
Alya p.o.v
Alya tetap ingin melanjutkan tugasnya walau Rangga dan Tiara melarangnya dan memintanya untuk tetap tidur di UKS.
"Al, katanya kecapean. Kalo kecapean itu mending istirahat. Gausah dipaksain, temen - temen yang lain pasti ngerti kok" kata Rangga sambil mengikuti Alya berjalan keluar UKS dan menuju tempatnya bertugas.
"Gue udah bilang kan gue gapapa" jawab Alya.
"Gue tau, sebenernya lu bukan pingsan karena kecapean" kata Rangga.
"Lu pingsan karena liat tali tambang" lanjutnya.
Alya langsung berbalik menghadap Rangga.
"Kok lu bisa tau??" tanya Alya dengan muka serius.
"Maafin gue. Gue pernah nguping percakapan lu sama Nathan pas di kantin waktu itu. Gue denger kalo lu itu pewaris dari Unicorn Group" jawab Rangga.
"Dan gue pernah baca berita soal penculikan cucu perempuan dari Pak Hanung Kusuma 8 tahun yang lalu dan Pak Hanung Kusuma adalah Presiden Direktur Unicorn Group. Artinya yang diculik waktu itu elu" lanjut Rangga.
"Ya terus gimana itu bisa buat lu tau kalo tadi gue pingsan karena liat tali tambang??" tanya Alya.
"Waktu itu ada berita yang nayangin kalo lu jadi phobia sama tali tambang setelah penculikan itu dan sehari kemudian berita itu langsung hilang dan stasiun TV yang nyiarin juga dapet sanksi" jawab Rangga.
"Apalagi yang lu ketahui soal gue?" tanya Alya yang benar - benar takut kalau Rangga mengetahui banyak tentangnya. Karena Alya adalah tipe orang yang gasuka kalo kehidupan pribadinya diketahui orang lain.
"Lu punya tato sayap di pergelangan tangan yang muncul kalo kena panas" jawab Rangga.
"Tato? Kok lu bisa tau?" tanya Alya lagi.
"Waktu itu pergelangan tangan lu gasengaja nyentuh teh hangatnya Nathan dan alhasil tato itu muncul dan pada saat perpisahan lu sama Nathan waktu itu, lu ke kamar mandi buat ngademin tangan lu supaya tato itu ilang lagi" jawab Rangga.
"Adalagi?" Alya terus menanyai Rangga.
"Lu anggota keluarga Brechtje dan karena itulah lu punya tato itu" jawab Rangga.
"Udah selesai seriusnya, itu yang gue tau tentang lu" lanjut Rangga.
Alya yang tadi tidak bisa bernafas dengan tenang sekarang mulai bisa bernafas lagi dengan tenang. Sebenarnya yang paling dia takuti adalah jika orang mengetahui kalau ia adalah anggota mafia.
Dan tambahan sebenarnya tato sayapnya kek gini. Tapi cuma muncul waktu kena panas aja, contoh kena aer anget atau kalo Alya lagi demam gitu tato ini bakal muncul. Ini cuma fiksi ya bukan berdasarkan kisah nyata. Tato ini adalah tanda dari anggota keluarga Brechtje dan keluarga Brechtje adalah anggota mafia, termasuk Nathan ya gesss.
"Kenapa? Emang ada hal lain?" tanya Rangga.
"Ada, tapi lu gak harus tau tentang itu" jawab Alya.
"Maafin gue kalo gue udah mengetahui hal - hal yang sekiranya pribadi buat lu. Tapi serius kok gue tau itu semua karena gasengaja denger pembicaraan lu sama Nathan, bukan karena nyari sendiri" Rangga menjelaskannya agar tidak ada kesalahpahaman.
"Mulai sekarang jangan deket - deket sama gue lagi. Gue gak sebaik yang lu pikirin" kata Alya dan meninggalkan Rangga.
"Gue tau lu bakal ngomong gitu. Tapi serius segelap dan sekelam apapun fakta tentang lu, gue gaakan pernah ngejauhin lu. Karena lu cinta pertama gue" ucap Rangga dalam hati sambil meratapi kepergian Alya.
Sesampainya Alya ditempat ia bertugas tadi.
"Loh, Al. Udah gapapa?" tanya Dimas.
"Iya. Udah gapapa kok, Dim" jawab Alya.
Hari sudah petang.
"Teman - teman, ayo berkumpul terlebih dahulu" kata Dimas.
Semua anggota osis pun berkumpul didepannya.
"Saya selaku ketua osis, ingin berterima kasih atas kerja keras kalian semua hari ini. Kedepannya pekerjaan kita akan lebih berat lagi. Jadi saya mohon kerja samanya untuk semua anggota osis sekalian" kata Dimas.
"Iyaaa" jawab semua anggota osis.
"Untuk semua tugas, dilaksanakan sesuai dengan daftar ya. Kan sudah dipilih. Kalau ada yang sekiranya tidak enak badan, langsung bilang. Jangan ditahan, daripada terjadi hal - hal yang tidak diinginkan" ucap Dimas.
"Siapp" jawab anggota osis.
"Besok dimohon untuk datang ke lebih pagi tapi jangan lupa sarapan. Ya sudah sekian untuk hari ini, kalian sudah boleh pulang" Dimas memberikan penutup.
Semua anggota osis pun bubar dan mengambil tasnya masing - masing lalu pulang meninggalkan SMA Pelita Bangsa.
Hari dimana penampilan seni dari kelas 11 MIA 1.
"Baiklah mari kita sambut, Alya dari kelas 11 MIA 1" kata pembawa acara.
"Selamat malam semua. Saya disini mewakili seluruh kelas 11 MIA 1 untuk penampilan seni. Saya akan bernyanyi sambil bermain gitar dan lagunya adalah karangan saya sendiri yang berjudul Dandelion, semoga teman - teman semua bisa terhibur" kata Alya memberikan sedikit kalimat pembuka.
Ia lalu duduk di kursi sambil memegang gitarnya.
Kusuka saat kau menatapku lekat
Meski jantungku berdegup kencang
Dan perasaanku terasa campur aduk
Ku selalu berharap kita akan selalu bersama
Tanpa ada penengah diantara kita
Bahagia selamanya
Tanpa ada keganjalan
Reff :
Kau bagaikan bunga dandelion
Yang selalu pergi mengikuti angin
Tapi kuyakin bahwa diriku
Akan selalu bisa menemukanmu
Kau adalah sesuatu yang paling berharga
Alasanku hidup didunia ini adalah dirimu
Ku tak berarti jika tanpamu
Jadi kumohon jangan tinggalkan aku sendiri
Ingatkah kau saat kita berdua bersama
Mengaitkan jari kelingking dan berjanji
Bahwa kau, aku, kita tak akan terpisah
Kapanpun, dimanapun dan selamanya
Reff :
Kau bagaikan bunga dandelion
Yang akan tenggelam ke air
Namun ingatlah aku jika kau seperti itu
Karena aku akan hadir dan memelukmu
Kesendirian yang amat dalam ini
Akan sembuh jika kau datang
Kesepian yang kurasakan
Akan lenyap bila kau disisiku
Jangan katakan selamat tinggal
Jangan pernah ucapkan kata itu
Karena kemanapun kau pergi
Aku pasti akan mengikutimu
Reff :
Kau bagaikan bunga dandelion
Yang lemah dan tak berdaya
Walaupun begitu kubersedia bersamamu
Jadi terimalah aku tuk ada disisimu
Selamanya~
Oooouuuhooo~~
Selamanyaaaa~~
Selama - lama~~nyaaa
~ Beatrix Alya Valencia - Dandelion
.
.
.
.
.
Kelanjutannya di eps selanjutnya yaa. (●__●).
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.