I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Negenenveertig (Empat Puluh Sembilan)



Alya p.o.v


"Ngga, cepet sadar ya" kata Alya.


Setelah itu Alya mendekatkan bibirnya ke bibir Rangga dan menciumnya.


"I love you, I love you so much [(Bahasa Inggris) Aku cinta kamu, Aku sangat cinta kamu]" kata Alya dan pergi dari sana.


Rangga p.o.v


Rangga membuka matanya dan menyentuh bibirnya.


"Dia beneran nyium gue??" tanya Rangga.


"Dia juga bilang I love you??" tanyanya lagi.


"Dia suka sama gue?? Kalo gue nembak dia, apa gue diterima??" Rangga bertanya lagi.


"Ah gausah nembak, langsung lamar aja. Lagian udah dicium" ucapnya sambil senyum - senyum.


Ulu uluu, berbunga - bunga tapi ternyata ditinggal 🤭🤭.


Alya p.o.v


Alya pergi ke ruangan Andra.


"Kakak beneran mau ke Belanda lagi?" tanya Andra.


"Iya, kamu jaga Papa baik - baik ya disini. Jaga Cia juga" jawab Alya.


"Siap, Kak" kata Andra.


"Kakak juga bakal kesini kok. Mungkin 1 bulan sekali" kata Alya.


"Luka kamu udah gasakit kan?" tanya Alya.


"Udah enggak kok, Kak. Untung waktu itu ada Kak Dito. Kalo enggak, Andra yang ketembak" jawab Andra.


"Iya, nanti Kakak ke makamnya Kak Dito buat ngucapin terima kasih" kata Alya.


"Jadi lu mau berangkat kapan? Ke Belandanya?" tanya Nathan.


"Ceritanya sih, siang ini. Biar lebih cepet aja" jawab Alya.


Nathan mengangguk - angguk.


"Oh iya. Setelah ini kamu, Papa sama Cia tinggal di rumah peninggalan kakek. Karena Kakak bakal kasihin rumah Kakak buat Sekretaris Bella" kata Alya pada Andra.


"Oke. Andra siap siap aja kok, Kak" jawab Andra.


"Anak pinter" kata Alya.


"Aku itu udah 28 tahun, Kak. Udah bukan anak lagi" protes Andra.


"Iyaiya" kata Alya.


"Yaudah kalo gitu Kakak pulang dulu ya. Pamitan sama Papa dan Cia. Juga beres - beres" pamit Alya.


Alya lalu pergi ke rumahnya yang ada di Menteng, Jakarta Pusat.


"Anda benar - benar akan pergi, Nona?" tanya Bella.


"Iya. Udah pesen tiketnya kan? Terus Mama dimana?" kata Alya.


"Sudah. Nyonya Helena ada di dalam bersama Pak Heri dan Cia" jawab Bella.


"1 bulan sekali saya kesini kok, Sekretaris. Gausah sedih gitu" kata Alya melihat Bella yang terlihat sangat sedih.


"Benarkah?" tanya Bella.


"Yaiyalah. Papa, Andra dan Cia ada disini. Gamungkin aku gak kesini, aku pasti kangen sama mereka" jawab Alya.


"Saya akan menjaga mereka semua sementara anda tidak ada disini" kata Bella.


"Makasi, Sekretaris" kata Alya.


Setelah itu Alya masuk dan Cia langsung memeluknya. Alya berjongkok ke Cia.


"Cia udah makan?" tanya Alya.


"Nenek?" tanya Alya.


"Iya. Kamu kan ngadopsi dia, berati Mama neneknya donk" sahut Helena.


"Iya juga ya" ucap Alya.


"Tante Alya mau pergi jalan - jalan. Tapi Cia gaboleh ikut. Nanti Tante Alya juga sering nengokin Cia kok dan nanti Cia gak tinggal disini, tapi di rumah besarr bangett" kata Alya pada Cia.


"Iya, tadi Kakek sama Nenek juga bilang gitu sama Cia" jawab Cia.


"Cia pinter banget sih" kata Alya.


Setelah mengobrol dengan Cia dan Heri, Alya dan Helena pergi ke bandara. Mereka lalu terbang ke Belanda meninggalkan Jakarta, meninggalkan Indonesia bahkan meninggalkan Asia. Untung bukan ninggalin bumi ya wkwkwkwk.


Rangga p.o.v


"Udah sore gini, Alya gak kesini?" tanya Rangga pada Nathan.


"Telat lu, dia udah pergi dari tadi siang" jawab Nathan.


"Maksud lu pulang?" tanya Rangga.


"Bukan cuma pulang, tapi pergi jauh. Jauhh banget ke negara yang dingin, beriklim subtropis dan memiliki 4 musim" jawab Nathan.


"Ke Jepang kah?" tanya Rangga.


"Ngapain Alya ke Jepang?" tanya Nathan.


"Ya mungkin liburan" jawab Rangga dengan polosnya.


"Bego banget ya lu jadi orang. Dia balik lagi ke Belanda, ninggalin kita" kata Nathan dengan kesal.


"Ke Belanda?" tanya Rangga.


Seketika ekspresi Rangga berubah menjadi lesu.


"Apa ciuman itu adalah goodbye kiss dari kamu, Al?" tanya Rangga dalam hati.


"Harusnya tadi aku gak pura - pura belum sadar dan ngehentiin kamu pergi ke Belanda" ucap Rangga dalam hati lagi dengan sangat menyesal.


"Lu tau dia di Belanda bagian mana?" tanya Rangga.


"Tau, tapi dia bilang gaboleh kasi tau lu" jawab Nathan.


"Please, gue mohon kasi tau gue" kata Rangga.


"Percuma lu kesana. Dia pasti bakal ngehindar dari lu" kata Nathan.


Rangga langsung melepas infusnya.


"Mau ngapain lu?" tanya Nathan.


"Pergi ke rumahnya Alya" jawab Rangga sambil mengganti pakaian rumah sakitnya dengan pakaian biasa.


"Lu gabakal dapet apa - apa disana" kata Nathan.


Rangga tidak menggubris Nathan dan tetap pergi ke rumah Alya.


"Nona Alya melarang saya untuk memberitahu anda tentang keberadaannya, Pak Rangga" jawab Bella saat Rangga bertanya dimana Alya berada.


"Okay, kalo semua orang gamau kasi tau. Gue bakal cari dia sendiri" ucap Rangga dan pergi dari sana.


.


.


.


.


.


Kasian ya si Rangga.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.