
"Angela Lan, kau jangan main-main denganku! Aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan untuk membuat hidupmu sengsara akibat dari perbuatan hina mu sendiri yang menghancurkan hidupmu sendiri..! " Nada suara Devano Wandani begitu menakutkan bagi Angela Lan yang berada di layar TV sambungan telepon internetnya.
"Emmm, Angela Lan bongkar saja siapa orang sombong itu yang sebenarnya adalah anak haram dari ibunya yang hamil di luar nikah dengan pria tak jelas asal usulnya..! " kata Eduardo Xi dengan nada senang melihat sepupu sombongnya itu hancur.
"Eduardo Xi, aku akan menghancurkan mulutmu nanti usai aku berurusan dengan keluarga Lan.. " kata Devano Wandani yang memerintahkan para staffnya untuk mengurus kehancuran keluarga Lan di kota Ningbo.
"Devano, kau jangan main-main dengan kuuuu! " teriak Nyonya Lan yang harus menyaksikan semua isi di rumahnya dan hartanya telah di sita karena mengalami kebangkrutan di pagi hari itu juga.
Devano Wandani menutup jaringan internetnya lalu meninggalkan rumahnya untuk pergi ke suatu tempat untuk menemui seseorang yang sudah lama sekali ingin di temui olehnya.
"Devano, rupanya kamu sudah datang ke rumah ku? " tanya pria usia lima puluh tahun yang kini membukakan pintu rumah di daerah pinggiran ibukota Beijing untuknya.
"Iya, apakah kamu adalah Jackie Cheung pria yang dahulu pernah menjalin hubungan asmara dengan Mamaku sebelum Mamaku menikah dengan papaku? " tanya balik Devano Wandani saat melangkah masuk ke dalam rumah pria itu.
"Benar, mari kau duduklah dahulu sebelum aku menceritakan tentang kehidupan masa lalu aku dengan Mamamu untuk kamu bisa mengetahui dengan jelas jati dirimu yang sebenarnya. " jawab Jackie Cheung pria itu dengan nada yang menyenangkan hati Devano Wandani.
"Baiklah, terimakasih banyak atas waktumu.. " kata Devano Wandani duduk di sofa ruang tamu rumah pria itu yang menyuguhkan secangkir teh hangat dan sepiring kue bunga mawar di meja tamu.
"Dev, aku dan Mamamu dahulu saat kami muda pernah pacaran namun kami tidak berjodoh untuk menikah dan membina rumah tangga karena perbedaan kasta di antara kami berdua yang sangat jauh sekali, lalu aku memutuskan untuk pergi dari kehidupannya demi kebaikannya yang harus menikah dengan Papamu. Tidak, kau bukanlah anakku karena kami berpacaran begitu bersih tanpa pernah melakukan hubungan di luar batas. Intinya, kamu memang darah daging dari Mama dan papa mu sendiri yang berarti kamu adalah seorang Wandani sejati. " kata Jackie Cheung yang membuat pernyataan kebenaran ucapannya itu secara live untuk membungkam keluarga Lan yang ingin mencemarkan nama baik dari Devano Wandani.
"Terimakasih atas pernyataan resmi darimu yang telah membuat perasaan ku tenang dan bahagia, Paman Jackie Cheung. " kata Devano Wandani tersenyum tulus kepada Jackie Cheung pria yang baik hati itu.
"Sama-sama, Dev. Aku juga senang sekali bisa membantu putra dari mantan kekasih ku dan keluarganya yang sudah sangat baik terhadap ku dahulu. " kata Jackie Cheung yang menyukai sikap sopan Devano Wandani terhadapnya.
Pernyataan yang sudah dikeluarkan dari mulut Jackie Cheung melalui live video internet Weibo membuat keluarga Lan di jebloskan ke dalam penjara oleh pihak keluarga Wandani.
Lalu, Eduardo Xi menuntut perceraian dengan Angela Lan dengan bantuan pengacara Devano Wandani yang membantu proses perceraiannya dan pria ini dapat menemui Soledad Zevanya di rumah keluarga Wandani.
"Soledad... "
"Eduardo, apa maksudmu menemui ku di sini? " tanya Soledad Zevanya menangis melihat pria yang masih dicintainya itu menemuinya setelah sekian lama ia menunggu kembalinya pria itu di sisi nya.
"Aku ingin memperbaiki hubungan kita di masa depan untuk masa depan putra kita.Apakah kamu mau kembali kepada ku, Soledad? Aku bisa mengubah sikapku, watakku juga caraku mencintaimu untuk kebahagiaan kita bersama. " jawab Eduardo Xi menghampiri Soledad dengan perlahan-lahan.
"Soledad oh Soledad.. Aku minta maaf kepada mu dan putra kita. Aku sudah membuat hidup kalian menderita.. " kata Eduardo Xi membalas pelukan Soledad Zevanya.
Ruby terharu melihat mereka berdua akhirnya bisa bersama kembali sampai wanita ini meraih jemari tangan Devano Wandani suaminya yang berdiri di sampingnya.
"Jika kamu mau menangis di bahuku, silakan saja tapi kamu harus bayar dengan ciuman mu di bibirku sebanyak lima kali ciuman.. " kata Devano Wandani menggoda Ruby.
Ruby mengangkat alisnya menatap suaminya di dekatnya lalu mencubit pipi suaminya dengan gemas sekali sampai Devano Wandani menjerit kesakitan..
"Aduduh, galak sekali nyonya besar.. " kata Devano Wandani melompat mundur dari Ruby dengan wajahnya begitu memelas kepada Ruby hingga isterinya luluh kepadanya dan merengkuh wajahnya untuk menciumnya sebanyak lima kali ciuman di bibirnya.
"Aku sudah membayar biaya tempa untuk ku bisa menangis di bahumu.. " kata Ruby dengan sikap manja menubruk Devano Wandani lalu menangis untuk kebahagiaan kehidupan mereka berdua dan Eduardo Xi dengan Soledad Zevanya sepupu mereka.
"Dev, aku ucapkan terimakasih atas bantuanmu untuk ku bisa terbebas dari keluarga Lan , dan aku bisa bersama Soledad dan putra kami lagi. Aku juga minta maaf atas kesalahan ku yang dahulu membuat mu terpisah dari Ruby hingga kalian menderita karena perbuatan ku yang telah terpengaruh oleh Philip Gao. " kata Eduardo Xi meminta maaf kepada Devano Wandani dengan tulus.
"Sudahlah, lupakanlah masa lalu kita untuk kita semua menyongsong masa depan yang lebih baik lagi. Eduardo, aku tidak pernah menyimpan perasaan dendam kepada mu, kok. Aku selalu menganggap mu sebagai saudara sepupu ku untuk selamanya. " kata Devano Wandani begitu tulus menyayangi Eduardo Xi.
"Kau sungguh seorang saudara sepupu yang luar biasa baik di dunia ini, Dev. " kata Eduardo Xi yang menangis untuk menyatakan rasa bersalah dirinya di masa lalu terhadap Devano Wandani.
"Kalian semua sudah bahagia dengan pasangan kalian masing-masing. Ah, Aku?Aku harus mulai hidup baruku dengan hati yang baru.." kata Vivian Wandani yang turut rasakan kebahagiaan kedua saudara sepupu nya itu.
"Vivian, sabarlah di suatu hari nanti kamu akan menemukan seorang pria yang jauh lebih baik dari seorang Bayu Putra Wijayakusuma yang tak layak untuk menjadi pasangan mu.. " kata Devano Wandani nada sebal kepada sepupunya yang lainnya yang tinggal di Indonesia kepada Vivian Wandani,
"Dev, kau jangan membenci Bayu karena dia juga sepupumu. Dia menjadi seperti sekarang ini juga karena aku yang menikah dengan pria lain di saat kami masih terikat hubungan pertunangan dan cinta di hati kami masing-masing sehingga dia harus menikah dengan seorang wanita yang tak pernah di cintainya dan memiliki seorang anak dari wanita lainnya lagi." kata Vivian yang tak pernah bisa melupakan Bayu pria yang amat dicintainya itu.
"Tetap saja dia sungguh memalukan sebagai seorang laki-laki dan itu sudah mencoreng nama baiknya di mataku.. " kata Devano Wandani nada tegas sekali.
Bersambung!!
Bersambung!