I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Zes (Enam)



Maura p.o.v


"Dengan nilai kamu ini, kamu cuma bakal bisa masuk SMP swasta kamu tau gakk?? Dan kalo kamu masuk SMP swasta, biayanya itu bakal mahal banget Mauraaa" kata ayahnya.


"Tapi kan masi ada anak yang peringkatnya dibawah aku, Pa" jawab Maura.


"Dia anak orang kaya Maura, beda sama kamu. Kamu tau gak kalo keluarga kita ini biasa aja!!" ucap ayahnya dengan sangat marah karena Maura membantah.


"Ya kalo gitu itu bukan salah aku lah. Harusnya papa itu kerja lebih keras lagi supaya keluarga kita ini luar biasa" jawab Maura ikut marah dan pergi ke kamar lalu mengunci pintunya.


Ayahnya mengetuk pintu dan berteriak - teriak tetapi Maura tidak menanggapinya karena ia mendengarkan musik menggunakan headset dengan volume tertinggi.


Kita skip ya man teman. Kita skip sampe mereka, kecuali Rafi menduduki kelas 2 SMA jan lupa kalo Rafi usianya berjarak sekitar 12 - 13 tahun dari mereka ber-5.


5 tahun kemudian


"Kamu jangan terlalu seneng dan berbuat seenaknya yaaa. Kamu bisa masuk sekolah ini itu karena ibu kamu guru disini, coba kalo nggak pasti gak dapet sekolah kamu. Udah nilai kayak es krim diacak - acak ayam" ucap kepala sekolah yang memarahi Maura karena ia terlibat pertengkaran.


Beberapa saat kemudian Trisna datang kesana.


"Maafkan anak saya ya pak. Saya akan nasehati supaya dia tidak bertengkar lagi" kata Trisna meminta maaf atas kelakuan anaknya.


Rafi p.o.v


"Eh lu tau gak? Pasien lu yang itu tuh, yang katanya psikopat. Itu udah bunuh sekitar 3 orang lu masih mau ngurus dia?" tanya sahabatnya.


"Gaada yang namanya penyakit itu gabisa disembuhin, entah itu penyakit fisik maupun jiwa" jawab Rafi sambil merapikan berkas - berkas pasiennya yang berantakan.


"Yaudah terserah lu, yang penting kalo ada apa - apa jangan nangis ntar" goda sahabatnya.


"Iya iya" jawab Rafi.


Alya p.o.v


"Rel, gue pamit ya. Gue harus balik ke Indonesia" kata Alya di telepon.


"Wat!!?? [(Bahasa Belanda) Apa!!??]. Kenapa lu balik kesana?" tanya Farrel.


"Kan gue udah pernah bilang kalo gue udah 17 belas tahun, gue disuruh balik kesana sama nyokap gue. Buat ngurus perusahaan kakek. Ditambah lagi adek gue yang di Indonesia terjerat kasus narkoba. Jadi gue harus kesana" jelas Alya.


"Maar je wilt dokter worden [(Bahasa Belanda) Tapi kamu pengen jadi dokter]. Kok disuruh ngurus perusahaan sih?" kata Farrel.


"Nanti gue bisa minta orang buat ngurus perusahaan dan gue jadi dokter" jawab Alya.


"Terus dulu lu juga bilang mau jadi mafia, kalo di indo kan gabisa jadi mafia" ucap Farrel mengingat hari pertama pertemuan mereka.


"Yaelah, masi inget aja" ucap Alya sambil sedikit tertawa.


Padahal secara Alya sudah menjadi seorang mafia karena yang dulu author bilang di eps 5.


"Btw, lu berangkatnya kapan?" tanya Farrel.


"Nu [(Bahasa Belanda) Sekarang], ini gue lagi dimobil mau ke bandara" jawab Alya.


"Yauda kalo gitu tiati ya, Al. Zorg daar voor jezelf [(Bahasa Belanda) Jaga diri kamu disana]" ucap Farrel.


"Ja [(Bahasa Belanda) Ya]. Makasih lho buat semua kebaikan lu selama gue disini" jawab Alya.


"Ja, graag gedaan [(Bahasa Belanda) Ya, sama - sama]. Jangan lupa ibadah pas disana, soalnya disana mayoritas Islam lho" kata Farrel.


"Iyaiya, gue gaakan lupa kok, kalo gue itu Katolik. Ik hang eerst de telefoon op [(Bahasa Belanda) Aku tutup dulu ya teleponnya]" jawab Alya.


"Vaarwel [(Bahasa Belanda) Selamat tinggal], Alya" ucap Farrel.


"Gue ngucapin sampai jumpa aja ya? Soalnya gue masi pengen ketemu lu lagi" jawab Alya dan mengalihkan ponselnya ke mode pesawat.


Farrel tersenyum sambil menghembuskan nafas dan menatap ponselnya.


Skip Bandara Amsterdam Schiphol


Alya sampai disana dan menunggu di ruang tunggu.


"Het vliegtuig zal over 15 minuten opstijgen. Dames en heren, wees voorbereid [(Bahasa Belanda) pesawat akan lepas landas dalam 15 menit lagi, mohon penumpang bersiap]" pemberitahuan dalan Bahasa Belanda dibunyikan.


"The plane will take off in fifteen minutes. Ladies and gentlemen, please stand by [(Bahasa Inggris) pesawat akan lepas landas dalam 15 menit lagi, penumpang dimohon bersiap]" begitupula dalam Bahasa Inggris, untuk orang yang bukan merupakan orang Belanda.


15 menit sudah berlalu, Alya pun masuk ke dalam pesawat yang akan membawanya ke Bandara Soekarno Hatta.


Jadi tadi, Alya berangkat pada pukul 7 malam waktu Belanda yang artinya kalau di Indonesia adalah pukul 12 malam dan penerbangan dari Belanda ke Indonesia memakan waktu sekitar 16 jam. Jadi, kira - kira Alya sampai di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 4 sore ya guyss.


Setelah sampai di Bandara Seokarno Hatta, para bodyguard yang disewa kakeknya langsung membersihkan jalan untuknya lewat.


Sekretaris kakeknya berjalan di sampingnya dan memberikan kacamata hitam.


"Kenapa harus pake ini?" tanya Alya.


"Anda akan mengetahuinya nanti" jawab sekretaris kakeknya.


"Kemarikan koper anda, aku yang akan membawanya" katanya sambil meminta koper Alya.


Alya memberikan kopernya dan memakai kacamata hitamnya tanpa tau mengapa harus begitu.



Setelah sampai di halaman bandara, merena langsung disambut dengan ribuan wartawan.


"Bagaimana tanggapan anda tentang adik anda yang terjerat kasus narkoba???" kata seorang wartawan.


"Apakah anda datang kesini untuk membuat adik anda sembuh dari penyakit psikisnya???" kata wartawan lain.


"Apakah benar bahwa adik anda akan menuruti perintah anda termasuk untuk mengonsumsi narkoba??" kata wartawan yang lainnya lagi.


"Apakah benar bahwa anda yang akan mewarisi perusahaan Pak Hanung nantinya??" tanya wartawan yang satunya lagi.


Para bodyguard melindungi Alya dari wartawan hingga Alya masuk ke mobil di tempat kursi penumpang lalu sekretaris kakeknya memasukkan koper ke bagasi dan masuk ke mobil di tempat kursi pengemudi dan langsung mengemudikan mobil untuk keluar dari sana.


"What was that?? [(Bahasa Inggris) Apa itu tadi??]" tanya Alya pada sekretaris kakeknya sambil melepas kacamata hitamnya.


"Itu adalah wartawan, apa anda tidak tau?" jawab sekretaris kakeknya.


"I know [(Bahasa Inggris) Aku tau] mereka itu wartawan tapi kenapa mereka gitu?" jawab Alya.


"Tentu saja itu karena kasus adik anda. Sekarang kita akan ke rumah utama untuk merapatkan sesuatu" jawab sekretaris kakeknya.


"Btw, What's your name secretary? [(Bahasa Inggris) Ngomong - ngomong, siapa nama kamu sekretaris?]" tanya Alya.


"Ah, perkenalkan namaku Jack" jawab Jack.


"Jack?" tanya Alya kaget dengan nama aneh sekretaris kakeknya tersebut.


"So, we're going to the main house? [(Bahasa Inggris) Jadi, ini kita pergi ke rumah utama?]. Yang di Jakarta Timur itu?" kaget Alya karena jaraknya itu sangat jauh.


"Iya" jawab Jack.


"Sekretaris Jack. Are you aware? [(Bahasa inggris) Apakah kamu sadar?]" tanya Alya.


"Tentu saja aku sadar jika tidak aku tidak mungkin mengemudikan mobil ini, nona" jawab Jack.


"Wahhh. Nanti Sekretaris Jack bakalan berkendara selama 3 jam lebih lho, kalo kesana" tanya Alya.


"Semua lalu lintas sudah diatur oleh agen khusus kita dan perjalanan kita akan menempuh waktu sekitar 45 menit saja" jelas Jack pada Alya.


"Agen khusus kita?" tanya Alya.


"Kakek anda membentuk itu 2 tahun yang lalu untuk mengurus segala keperluan perusahaan kita yang seperti ini contohnya" jawab Jack.


"Padahal aku cuma 5 tahun di Belanda, banyak banget yang udah terjadi disini" ucap Alta sedikit kagum.


"Anda benar. Bahkan sekarang perusahaan kakek anda bukanlah sebuah perusahaan biasa lagi tapi sebuah perusahaan yang sangat besar sebuah perusahaan group yang mengatasi banyak sekali anak perusahaan dan merupakan perusahaan terbesar di negara ini" kata Jack.


"Kakek berusaha terlalu keras ya" kata Alya memuji kakeknya.


"Iya, untuk sampai seperti ini bukanlah hal yang mudah. Tapi apa anda tau bahwa kakek anda menamai perusahaan dengan nama Unicorn Group itu adalah karena anda?" ucap Jack.


"I don't know [(Bahasa Inggris) aku tidak tau]. Emang kenapa kakek namain perusahaan pake nama itu dan alasannya tu aku?" tanya Alya.


"Karena waktu kecil anda sangat menyukai unicorn. Semua benda selalu meminta yang ada gambar unicornnya dan anda membeli semua benda yang berkaitan dengan unicorn menggunakan black card milik kakek anda. Sampai kamar anda penuh dengan boneka unicorn" jawab Jack.


"Kakek yang nyeritain itu?" tanya Alya.


"Tentu saja. Ia juga membuat boneka unicorn sebagai maskot Unicorn Group" jawab Jack.


"Wait wait wait [(Bahasa Inggris) Tunggu tunggu tunggu]. Sekretaris Jack masuk ke kamarku?" tanya Alya.


"Mmmm, sebenarnya iya" jawab Jack.


"Why? [(Bahasa Inggris) Kenapa?]" tanya Alya.


"Kakek anda hanya mempercayakan diriku untuk membersihkan kamar itu. Jadi, akulah yang membersikannya sepanjang hari" jawab Jack.


"For now, I'm here [(Bahasa Inggris) Mulai sekarang, aku disini]. Jadi jangan bersihin kamar aku lagi, soalnya aku yang bakal bersihin sendiri" perintah Alya.


"Oooo tentu saja. Apa anda pikir aku senang membersihkannya?" jawab Jack.


"Berani ngomong gitu? Udah bosan kerja?" goda Alya membuat Jack takut.


"Ooo tentu tidak. Maafkan aku nona kecil" ucap Jack.


"Nyetir aja yang bener, sekretaris Jack" suruh Alya.


"Siap" jawab Jack.


"Tapi kayaknya aku bakal minta untuk tinggal sendiri aja deh, daripada di rumah utama sama keluarga papa yang gaje (gajelas) itu" ucapan Alya membuat Jack kaget.


"Tapi, mengapa?? Kalau aku menjadi anda, maka aku ajan sangat senang karena tinggal di rumah besar yang memiliki taman besar dan segala fasilitas dan berbagai kenyamanan yang sangat lengkap itu" tanya Jack.


"Aku yakin ibu tiri gak nyaman sama kehadiranku, apalagi papa kandung aku sendiri yang ngucilin aku semenjak aku ikut mama, padahal mereka gak cerai. Mama emang pinter, bisa mikir buat gak nyerain papa supaya papa gabisa nikah lagi secara sah. Jadi aku tinggal sendiri aja. Lagian aku pengen tinggal di Menteng, Jakarta Pusat" jawab Alya.


"Memang benar ibu tiri anda tidak nyaman dengan kehadiran anda, ia saja sudah meminta kepada ayah anda untuk menghentikan anda datang ke Indonesia. Tapi siapa yang bisa menghentikan anda" Jack memuji Alya.


"Sudah pasti. Emang dia pikir aku bakal nyaman ama dia. Dasar perusak rumah tangga orang" ucap Alya.


"Tapi jika anda tinggal sendiri, maka aku lagi yang harus membersihkan kamar yang penuh dengan boneka unicorn itu" kata Jack.


"Hmm, tentu iya sekretaris Jack. Memang may siapa lagi?" jawab Alya.


"Baik" jawab Jack dengan wajah lesu.


Alya memakai kacamata hitamnya lagi.


"Mengapa anda memakai itu lagi?" tanya Jack.


"Kita udah hampir sampe. Aku harus pura - pura sombong kan di depan ibu tiri yang gatau diri itu" jawab Alya.


"Ooouuu, rupanya pendidikan beberapa jam sudah membantu anda mengerti situasi, padahal anda baru belajar beberapa saat di bandara tadi tentang bagaimana cara menghadapi wartawan. Pak Hanung ternyata tidak berbohong tentang kepintaran dan kekuatan mental anda" Jack memuji Alya lagi.


"Tau tak pe (Baru tau tidak apa)" jawab Alya.


"Apa di Belanda juga ada kartun upin ipin?" tanya Jack.


"Gatau, aku gapernah nonton TV waktu disana" jawab Alya.


"Selama disana?" tanya Jack.


"Hmm, aku gak nonton TV, baca koran atau majalah sama gapake media sosial juga. Karena aku gamau tau berita apapun tentang papa" jawab Alya.


"Aku tidak percaya ada orang yang seperti anda. Tapi sekarang anda ada dibelakangku, jadi aku harus percaya" kata Jack.


"Sa ae sekretaris Jack" jawab Alya.


"Tapi kurasa anda harus tau kalau ayah anda menikah 2 kali setelah anda pergi. Istri yang kedua adalah seorang janda dan memiliki 2 orang anak yang satu sudah menikah yang satu lagi masih kuliah dan istri yang ketiga juga merupakan seorang janda yang memiliki anak berusia 13 tahun" kata Jack.


"Dasar papa ya, udah enak sama mama malah milih sama janda" ucap Alya.


"Tapi apakah anda tidak merasa bahwa semua ini seperti diatur oleh seseorang? Karena menurutku semua ini terasa sangat mengganjal dan kebetulan" ucap Jack.


"Aku pasrahkan saja semua pada Tuhan" ucap Alya.


"Anda benar, kita pasrahkan saja semua pada Tuhan" jawab Jack.


"Aku rasa nanti aku gak berpura - pura tapi emang harus sombong" ucal Alya bersiap untuk aksinya.


.


.


.


.


.


Lanjutannya lanjut di episode selanjutnya yaa. Soalnya kebanyakan. Tunggu jeee.....🤗🤗🤗.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.