
Kota Los Angeles, USA.
Ruby yang telah mengetahui bahwa suaminya telah dijebak oleh pihak yang menentang dirinya hadir di dalam kehidupan suaminya itu memilih untuk mundur dari kehidupan suaminya dengan jalan bercerai dengan suaminya.
Di saat yang bersamaan dirinya mendapatkan perintah dari Papanya yang memang dari dulu tak pernah menyukai suaminya yang dinilai oleh Papanya terlalu mengecewakan hati Papanya dari awal mereka menikah atas kesepakatan di antara keluarga besar Wandani dengan keluarga besar Rolando namun pada akhirnya dirinya dan suaminya saling mencintai satu sama lainnya.
"Cheni, Papa sudah jenuh dan kecewa sangat lama terhadap Devano Wandani karena itu Papa mau kamu bercerai dengannya untuk kebaikan mu sendiri kedepannya karena dia tidak hanya pernah membuatmu nyaris meninggal dunia tapi juga dia sekarang membuatmu tak bahagia di dalam pernikahan gagal kalian berdua. " kata Tuan besar Alexander Rolando dengan berang.
"Papa, jika aku bercerai dengannya? Bagaimana dengan nasib dari ketiga orang anak kami yang masih terlalu kecil untuk memahami mereka harus hidup berpisah dari Papa mereka sendiri?" ucap Ruby menangis.
"Justru karena mereka masih kecil jauh lebih baik daripada mereka harus melihat bagaimana perilaku Papa mereka yang bejat itu. Ruby, kau bisa memulai karier mu lagi setelah kamu dan suamimu bercerai bahkan kamu bisa memiliki suami yang lebih baik daripada dirinya. " kata Papanya dengan tegas.
"Iya, Mama setuju sekali dengan pendapat Papa mu, sayang. Kau bisa hidup seperti Mama mu yang mandiri meskipun Mama dan Papamu juga telah bercerai satu sama lainnya. " kata Mama nya memberikan contoh yang terbaik untuknya.
"Ah, ya.. Aku pikirkan lagi bagaimana baiknya untuk ku dan anak-anak ku kelak. " jawab Ruby.
Setelah Ruby berpikir dengan jernih. Ia pun bisa menentukan pilihan yang tepat untuk kehidupan dirinya dan anak-anaknya. Maka ia memutuskan untuk bercerai dengan suaminya melalui ahli hukumnya yang melayangkan surat keputusan cerai kepada Devano Wandani di China.
"Aku akhirnya bebas dari Devano Wandani untuk selamanya. Aku bisa kembali ke dunia namaku di besarkan..! " sorak Ruby di mulut namun di hatinya justru sebaliknya yaitu kepahitan hidup nya dimulai.
Ruby mendapatkan hak asuh untuk merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan Devano Wandani dari Devano Wandani sendiri yang ingin anak-anaknya jauh lebih baik di asuh oleh Ruby daripada dirinya.
"Ziko, Brenda dan Lisa mulai hari ini kalian akan selalu bersama dengan Mama yang akan jaga kalian bertiga. " kata Ruby memeluk ketiga orang anaknya dengan senyuman getir di bibirnya.
"Cheni, kami berhasil untuk membuat kamu bisa kembali ke dunia entertainment industry dengan proyek film box office terbaik untukmu. Apakah kamu bersedia untuk menerima tawaran film tersebut? " seorang produser film menghubungi Ruby pada suatu hari yaitu setelah satu bulan Ruby bercerai dengan suaminya.
"Iya, Tuan Dave. Aku bersedia untuk menerima tawaran film tersebut darimu untuk debut baru ku di dunia entertainment industry Hollywood. " jawab Ruby melalui ponselnya.
Setelah mendapatkan kepastian dari pihak film tersebut untuk dibintangi oleh Ruby. Maka, Ruby pun kembali berakting di dunia entertainment industry Hollywood dengan karisma sebagai aktris papan atas Hollywood asal Asia.
Di lokasi syuting film tersebut. Ruby berkenalan dengan seorang pria yang juga bintang film yang dibintangi olehnya dan pria ini sungguh manis dan ramah sekali terhadap dirinya.
"Perkenalkan namaku Jaycee Wong , kalau kau ingin mengenal ku lebih jauh, kau bisa membaca profil ku di google atau CV ku. " kata Jaycee Wong mengedipkan sebelah matanya kepada Ruby.
"Iya, terimakasih atas waktu mu yang telah baik memperkenalkan diriku kepada ku, Tuan Jaycee Wong. " jawab Ruby tersenyum ramah kepada lawan mainnya.
Hari demi hari mau membuat Ruby dan Jaycee Wong semakin lama semakin dekat satu sama lainnya sampai suatu saat Jaycee Wong datang kepada Ruby dengan hati yang tulus sekali untuk melamar Ruby.
"Jaycee, aku tak bisa menerima lamaranmu itu. " Jawab Ruby halus namun tegas.
"Kenapa? "
"Karena aku sudah pernah menikah dan aku juga sudah memiliki tiga orang anak di rumahku. "
"Aku tahu itu, aku bisa membahagiakanmu dan juga anak-anakmu seperti anak-anakku sendiri. Aku sungguh mecintaimu, Ruby. " kata Jaycee Wong dengan kesungguhan hatinya kepada Ruby.
Di saat itu juga Ruby merasakan dirinya mual -mual dan berlari ke arah kamar mandi untuk ia bisa memuntahkan isi perutnya di toilet di gedung kantor management.Ruby mengelap bibirnya dengan tisu lalu menyentuh halus perut nya yang sedikit kram dan keras.Lalu Ruby pun menatap cermin di depannya dengan airmata kesedihan mengalir dari sepasang matanya ke sepasang pipinya.
"Dev, kau sungguh jahat sekali kepada ku, aku tak pernah bisa melupakanmu meskipun kita sudah bercerai karena kamu telah memberikan ikatan yang sangat kuat di antara kita melalui ketiga orang anak kita dan juga bayi di rahim ku ini. " kata Ruby menangis pilu.
Jaycee Wong yang menunggu Ruby di luar pintu kamar mandi hanya bisa menunggu tanpa bisa menghibur wanita yang sangat baik itu menurut dari penilaiannya sehingga ia ingin sekali dapat membahagiakan seorang Ruby Yolanda Rolando yang terlalu baik untuk seorang Devano Wandani baginya.
*****
Pulau Jeju, Korea Selatan.
Devano Wandani membuka jendela kamar tidur di Cottage nya untuk berdiri di depan balkon dan menatap air laut di kejauhan dengan sinar mata sendu karena dirinya sangat merindukan mantan istrinya dan ketiga orang anaknya di negara yang sangat jauh dari negara benua Asia.
"Ruby, bagaimana kabarmu? Apakah kamu dan anak-anak kita sehat di sana? " batin Devano Wandani.
Sepasang lengan yang pendek dan halus telah melingkari pinggangnya dan menaruh kepala di punggungnya sebelum berbicara dengan halus kepadanya.
"Dev, apa yang sedang kamu pikirkan sedari tadi aku lihat semenjak kita datang ke pulau ini? " tanya Vivian istri barunya yang juga sepupunya.
"Pekerjaan ku di China. " jawab Devano Wandani nada singkat.
"Oh, lupakanlah sejenak untuk kita berdua bisa honeymoon dengan bebas. " kata Vivian yang membalikkan tubuhnya lalu mengecupnya tanpa sungkan.
"Hentikan, Vivian. Aku menikahimu karena aku harus bertanggung jawab atas perbuatan ku padamu namun bukan berarti aku harus selalu menurutmu. " kata Devano Wandani nada ketus menjauhkan Vivian darinya lalu meninggalkan Vivian di cottage nya.
"Ugh, berengsek kamu Devano.. Aku kan istrimu yang sekarang ini..! " teriak Vivian frustasi sekali terhadap sikap dingin suaminya itu.
Bersambung!!