I'll Be There For Love

I'll Be There For Love
Bab 59.



Devano menutup matanya sesudah membahas tentang harta kekayaannya kepada pengacara Fernandez Remos pada hari pertama ia pulang ke rumahnya untuk tidur pada siang hari itu juga.


"Dia bicara apa saja denganmu di kamarnya? " tanya Tuan besar Wandani mengikuti pengacara Fernandez Remos keluar dari kediaman Wandani yang megah.


"Tuan Wandani tidak membicarakan apapun di kamarnya." jawab pengacara Fernandez Remos yang selalu menjaga rahasia kliennya.


"Ah, yang benar saja dia tak bicara apapun pada kamu dikamarnya?" tanya istri baru dari Tuan Besar Wandani atau Benny Wandani setelah pria paruh baya itu bercerai dengan Lilian Bong yang merupakan Mama kandung Devano Wandani di teras kediaman Wandani kepada pengacara Fernandez Remos.


"Benar,Nyonya muda Wandani." jawab pengacara Fernandez Remos sambil meneruskan langkah nya ke arah mobilnya di parkiran.


Sesudah mobil pengacara Fernandez Remos tak terlihat dari pandangan mata mereka dengan melaju begitu cepat keluar dari kawasan graha naga emas atau kediaman Wandani. Istri muda dari Tuan Benny Wandani membisikkan sesuatu di telinga kanan Tuan Benny Wandani di taman nasional pribadi kediaman Wandani.


"Suamiku,kira-kira siapakah pewarisnya nanti?" bisik istri muda dari Tuan Benny Wandani yang bernama Sammy Leong.


"Kau tak perlu tahu siapa pewarisnya nanti. Aku sedang memikirkan anakku yang sedang kritis di kamar itu." jawab Benny Wandani dengan nada kesal kepada istri mudanya.


Benny Wandani berjumpa dengan Brenda dan Lisa Wandani di aula utama kediaman Wandani ketika ia berjalan ke arah lift di sudut kiri ruang utama agar ia bisa menemui anaknya.


"Yeye.. " panggil Brenda dan Lisa Wandani yang menyapanya dengan ramah.


"Cucu -cucu perempuan ku yang cantik-cantik.." kata Benny Wandani menggendong kedua orang cucunya di kedua tangannya sambil meneruskan langkahnya ke arah lift.


Ruby menggenggam tangan Devano Wandani di tempat tidur suaminya yang sedang tidur pulas usai minum obat dari Dokter Felipe berikan pada suaminya itu.


"Nyonya Ruby, tolong Anda istirahat untuk tidur di kamar Anda untuk menjaga kesehatan Anda juga." kata Dokter Felipe yang memeriksa kondisi kesehatan fisik Ruby yang terlihat pucat.


"Ya, Dokter Felipe.Aku akan pergi tidur di kamar ku." jawab Ruby pelan sekali karena wanita muda ini memandangi suaminya.


Pintu kamar tidur Devano Wandani terbuka untuk Benny Wandani memasak kamar anaknya usai menurunkan kedua orang cucunya di luar kamar tidur anaknya.


"Ruby,kau tidurlah di kamarmu dan biarkan Papa yang menjaganya sampai kau tenagamu pulih kembali untuk menjaganya." kata Benny Wandani ramah kepada menantunya.


"Iya, Papa." jawab Ruby patuh.


Ruby mengajak Brenda dan Lisa Wandani pergi dari kamar tidur suaminya usai pintu kamar tidur suaminya tertutup rapat oleh Benny Wandani di belakangnya.


"Putraku, Papa sudah datang untuk melihatmu di sini." kata Benny Wandani yang menangis sedih melihat putranya terbaring lemah di tempat tidur seakan-akan ia tidak pernah percaya dengan apa yang telah dilihatnya saat ini.


Sementara itu, Zicco Wandani terlihat duduk di atas tangga depan pintu masuk utama ke ruang dalam kediaman Wandani oleh Lilian Bong yang baru saja datang ke kediaman Wandani untuk melihat putranya.


"Cucuku sayang sedang apa kamu sendirian di sini? " sapa Lilian Bong lembut kepada Zicco.


"Nainai, Zicco memikirkan Papa." jawab Zicco.


"Oh, sayang. Mari ikuti Nainai melihat Papamu di kamar tidur Papamu, yuk." ajak Lilian Bong yang menggandeng tangan cucu laki-laki sulungnya.


"Leo, Aku ingin kamu membunuh Ruby Yolanda agar hartanya jatuh ke tanganku dan kita bisa hidup nyaman untuk selamanya." bisiknya.


"Sammy, Aku tak mau mengkhianati Bos ku yang sudah baik hati terhadapku dengan menjamin kehidupanku." kata Leo menolak mematuhinya.


"Eii, kau tak pernah ingat bagaimana mereka itu bersikap sombong terhadapmu dan apakah kau tak pernah ingat kalau Sonya Wandani gadis yang kau cintai itu meninggal dunia karena ulah Bos mu itu yang memaksa gadis itu bercerai dengan suaminya si bule asal Irlandia Utara." kata Sammy Leong yang terus berusaha untuk ia bisa memprovokasi Leo.


"Sonya Wandani meninggal dunia karena kanker leukimia bukan karena ulah dari Tuan Wandani." kata Leo yang menepis tangan centil Sammy Leong yang menyentuh tiap bagian-bagian tubuh nya.


Leo meninggalkan Sammy Leong yang mendelik kesal karena wanita itu tak bisa membuat Leo mematuhinya maka ia menggunakan cara lain untuk melancarkan rencananya itu.Wanita muda itu menyelinap masuk ke kamar tidur Ruby di bagian utara lantai atas.


"Aku akan membunuhmu sekarang juga.. " kata Sammy Leong yang berjalan perlahan-lahan ke arah Ruby yang sedang tidur pulas di dampingi kedua orang putrinya.


Sammy Leong menyiapkan gunting dari sakunya yang telah dipegangnya lalu ia menatap bengis Ruby sambil mengangkat guntingnya yang siap untuk di masukan ke dada Ruby.


Namun ia dikejutkan oleh Brenda yang berada di samping kiri Ruby telah melihatnya dan berteriak dengan histeris sampai Ruby dan Lisa tersentak kaget dan bangun.


"Kyaaaa...! "


"Ada apa, sayang? " tanya Ruby memeluk Brenda dengan cepat.


Sammy Leong yang cerdik itu sudah kabur dari kamar tidur Ruby karena teriakan Brenda yang telah menggagalkan rencananya itu maka ia pun terpaksa harus kabur dari kediaman Wandani.


"Mama, tadi orang itu ingin menusukmu dengan gunting. " jawab Brenda menunjukkan rekaman video hpnya kepada Ruby.


"Pengawal cepat kalian cari dan tangkap Sammy Leong secepatnya lalu jebloskan dia ke penjara untuk seumur hidupnya." perintah dari Devano Wandani yang melihat rekaman video CCTV dari kamarnya sendiri yang melihat aksi istri muda dari Papanya yang ingin membunuh istrinya itu.


"Dev, kau pura-pura tidur pulas rupanya..?" tanya Benny Wandani kaget melihat putranya turun dari tempat tidur dengan membawa selang infus keluar dari kamar menuju ke kamar menantunya.


"Iyaa..!" bentak Devano kepada Papanya.


"Kau jangan marah atas perbuatan dari Mama barumu.. " kata Benny Wandani cepat mengejar Devano Wandani dengan memohon agar anak nya itu tidak memenjarakan istri mudanya.


"Papa, jika kamu menghalangi Aku terus maka Aku juga akan mencoret namamu dari kartu keluarga Wandani untuk selamanya..! " ancam Devano Wandani yang membuat Papanya diam di depan pintu kamar istrinya.


"Camkan baik-baik apa yang telah Aku ucapkan barusan kepada Papa.. " kata Devano Wandani sekali lagi sambil berjalan masuk ke kamar tidur Ruby.


"Devvvv..! " teriak Ruby yang terkejut melihatnya berjalan ke arah istrinya dan kedua orang putri kecilnya melompat-lompat riang di tempat tidur istrinya.


"Yeayy.. Papa sembuh...! Horeee..! "sorak kedua orang putri kecilnya yang membuatnya tertawa gembira.


Bersambung!!