I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Elf (Sebelas)



Rangga p.o.v


Ia melihat Alya yang sedang mencubit pipi Nathan dan merasaaa. Ya kalian tau lah merasa gimana.


"Tuh kan, apa gue bilang. Lu gak gercep sii" kata Randy memanas - manasi Rangga.


"Mereka berdua beneran pacaran ya? Tapi kok secepet itu si, langsung bisa pacaran dan deket tanpa jaim gitu" ucap Rangga.


"Ya lu kan tau kalo Nathan itu playboy masakini, gak kayak lu coldboy masakini" jawab Randy.


"Udah buruan pesen" kata Rangga.


"Paan nih maunya?" tanya Randy.


"Terserah, yang penting makanan" jawab Rangga.


"Yaelah brayy, lu tu kek cewe aja deh. Jawabnya terserah terserah" kata Randy.


"Lu pesen makanan sekarang atau lu yang gue makan" kata Rangga sedikit menakutkan.


"Yaudah deh iya" jawab Randy.


Akhirnya Randy memesan 2 nasi goreng dan jus jambu.


Alya p.o.v


"Katanya lu mau curhat, curhat apaan?" tanya Alya.


"Itu...." jawab Nathan akan mulai curhat pada Alya.


"Itu apaan?" tanya Alya sambil mengunyah makanannya.


"Lu tau Risma, nggak?" tanya Nathan.


"Cewe pindahan dari Bandung yang barengan sama gue waktu itu?" tanya Alya.


"Sipp, dia yang gue maksud" jawab Nathan.


"Kenapa dia?" tanya Alya.


"Cantik" jawab Nathan.


"Hmm, udah jadi bucin ya lu" kata Alya.


"Iya mungkin" jawab Nathan.


"Tapi kata siswa sini lu tu playboy masakini. Kalo kali ini lu mau deketin dia cuma buat main - main mending gausah, karena keliatannya Risma tu anak baekk" kata Alya.


"Nggak kok, gue tu sebenernya gak playboy. Mereka tu salah paham. Gue tu cuman humble aja sama cewe dan cewe - cewe ngira kalo gue suka sama mereka, kan geer banget" jawab Nathan.


"Seriously? [(Bahasa Inggris) Serius?]" tanya Alya.


"Hmm" jawab Nathan.


"Yauda kalo gitu gue bakal bantu lu buat deketin dia" ucap Alya.


"Serius? Emang lu kenal deket sama dia? Paling kelasnya aja lu gatau" kata Nathan.


"Gampang itu mah, 2 hari juga udah bakal deket kek sodara. Dia kelas 11 Babu 1 kan?" kata Alya.


"Gatau gue dia kelas berapa, taunya dia milih jurusan Bahasa gitu aja" jawab Nathan.


"Tadi ngeremehin gue, terus ternyata lu sendiri gatau. Emang ya, lu tu gapernah berubah dari dulu" kata Alya.


"Hehehe, ya maap" kata Nathan.


"Iya seinget gue dia tu kelas 11 Babu 1. Sebenernya nilainya mumpuni sih buat masuk jurusan Ipa tapi dia pilih jurusan Bahasa" kata Alya.


"Tapi gimana caranya lu suka sama dia, kalo lu aja gatau kelasnya?" tanya Alya.


"Waktu itu dia pernah lewat samping gue dan temen gue bilang kalo dia tu anak pindahan dari Bandung namanya Risma. Jadi selain namanya gue gatau" jawab Nathan.


"Ooo gitu" kata Alya sambil mengangguk - angguk.


"Yaudah deh gue serahin lu, cari tau semua tentang dia ya" kata Nathan.


Mereka pun pergi dari sana. Alya pergi ke kamar mandi dan Nathan justru bermasalah dengan Rangga.


Rangga p.o.v


Ia tiba - tiba berdiri dan akan menghampiri Nathan.


"Eh lu mau kemana?" tanya Randy.


"Nyamperin Nathan" jawab Rangga tanpa menoleh.


"Busyettt. Emang ya orang yang gapernah jatuh cinta terus sekarang jatuh cinta, bucinnya minta ampun" ucap Randy.


"Nathan!" panggil Rangga.


"Kenapa lu tiba - tiba manggil gue?" tanya Nathan.


"Nih gue kasih uang buat bayarin makanan dia yang udah lu beliin tadi" jawab Rangga sambil menaruh uang dari sakunya ke tangan Nathan.


"Lu suka sama dia?" tanya Nathan.


"Nggak" jawab Rangga mencoba berdalih, namun Nathan tetap mengetahui kebenarannya.


"Ooo gitu" kata Nathan.


Nathan lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Rangga.


"Tenang aja dia sepupu gue, jadi gausah cemburu" kata Nathan.


"Gue gak cemburu" Rangga terus berdalih.


"Gue ngerestuin lu kok meskipun kita musuhan" kata Nathan.


"Gue kan udah bilang kalo gue gasuka sama dia" kata Rangga.


"Udahlah men gausah pura - pura lagi. Nih gue kasih uangnya ke lu. Lagian dia adek sepupu gue, wajar kalo gue bayarin makanannya" kata Nathan sambil menaruh uang yang dikasih oleh Rangga ke tangan Rangga lagi.


"Tapi lu inget, kalo sampek lu cuma main - main sama dia" ucap Nathan sambil menaruh tangannya di leher.


"Liat aja apa yang bakal gue lakuin" lanjutnya sambil menepuk bahu Rangga 2 kali dan pergi.


Rangga hanya dia dengan muka emosi.


Maura p.o.v


"Huhh, ternyata mereka berdua deket karena sepupuan" ucap Maura lega.


"Yaiyalah. Alya tu gamungkin pelakor, dia kan baek" kata Tessa sambil menaruh kedua tangannya di pipinya.


"Pelakor darimana, pacaran sama Nathan aja gue belum kok. Jadi, cewe yang deketin Nathan tuh bukan pelakor" kata Maura.


"Kok lu jadi gini?" tanya Tessa.


"Gue sahabat lu dari dulu gapernah lu dengerin, giliran Alya yang baru dateng langsung lu dengerin. Bener - bener ya lu" ucap Tessa.


"Maaf ya, Sa. Gue sadarnya baru sekarang, kalo kita gaboleh terlalu larut dalam cinta" jawab Maura.


"Iya udah gue gapapa kok, asalkan lu bahagia" jawab Tessa.


"Makasih ya selama ini lu selalu ngertiin gue dan selalu ada buat gue. Bahkan ortu gue sendiri gak sepeduli itu sama gue" kata Maura.


"Iyaa, sama - samaa" jawab Tessa sambil senyum.


Rangga p.o.v


Rangga sedang di perpustakaan untuk menghabiskan sisa waktu istirahat.



"Nih, gue kasi. Free [(Bahasa Inggris) Gratis]" kata Randy.


"Apaan nih?" tanya Rangga.


"Nomer Hpnya Alya" jawab Randy.


"Serius?" tanya Rangga.


Randy mengangguk.


"Coba telfon, minta addback" suruh Randy.


"Ntar aja ah, pas dirumah" jawab Rangga.


"Right now!! [(Bahasa Inggris) Sekarang juga!!]" kata Randy.


Tapi Randy tadi pengucapannya salah di bagian right yang seharusnya diucapkan raigt tapi dia ngucapinnya rigt.


"Ck, yaudah deh iya" kata Rangga.


"Tapiiiii. Biar lu gasalah lagi, gue bilangin ya" ucap Rangga.


"Apanya?" tanya Randy.


"Right itu bacanya raigt bukan rigt. Okay?" jawab Rangga.


"Oh iyaya, makasi" jawab Randy.


"Yaudah gue telfon ya ini" kata Rangga.


Randy mengangguk.


Setelah itu ada suara Hp berdering di sekitar sana.


"Kayaknya suaranya deket sini deh" kata Randy.


"Iya, tapi dimana ya?" jawab Rangga.


Mereka berdua mencari Hp yang berdering itu.


Tidak lama kemudian mereka menemukannya.


"Wah, ada Hpnya tapi gaada orangnya" kata Randy.


"Berati ketinggalan" kata Rangga.


"Rajin juga dia, nyempetin waktu buat ke perpus ampe Hpnya ketinggalan lagi" kata Randy.


"Udah ah yuk dibalikin" kata Rangga.


"Bentar - bentar, wah ni anak tajir bener ya. Hpnya aja Iphone model terbaru" kata Randy.


"Udalah, gapenting itu" jawab Rangga.


Alya p.o.v


"Ra, lu liat Hp gue gak?" tanya Alya.


"Nggak. Gue bilangin ke guru ya?" jawab Tiara.


"Gue inget - inget dulu deh" jawab Alya sambil duduk di bangkunya dengan tenang.


"Emang ya, orang kalo tajir gabakal bingung kalo Hpnya ilang. Kalo gue mah, pasti langsung lapor ke pihak keamanan sekolah" batin Tiara.


"Gue inget, ketinggalan di perpus" kata Alya.


"Yaudah buruan ambil, ntar ilang lagi" kata Tiara.


"Yakali ilang, Ra. Paling sama yang nemu dilaporin ke guru" jawab Alya dan akan pergi ke perpustakaan.


Rangga p.o.v


Ia masuk ke kelas dan melihat Alya.


"Al" panggil Rangga.


"Iya" jawab Alya.


"Ini Hp lu, tadi ketinggalan di perpus" kata Rangga sambil memberikan Hp Alya.


"Makasih ya, Ngga" jawab Alya.


"Iya sama - sama, lain kali ati - ati" jawab Rangga.


"Iya" jawab Alya sambil tersenyum dan mengambil Hpnya dari tangan Rangga.


Jantung Rangga berdebar kencang karena tangannya terpegang oleh tangan Alya, saat Alya mengambil Hpnya.


Setelah itu Alya kembali ke tempat duduknya.


"Gimana? Alus tangannya?" tanya Randy.


Rangga mengangguk.


.


.


.


.


.


Cieee, ada yang berdebar nih hatinya. Wahh kira - kira hubungan mereka kayak gimana ya nantinya????


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.