
Alya p.o.v
"Pak, saya sama teman saya boleh liat rekaman CCTV sebentar, nggak?" kata Alya pada satpam yang menjaga ruang CCTV.
"Emangnya ada masalah apa? Kok sampe mau liat CCTV?" tanya Pak satpam.
"Saya mau membuktikan kalo temen saya nggak sepenuhnya salah, Pak. Bapak tau masalah tadi kan?" jawab Alya.
"Ya udah, mau liat yang diruangan mana dan jam berapa?" jawab Pak satpam.
"Saya mau liat rekaman CCTV diruang seni tadi, pukul 17.09" jawab Alya.
"Wahh, rekamannya gaada" jawab Pak satpam.
"Kok bisa gaada, Pak?" tanya Maura.
"Iya, Pak?" tanya Alya.
"Pada jam itu, CCTVnya tadi mati" jawab Pak satpam.
"Kok bisa si? Bukannya CCTV itu 24 jam ya? Kecuali kalo listriknya mati. Sementara tadi listriknya kan gak mati" kata Maura.
"Ya emang gitu adanya" kata Pak satpam.
"Pak, kalo Bapak nyembunyiin sesuatu dari kita. Kita bakal laporin ke kepala sekolah" kata Maura yang sedikit emosi karena tidak percaya dengan Pak satpam yang mencurigakan.
"Loh, kamu nuduh saya?" kata Pak satpam ikut emosi.
Padahal emang nih satpam udah disuap sama Nia. Tapi tenang aja, Alya gabakal tinggal diem.
"Sebentar, Pak" kata Alya sambil keluar ruangan itu.
"Kita bicara sebentar" ajak Alya pada Maura.
"Kenapa?" tanya Maura mengikuti Alya keluar ruangan.
"Gue yakin, ini udah direncanain sama Nia. Jadi gabakal mudah buat buktiin kalo sebenernya ini itu kesalahan dia sendiri" kata Alya.
"Terus gimana donk sekarang?" tanya Maura.
"I have an idea [(Bahasa Inggris) Gue punya ide]. Tapi karena ini masalah lu, gue minta persetujuan lu dulu buat pake ide ini" jawab Alya.
"Gimana ide lu?" tanya Maura.
"Gue yakin, Nia udah nglakuin sesuatu ke satpam itu" jawab Alya.
"Maksud lu kayak, suap" tanya Maura.
"Bingo" kata Alya.
"Anak itu emang bener - bener....." kesal Maura.
"Sasaran awal Nia itu gue. Dia pasti mikir gini. Dengan buat korsleting kabel di acara seni, pasti gue yang bakal disalahin karena gue ketua pelaksananya. Tapi takdir berkata lain dengan ngirim lu ke tengah - tengah peristiwa ini dan ide yang mau gue bilangin tadi adalah kita suap juga tu satpam" kata Alya.
"Emang bisa?" tanya Maura.
"Ya pasti bisalah" jawab Alya.
"Tapi gue gapunya uang" kata Maura.
"Ya pake uang gue lah, Mauraa" jawab Alya.
"Tapi kenapa lu mau ngurus masalah ini?" tanya Maura.
"Karena gue ikut kedalam masalah ini, kayak yang gue bilang tadi kalo target awal Nia itu gue. Ya walau semua orang gatau" kata Alya.
"Hoe durft ze me lastig te vallen [(Bahasa Belanda) Beraninya dia ganggu gue]" lanjut Alya dengan ekspresi kesal karena ada orang yang mengusiknya.
"Apa itu artinya?" tanya Maura.
"Bukan apa - apa" jawab Alya.
"Gausah deh, Al. Gue bakal terima apapun yang terjadi sama gue atas masalah ini nanti. Mungkin ini hukuman atas kesalahan gue selama ini" kata Maura.
"Kenapa? Sebenernya kita cuma butuh rekaman CCTV sama kesaksian dari Pak satpam aja loh" kata Alya.
"Gue gamau nyuap" jawab Maura.
"Tapi dia juga ngelakuin hal yang sama!" jawab Alya.
"Don't be criminal to eradicate criminal [(Bahasa Inggris) Jangan jadi penjahat buat basmi penjahat]" kata Maura.
"But just villain can eradicate another villain [(Bahasa Inggris) Tapi cuma penjahat yang bisa basmi penjahat lain]" jawab Alya.
"Gue gapapa, Al" jawab Maura sambil memegang kedua tangan Alya dan menatap wajah Alya dengan yakin.
"Lu serius?" tanya Alya.
Maura mengangguk.
Hari dimana porseni telah berakhir dan kelas 11 MIA 1 berhasil memborong juara 1 di basket dan renang di regu putra maupun putri. Tepuk tangann 👏👏👏.
Maura p.o.v
Ibunya Maura tidak berkomentar.
"Tapi, Pak...." kata Maura.
"Gaada tapi tapi. Kamu salah, Maura. Dan ini bukan kesalahan pertama kamu, saya sudah tidak bisa menoleransi kesalahan kamu lagi. Sekarang kemasi barang - barang kamu dan keluar dari sekolah ini. Saya harap disekolah yang baru, kamu bisa menjadi siswa yang lebih baik" kata kepala sekolah.
"Udah ayo, nak" kata ibunya Maura.
Alya p.o.v
Tiba - tiba Alya masuk ke ruang kepala sekolah.
"Maura gak pantes di D.O dari sekolah ini, Pak" kata Alya.
"Alya?" kata Maura.
"Keputusan Bapak/Ibu guru beserta komite sudah bulat, Alya" kata kepala sekolah.
"Pak, ini gaadil" kata Alya.
Rangga p.o.v
Rangga ternyata menyusul Alya saat keluar kelas tadi. Ia juga mengikuti Alya ke ruang kepala sekolah.
"Alya, ayo keluar" ajak Rangga sambil menggandeng tangan Alya.
"Lepasin gue" ucap Alya sambil mengibaskan tangannya dan tangan Rangga pun lepas dari tangannya.
"Gue gapapa kok, Al" ucap Maura sambil berdiri dan memegang kedua bahu Alya.
"Maafin gue, ini semua terjadi karena gue" kata Alya.
"Iya, gapapa. Jangan pernah putus kontak ya sama gue" jawab Maura.
"Pasti" jawab Alya sambil mengangguk.
Maura pun keluar dari sana dan pergi ke kelasnya untuk membereskan barangnya. Setelah itu ia pergi dari sekolah itu bersama ibunya.
Alya p.o.v
Alya juga pergi dari sana, ia ingin pergi ke taman belakang sekolah untuk melampiaskan amarahnya. Ia tidak menyadari kalau Rangga mengikutinya.
"Basic slet!!! [(Bahasa Belanda) Dasar per*k!!!]" teriak Alya sambil mengacungkan telunjuknya ke atas.
"Ik velvloek je om naar het hoofdstuk plaats te gaan!!! [(Bahasa Belanda) Gue sumpahin lu masuk WC!!!]" lanjutnya dengan telunjuk masih diacungkan keatas.
"Basic slet!! Slet slet slet!!! [(Bahasa Belanda) Dasar per*k!! Per*k per*k per*k!!!]" lagi.
Setelah berteriak - teriak ia akan kembali ke kelas tapi serasa ingin mengumpat lagi, akhirnya ia berputar badan dan teriak lagi.
"Basic teef!!!! Basic teef weet het niet jezelf!!! [(Bahasa Belanda) Dasar pelac*r!!!! Dasar pelac*r gatau diri!!!]" teriaknya.
Setelah itu ia menaruh tangannya di kedua pinggang dan menundukkan kepala lalu menghembuskan nafas dari mulutnya karena lelah berteriak - teriak.
Rangga p.o.v
Ia melihat Alya sambil bersembunyi dan menahan tawanya melihat kekesalan Alya yang justru imut menurutnya.
Ia lalu keluar dari persembunyiannya.
"Udah selesai nyumpahin orangnya?" tanya Rangga.
Alya menoleh.
"Udah" jawab Alya dan akan pergi namun Rangga memegang lengannya.
Alya lalu menatap Rangga.
"Lu pasti kesel banget sama Nia. Lu mau nanti kita makan malem? Gue temenin lu curhat?" kata Rangga.
"Gausah sok care sama gue" kata Alya dan pergi.
Rangga berbalik badan melihat Alya yang pergi meninggalkannya.
"Gue gak sok care, Al. Tapi gue beneran care sama lu" ucap Rangga.
.
.
.
.
.
Wahh, kayaknya Alya bakal bener - bener ngejauh nih dari Rangga. Kira - kira gimana ya lanjutannya? Terus Nia bakal diapain ya sama Alya? Terus Maura sekolah dimana?
Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.