
Sampailah pada hari dimana mereka diterima di universitas yang mereka inginkan dan menjadi seorang mahasiswa fakultas kedokteran. Alya di Oxford University, Inggris. Maura, Rangga dan Elsa di Universitas Indonesia, Jakarta dan terakhir Farrel di University of Amsterdam, Belanda.
Abis semua ini, kita skip langsung 11 tahun aja ya. Dan mereka langsung menjadi dokter dengan spesialisasi yang dipilih oleh masing - masing orang. Alya itu dokter bedah jantung, Rangga sama kayak Alya lalu Maura dan Elsa sama - sama bedah saraf dan yang terakhir Farrel itu bedah umum.
Dan setelah Maura menjadi seorang dokter bedah saraf, Rafi yang trauma karena ia tidak bisa menyembuhkan pasiennya yang psikopat dulu dan pasien tersebut justru membunuh lebih banyak orang dan ia berhenti dari pekerjaannya. Sekarang kembali menjadi seorang dokter jiwa atau psikiater bukan guru BK. Ia kagum dengan semangat Maura waktu Maura masih SMA dan menurutnya, kalau anak didiknya aja bisa mencapai keinginannya dan membanggakan orang tua. Mengapa ia tidak?? Dan akhirnya ia kembali menjadi dokter dan menghadapi traumanya.
Alya p.o.v
Alya dan Nathan bercakap - cakap di telepon.
"Ngapain lu nelpon gue? Nanti tagian telpon internasional lu banyak lhoo" kata Alya.
"Bodo" jawab Nathan.
Alya tertawa.
"Gue mau tanya, kapan lu balik kesini?" tanya Nathan.
"Kenapaa?? Kangen yaa??" Alya menggoda sepupunya.
"Enak aja. Bukan gitu. Masalahnya ni monyet gangguin gue terus" kata Nathan.
"Monyet? Sejak kapan lu punya monyet?" tanya Alya.
"Sejak lu kuliah di Oxford, bego" jawab Nathan.
"Serius? Kok gue gatau ya" jawab Alya.
"Bukan monyet beneran, tapi monyet yang gue maksud itu Rangga" kata Nathan.
"Rangga gangguin lu terus gitu?" tanya Alya.
"Iya, ni anak tanya terus kapan lu kesini" jawab Nathan.
"Ya gue udah lulus sih. Tapi masi pengen traveling" kata Alya.
"Yaampun. Ngapain traveling segala??" tanya Nathan.
"Ya siap - siap aja. Setelah gue kesana, kakak tiri gue pasti bakal memulai rencananya. Jadi gue bahagiain diri sendiri dulu" jawab Alya.
"Iya juga si. Yaudah gue matiin ya" kata Nathan.
"Bentar - bentar" kata Alya.
"Kenapa?" tanya Nathan.
"Rangga jadi dokter spesialis apa?" tanya Alya.
"Dia jadi dokter spesialis bedah jantung, sama kek lu. Terus si Maura jadi dokter bedah saraf. Mereka berdua kerja di rumah sakit kakek lu, Rumah Sakit Dirgantara. Dan temen lu, Tiara jadi pengacara. Mungkin lu butuh info ini, si Elsa anaknya Pak Gilang alias Direktur Rumah Sakit Dirgantara juga kerja di rumah sakit yang diketuai ayahnya itu dan spesialisasinya sama kek Maura" Nathan memberitahukan semuanya.
"Gue gabutuh info tentang Elsa sih sebenernya, tapi makasi. Terus pacar lu itu?" tanya Alya.
"Risma ngambil jurusan sastra dan jadi pengarang" jawab Nathan.
"Hebat banget dia. Yaudah sekarang boleh lu matiin" kata Alya.
"Oke, cepet pulang Monalisa" kata Nathan.
"Lama gue gadenger lu manggil gue Monalisa" kata Alya.
"Makanya buru pulang, gue panggil lu Monalisa tiap hari ntar" jawab Nathan.
"Hmm. Lu bilang gitu justru gue gamau pulang nih kalo dipanggil Monalisa tiap hari, sekali - kali aja manggil Monalisanya" kata Alya.
"Iya udah deh enggak. Bukan Monalisa, Alya aja" kata Nathan.
"Ajanya diilangin" kata Alya.
"Alyaa" kata Nathan.
"Nah, gitu donk" kata Alya sambil tertawa.
Maura p.o.v
Ini gambar Rumah Sakit Dirgantara.
Maura sedang mengoperasi pasiennya yang sakit tumor otak.
Setelah selesai kemudian.
"Alhamdulillah operasi tadi berjalan lancar ya, Dok" ucap dokter residen yang membantu Maura mengoperasi tadi.
"Iya alhamdulillah. Semoga kedepannya semua operasi saya bisa terus berjalan lancar" jawab Maura sambil melepas jubah operasinya.
"Aamiin. Saya yakin kedepannya semua operasi Dokter pasti berjalan lancar, Dokter Maura kan dokter bedah saraf yang hebat" kata dokter residennya memuji dokter yang mengajarinya.
Setelah itu Maura pergi ke kantin untuk makan siang. Ia berjalan ke kantin sambil memegangi lehernya yang sedikit pegal karena mengoperasi selama 13 jam. Operasinya dokter bedah saraf emang rata - rata segitu lamanya, bahkan ini yang paling cepet. Biasanya ada yang lebih lama lagi. Karena bedah saraf rata - rata mengoperasi kepala, tapi kadang ngoperasi tulang belakang juga.
dikantin ia melihat Rangga yang melamun.
"Hoii. Ngelamun lu?" kata Maura mengagetkan Rangga sambil duduk disebelahnya.
"Dikit, soalnya masih sadar" jawab Rangga.
"Ngelamunin apaan?" tanya Maura.
"Ngelamunin pasien yang gue operasi tadi" jawab Rangga.
"Lu tadi ada jadwal operasi?" tanya Maura
"Iya, barusan selesai terus langsung kesini" jawab Rangga.
"Sama donk, gue abis ngoperasi juga langsung kesini" ucap Maura.
"Yakin pasien yang lu operasi tadi gapapa?" tanya Rangga.
"Yakin sih" jawab Maura.
"Kok pake sih? Yakin apa enggak?" tanya Rangga.
"Yakiinn" jawab Maura.
"Kok gue gayakin ya sama pasien yang gue operasi tadi" kata Rangga.
"Maksudnya?" tanya Maura.
"Ya gue gayakin kalo dia bisa sehat terus karena operasi dari gue" jawab Rangga.
"Ya jelas lu harus gayakin lah. Karena apapun yang dilakuin manusia, dia pasti bakal nemui ajalnya. Ya wajar lu gayakin" kata Maura.
"Iya juga sih ya" kata Rangga.
Rafi p.o.v
"Maura" panggil Rafi.
"Eh, iya. Kenapa, Prof? Ada perlu sama saya?" tanya Maura.
"Gausah terlalu formal gitulah. Kan saya guru SMA kamu" kata Rafi.
"Iya, Pak. Tapi kan sekarang Bapak jadi profesor disini. Sementara saya masih dokter junior" jawab Maura.
"Yaudah deh asalkan kamu nyaman. Saya mau tanya, kamu senggang malam ini?" jawab Rafi.
"Senggang sih, Prof. Kenapa ya?" jawab Maura.
"Karena kamu udah gede, saya terus terang aja ya? Saya pengen makan malem bareng kamu" jawab Rafi.
Maura diam sejenak.
"Iya, Prof" jawab Maura.
"Yaudah kalo gitu saya keruangan saya ya" pamit Rafi.
Maura mengangguk.
Rangga p.o.v
"Jelas banget ya dia" ucap Rangga.
"Diem lu, Samael" kata Maura.
"Jadi, lu mau sama dia? Tua lho" kata Rangga.
"Biarin yang penting seger" jawab Maura dan pergi.
"Jaman emang udah maju" kata Rangga sambil geleng - geleng.
.
.
.
.
.
Akhirnya mereka menjadi orang yang berguna untuk nusa, bangsa dan agama. Oh ya umurnya 🤦. Umur kelima tokoh utama kecuali Rafi itu 30 tahun, sementara Rafi sendiri 41 tahun.
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.