I'll Be There For Love

I'll Be There For Love
Bab 18



Huacachina Oasis, Peru.


Desa ini adalah sebuah desa yang dibangun di sekitar oasis kecil dan di kelilingi oleh gurun pasir di barat daya Peru dan jaraknya sekitar lima belas kilometer dari kota Ica di distrik Ica Provinsi Ica.


Alesandro Felipe membawa Vivian Wandani usai ia menikahi wanita cantik itu di Singapura sesuai dengan amanah terakhir orangtuanya yang telah membuat kesepakatan dengan keluarga Vivian Wandani untuk menikahkan mereka setelah mereka dewasa.


Namun Alessandro Felipe tidak pernah ada rasa cinta terhadap wanita cantik yang diketahui oleh nya adalah sepupu orang yang dibencinya itu, maka ia menikahi Vivian Wandani untuk balas dendam kepada Devano Wandani yang telah merebut Ruby Yolanda wanita cantik yang telah dicintainya itu.


"Salahkan saja sepupu sialan mu itu yang telah merebut wanita ku..! " Teriak Alesandro Felipe yang menyiksa Vivian Wandani dengan gesper nya.


"Kauuuu keterlaluan...! " Teriak Vivian Wandani yang kesakitan pada sekujur tubuhnya.


Alesandro Felipe meninggalkan Vivian Wandani yang jatuh pingsan di rumah kumuh yang dahulu merupakan tempat penyimpanan barang-barang ilegalnya di simpan dari pihak keamanan.


"Margareta,aku merindukan belaian mu yang ku tahu luar biasa nikmatnya.. "Kata Alesandro Felipe yang kini bermesraan dengan seorang wanita lain di rumah mewah di kota Ica.


" Ale.. Berapa uang yang kamu inginkan untuk biaya perjalanan mu ke China untuk menemui Eduardo Xi yang katanya akan mengirim istrinya yang bahenol ke sini? " Tanya Margareta gadis kulit hitam eksotis di bawah tubuhnya yang kekar di tempat tidur mewah.


"Ya, sekitar lima juta dolar AS cukuplah jika kamu mau memberikan uang sebanyak itu untuk kekasihmu ini bisa menyampaikan pesan rindu mu kepada Eduardo Xi yang menyebalkan juga." Jawab Alesandro Felipe yang mengguncang tubuh Isabel seperti gempa bumi.


"Hmm, baiklah aku berikan uang dengan jumlah yang kamu inginkan esok pagi sesudah kamu memuaskan ku pada malam hari ini." Kata Margareta yang memiliki jiwa wanita serigala betina.


*****


Kota Guangzhou, China.


Eduardo Xi memutar sepasang bola matanya di depan Nenek Lan yang melemparkan berkas di meja kerjanya ke arahnya dengan sepasang mata Nenek itu melotot begitu marah kepada nya.


" Bocah sial... Apa yang sudah kamu lakukan kepada cucuku?? "


"Aku hanya memberitahunya tentang rahimnya di bersihkan dari janin selingkuhannya dengan pria lain sebelum ia menikah dengan ku pria yang di beli oleh Neneknya untuk menutup aib keluarga Lan. " Jawab Eduardo Xi dengan nada santai.


" Apakah kamu ingin membunuh cucuku yang memiliki penyakit jantung dengan memberitahu rahasia kita kepadanya?? " Tanya Nenek Lan yang gemetar menahan emisinya menghadapi Eduardo Xi.


"Tidak.. Aku ingin menjadikannya sebagai wanita kuat dan dewasa untuk menyikapi masalah di dalam hidupnya sendiri agar ia bisa menerima kenyataan yang harus di hadapinya. " Jawab Eduardo Xi yang menilai Nenek Lan dan keluarga Lan terlalu memanjakan Angela Lan sehingga wanita itu bersikap semaunya saja.


"Apakah kamu mengkritik didikan ku terhadap cucuku?" Tanya Nenek Lan yang menuding jari telunjuknya kepada Eduardo Xi.


"Iya, Nenek. Kau sudah tak berhak untuk ikut campur urusan Angela karena dia istriku yang berarti akulah yang berhak untuk mengaturnya bukan kau nenek." Jawab Eduardo Xi dengan nada tegas sekali.


"Kauu..? "


"Sebaiknya Nenek pulang saja ke rumah Nenek di Ningbo karena aku sekarang sedang sibuk dengan urusan pekerjaan ku. " Kata Eduardo Xi yang menunjuk pintu di belakang Nenek Lan dengan sikap tegas sekali.


Nenek Lan tak bisa membantahnya lalu berbalik ke arah pintu dan pergii dari kantor Eduardo Xi dengan langkah tegap.


"Soledad, kenapa kamu secepatnya ini menikah dengan orang lain dan melupakan aku Eduardo Xi You You pria yang selalu mencintaimu? " Tanya Eduardo Xi menatap layar HP nya yang menampilkan foto pernikahan Soledad Zevanya dengan Philip Gao.


Eduardo Xi menghela napas dalam-dalam untuk menyembunyikan perasaan sedihnya melihat wanita yang dicintainya menikah dengan laki-laki lain meskipun ia tak bisa menyalahkan Soledad Zevanya yang berhak untuk bahagia dengan pria yang bisa membahagiakan wanita itu.


"Aku tetaplah cemburu dan iri hati terhadap pria yang bisa membahagiakanmu, Soledad. Aku hanya berharap semoga dia bisa menyanyangi anak kita seperti anaknya sendiri. " Kata Eduardo Xi yang tanpa sadar bahwa perkataannya itu telah didengar oleh Angela Lan istrinya sendiri.


"Kau masih memikirkan wanita itu..?" Tanya Angela Lan dengan nada getir kepada Eduardo Xi yang tersentak kaget mendengar pertanyaan darinya.


"Iya." Jawab Eduardo Xi lantang.


"Hanya karena dia bisa memberikanmu sebuah rahim yang sehat?" Tanya Angela Lan menangis pilu.


"Bukan." Jawab Eduardo Xi menatap tajam.


"Yang benar saja seorang laki-laki semuda kau mencintai seorang wanita tidak berdasarkan rahim sehat? " Tanya Angela Lan begitu terpukul dengan kenyataan pahit yang harus di terimanya itu


"Ya, benar. Aku mencintai Soledad Zevanya bukan karena rahimnya saja melainkan seluruh jiwanya yang tak bisa disamakan denganmu yang penuh rasa iri hati terhadap wanita lain." Jawab Eduardo Xi yang melewatinya lalu pintu kantor tertutup di belakang punggungnya.


Brakk!


"Eduardo Xi kau berengsek sekali..! " Teriak Angela Lan.


Eduardo Xi menemui seseorang di kafetaria di kawasan yang sama dengan kawasan gedung perkantoran tempat kerjanya. Disana ada pria muda yang memberikan surat rahasia kepada Eduardo Xi yang mengambil surat rahasia itu dengan cepat.


"Terimakasih." Kata Eduardo Xi yang langsung meninggalkan kafetaria untuk masuk ke mobil sport miliknya.


Lalu mobilnya meluncur keluar dari kawasan itu menuju ke daerah pesisir pantai barat daya kota Guangzhou. Ia menghentikan mobilnya di sana lalu membuka surat rahasia itu dan membaca surat rahasia itu dengan alisnya terangkat.


"Philip Gao sialan dia manfaatkan keluguan hati Soledad Zevanya untuk membalas dendam kepada Devano Wandani yang memang layak untuk di jatuhkan kesombongannya itu." Kata Eduardo Xi yang mengambil hpnya yang telah terhubung dengan HP Philip Gao di kota Dublin, Irlandia Utara.


*****


Dublin city, Irlandia Utara


Philip Gao menyeringai senang melihat Eduardo Xi menghubungi ponsel nya. Ia pun menjawab dengan senyuman menang dari Eduardo Xi yang memiliki rasa sakit hati terhadap sepupu pria itu yaitu Devano Wandani.


"📱 Selamat pagi untuk mu, Eduardo Xi? " Sapa Philip Gao.


"📱Tak perlu banyak kesopanan palsu untuk ku. " Kata Eduardo Xi.


"📱Oh, kau sudah membaca surat ku itu? " Tanya Philip Gao menyeringai senang melihat layar HP nya yang menampilkan wajah berang Eduardo Xi.


Bersambung!!