
Rangga p.o.v
"Nak, kamu itu pinter. Tapi ya jangan nakal apa gabisa??" kata ibu Rangga.
"Gatau ma, mungkin kalo udah ketemu jodoh nanti bisa" jawab Rangga bercanda dengan ibunya.
"Kamu itu ya, masi kecil udah ngomong tentang jodoh" ucap ibunya sedikit kesal.
"Kenapa si ma? Lagian aku udah pinter" kata Rangga sambil mencium pipi ibunya.
"Daaa mamaaa" pamitnya dan berlari.
Ibunya hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya.
Skip SDN Sumur Batu 01 Pagi
"Eh lu udah dateng" kata sahabat Rangga. Namanya Zaki.
"Iya" jawab Rangga sambil melempar tasnya.
Radit dan Fauzan langsung menangkap tas itu. Mereka berdua memang sering sekali disuruh - suruh oleh Rangga.
"Bawa ke kelas yaa" ucap Rangga pada mereka berdua.
"Siap" jawab Fauzan dan Radit bersamaan. Mereka memang tidak keberatan walau Rangga menyuruh - nyuruh mereka. Karena mereka selalu mendapat contekan dari Rangga, sementara Rangga adalah anak terpintar di sekolah itu, tapi juga ternakal.
"Ngga, gue boleh nyontek PR Matematika lu gak?" tanya Zaki.
Rangga langsung menoleh ke arah Zaki dengan wajah seram seakan ia tidak akan mengizinkan Zaki menyontek PRnya, Zaki pun ketakutan. Tapi, Rangga menepuk bahu Zaki.
"Ngapain izin sihh. Ambil aja di tas gue, lu kan sahabat gue" jawab Rangga.
"Ya abis, raut muka lu kayak raut muka gak ngizinin sih" jawab Zaki.
"Yaudah kalo gitu gue nyalin PR lu dulu yaa" pamitnya dan pergi ke kelas.
Farrel p.o.v
"Kamu serius mau nikah lagi?" tanya ibu Farrel pada ayah Farrel.
"Iya, bosen aku sama kamu" jawab ayah Farrel dengan yakin tanpa memikirkan perasaan istrinya.
"Apa???!!!!" kata Farrel yang baru pulang sekolah dengan sangat marah karena mendengar perkataan ayahnya.
"Nakk" kata ayahnya.
"Aku gasetuju kalo papa nikah lagi" kata Farrel.
"Tapi kan sayang, itu hak papa" kata ayahnya.
"Kan mama itu istri papa, kalo mama gabolehin papa nikah lagi ya berati gaboleh" Farrel terus melarang ayahnya untuk menikah lagi.
Ayahnya merangkul ibunya untuk memberikan tanda.
"Papa boleh nikah lagi kan ma?" tanya ayahnya sambil merangkul ibunya agak erat.
Ibunya memilih untuk mengikuti kemauan ayahnya. "Yaudah deh, mama bolehin papa nikah lagi" jawab ibunya dengan terpaksa.
Farrel sangat marah dan langsung berlari masuk ke kamarnya, tak lupa ia mengunci pintunya. Ia langsung pergi ke kasur tanpa berganti baju. Ia tidak tahan dengan kelakuan ayahnya. Ia sangat merasa kasihan dengan ibunya.
Elsa p.o.v
"Ma" panggil Elsa.
"Apa sayang?" jawab ibunya sambil mengupas apel untuk Elsa.
"Tau gak? Kalo sekarang aku itu paling pinter lho dikelas" jawab Elsa memamerkan prestasinya.
"Ya pasti mama udah tau lah. Anak mama kan emang pinter. Oh iya, cita - cita kamu apa sih sayang?" jawab ibunya.
"Aku pengen jadi dokter mam" jawab Elsa.
"Kayak papa?" tanya ibunya.
Elsa mengangguk sambil tersenyum dan mengunyah rotinya.
Rafi p.o.v.
"Akhirnya, 2 tahun menjelang kelulusan" ucap Rafi penuh syukur karena 2 tahun lagi ia akan menyelesaikan kuliah kedokterannya.
"Eh, Fi. Setelah lulus, lu mau ambil spesialis apaan?" tanya Sinta.
"Jiwa" jawab Rafi.
"Kenapa? Bukannya itu berat?" Sinta menyakan alasan Rafi.
"Karena penyakit mental itu lebih menyakitkan. Kebanyakan dari mereka bahkan gak keliatan kalo sakit atau bahkan penderitanya gatau kalo dia lagi sakit dan itu yang jadi motivasi gue buat jadi seorang psikiater" jawab Rafi.
"Oooo, gitu. Yaudah gue ke kantin dulu ya" Sinta berpamitan dan meninggalkan Rafi.
.
.
.
.
.
Cerita hari ini langsung 3 tokoh ya temen - temen, soalnya pengarang agak bingung memikirkan. Maaf yaa 🙏🏻🙏🏻.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.