
Ruby menunggu suaminya selesai mandi di luar kamar dengan hati yang sabar sambil membaca buku novel favoritnya dan mengobrol dengan temannya melalui video call WA nya.
"Jelly, kau sedang apa sekarang? " Tanya Ruby menatap layar hpnya di balik buku novel yang di bacanya itu.
"Ahh, aku sedang risau nih teman. " Jawab Jelly nama temannya yang berasal dari kota Bandung, Indonesia.
"Risau? Apa yang sedang kamu risaukan? Cerita dong kepada ku mungkin aku bisa membantumu melalui menjadi pendengar setia mu. " Kata Ruby tersenyum ramah kepada Jelly yang sedang duduk di salon kecantikan saat ini melihat layar HP yang di lihat oleh Ruby.
"Ahmm, suamiku berselingkuh dengan teman online ku sendiri, Ruby.. Ahh aku sungguh sedih sekali apalagi sekarang aku sudah memiliki dua orang anak kecil di rumah ku yang memerlukan biaya hidup dan bimbingan dari Papa mereka yang ternyata bukan Papa yang baik untuk mereka. " Kata Jelly mencurahkan perasaan hati nya kepada Ruby.
Ruby melirik ke arah Devano yang sudah rapi dan duduk di kursi depannya menghadapi sarapan pagi berupa sepiring tacos dan segelas jus jeruk nipis segar.
"Tutup dulu hpmu saat kita sedang sarapan pagi bersama. " Kata Devano sambil menyuap tacos ke mulut kepada Ruby.
"Iya, sabar."Jawab Ruby tanpa suara melalui anggukan kepalanya kepada Devano.
" Jelly, aku tutup dulu ya pembicaraan kita nanti kita lanjutkan kembali pembicaraan kita setelah aku dan kamu ada waktu senggang lagi. "Kata Ruby menunduk untuk menatap Jelly di layar HP nya dengan senyum cerah bersahabat dengan Jelly.
" Ah, iya Ruby terimakasih banyak atas waktumu yang selalu ada untuk mendengarkan curahan hati ku. "Kata Jelly mengakhiri pembicaraan mereka berdua pada pagi hari itu.
Ruby mengalihkan perhatiannya pada tacos di piringnya dan menikmati makanan ala Meksiko itu di meja makan bersama dengan suaminya di kursi depannya.
" Sayang, hari ini kita akan menikmati liburan kita di Macau sesuai dengan keinginan mu sampai puas agar sepulangnya kita dari kota hebat ini tidak ada rasa penyesalan di hatimu."Kata Devano mengangkat wajahnya dari piring tacos untuk menatap istrinya.
"Wah, trims kamu akhirnya memahami keinginan ku yang ingin berlibur dengan bahagia di Macau dengan berbelanja atau hal lainnya. " Kata Ruby yang mencari cara untuk mendapatkan izin dari Devano suaminya agar ia bisa kembali ke dunia showbiz nya yang sempat tertunda karena dia harus menikah dan sibuk dengan mengurus suami dan ketiga orang anak mereka.
"Hmmm... " Gumam Devano yang meletakkan saputangan di meja makan sehabis sarapan paginya selesai.
Ruby pun segera menghabiskan sarapan pagi dengan cepat lalu menaruh gelas jus jeruk nipis di meja makan dan berjalan menemui Devano yang di rangkul lengan olehnya.
"Sayang, mari kita nikmati liburan kita dengan suasana hati bahagia. " Kata Ruby tersenyum manis untuk Devano yang mengangguk pelan dan paham akan maksud dari senyuman manis Ruby.
Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju ke lift yang mengantarkan mereka berdua ke parkir mobil pribadi yang telah di siapkan oleh supirnya yang sangat cekatan dalam mengurus keperluan mereka berdua.
*****
Semilir angin pantai yang sejuk seharusnya bisa membuat hati dan pikiran menjadi sejuk dan damai tetapi tidak dengan yang di alami oleh seorang Vivian Wandani yang harus memenuhi keinginan orangtuanya yang ingin dirinya dapat menikah dengan seorang pria pilihan orangtua nya tak bisa di elakkan olehnya.
Vivian Wandani harus berdiri tegak di depan altar Bunda Maria dan Pastur yang melakukan ritual pemberkatan pernikahannya dengan Alesandro Felipe yang berlangsung di hotel mewah yang menjadi salah satu dari sekian banyak aset dari keluarga calon suaminya itu.
"Alesandro Felipe apakah kamu bersedia untuk berbagi suka maupun duka, senang ataupun susah bersama dengan Vivian Wandani yang kini berdiri di sampingmu di hadapan Tuhan? " Tanya Pastur dengan nada lantang kepada Alesandro Felipe.
"Iya, aku bersedia. " Jawab Alesandro Felipe nada tegas.
"Vivian Wandani apakah kamu bersedia untuk berbagi suka maupun duka, senang ataupun susah bersama dengan Alesandro Felipe yang kini berdiri di sampingmu di hadapan Tuhan? " Tanya Pastur menghadapi Vivian Wandani yang bersimpuh di depan altar dengan memakai gaun pengantin yang sangat mewah dan anggun.
Sebelum Vivian Wandani menjawab pertanyaan dari Pastur tiba-tiba terdengar suara seorang pria dengan nada keras sekali kepada Vivian Wandani sehingga semua orang di ruang VVIP hotel itu menengok ke belakang mereka.
"Vivian... Kau tak boleh menikah dengannya atau dengan pria manapun..?! " Teriak Bayu Putra Wijaya yang datang ke hotel di pulau Sentosa itu berjalan dengan tegap ke arah Vivian Wandani.
"Bayu stop.. Kau tak bisa mencegah pernikahan ini karena aku dan dia sudah terikat dengan janji kedua orangtua kami. Jadi, ku mohon lupakanlah saja aku untuk selamanya! " Vivian Wandani amat terpukul melihat Bayu pria yang sangat di cintainya itu datang ke pesta pernikahannya dengan pria lain dan terlihatlah raut wajah sedih dan hancur hatinya Bayu terhadapnya.
Papa nya memanggil security guard untuk usir Bayu dari tempat acara pesta pernikahannya di depan para tamu undangan yang hadir di hotel tempat acara pernikahannya berlangsung.
"Pergi kau dari sini...! Kau tak pantas untuk jadi pasangan hidup putriku...! " Usir Papanya nada kasar kepada Bayu yang menatapnya dengan tatapan mata kecewa sekali.
"Kalian semua akan membayar semua yang telah kalian lakukan di hari ini kepadaku Bayu Putra Wijaya...! " Teriak Bayu Putra Wijaya yang menuding telunjuknya kepada keluarga Vivian Wandani dengan wajahnya penuh kebencian yang mendalam.
"Bayu... Tidak... Jangan membenci ku...! Tidakk! " Pekikan Vivian Wandani yang terbangun dari tidurnya di ranjangnya sendiri di kamar hotel di acara liburan musim panas dengan keluarga dan teman-teman dekatnya.
"Vi, kau kenapa sih pagi -pagi berteriak-teriak seperti itu? " Tanya seorang pria tampan yang amat mengejutkan hatinya itu karena pria muda itu adalah Alesandro Felipe yang sesuai dengan mimpinya barusan.
"Ale, sebenarnya apa yang telah terjadi dengan kita berdua? Apakah kita berdua benar-benar telah menikah di hadapan kedua orangtua kita?? " Tanya Vivian Wandani nada panik sekali dan berharap jawaban dari Alesandro Felipe adalah tidak.
Tetapi Alesandro Felipe malah duduk dengan manis di tepi ranjang lalu mengulurkan tangan ke dagu halus Vivian Wandani sebelum pria ini menjawabnya.
"Kita berdua telah menikah dengan resmi pada kemarin malam di hadapan kedua orangtua kita berdua tetapi karena kamu mabuk dan pingsan sesudah kita berdua mengucapkan janji suci kita, ya kita belum melakukan hubungan suami istri yang sesungguhnya." Jawab Alesandro Felipe dengan nada sarkastis kepada Vivian Wandani yang memucat pada wajahnya.
Bersambung!