
Lanjutan eps kemaren.
Rangga p.o.v
Rangga sudah selesai bernyanyi dan semua orang bertepuk tangan untuknya. Lalu sekarang pertanyaannya adalah apakah yang akan ia lakukan selanjutnya??
Alya p.o.v
"Gimana Rangga bisa kesini?" tanya Alya.
"Mama yang nyuruh Sekretaris Bella buat beritau Rangga. Kalian harus bersatu, gaboleh pisah" jawab Helena.
Alya hanya diam saja dengan mata berkaca - kaca sambil masih menatap panggung. Ia pikir, ia akan selamanya tidak bertemu dengan Rangga. Tapi ternyata takdir menyatukan mereka lagi dan ibunya yang membuat itu terjadi.
Rangga p.o.v
"The song that I sang earlier, I dedicate to Miss Valen. For Miss Valen, I implore you. Could you go up on this stage? [(Bahasa Inggris) Lagu yang baru saja saya nyanyikan, saya persembahkan untuk Nona Valen. Kepada Nona Valen, saya mohon kepada anda. Maukah anda naik ke atas panggung?]" kata Rangga setelah bernyanyi.
"Go up, go up, go up [(Bahasa Inggris) Naik, naik, naik]" teriak semua pengunjung galeri itu sambil bertepuk tangan.
Semuanya menggunakan Bahasa Inggris karena Rangga tadi bilang kalo dia gabisa Bahasa Belanda.
Alya p.o.v
Alya menatap ibunya untuk melihat apakah ibunya mengijinkannya naik ke atas panggung. Ibunya lalu mengangguk pertanda ia mengijinkan Alya naik ke atas panggung. Alya langsung naik ke atas panggung dengan senyum merekah di wajahnya.
Sekarang ia sudah berdiri tepat di hadapan Rangga.
Rangga p.o.v
Rangga mengeluarkan wadah berisi cincin yang sudah ia beli sejak dulu karena ia berniat untuk langsung melamar Alya saat menemukan Alya. Tapi ia baru akan memberikannya sekarang, setelah 5 tahun berlalu.
Rangga menekuk satu lututnya dihadapan Alya sambil membawa wadah cincin yang terbuka itu.
"Will you accept my love and stay with me forever? Will you.........marry me? [(Bahasa Inggris) Maukah kamu menerima cintaku dan mendampingiku selamanya? Maukah kamu..........menikah denganku?]" tanya Rangga pada Alya dengan kesungguhan hatinya yang paling dalam.
Alya p.o.v
"Yes. I will be with you, until the end of my time [(Bahasa Inggris) Ya. Aku akan bersamamu, hingga akhir waktuku]" jawab Alya dengan mata masih berkaca - kaca dan senyum samar - samar.
Rangga p.o.v
Rangga berdiri dan memakaikan cincin yang ia bawa ke jari manis Alya. Lalu ia memeluk Alya dan Alya membalas pelukannya.
"Kissing please! [(Bahasa Inggris) Tolong berciuman!]" teriak Helena di tengah keheningan.
"Kissing, kissing, kissing [(Bahasa Inggris) Ciuman, ciuman, ciuman]" teriak para pengunjung setelah teriakan Helena tadi.
Alya p.o.v
Alya hanya diam menatap Rangga sambil sedikit menggigit bibir bawahnya.
Rangga p.o.v
Rangga bingung harus mencium Alya atau tidak. Tapi karena ibunya Alya yang berteriak meminta mereka berciuman, ia pun memutuskan untuk mencium Alya.
Rangga meraih tengkuk Alya dengan tangan kanannya dan mencium bibir Alya. Alya lalu memejamkan matanya menikmati ciuman Rangga. Rangga memperdalam ciumannya dan mendekatkan tubuh Alya ke tubuhnya dengan cara menarik pinggang Alya dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya masih memegang tengkuk Alya.
Alya p.o.v
Alya meremas baju Rangga yang bagian pinggang dengan kedua tangannya, pertanda bahwa ia sangat menikmati ciuman itu.
Helena sangat senang melihat anaknya menemukan cinta sejatinya.
Selesai ciumannya dan kemudian Alya dan Rangga mengobrol sambil berjalan - jalan mengelilingi galeri.
"Sebenernya aku sering ke Indonesia lho" ucap Alya.
"Serius? Kok aku gapernah tau sih. Padahal aku nyari kamu itu gak sebentar loh, 5 tahun itu waktu yang lama" kata Rangga.
"Ya karena aku selalu kesana diem - diem. Aku aja paling ngewaspadain kamu" jawab Alya.
"Emang kamu ke Indo buat apa?" tanya Rangga.
"Anak? Kamu punya anak?" tanya Rangga sangat kaget mengetahui Alya sudah punya anak.
"Iya, namanya Cia. Umurnya udah 9 tahun sekarang" jawab Alya.
"Itu anak kamu sama siapa?" tanya Rangga.
Alya tertawa kecil.
"Adopsi" bisik Alya.
"Ooo, kirain" kata Rangga.
"Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi" ucap Alya.
"Aku juga. Seneng dan bersyukur banget" kata Rangga.
"Tapi....kamu gak keberatan kalo aku mafia?" tanya Alya sambil menghentikan langkah kakinya dan menghadap Rangga.
Rangga pun ikut berhenti dan menghadap Alya. Kemudian ia memegang kedua tangan Alya dengan kedua tangannya.
"Aku sama sekali gak keberatan dengan itu" jawab Rangga.
"Aku juga pernah bunuh orang lho" ucap Alya.
"Gapapa, Alya. Papaku juga pernah bunuh orang" jawab Rangga.
"Hish, tapi kan papa kamu tentara" kata Alya sedikit kesal.
"Ya sih, tapi serius aku gak permasalahin itu. Bagi aku, kamu cuma Alya. Alya yang akan aku cintai selamanya, selama sisa hidup aku" kata Rangga.
"Tapi kenapa aku pernah ngerasa aneh banget ya" ucap Rangga mengganti topik pembicaraan.
"Kenapa?" tanya Rangga.
"Inget gak? 5 tahun lalu waktu kamu ngira kalo ada pasien MERS yang buat takut semua orang dan ternyata pasien itu cuma kena infeksi cacing parasit? Inget?" tanya Alya.
Kalo para readers lupa, kalian bisa baca lagi soal pasien MERS itu di eps 43.
"Hmm, inget. Kenapa?" kata Rangga.
"Waktu itu aku tidur di dada kamu dan aku sama sekali gak mimpi buruk. Padahal aku gapernah tidur tanpa mimpi buruk. Tidur sama Mama aku aja, aku tetep mimpi buruk. Tapi sama kamu bener - bener gak mimpi buruk sama sekali. Dan waktu itu adalah pertama kalinya aku tidur nyenyak tanpa mimpi buruk" jelas Alya.
"Hmmm, aku gabisa jawab panjang - panjang sih. Tapi mungkin kita emang ditakdirin buat bersama seumur hidup" kata Rangga.
"Apa hubungannya?" tanya Alya.
"Ya kan kalo pasutri (pasangan suami istri) itu tidurnya barengan, satu ruangan, sampingan, deketan, sebelahan dan lain sebagainya, intinya deket. Jadi, Tuhan buat kamu gak mimpi buruk kalo tidur di deket aku karena supaya kamu nyaman tidur di deket aku" jawab Rangga.
Alya tertawa.
"Ada - ada aja metafora kamu itu" ucap Alya sambil berlari kecil meninggalkan Rangga.
"Loh, kok lari sih" kata Rangga sambil menyusul Alya.
.
.
.
.
.
Eps ini juga merupakan eps terakhir dari novel ini gengs. Buat para readers yang udah baca, aku ngucapin makasi banyak. Semoga kalian bisa memetik amanat yang disampaikan pengarang lewat novel ini.
Mohon maaf kalo sekiranya ada kata yang menyinggung atau salah ketik dan segala kesalahan lain pengarang dalam membuat novel ini.
Sekali lagi terima kasih karena telah membaca novel I Will Be Okay. Semoga...... whenever and wherever you are, you always be okay. See you again in another story 👋👋👋.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.