
Alya p.o.v
"Hai, Al?" kata Nathan menyapa Alya yang baru keluar dari mobil.
Alya tidak menanggapi dan berjalan meninggalkan Nathan begitu saja.
"Al, gue kan udah bilang kalo kemarin itu mereka bertindak sendiri tanpa perintah dari gue" ucap Nathan.
"Terus?" tanya Alya sambil masih berjalan.
"Ya terus ngapain lu marah sama gue?" tanya Nathan.
Alya berhenti dan berbalik ke Nathan.
"Gua gamarah sama lu" jawab Alya.
"Terus ngapain lu ngacangin gue gini?" tanya Nathan.
"Nur wollen [(Bahasa Jerman) Hanya ingin]" jawab Alya dan pergi lagi.
"Hah, ngapain dia pake Bahasa Jerman?" kata Nathan dan mengejar Alya.
"Warum benutzt du plΓΆtzlich Deutsch? [(Bahasa Jerman) Kenapa tiba - tiba menggunakan Bahasa Jerman?]" tanya Nathan ikut menggunakan Bahasa Jerman.
"Lu ngerti juga ternyata" kata Alya.
"Yaiyalah, secara gue tu Nathan. Serba bisa" jawab Nathan sambil menarik jasnya.
Oh iya lupa bilangin kalo seragam sekolah siswa SMA Pelita Bangsa itu ada jasnya guys. Tau kan yee?? Yang kek seragam sekolahnya anak SMA di drakor drakor gitu.
Like this
Alya tersenyum.
"Lu nggak marah lagi kan sama gue setelah tau kalo gue bisa Bahasa Jerman?" tanya Nathan.
"Gue kan udah bilang kalo gue gamarah sama lu, gue pake Bahasa Jerman cuma buat ngetes lu aja. Lu ngerti atau nggak, gitu doank" jawab Alya.
"Emang kalo gue ngerti kenapa dan kalo gue gangerti kenapa?" tanya Nathan.
"Kalo lu ngerti, berati lu orangnya asik dan gue mau deket sama lu kek kita pas SD dulu. Kalo lu gangerti gue bakal jauh - jauh dari lu karena lu pasti gaasik" jawab Alya.
"Jadi kita kek dulu lagi nih yee" kata Nathan.
"Sicher [(Bahasa Jerman) Tentu]" jawab Alya.
Rangga p.o.v
Rangga memakan es krim sambil melihati Alya dan Nathan.
"Kok mereka akrab ya? Padahal kemarin kek gitu. Tapi kalo diliatin, Alya cantik juga" batinnya.
"Eyy menn" kata Randy.
"Lu liatin apa si?" tanyanya pada Rangga.
Rangga tidak menanggapi karena sedang melihati Alya.
Randy meluruskan pandangan Rangga.
"Ooouu, lagi liatin si Alya" kata Randy.
"Dia bisa akrab sama gue kek gitu nggak ya??" Rangga bertanya - tanya di benaknya.
"Cantik yaa??" tanya Randy.
"Iyaa" jawab Rangga masih dalam alam lamunannya.
"Tuh kan, lu suka sama dia. Ngeliatinnya aja ampe ngelamun gitu" kata Randy.
"Iya, keknya gue suka sama dia" jawab Rangga yang belum keluar dari alam lamunan.
"Ngga, udahlah sadar broo" kata Randy sambil mengibaskan tangan di depan muka Rangga.
"Ey paan si? Sejak kapan lu disini?" kata Rangga sambil menyingkirkan tangan Randy dari pandangannya.
"Dari tadi juga gue disini" jawab Randy.
"Serius?" tanya Rangga.
"Iya, masa lu gainget? Yang gue nanyain lu kalo Alya cantik terus lu jawab iya dan lu juga bilang kalo lu suka sama dia?" kata Randy.
"Gue bilang gitu?" tanya Rangga.
"Lu mitomania (hobi bohong tapi tidak menyadarinya) ya?" tanya Randy.
Rangga meninggalkannya.
"Nggaaa, Ranggaaaa" panggil Randy.
"Hadehh, yaudahlah yaa gue serahin Alya buat lu" katanya sambil menatap Alya.
"Tapi kok dia akrab sama Nathan ya? Pantesan tu anak sebel" ucapnya lalu mengikuti Rangga.
Alya p.o.v
"Nanti istirahat, ngantin bareng yaa" ajak Nathan.
"Hmm" jawab Alya sambil tersenyum.
Setelah itu mereka ke kelas masing - masing.
Rangga p.o.v
Selama guru menjelaskan tentang pelajaran, Rangga justru terus melihati Alya yang sedang mencatat kata - kata penting yang diucapkan guru.
"Jangan diliatin terus" bisik Randy.
"Terserah gue lah" jawab Rangga ikut berbisik juga agar tidak terdengar oleh guru.
"Kenapa emang? Takut ilang ya?" tanya Randy.
"Paan si, nggak lah" kata Rangga kembali menghadap ke depan.
"Jujur aja ngapa si" ucap Randy.
"Jujur apaan?" tanya Rangga.
"Kalo lu tu suka sama Alya" jawab Randy.
"Emang gue suka sama Alya ya?" tanya Rangga sambil berpura - pura mencatat perkataan guru.
Randy mengintip catatan Rangga dan ternyata Rangga menulis nama Alya terus di bukunya.
"Iya, tu buktinya lu bukan nyatet omongan guru tapi nama Alya terus" jawab Randy.
Rangga melihat catatannya.
"Hhhh" desisnya sambil menaruh pulpen di meja dengan kesal.
"Iya deh iya, gue akui" jawab Rangga.
"Yess, akhirnya lu suka juga sama cewe. Lu tau gak kalo dulu tu gue mikir lu suka sama gue" kata Randy.
"Geer, gamungkin lah gue suka sama lu. Gue tu masih sehat" kata Rangga.
"Ya gue kirain gitu. Yaudah bentar lagi kan istirahat, lu ajak tu si Alya makan" kata Randy.
"Harus?" tanya Rangga.
"Yaiyalah, buat P.D.K.T" jawab Randy.
"Kalo dia gamau makan bareng gue?" tanya Rangga.
"Kalo dia gamau, lu makan bareng gua" jawab Randy.
"Ah elah lu mah" ucap Rangga.
Randy hanya tertawa.
Alya p.o.v
Bel istirahat berbunyi, Alya merapikan bukunya.
"Yasudah anak - anak, silakan istirahat" ucap guru.
"Baik, buu" jawab semua anak kelas 11 MIA 1.
"Al, gue gak ngantin ya. Lagi males" kata Tiara.
"Yaudah kalo gitu gue tinggal ya, soalnya tadi gue udah janjian sama Nathan buat ngantin bareng. Lu gamau titip apa - apa?" jawab Alya.
"Nggak, nggausah" jawab Tiara.
"Yaudah gue keluar dulu ya" pamit Alya.
"Iya" jawab Tiara.
"Janjian sama Nathan? Dia kepincut sama Nathan? Kemaren kek jijiq gitu, sekarang janjian. Ini gue yang salah denger atau apaan ya??" batin Tiara.
Rangga p.o.v
"Al" panggil Rangga.
"Iya?" jawab Alya sambil menoleh ke arah Rangga.
"Eeee, Mauuu makan bareng gue nggak?" tanya Rangga gugup.
"Makan bareng? Maaf ya, Ngga. Gue udah janjian buat makan sama Nathan, maaf banget ya" jawab Alya dan pergi.
"Tuh kan, lu gak gercep (gerak cepat) sii. Udah keduluan sama Nathan" kata Randy.
"Mereka kok bisa deket ya? Padahal Alya baru sekolah disini 2 hari dan baru ketemu sama Nathan tadi pagi, kok udah janjian makan sii" ucap Rangga kesal.
"Udah sabar aja men, mereka pasti belum pacaran kok. Lu cuman perlu gercep aja" kata Randy.
Alya p.o.v
Di kantin
Nathan melambaikan tangannya. Alya lalu duduk di depan Nathan.
"Gue liat di berita, adek lu kena kasus narkoba ya?" tanya Nathan.
"Iya, tapi udah keluar kok. Dia tu dijebak. Senakal - nakalnya adek gue, gamungkin dia sampe narkoba. Apalagi dia masih 15 tahun" jawab Alya.
"Ooo gitu ternyata" kata Nathan.
"Sebel deh sama media. Masa kalo pas kejerat kasus gitu rame yang beritain, giliran udah keluar semua pada ngilang" ucap Alya.
"Ya itu yang namanya wartawan" kata Nathan
"Yaudah mau makan apa?" tanya Nathan.
"Puding stroberi aja" jawab Alya.
"Oke, gue pesenin dulu ya" jawab Nathan dan pergi memesan makanan dengan uangnya.
Tidak lama kemudian Nathan kembali dengan membawa puding stroberi dan teh hangat.
"Rencana lu apa sekarang?" tanya Nathan sambil duduk di bangku yang ada di depan bangku yang diduduki Alya.
"Gue pengen nyari kebenaran tentang kematian nenek gue, setelah itu gue pengen ngembaliin semua pada tempatnya dannn yang terakhirrr gue butuh lu" jawab Alya.
"Gue? Buat apaan?" tanya Nathan.
"Lu mau gak ngurus perusahaan gue nanti?" tanya Alya.
"Kan gue juga harus ngurus perusahaan bokap gue, Al" jawab Nathan.
"Kan bisa digabung. Ya pleaseee" jawab Alya.
"Yaudah deh iya" jawab Nathan.
"Serius luu??" tanya Alya sekali lagi.
"Iyaa, Nona Brechtje" jawab Nathan.
"Lu tu emang sepupu gue yang palingggg baikkkk" kata Alya sambil mencubit pipi Nathan dengan keras.
"Alll, paan sii. Malu tau diliatin anak - anak" kata Nathan.
"Iyaiya maaf, kelepasan" jawab Alya dan kembali duduk.
"Tapi kenapa lu pengen ngembaliin semua ke tempatnya? Emang ada yang salah tempat?" tanya Nathan.
"Iya. Gue ngerasa semua kejadian yang terjadi di keluarga gue itu kebetulan" jawab Alya.
"Kalo gitu gue beneran mau bantuin lu kok, Al. Kapanpun lu butuh gue, gue bakal ada disana" ucap Nathan.
Alya hanya tersenyum senang karena Nathan mau membantunya.
.
.
.
.
.
Lanjut eps berikutnya yaaa π.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. πππ.