I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Vierentwintig (Dua Puluh Empat)



Alya p.o.v


"Gue gabakal biarin Alex hidup tenang setelah ini" ucap Nathan sambil menyetir mobil.


"Apalagi gue" kata Alya.


"Berani - beraninya dia mau melecehkan gadis keluarga Brechtje" kata Nathan.


"Untung aja tadi ada Rangga" kata Alya.


"Iya, untung ada dia" kata Nathan.


"Btw, gue mau tanya sesuatu" ucap Nathan.


"Paan?" tanya Alya.


"Soal Nia, itu lu yang nglakuin?" tanya Nathan.


Alya mengangguk.


"Lu gatanya, gue tau darimana?" tanya Nathan.


"Kalo orang cerdas pasti udah tau dengan sendirinya. Gimana target utama Nia itu gue, tapi rencananya berantakan dan justru Maura yang kena" jawab Alya.


"Jadi, maksud lu gue cerdas?" tanya Nathan.


"Isn't it obvious [(Bahasa Inggris) Bukannya udah jelas]" jawab Alya.


"Gue juga mau bilang makasi sama lu soal Risma" kata Nathan.


"Jadi udah berhasil?" tanya Alya.


"Udah, gimana sih cara lu buat dia suka sama gue?" tanya Nathan.


"Dia emang udah suka sama lu sejak pertama ketemu, cuman dia takut aja. Jadi gue bilang lah ke dia kalo lu juga suka sama dia, terus kelanjutannya gue pasrahin sama takdir" jelas Alya.


"Wahh, berati pesona gue emang bukan abal - abal" kata Nathan pede.


"Yaiyalah, pesona keluarga Brechtje gitu lohh" kata Alya.


Mereka berdua lalu tertawa.


Rangga p.o.v


"Itu tadi yang jemput, pacarnya Alya?" tanya ibunya.


"Bukan. Itu sepupunya, Mam" jawab Rangga.


"Ooo, terus si Alya itu jomblo?" tanya ibunya.


"Gatau, Ma. Keknya si gitu. Tapi tadi dia bilang inget Farrel" jawab Rangga.


"Farrel? Siapa lagi itu?" tanya ibunya.


"Temennya Alya waktu di Belanda, tapi bisa jadi mereka lebih dari temen" jawab Rangga.


"Iya sih, bisa juga. Tapi kamu punya kesempatan lebih besar dari Farrel untuk mengisi hatinya Alya. Kan Farrel jauh disana, sementara kamu disini" kata ibunya.


"Bisa jadi Alya balik lagi kesana, Mam" pikir Rangga dalam benaknya.


"Yaudah, yuk masuk tidur. Udah malem, besok kamu sekolah" ajak ibunya.


Rangga pun menutup pintu rumahnya dan masuk ke kamar lalu tidur.


Keesokan harinya


Maura p.o.v


"Lu boong kan sama gue?" tanya Elsa.


"Maksud lu?" tanya Maura.


"Gausah pura - pura gatau, pantesan aja lu dikeluarin dari sekolah yang dulu. Ternyata sifat lu kek penyihir" kata Elsa sambil mendorong bahu Maura.


"Gue gangerti deh sama lu" kata Maura.


"Lu bilang lu tu gapernah belajar sama sekali, tapi kemaren lu diperingkat 1 dan ngalahin gue. Gue sebagai orang yang ngajarin lu, jujur kaget" jawab Elsa.


"Gue juga gatau, gue juga kaget gue diperingkat 1" jawab Maura.


"Lu mau caper ke Pak Rafi kan? Kalo lu tu udah jadi pinter dan ngalahin gue" kata Elsa.


Rafi itu Rafi yang spesialis jiwa yang dulu itu lho, inget kan?? Kalo gainget bisa baca perkenalannya lagi. Dia sekarang jadi guru BK di SMA Garuda Sakti karena suatu hal.


"Maksud lu apa? Gue gapernah pengen caper ke Pak Rafi" kata Maura.


"Gausah sok polos lu. Asal lu tau ya, gue gasuka sama lu" kata Elsa sambil mendorong bahu Maura lagi dan meninggalkannya.


Maura lalu pergi ke ruang BK karena ingin konsultasi dengan Rafi.


Rafi p.o.v


"Ada apa, Maura?" tanya Rafi.


"Gak ada apa - apa sih, Pak. Cuma pengen cerita - cerita aja" jawab Maura.


"Cerita apa?" tanya Rafi.


"Bapak itu kuliahnya kan sarjana kedokteran spesialis jiwa, kenapa Bapak gajadi dokter jiwa dan malah jadi guru BK?" tanya Maura.


"Karena ada suatu insiden yang membuat Bapak itu jadi merasa bersalah dan merasa gak pantes buat jadi seorang dokter jiwa. Makanya Bapak memilih untuk menjadi guru BK di sekolah ini" jawab Rafi.


"Insiden apa itu, Pak?" tanya Maura.


"Bapak pernah dapet pasien itu psikopat dan udah bunuh banyak orang. Bapak mencoba untuk menyembuhkan dia tapi Bapak gabisa dan dia justru makin pengen bunuh orang" jawab Rafi.


"Waduu" kata Maura.


"Nanti kalo udah lulus SMA, kamu pengen jadi apa?" tanya Rafi.


"Sebenernya saya gasuka sama pekerjaan ini, tapi saya pengen membuktikan ke semua orang kalo saya bisa. Saya, Maura pasti bisa dapet pekerjaan ini dan mengerjakannya dengan baik dan sepenuh hati" jawab Maura.


"Pekerjaan apa itu?" tanya Rafi.


"Dokter, Pak" jawab Maura.


Elsa p.o.v


Elsa melihat Rafi dan Maura yang sangat dekat dari jendela ruang BK dan merasa sangat marah.


"Lu bilang lu gak gitu, tapi kenyataannya lu gitu" katanya dalam hati.


Maura p.o.v


Sudah berhari - hari Elsa membuat ulah untuk membuat nama baik Maura jelek didepan semua siswa SMA Garuda Sakti. Namun, Rafi selalu menyelesaikannya.


Alya p.o.v


Alya dan Nathan telah mengatasi masalah Alex dengan membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Lalu Alya, Tiara, Rangga dan Nathan menjadi berteman dengan dekat satu sama lain.


Lalu kita skip ke hari menjelang kelulusan mereka semua.


Maura p.o.v


Ia mengirim chat ke Alya pada malam hari pukul 8.


"Al, lu sibuk?" tanyanya.


Alya p.o.v


Alya yang sedang membaca buku, melihat Maura mengiriminya chat.


"Nggak kok, kenapa?" jawab Alya.


"Bisa ketemuan besok?" tanya Maura.


"Besok gue gabisa, soalnya setelah pulang sekolah langsung ke acara yang di rumah kakek gue dan gatau selesainya jam berapa" jawab Alya.


"Besoknya lagi?" tanya Maura.


"Tapi besoknya lagi hari Minggu ya. Lu harus ngelakuin rutinitas" kata Maura.


"Ya gimana kalo lu ketempat gue? Sekali - kali lu ngelakuin itu bareng gue" tanya Alya.


"Boleh emang? Sebenernya gue sih juga pengen berkuda sama manah gitu" jawab Maura.


"Boleh lah. Hari Minggu ya. Gue kirim lokasinya nanti" jawab Alya.


"Okee, makasih Alyaa" kata Maura.


.


.


.


.


.


Sebenernya Elsa itu suka sama Rafi genks, percintaan antara murid dan guru. Elsa udah suka sama Rafi sebelum Maura pindah ke SMA Garuda Sakti dan waktu belum ada Maura, Elsa itu selalu peringkat satu. Sementara setelah Maura pindah kesana, Maura minta diajarin sama Elsa dan Elsa ngajarin dia. Lalu tiba - tiba saat ulangan, Maura mendapat nilai yang lebih tinggi dari Elsa dan Maura jadi ada di peringkat satu sementara Elsa tergeser ke peringkat dua. Dan si Rafi itu keknya lebih suka sama Maura, karena Maura gak neko - neko dan berasal dari keluarga yang sederhana beda sama Elsa yang anaknya direktur rumah sakit.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.