
Soledad tercengang mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh Mamanya yang menginginkan dirinya untuk meninggalkan suaminya yang kini telah berpenyakitan diabetes akut.
"Maaa..Aku tetap tak mampu untuk melakukan hal yang bertentangan dengan hatiku sendiri dan aku terlalu mencintainya sampai aku tidak rela melihatnya menderita dan hancur kalau aku istri nya sendiri tega untuk membuangnya di saat ia memerlukan aku.. " kata Soledad menolak tegas permintaan Nyonya Chanchita Fernandez yang ingin dia berkencan dengan pria tampan pilihan Mamanya itu.
"Soledad, kau sungguh keras kepala sampai kau melupakan masa depan Edward putramu yang masih membutuhkan figur seorang ayah yang sehat dan bisa melindunginya sampai anakmu itu dewasa. Karena itu kamu harus pikirkan apa yang telah aku sarankan kepadamu. " kata Nyonya Chanchita Fernandez yang lantas pergi ke kamarnya dengan wajahnya emosi dengan putrinya yang dinilai terlalu bodoh.
Alfa tersenyum sopan kepada Soledad wanita di hadapannya namun ia segera berbalik arah ke luar rumah keluarga Eduardo Xi dan menuju ke mobilnya yang terparkir di halaman rumah itu.
"Alfa... " panggil Nyonya Chanchita Fernandez di jendela sambil melambaikan tangan kepada Alfa yang menengok ke jendela kamar Nyonya itu.
"Ada apa, Tante memanggilku? " tanya Alfa yang menemui Chanchita Fernandez di depan jendela kamar Nyonya itu sendiri.
"Masuklah, cepat..! " desak Nyonya Chanchita Fernandez yang menariknya masuk ke dalam kamar Nyonya itu melalui jendela yang sudah di buka.
"Apa? Aku tak mungkin bisa melakukan apa yang Tante minta tolong kepada ku untuk aku dapat mendekati Soledad jika dia tidak menyukaiku, Tante. " kata Alfa masih mempertahankan harga dirinya sebagai seorang pria terhormat.
"Kata siapa kamu tidak akan pernah bisa dekati Soledad putri ku? Aku mempunyai ide yang luar biasa cemerlang untuk membantumu itu, Alfa. " kata Nyonya Chanchita Fernandez yang berbisik sesuatu di telinga kanan Alfa.
"Apaa?" tanya Alfa kaget.
"Gunakan ini, ayo.. Sekarang kamu bisa dekati Soledad. " kata Nyonya Chanchita Fernandez di sampingnya telah menyelipkan sebutir pil ke dalam genggaman tangannya.
"Ini pil apa,Tante? " tanya Alfa ingin tahu dengan pil yang diberikan dari Nyonya Chanchita Fernandez kepadanya.
"Pil yang bisa membuat kamu mendekati putriku bahkan mendapatkannya untuk malam ini selagi dia seorang diri di kamarnya karena Eduardo Xi sedang pergi kerja keluar kota dan akan pulang ke rumah ini pada lusa hari nanti. " jawab Nyonya Chanchita Fernandez tersenyum penuh arti kepada Alfa.
"Ouh, oke. Aku akan lakukan apa yang Tante mau aku lakukan yang Soledad putri dari Tante yang manis dan bahenol itu. " kata Alfa senang hati.
Soledad yang sedang memasak makan malam di dapur tidak mengetahui rencana Mamanya itu dengan pria pilihan dari Mamanya yang tidak pernah dibayangkannya itu. Sekelebatan tubuh mungil menggugah pandangan mata Soledad yang segera menengok dan tersenyum menatap putranya.
"Halo, Edi, kamu mau apa datang ke dapur? Apa kamu sudah merasa lapar dan ingin cepat- cepat untuk makan malam? " tanya Soledad memeluk putranya.
"Iya, Ma. Edi sudah merasa lapar nih.. " jawab Edward Xi dengan ekspresi muka yang imut dan menggemaskan sekali kepada Soledad.
"Iya, sayang, tunggu sebentar ya Mama sedang masak dulu, kamu tunggu saja di ruang bermain mu sambil makan jajanan mu untuk menahan rasa laparmu sampai makanannya matang dan siap untuk kamu makan malam, sayang. " kata Soledad lembut kepada Edward Xi putra tunggal nya dengan Eduardo Xi.
"Emm, ya, Ma.. " jawab Edward Xi patuh kepada Soledad, lalu berlari keluar dari dapur untuk pergi ke ruang bermainnya.
******
Jakarta, Indonesia.
Pintu rumah kontrakan bercat biru terbuka untuk Han Yu Ri wanita muda dan cantik asal Korea Selatan yang masih berstatus sebagai istri dari Almarhum Bayu Putra Wijayakusuma yang telah diusir dari rumah suaminya oleh mertuanya itu.
Kini, wanita itu tinggal di rumah kontrakan kecil di daerah Jakarta Barat dalam keadaan hamil muda namun ia tidak tahu kalau Bayu suaminya telah meninggal dunia di Hongkong dan telah di makamkan di pemakaman mewah daerah Bogor oleh keluarga suaminya sendiri.
Han Yu Ri tidak tinggal sendirian di rumah kecil itu, ia tinggal bersama seorang pemuda asal Korea Selatan yang menjadi sahabatnya yang sangat baik dan membantunya untuk dapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan di daerah yang berdekatan dengan rumah kontrakannya.
"Seung Gi, makanan apa yang telah kamu beli itu dari pulang kerja? " tanya Han Yu Ri melihat pria muda yang menampungnya itu menenteng dua bungkusan kantong plastik hitam di tangan saat pemuda ini masuk ke dalam rumah kontrakan.
"Dua bungkus nasi padang untuk makan malam kita malam ini. Ayo kau siapkan dua piring, dua sendok dan dua gelas berisi air putih dingin di meja makan, lalu cuci tanganmu dan mari kita makan malam bersama." jawab Lee Seung Gi di teras rumah kontrakan sambil berhak masuk ke dalam rumah kontrakan.
"Iya.. " kata Han Yu Ri cepat menyediakan semua yang diperintahkan oleh Lee Seung Gi kepadanya namun ia tertahan sebentar di tengah jalan untuk pergi ke kamar mandi untuk muntah.
Huekkk!
"Yu Ri, kenapa kamu muntah lagi? Apakah kamu merasa ada yang sakit pada tubuhmu? " tanya Lee Seung Gi sambil mengambil piring, gelas dan sendok dari meja dapur dan di tata dengan rapi di meja makan.
"Karena aku sedang tidak enak badan.. Tidak, ada yang sakit pada tubuhku.., kau tenang saja, Seung Gi. " jawab Han Yu Ri dari kamar mandi.
"Oh, syukurlah, tapi kalau kamu tidak enak badan sebaiknya kamu periksa kesehatanmu ke dokter klinik depan gang untuk keamanan mu juga. " kata Lee Seung Gi sambil makan nasi padang di ruang makan dengan nikmat sekali.
"Iya.. " jawab Han Yu Ri dari kamar mandi sambil menatap dirinya sendiri di cermin kamar mandi dan mengelus -elus perutnya sendiri yang kram.
"Hmm, anak kau harus mengerti keadaan Mama mu yang sedang miskin ini. " kata Han Yu Ri nada sedih karena dia sedang hamil muda tetapi ia jauh dari suaminya yang sangat dirindukannya itu.
"Yu Ri, kau ngapain lama di dalam kamar mandi?Ayo cepat makan nasi padang mu nanti keburu basi lho. "kata Lee Seung Gi dari ruang makan.
" Iya, Seung Gi, aku segera datang.. "sahut Han Yu Ri segera membuka pintu kamar mandi lalu menemui temannya di ruang makan.
Bersambung!!