I Will Be Okay

I Will Be Okay
~ Negentien (Sembilan Belas)



Seminggu kemudian, Maura telah mendapat sekolah baru.


Elsa p.o.v


"Kenalin, aku Elsa" katanya sambil mengulurkan tangan pada Maura.


"Aku Maura" jawab Maura sambil menjabat tangan Elsa.


Jadi Maura pindah ke sekolahnya Elsa yaa. Inget Elsa kann??


"Kenapa lu dikeluarin dari sekolah lu yang dulu?" tanya Elsa.


"Gue dituduh. Sebenernya gue pengen nyelametin temen gue tapi justru berakhir kayak gini" jawab Maura.


"Oo jadi gitu. Mulai hari ini kita temenan ya" kata Elsa.


"Iya" jawab Maura.


Malam harinya.


Maura p.o.v


Ini Maura sama Alya lagi ngobrol di WhatsApp yaa.


"Al" kata Maura.


"Iya? Gimana kabar lu sekarang?" tanya Alya.


"Syukur gue baik. Tapi gue disuruh tinggal dirumah nenek sama bokap nyokap gue" jawab Maura.


"Jadii... lu sekolah di SMA mana sekarang?" tanya Alya.


"Gue sekolah di SMA Garuda Sakti. Alhamdulillah gue juga dapet temen baru, namanya Elsa. Dia pinter, cantik dan tinggi. Juga berani.Gue jadi kangen sama lu" jawab Maura.


"Yaelah baru 1 minggu udah kangen. Besok kan hari Minggu, gue kesana ya?" kata Alya.


"Bukannya lu bilang kalo lu tu sibuk ya, waktu hari Minggu?" tanya Maura.


"Iya si, tapi gue bisa luangin waktu kok. Kalo malem gapapa? Ya gak malem malem amat sih, paling jam 8 an" jawab Alya.


"Iya gapapa kok. Lu kan temen gue. Makasi karena udah tetep perhatiin gue" kata Maura.


"Lu tu kayak gini karena gue, ya pasti gue perhatiin lu lah" jawab Alya.


"Yaudah, gue tidur dulu ya" pamit Maura.


"Oke, babai" jawab Alya.


Alya p.o.v


Alya mengirim chat pada Bella.


"Sekretaris, tolong cari semua informasi tentang Nia. Dan juga tolong buatkan janji dengan perusahaan perabotan kita, aku pengen milih beberapa barang" kata Alya.


"Siap, Nona 😉" jawab Bella.


Alya pun tidur.


Keesokan harinya.


Seperti biasanya ia akan berkuda, memanah, menembak dan memanjat tebing. Lalu, dia kan masi kesel ama si Nia jadi dia karate juga hari ini.


Waktu ia masih latian karate, Bella mengirim informasi tentang Nia.


Ia lalu minum dan melihat Hpnya.


"Laporkan semua korupsi yang dilakuin ayahnya" suruh Alya di chat.


"Baik, Nona" jawab Bella.


Setelah itu ia langsung berganti pakaian biasa, kan tadi dia masi pake baju karate. Setelah ganti, dia pergi ke gereja. Banyak banget ya kegiatannya ni anak.


Selesai ibadah di gereja ia pergi ke anak perusahaan Unicorn Group yang memproduksi perabotan rumah.


"Sudah dilaporkan, Sekretaris?" tanya Alya.


"Tentu sudah, Nona. Tapi Nona mau membeli apa? Kenapa sampai harus membuat janji? Bukannya rumah Nona itu sudah lengkap perabotannya?" tanya Bella.


"Bukan buat aku, buat temenku" jawab Alya.


"Apakah namanya Maura? Yang anda ceritakan itu?" tanya Bella.


"Iya" jawab Alya.


"Meja belajarnya yang ini atau ini?" tanya Alya sambil menunjukkan kandidat meja belajar yang ia pilih.


"Menurutku lebih cocok yang ini, Nona" jawab Bella sambil memilih pilihannya sendiri dan gambarnya adalah Barbie.


"Sekretaris, kan itu gamasuk kandidat. Kok dipilih sih" ucap Alya.


"Namanya Maura, nama sosok gadis yang pasti lembut dan feminin. Jadi menurutku ini cocok untuknya, Nona" jawab Bella.


Alya memegangi dahinya.


"Kenapa, Nona?" tanya Bella.


"Dia tomboy, Sekretaris" jawab Alya.


"Oh, benarkah?" tanya Bella.


"Lagian walaupun dia sosok yang lembut dan feminin, aku juga gabakal milih yang itu. Kenapa? Karena itu keliatan kayak anak TK dan ini buat anak SMA" kata Alya.


"Benar juga yaa" kata Bella sambil memegangi dagunya.


"Mas, tolong yang ini aja" kata Alya pada pelayan yang menemani mereka.


Mereka pergi ke tempat kursi.


"Kursinya warna orange, merah atau hijau?" tanya Alya.


"Orange saja, Nona" jawab Bella.


"Nahh, ini baru sekretarisnya Alya. Pilihannya tepat" ucap Alya.


"Tadi aku masih ngebug, Nona" jawab Bella sambil senyum pepsodent.


Alya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Alya membeli meja belajar beserta lampunya, kursi, TV, AC, microwave, dispenser, kulkas, kompor, penanak nasi dan buket bunga besar.


Ia dan Bella beserta semua barang yang ia beli segera menuju rumah Nenek Maura yang lokasinya sudah dikirimkan oleh Maura saat mereka mengobrol di WhatsApp kemarin.


.


.


.


.


.


Wahh, nih Alya ngasih hadiah apa hadiah yaa. Yaudah lah ya kan dia emang sultan.


Pengarang akan sangat berterima kasih apabila kalian stay dan membaca terus novel ini, sertakan like dan komen yaaaa. Boleh promosi juga kokk, pengarang bakal seneng banget kalau bisa dapet temen yang baik dari ini. 😊😊😊.