I'll Be There For Love

I'll Be There For Love
Bab 9



"Kalau kamu ingin tahu siapa Tuan Besar Gao? Kau ikut saja aku masuk ke dalam mansion nya yang megah ini, sepupuku yang cantik." Kata Frank melirik ke arah Soledad dengan senyuman menggoda iman Soledad yang melihat seperti apa pria hebat yang di panggil Tuan besar Gao oleh Frank sepupunya itu.


Soledad pun mengikuti langkah sepupunya yang menaiki tangga menuju ke pintu aula utama dari mansion yang ruangan dalamnya sangat mewah luarbiasa sekali. Soledad terperangah dengan kemewahan yang di perlihatkan oleh Frank ke sepupunya itu.Lalu, di dalam ruangan mewah itu terdapat sebuah kolam renang yang luas dan seorang pria muda usia dua puluh sembilan tahun berdiri di depan Soledad dengan senyum yang mempesona hati Soledad.


"Frank, siapakah gadis cantik yang kamu ajak ke rumahku?" Sapa Tuan besar Gao dengan nada ramah kepada Soledad yang tersipu malu oleh senyuman manis pemuda di depannya itu.


"Tuan besar Gao, dia adalah Soledad Zevanya sepupu yang pernah aku ceritakan kepadamu beberapa waktu lalu dan sekarang dia sudah kembali ke Irlandia Utara untuk menjalani hidup nya yang baru sesudah ia bercerai dengan pria yang sangat dungu dan melepaskan dirinya untuk memilih harta yang melimpah di depan mata pria bodoh itu. " Jawab Frank yang telah menceritakan tentang Soledad kepada Tuan besar Gao.


"Oh." Tuan besar Gao memandang kagum pada kecantikan yang di miliki oleh Soledad Zevanya sepupu Frank yang wajahnya mirip dengan Ruby Yolanda gadis cantik asal Korea Selatan yang menjatuhkan hati Tuan besar Gao di masa lalu tetapi Ruby malah menolaknya dengan alasn bahwa gadis cantik itu ingin melanjutkan karir nya di dunia entertainment industry Hollywood di Amerika Serikat, tetapi nyatanya Ruby menikah dengan seorang pria asal China yang bernama Devano Wandani pewaris Kekaisaran bisnis Wandani yang terkenal di seluruh wilayah asia dan dunia.


"Ehmm, Tuan besar Gao kenapa kamu menatap ku seperti ini? Apakah ada yang salah di wajah ku dan sikapku kepada mu? " Tanya Soledad Zevanya nada ingin tahu kepada tuan besar Gao.


"Oh, aku menyukai senyuman mu Soledad." Jawab Tuan besar Gao yang meraih jemari halus Soledad Zevanya dengan lembut lalu mencium tangan gadis itu dengan hangat.


*****


Kota Ningbo, China.


Satu bulan sudah Eduardo telah berpisah dari Soledad Zevanya istrinya yang telah pulang ke negara asal istrinya itu yaitu negara Irlandia Utara. Pria usia dua puluh enam tahun ini selalu merenung seorang diri di balkon rumah mewah yang di beli olehnya dari uang kesepakatan di antara dirinya sebagai Nenek Lan pemilik perusahaan besar di beberapa kota di China dan Asia Pacific. Ia menghela napas dalam-dalam sebelum melangkahkan sepasang sepatu menuju ke arah ruang utama di mansion pribadi nya sendiri.


Seorang gadis muda usia dua puluh tahun yang cantik sedang menunggunya bersama dengan seorang pria paruh baya dan wanita paruh baya juga. Mereka adalah calon istri baru dan mertua Eduardo Xi You You yang telah di pilihkan oleh Nenek Lan untuk pemuda tampan itu. Dan, saat Eduardo Xi mendekat ke arah ketiga orang tamu nya itu, nenek Lan langsung memperkenalkan mereka kepada Eduardo Xi dengan senyuman bahagia.


"You You, kenalkan gadis itu adalah cucuku yang bernama Angela Lan Shiang dan mereka berdua adalah papa dan mama cucuku atau putra dan menantuku." Kata Nenek Lan dengan senyuman bahagia kepada Eduardo Xi.


"Salam kenal untuk mu, Angela. Salam sejahtera untuk Paman dan Bibi Lan perkenalkan saya Eduardo Xi You You yang di rekomendasikan oleh nenek Lan untuk menjadi calon suami dari Nona Angela Lan. " Kata Eduardo Xi dengan senyuman ramah dan sopan kepada Tuan besar dan nyonya besar Lan atau orangtuanya Angela Lan.


"Anakku, kau sudah lihat secara langsung anak muda di hadapan kita ini? " Tanya Nenek Lan menoleh ke arah putranya yang duduk di sofa panjang di ruang serbaguna.


" Lalu bagaimana penilaian mu terhadapnya?Apakah dia pantas untuk menjadi seorang pria yang bernilai tinggi sebagai calon suami dan juga penerus tahta kerajaan bisnis keluarga Lan kita? " Tanya Nenek Lan dengan senyumannya kepada Tuan besar Lan yang menilai Eduardo Xi dengan cermat.


"Dia sangat berkualitas tinggi dan pantas untuk menjadi calon suami dari Angela Lan dan juga penerus tahta kerajaan bisnis keluarga kita karena aku lihat dia sangat cerdas sekali dan bijaksana. " Jawab Tuan besar Lan yang sudah menyukai Eduardo Xi sebagai calon menantunya yang ideal untuk putri semata wayangnya.


"Bagus sekali, anakku. Minggu depan kita akan melangsungkan pernikahan mereka berdua di mansion kita di kota Macau yang akan di hadiri sejumlah tamu undangan penting yang akan kita undang untuk meramaikan acara pernikahan putrimu dengan anak muda ini secara live streaming pula agar seluruh dunia mengetahui bahwa ia adalah cucu menantu pilihan ku yang terbaik. " Kata Nenek Lan dengan sumringah sekali di wajahnya yang tua namun terlihat cantik menarik sekali.


Eduardo Xi hanya bisa tersenyum bahagia yang palsu untuk menyembunyikan perasaan sakit hati yang dalam terhadap keluarga Lan yang telah membelinya untuk menikah dengan seorang cucu perempuan seorang nenek yang berkuasa penuh.


Di hari yang telah ditentukan oleh Nenek Lan. Ia harus memaksa dirinya terlihat bahagia di depan publik lokal dan internasional dengan dirinya itu mengucapkan janji suci di hadapan ratusan ribu tamu undangan pernikahannya dengan Angela Lan.


"Kak You You, kau sungguh tampan sekali dan gagah perkasa dengan pakaian tuksedo yang indah. " Kata Angela Lan tersenyum bahagia lihat suaminya begitu tampan sekali di matanya dan mata publik yang menyaksikan secara langsung pernikahannya dengan Eduardo Xi.


"Iya, terimakasih Angela. " Jawab Eduardo Xi dengan senyuman bahagia untuk istrinya dan publik bukan dirinya.


Devano Wandani yang juga datang dengan Ruby Yolanda di acara pernikahan antara Eduardo Xi dengan Angela Lan tersenyum bangga melihat sepupunya telah kembali sukses besar dengan menikhi seorang wanita kelas atas.


"Wah, Ed. Aku bangga sekali kamu bisa juga menikah dengan seorang wanita hebat seperti Angela Lan. " Kata Devano Wandani tersenyum bahagia melihat Eduardo Xi di pelaminan yang mewah.


" Iya, semua karena kamu yang membuat aku ingin maju dan berkembang menjadi bintang di langit. " Jawab Eduardo Xi dengan senyuman bahagia untuk membungkam Devano Wandani sebenarnya tetapi Devano Wandani malah cuek sekali.


"Wah, hebat kamu itu dengan cara instan sekali bisa menjadi seorang milyader kelas atas dalam waktu tiga tahun saja. " Kata Devano Wandani biasa saja dengan penampilan mewah di acara pernikahan Eduardo Xi dengan Angela Lan.


Bersambung!