
"Aku bilang bayimu telah ditukar dengan bayi orang lain oleh suami berondongmu itu yang iri hati terhadap bayi laki-laki yang kau lahirkan dari mendiang Bayu Putra Wijayakusuma sepupuku yang malang itu. " jawab Devano Wandani tanpa belas kasihan kepada Han Yu Ri.
"Tidakkkkk! Lalu dimana bayiku itu, Dev? " tanya Han Yu Ri menangis.
"Aku sedang mencari orang yang membawa bayi itu tanpa mengetahui bahwa bayi dibawa pulang ke rumah bukanlah bayinya sendiri melainkan bayi orang lain yang ditukar dengan bayinya yang sekarang ini berada di pelukanmu, Han Yu Ri."jawab Devano.
"Dev,tolong maafkan kesalahan Aku yang sudah mempercayai Lee Seung Gi sebagai laki-laki yang baik namun ternyata dia tak seperti yang Aku duga selama ini.. " kata Han Yu Ri semakin sedih dan menyesali kesalahannya terhadap anak-anak mendiang suaminya yang pertama.
"Tidak bisa, Aku tidak akan pernah mempercayai orang yang sudah mengecewakan kepercayaan keluarga Wijayakusuma yang merupakan salah satu dari keluarga kerabat dekat ku.Han Yu Ri, aku mau kamu menyatakan dirimu bahwa bayi laki-laki yang telah kamu lahirkan itu harus di serahkan kepada Rosa Wandani sebagai wali asuh anak-anak Bayu Putra Wijayakusuma yang sudah aku percaya dengan sepenuh hatiku, dan kau harus melupakan masa-masa indahmu di rumah kediaman Wijayakusuma untuk selama- lamanya. " kata Devano Wandani nada tegas.
"Tidakkk, Dev. Kumohon jangan kamu lakukan hal ini kepada ku.. Aku bisa mati jika kamu tega memisahkan Aku dengan putraku..! " teriak Han Yu Ri pedih.
"Lah kamu bisa tega memisahkan Graciella Putri Wijayakusuma dengan Irene Putri Wijayakusuma dengan kejam bersama dengan berondongmu itu, lalu kenapa Aku tak bisa tega memisahkan kamu dengan keturunan sepupuku itu? " Ucap Devano Wandani nada menyakitkan bagi Han Yu Ri.
"Kauuu...? "
"Aku apa? Ah! "
"Dev, aku mau mengusirnya dari rumah sakit ini dan rumah kediaman Wijayakusuma juga dari negeri kita."kata Rosa Wandani nada tegas dan tak kalah sadisnya dengan Devano Wandani jika ada orang-orang yang menyakiti setiap orang di keluarga mereka.
"Terserah kau sajalah, Rosa. Aku mau pergi ke rumah duka untuk melihat Tante Lisa untuk terakhir kalinya sekarang juga dan untuk urusan di sini ya ku serahkan kepadamu." kata Devano Wandani yang meninggalkan kamar pasien Han Yu Ri dan menyerahkan urusan Han Yu Ri dan rumah sakit Wijayakusuma kepada Rosa yang menanganinya.
Devano Wandani bersimpuh di depan foto hitam dan putih yang menampilkan mendiang Lisa Paramitha Sutomo Wijayakusuma yang di taruh di atas meja alter depan peti jenazah Lisa yang terbuat dari kayu jati mahal Jepara dengan gaya ukiran klasik.
"Tante Lisa, Devano telah datang ke rumah duka untuk menemui Tante Lisa dan mendoakan agar Tante Lisa tenang di Surga bersama keluarga Tante Lisa dan Tuhan Yesus Kristus." kata Devano yang menyalahkan kedua lilin putih di meja altar yang mengapit foto diri Lisa.
Ruangan tempat bersemayamnya peti jenazah dari Nyonya besar Wijayakusuma sangatlah luas dan bersih namun ramai dengan kehadiran tamu -tamu yang melayat dan berasal dari keluarga, kerabat, dan handai taulan Wijayakusuma. Dan, sebelum peti jenazah akan diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir melalui mobil jenazah datanglah seorang wanita muda yang membawa sekuntum bunga mawar putih dan menaruhnya di atas peti jenazah.
"Ayumi Kanazawa? " sapa Devano Wandani yang mengenali mantan istri pertama dari Bayu Putra Wijayakusuma yang berasal dari Jepang.
"Ayumi Kanazawa apakah kamu sudah menikah lagi dengan pria yang lebih baik daripada Bayu Putra Wijayakusuma? " tanya Devano Wandani yang memiliki pemikiran yang lebih baik untuk anak-anak Bayu Putra Wijayakusuma di masa depan.
"Tidak, aku meskipun dulu mempunyai kekasih yang membuat aku harus diceraikan oleh Bayu yang mengatakan hal bohong mengenai aku yang dikatakan olehnya kalau aku meninggal dunia karena kecelakaan pesawat saat aku ini pergi berlibur ke Eropa Timur bersama dengan pacarku..Aku tak pernah menikah dengan lagi dengan pria mana pun, hal ini karena Aku trauma dengan pernikahanku sebelumnya." jawab Ayumi Kanazawa yang berjalan dibelakang troli peti jenazah Lisa Wijayakusuma yang akan dibawa ke mobil jenazah di depan pintu gedung rumah duka.
"Baik, Aku mau bicara denganmu nanti setelah kita mengantarkan Tante Lisa Wijayakusuma ke pemakamannya di daerah Bogor. " kata Devano Wandani dengan ramah kepada Ayumi.
"Ya, Dev. " jawab Ayumi Kanazawa.
Lee Seung Gi yang sedang bekerja di kantor di perusahaan Wijayakusuma dikejutkan dengan kedatangan pihak kepolisian dan pihak security guard pribadi Devano Wandani yang membawa surat penangkapannya atas kasus Penukaran bayi di rumah sakit Wijayakusuma.
"Tidakkk...! " jeritan Lee Seung Gi yang diborgol paksa oleh polisi.
Lee Seung Gi meronta dengan menendang lutut salah seorang dari pihak kepolisian lalu tangan kanannya merampas pistol yang membebaskan dirinya dari borgol.
Dor!
"Ayo kalian ingin menangkap Aku?! Janganlah kalian bermimpi di siang hari karena aku takkan pernah bisa kalian tangkap..! " teriaknya sambil menodongkan pistol ke semua pihak kepolisian dan security guard pribadi Devano Wandani di kantor.
Lee Seung Gi melompati meja dan kursi lalu ia lari ke arah tangga darurat menuju ke arah atap gedung perusahaan Wijayakusuma untuk ia bisa mengendarai helikopter pribadi milik Bayu Putra Wijayakusuma dan kabur dari kepungan pihak kepolisian setempat.
Namun salah seorang dari pihak security guard pribadi Devano Wandani telah menembak kaki kanannya hingga ia tergelincir di tangga darurat lalu polisi berhasil membekuknya.
"Kami akan meminta keterangan lebih lanjut dari Tuan Devano Wandani setelah Beliau selesai dengan urusannya untuk menemui kami di kantor polisi daerah Jakarta Selatan. " kata pihak kepolisian kepada tim security guard pribadi dari Devano Wandani di parkiran mobil kantor pusat perusahaan Wijayakusuma usai memborgol Lee Seung Gi dan memasukannya ke mobil tahanan polisi.
"Baik, Pak polisi akan kami berikan amanat anda kepada Tuan besar kami. " jawab kepala security guard pribadi Devano Wandani kepada polisi.
Bersambung!!