. Sekian dari saya, terima kasih" kata Dimas mengakhiri pengumuman itu.
"Kalo gitu, nanti kita barengan ya Al ke kumpul osisnya?" ajak Tiara.
"Okey" jawab Alya.
"Gue ikut juga ya, Al" ucap Rangga.
"Iya, gapapa" jawab Alya.
"Eh, apaan si. Waktu dulu pas pengurus osis kelas ini cuma kita berdua, lu gue ajak bareng gamau. Sekarang, lu mau bareng. Pasti mau modus ke Alya yaaa" kata Tiara.
"Iya deh iya" kata Tiara.
"Tu dengerin" kata Rangga.
"Tapi kok bangku lu jadi disini? Bukannya waktu itu jauh sama kita ya?" tanya Alya.
"Ya gue sengaja pindah" jawab Rangga.
"Tuh kan, pasti mau deket sama Alya" kata Tiara.
"Ya kalo gue emang pengen deket sama Alya apa urusannya sama luu" kata Rangga karena ia memang selalu to the point, tanpa memikirkan yang lain.
"Of course there is [(Bahasa Inggris) Tentu ada]. Kan gue sahabatnya Alya" jawab Tiara.
"Got it!! [(Bahasa Inggris) Ngerti!!]" tambahnya sambil mengacungkan jari telunjuk. Untung bukan jari tengah 😆😆.
"Udah, gue pusing tau gak dengernya. Mana gue di tengah - tengah kalian lagi. Kerjain aja tugas kenapa si? Malah ribut" kata Alya.
"Iya siap, bu wakil ketua osis" ucap Tiara.
Rangga senyum kepada Alya dan Alya membalasnya.
Widihh ada benih lope lope nihh. Gimana ya nantinya. Yaudah kita skip rapat osis ajha yaa.
"Jadi, kedua sekretaris kita yang mencalonkan diri menjadi wakil ketua osis akan tetap menjadi sekretaris 1 dan 2 ya teman - teman" kata Dimas.
"Iyaa" jawab pengurus osis yang hadir disana.
"Kalau begitu, sie inti dipersilakan untuk maju dan duduk di bangku yang ada didepan ini" kata Dimas.
6 orang anggota sie inti pengurus osis pun maju kedepan dan duduk di bangku yang ada di depan. Sebenarnya anggota sie inti pengurus osisnya itu ada 7, tapi humasnya gak dateng.
"Rahma, absen dulu" kata Dimas.
"Oce" jawab Rahma.
"Ketua ada kan?" lanjut Rahma.
"Wakil?" lanjutnya.
"Ada" jawab Alya.
"Oh iya, sebelumnya kita ucapkan selamat dulu ya kepada wakil ketua osis baru kita" kata Dimas.
"Selamat Alyaa" kata semua pengurus osis.
"Makasih ya udah percaya ke aku, aku janji gaakan ngecewain kalian dan sekolah kita" kata Alya sambil tersenyum ramah.
"Yaudah kita lanjut ya" kata Rahma.
"Sekretaris 2 ada, bendahara 1 sama 2 juga ada. Humas?" kata Rahma.
"Ridho mana?" tanya Stella, bendahara 1.
Ridho adalah humas osis.
Sekedar pemberitahuan bahwa humas adalah singkatan dari hubungan masyarakat, tugasnya dia ya gitu menjaga ketertiban seluruh sekolah.
"Temen - temen, ada yang tau Ridho kelas 10 Babu 2?" tanya Alya.
"Tadi dia ijin sakit, kak" jawab Adel, teman sekelas Ridho.
"Kok tau kalo Ridho kelas 10 Babu 2? Kan kamu baru" tanya Dimas.
"Iya, baca daftar ini" kata Alya sambil menunjukkan daftar pengurus osis yang diberikan oleh Tiara melalui WhatsApp.
"Bertanggung jawab sekali, langsung minta daftarnya" kata Dimas.
"Makasi" jawab Alya.
"Sie kepemimpinan lengkap?" tanya Rahma.
"Lengkap" jawab Yogi.
"Sie ketertiban dan kewirausahaan?" tanya Rahma.
"Lengkap" jawab Rizki.
"Sie politik dan bela negara?" tanya Rahma.
"Lengkap" jawab Bima.
"Sie budi pekerti luhur?" tanya Rahma.
"Tidak lengkap, kak. Ini yang hadir hanya kelas 10" jawab Afelt.
"Berati koor dan wakoor tidak ada?" tanya Rahma.
(Koor : koordinasi atau ketua sie, lalu wakoor : wakil koordinasi atau wakil ketua sie)
"Iya, kak" jawab Afelt.
"Gabisa dihubungikah, dek?" tanya Jasmin.
"Koornya gamasuk karena sakit katanya Kak Amel, teman sekelasnya. Kalo wakoornya gatau, kak" jawab Afelt.
"Yasudah kalau begitu lanjut, sie kebugaran jasmani dan rohani?" tanya Rahma.
"Hanya 3 anak yang hadir, tapi koor dan wakoor ada" jawab Gloria.
"Hhh" kata Rahma menarik nafas.
"Kalau sie apresiasi, kreasi dan persepsi seni?" tanya Rahma.
"Leenggkaapp" jawab Intan melagukan kalimatnya.
"Oh kalau begitu, siiaapp" jawab Rahma ikut melagukan kalimatnya menanggapi candaan Intan.
"Sie ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa?" tanya Rahma.
"Lengkapp" jawab Lutfi.
"Jadi, dari sekian anggota osis yang jumlah sienya 8 per anggotanya 7. Lalu kali 8 adalah 56 dan yang tidak hadir ada humas kita, koor wakoor sie budi pekerti luhur lalu 5 anak dari sie kebugaran jasmani dan rohani. Jika dijumlah yang tidak hadir adalah 8 anak, jadi pengurus osis yang ada disini berjumlah 48 anak" kata Rahma lemas.
"Lalu mau bagaimana sekarang ini? Padahal akan ada event (agenda atau kegiatan) penting lho disekolah kita, yaituu??" tanya Lena, bendahara 2.
"Porseniii" jawab semua pengurus osis.
"Tepatnya kapann??" tanya Dimas.
"Minggu depannn" jawab semuanya.
"Cakep" kata Alya.
Semuanya tertawa, karena baru tau kalau Alya memiliki kepribadian ekstrofert. Dia baru, tapi sudah rileks dan santai dengan pengurus osis lainnya.
"Ya sudah, kalau begitu kita akan merapatkan tentang tugasnya setiap sie di porseni itu" kata Dimas.
"Yang lainnya biar mengikuti lewat grup WhatsApp kita" lanjutnya.
"Nantinya, kegiatannya itu kan ada olahraga dan seni. Setiap kelas di sekolah ini akan menyumbangkan bakat terpendam mereka di olahraga maupun seni. Ada yang ingin berpendapat?" tanya Rangga.
"Tidak adaa" jawab semuanya.
"Kalau begitu, saya ketua osis akan menjadi ketua pelaksana yang olahraga dan wakil ketua osis ketua pelaksana yang seni. Begitu ya biasanya?" tanya Dimas.
"Iyaa" jawab semuanya.
"Siap ya, Alya?" tanya Dimas.
"Siap" jawab Alya yakin.
"Kalo gitu, sekretaris berapa yang sama Alya dan bendahara berapa yang sama Alya dan kalau humas nanti dia ngrangkep. Salah sendiri jadi humas" kata Dimas.
Semuanya tertawa. Padahal humas mereka tidak ada disana.
"Gue sama Alya" kata Jasmin.
"Gue juga sama Alya" kata Stella.
"Berati Rahma sama Lena, sama gue" kata Dimas.
"Untuk sienya. Sie apresiasi, kreasi dan persepsi seni sudah pasti di seni kan jadi dia juga sama Alya. Lalu sie kebugaran jasmani dan rohani sudah pasti di olahraga jadi dia sama gue" kata Dimas.
"Sekarang untuk sie yang lain, silakan memilih sendiri mau dimana. Boleh berpencar dengan sienya. Asalkan jumlahnya tetap seimbang" lanjut Dimas.
"Jadi nanti yang di olahraga ada 28 dan yang di seni juga 28?" tanya Alya.
"Iyaps" jawab Dimas.
Alya mengangguk - angguk.
Semua pengurus osis sudah memilih tugasnya masing - masing.
"Semuanya sudah deal dan mulai besok kita akan rapat terus hingga hari - H" kata Dimas.
"Baik semua boleh pulang" kata Alya.
"Horeee" ucap semua.
.
.
.
.
.
Nantikan episode selanjutnya yaa.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.