
Alya p.o.v
Hari ini adalah sore hari dari Alya latian basket di eps sebelumnya sekaligus sore hari dari hari Kamis yang ada di eps 13 yang merupakan peringatan 6 tahun kematian neneknya Alya di eps 9. Kalo jam, ya mungkin sekitar jam 5 sore.
Alya dan keluarga pergi ke makam neneknya.
Semuanya menaruh bunga di makam istri Hanung.
"Aku janji. Aku bakal nyari fakta dibalik kematianmu yang aneh ini, nenek. Dan aku juga janji buat ngembaliin semua ke tempatnya. Aku mohon nenek bantu aku dari atas sana, ya" ucap Alya dalam hati sambil menaruh bunga lily ke makam neneknya.
Keesokan harinya.
"Temen - temen, jangan istirahat dulu ya. Gue mau nyampein pengumuman dari kumpul ketua kelas tadi" kata Rangga.
"Yaudah buruan" kata Panji.
"Tau nih, gue laper belum sarapan" protes Mira.
"Iyaiya sabar, nggak banyak kok pengumumannya" kata Rangga sambil maju kedepan kelas.
"Untuk hari senin besok, sekolah kita akan mengadakan porseni selama 1 minggu. Jadi, selama 1 minggu kita gaada pelajaran" kata Rangga.
"Udah?" tanya Fara.
"Belumm" kata Rangga.
"Selama 1 minggu akan diadakan lomba wajibnya, kalian udah pada tau kan?" lanjut Rangga.
"Tauu" jawab anggota kelasnya.
"Apa coba?" tanya Rangga.
"Basket sama renang" jawab anggotanya.
"Okey, basket sama renang. Jadi lombanya kita kelas 11 kebagian hari Rabu sama Kamis. Kelas 10 hari Senin sama Selasa dan kelas 12 hari Jum'at sama Sabtu. Semua itu bareng ya. Cuman dibedain yang putra sama putri aja. Basket putra dan renang putra pada hari pertamanya, kalo kelas 10 berati hari Senin, kita hari Rabu dan kelas 12 hari Jum'at. Lalu basket putri dan renang putri, kelas 10 pada hari Selasa, kelas 11 pada hari Kamis dan kelas 12 pada hari Sabtu. Untuk pensinya diadakan setelah Ashar dan nanti urutannya adalah pada Hari Senin itu ada pentas dari ekskul tari, hari Selasa nanti akan dihabiskan untuk pensi dari adik kelas 10, hari Rabu nanti kita kelas 11, hari Kamisnya dilanjutkan dari semua ekskul kita dan hari Sabtunya baru pensi dari kelas 12. Untuk hari Jum'at gaada pensi, karena seperti yang kita tau bahwa hari Jum'at itu adalah hari pendek" kata Rangga.
"Yasudah sekian terima kasih karena sudah mendengarkan dengan saksama, sekarang kalian semua boleh istirahat" kata Rangga.
"Bentar - bentar" kata Fara.
"Iya? Kenapa, Far?" tanya Rangga.
"Seragamnya apa?" tanya Fara.
"Oo iya lupa, bajunya bebas bagi yang nggak main. Kalo yang main ya nanti menurut ketentuan 1 tim dan pada waktu pensi bajunya juga bebas" kata Rangga.
"Okee" kata semuanya.
Alya p.o.v
"Nggaa, ngantin bareng yuk" kata Alya.
"Ngapain sih lu ngajak dia?" tanya Tiara.
"Gapapalah, sekali - kali. Lagian Randy gamasuk, kasian kan kalo dia sendirian" jawab Alya sambil beranjak dari bangkunya.
Tetapi sepertinya Tiara agak kesal dan tidak beranjak dari bangkunya. Alya yang tau bahwa temannya itu kesal lalu berbisik ke telinga Tiara.
"He's good [(Bahasa Inggris) Dia kan baik]" bisiknya.
Tiara pun akhirnya mau beranjak dengan muka cemberut.
Mereka bertiga berjalan menuju ke kantin dan melihat Nia sedang menganggu Risma.
"Ini kenapa si?" tanya Alya.
"Gapapa kok" jawab Nia dengan bergaya.
"Gapapa gimana, jelas - jelas tadi lu tu nindas dia tau gak!!!" ucap Tiara dengan berani karena ada Alya yang akan melindunginya disana.
"Tiaraa, walau dia salah kita gaboleh langsung kayak gitu" bisik Alya.
"Okey, kalo emang gue gangguin dia kenapa?? What is the relationship with you? [(Bahasa Inggris) Apa hubungannya sama lu?]" tanya Nia.
"Ouh, of course there is. Why? Because Risma is my friend [(Bahasa Inggris) Ouh, tentu ada. Kenapa? Karena Risma tu temen gue]" jawab Tiara.
"Pergi dari sini atau gue laporin BK?" ancam Rangga pada Nia.
Tiara memberikan tatapan setan pada Nia.
"Hihh, yaudah deh. Girls yuk cabut" kata Nia dan pergi dari tempat itu.
"Risma, another time. If that she annoys you again, you have to be strong [(Bahasa Inggris) Risma, lain kali. Kalo dia gangguin lu lagi, lu harus kuat]" kata Alya.
Risma mengangguk masih dengan wajah ketakutan.
"Kalo kamu kuat, mereka gaakan nindas kamu" kata Alya.
"Makasih ya" ucap Risma dengan suara lirih.
"Sama - sama, tapi lain kali lu harus lawan mereka ya. Remember the word was I say [(Bahasa Inggris) Inget kata yang gue ucapin tadi ya]" jawab Alya sambil memegang kedua bahu Risma dan tersenyum menatapnya.
"Yaudah yuk kita lanjut" ajak Tiara.
Mereka berempat pergi ke kantin dan makan bersama.
Ocee dari sini kita skip langsung ke kegiatan porseni ya guys.
Rangga p.o.v
"Situ situ tarik, nah udah pas" kata Stella.
"Udah ya, gue tali nih tambangnya" ucap Rangga.
"Iyaa" jawab Stella.
Alya p.o.v
Ia sedang mendaftar semua keperluan yang ada dan melihat Rangga sedang memasang banner.
Ia tiba - tiba merasa pusing dan sesak. Lalu tidak lama kemudian pingsan.
"Eeh, Alyaa" teriak Tiara langsung berlari ke arah Alya.
"Tolongin donk tolonginn, pingsan nihh" teriak Tiara.
"Alll, Allll" kata Tiara sambil menepuk - nepuk pipi Alya.
"Lu kenapa? Bangun Allll" kata Tiara.
Rangga p.o.v
Rangga langsung turun dari tangga.
"Dim, lu gantiin gue dulu yaa" katanya dan langsung berlari ke arah Alya yang dikerumuni anak - anak.
Ia langsung menaruh kepala Alya di pangkuannya.
"Alll, lu kenapa??" tanyanya dengan sangat khawatir.
"Gue bawa dia ke UKS, lu bawain teh anget ya kesana" ucapnya pada Tiara.
"Iyaiya" jawab Tiara sambil mengangguk dan langsung ke kantin memesan teh hangat.
Rangga menggendong Alya dengan gaya bridal ke UKS. Setelah sampai di UKS, Rangga langsung membaringkan Alya di ranjang UKS. Ia menatap Alya dan menyingkirkan rambut Alya yang menutupi wajah Alya.
Tidak lama kemudian Tiara datang dengan teh hangat.
"Taruh disitu dulu, dia belum sadar" suruh Rangga sambil menunjuk meja di dekat ranjang UKS yang dipakai tidur oleh Alya.
"Yaudah gue aja yang nunggu dia disini, lu lanjutin kerjaan lu" suruh Tiara.
"Gue aja ya" kata Rangga.
"Ih enak aja, gue gapercaya sama lu. Ntar kalo Alya lu apa - apa in gimana??" kata Tiara.
"Alya gabakal gue apa - apa inn" ucap Rangga.
"Gue udah bilang, I don't believe you [(Bahasa Inggris) gue gapercaya sama lu]" ucap Tiara.
"Udah sana, syuh syuhh" kata Tiara sambil mengibas - ngibaskan tangannya.
Alya p.o.v
Alya sudah sadar dan langsung duduk, sementara Rangga dan Tiara justru asik bertengkar.
"Apa - apaan sih kalian" kata Alya.
"Alll" kata Tiara.
"Kok lu langsung bangun sih, tidur dulu. Kan lu baru pingsan tadi" ucap Tiara.
"Gue gapapa" kata Alya dan akan turun dari ranjang.
"Gabisa, lu harus disini dulu" tegas Rangga sambil menahan lengan Alya.
"Tugas gue banyak disanaaa" kata Alya tetap ingin bertugas lagi.
"Kan bisa digantiin sama yang lain, lu disini ajaa" ucap Tiara.
"Hhh, gue bosen disini ntar" Alya tetap ingin bertugas
"Gue temenin" jawab Rangga.
"Enak ajaa, kan gue udah bilang gaboleh" kata Tiara.
"Tuh kan, mulai lagi. Gue lebih pusing disini tau gak daripada diluar" kata Alya.
"Tapi, kenapa tadi lu pingsan?" tanya Tiara.
"Mungkin gue kecapean" jawab Alya.
Ia tau kalau ia pingsan karena melihat tali tambang yang digunakan untuk mengikat banner, tapi dia tidak mau mengatakannya. Kan dia phobia tali tambang setelah dia diculik pas masih 9 tahun.
.
.
.
.
.
Bagemane kelanjutannyee?? Kite tunggu aje yee 😊😊.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.